Di era digital, layanan kesehatan kini semakin mudah diakses. Salah satunya melalui aplikasi Mobile JKN, aplikasi resmi dari BPJS Kesehatan yang memudahkan peserta dalam mengelola layanan kesehatan, termasuk pendaftaran berobat secara online di rumah sakit.
Melalui Mobile JKN, pasien BPJS dapat mendaftar pelayanan rawat jalan di RS Islam Jakarta Cempaka Putih dengan lebih cepat, praktis, dan tertib tanpa harus menunggu lama di loket pendaftaran.
Aplikasi resmi BPJS Kesehatan untuk peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menyediakan layanan digital mandiri, memungkinkan peserta mengakses berbagai layanan kesehatan seperti pendaftaran pelayanan, cek status kepesertaan, informasi iuran, hingga konsultasi dokter tanpa harus datang ke kantor BPJS atau fasilitas kesehatan, cukup lewat smartphone. Aplikasi ini mempermudah pengelolaan administrasi dan pelayanan kesehatan, menghemat waktu, serta memberikan informasi secara real-time.
pasien dapat mendaftar di loket pendaftaran atau melalui WA.
Seseorang dikatakan pasien baru jika ia belum pernah berobat sama sekali di RSIJ Cempaka Putih. Pasien baru tidak dapat melakukan pendaftaran berobat melalui Mobile JKN pada kunjungan pertamanya karena datanya belum ada di RSIJCP.
Cara mendaftar untuk pasien baru di loket pendaftaran:
Cara mendaftar untuk pasien baru melalui WA:
Pasien tidak dapat melakukan pendaftaran melalui mobile JKN tetapi mendaftar di administrasi pendaftaran UGD. Pasien dapat berobat ke UGD jika mengalami kondisi berikut:
Penilaian kondisi tersebut dilakukan oleh dokter IGD, dan jika tidak memenuhi kriteria, pasien mungkin harus membayar sebagai pasien umum.
Dengan memahami alur ini, pasien diharapkan dapat menjalani proses pendaftaran dengan lebih mudah dan nyaman di RSIJ Cempaka Putih. Jika ada pertanyaan lainnya terkait alur pendaftaran berobat di RS Islam Jakarta Cempaka Putih dapat menghubungi:
Pendaftaran BPJS Kesehatan: 0858-5005-0010
Beberapa waktu terakhir, melalui bencana yang terjadi di Sumatera, publik diingatkan kembali akan ketangguhan seorang ibu melalui berbagai kisah yang viral. Ada ibu yang dengan sekuat tenaga memastikan sang anak aman dan selamat dalam terjangan banjir, meskipun itu berarti harus mengorbankan nyawanya sendiri. Kisah-kisah yang viral ditengah bencana alam tersebut menyentuh banyak orang karena menggambarkan satu hal yang sama, yaitu pengorbanan dan daya juang ibu dalam menjaga kehidupan.
Di balik viralnya cerita tersebut, tersimpan realita yang sering luput dari perhatian, ibu merupakan kelompok yang rentan secara kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Dalam kondisi normal maupun krisis, ibu kerap menomorsatukan keselamatan dan kesehatan anak, bahkan ketika dirinya sendiri membutuhkan pertolongan. Ini menandakan betapa pentingnya menempatkan kesehatan ibu sebagai prioritas utama dalam siklus kesehatan keluarga.
Peran Ibu dalam Menjaga Kesehatan Anak Sejak Awal Kehidupan
Peran ibu dalam layanan kesehatan keluarga dimulai sejak masa kehamilan. Melalui pemeriksaan kehamilan rutin, pemenuhan gizi, serta edukasi kesehatan, ibu telah memberikan perlindungan awal bagi tumbuh kembang janin. Pemantauan yang baik selama kehamilan berperan penting dalam mencegah komplikasi dan memastikan proses persalinan yang aman.
Pada masa persalinan dan nifas, ibu menjalani fase krusial yang membutuhkan pendampingan medis optimal. Setelahnya, peran ibu berlanjut dalam memastikan bayi mendapatkan ASI, imunisasi dasar lengkap, serta pemantauan tumbuh kembang secara berkala.
Memasuki masa anak sekolah hingga dewasa, peran ibu berkembang menjadi pendamping dan edukator kesehatan dalam membentuk kebiasaan hidup sehat, menjaga kesehatan mental anak, serta menanamkan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.
Layanan Kesehatan yang Dibutuhkan Ibu di Setiap Tahap Kehidupan Anak
Di balik peran besar tersebut, ibu juga membutuhkan layanan kesehatan yang berkesinambungan. Beberapa layanan penting yang dibutuhkan ibu antara lain:
Layanan kesehatan yang terintegrasi membantu ibu menjaga kualitas hidupnya, sehingga mampu menjalankan peran keluarga secara optimal.
Masalah Kesehatan yang Umum Dialami Ibu
Berbagai kajian kesehatan menunjukkan bahwa ibu berisiko mengalami anemia, hipertensi kehamilan, gangguan kesehatan mental pascapersalinan, hingga kelelahan kronis akibat beban pengasuhan jangka panjang. Dalam kondisi tertentu, seperti pascabencana alam, risiko ini dapat meningkat akibat stres berkepanjangan dan keterbatasan akses layanan kesehatan.
Kondisi ini menegaskan bahwa kesehatan ibu tidak boleh diabaikan, baik dalam situasi darurat maupun kehidupan sehari-hari.
Menjaga Kesehatan Diri sebagai Bagian dari Peran Ibu
Menjaga kesehatan diri bukanlah bentuk mengurangi peran sebagai ibu, melainkan bagian penting dari tanggung jawab terhadap keluarga. Beberapa langkah yang dapat dilakukan ibu antara lain:
Ibu yang sehat akan memiliki daya tahan lebih baik dalam menghadapi tantangan kehidupan, termasuk kondisi krisis yang tidak terduga.
Peran Anak dalam Menjaga Kesehatan Ibu
Seiring bertambahnya usia anak, peran dalam siklus kesehatan keluarga pun berbalik. Anak dapat berkontribusi dengan mengajak ibu melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, membantu memastikan akses layanan kesehatan yang tepat, serta memberikan dukungan emosional yang berkelanjutan.
Peringatan Hari Ibu
Momentum Hari Ibu menjadi pengingat bahwa di balik ketangguhan dan pengorbanan seorang ibu, terdapat kebutuhan untuk menjaga kesehatannya sepanjang hayat. Menghargai ibu bukan hanya melalui ungkapan kasih sayang, tetapi juga dengan memastikan ia mendapatkan layanan kesehatan yang optimal.
Sebagai institusi layanan kesehatan, RS Islam Jakarta Cempaka Putih berkomitmen mendampingi ibu dan keluarga dalam menjaga kesehatan.
? Info & pendaftaran:
Umum & Asuransi: 0812-1349-1516
BPJS Kesehatan: 0858-5005-0010
Selamat Hari Ibu.
Terima kasih atas ketangguhan dan cinta yang tak pernah berhenti menjaga kehidupan.
Trigger finger atau stenosing tenosynovitis adalah kondisi ketika tendon fleksor pada jari mengalami hambatan saat bergerak melewati selubungnya (pulley), sehingga jari terasa mengunci, tersangkut, atau mengeluarkan bunyi “klik” saat digerakkan. Kondisi ini semakin umum ditemukan pada usia dewasa dan sering berhubungan dengan aktivitas repetitif atau gangguan metabolik.
Pemahaman tentang tanda, penyebab, dan kapan perlu memeriksakan diri ke dokter sangat penting untuk mencegah kondisi menjadi kronis.
Gejala trigger finger muncul akibat kombinasi inflamasi, penebalan pulley A1, dan perubahan struktur tendon. Kondisi ini dapat berkembang secara perlahan ataupun tiba-tiba.
Berikut tanda-tanda yang paling umum:
Berikut beberapa mekanisme utama yang berkontribusi terhadap terjadinya trigger finger:
Studi histopatologi menunjukkan adanya:
Gerakan berulang seperti menggenggam erat, menjahit, menggunting, mengetik, atau menggunakan alat tangan memicu stres mekanis berlebih sehingga memicu mikrotrauma dan inflamasi pada tendon.
Penderita diabetes memiliki risiko 4–10 kali lebih tinggi mengalami trigger finger. Kadar gula yang tidak stabil menyebabkan perubahan struktural tendon yang membuatnya lebih kaku dan mudah teriritasi.
Termasuk:
Kondisi ini meningkatkan inflamasi dan pembengkakan pada jaringan tendon.
Wanita usia 40–60 tahun tercatat memiliki prevalensi lebih tinggi, kemungkinan terkait perubahan hormon dan elastisitas jaringan.
Trauma, benturan, atau penggunaan berlebihan dapat memicu inflamasi lokal yang berujung pada stenosis selubung tendon.
Trigger finger sering dianggap sepele pada awalnya, namun kondisi ini bisa menjadi kronis jika dibiarkan. Anda perlu segera memeriksakan diri jika mengalami:
Meskipun artikel ini berfokus pada tanda dan penyebab, penting untuk mengetahui gambaran umum penanganannya:
Penanganan Non-Operatif:
Penanganan Operatif:
Trigger finger merupakan kondisi yang dapat mengganggu fungsi tangan, tetapi sangat dapat ditangani bila dikenali sejak dini. Memahami tanda-tandanya, mengetahui faktor risiko, dan mengetahui kapan harus periksa ke dokter membantu mencegah kondisi memburuk. Jika gejala memengaruhi aktivitas atau tidak membaik dengan istirahat, pemeriksaan medis sangat dianjurkan, terutama bagi penderita diabetes.
RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) sukses mendukung penyelenggaraan The Founder5 II: Unfinished Business sebagai Official Medical Partner. Acara pertunjukan komedi berskala besar ini telah berlangsung dengan aman, lancar, dan tertib pada Minggu, 14 Desember 2025 pukul 13.00 WIB di Istora Senayan, Jakarta, serta dihadiri oleh ribuan penonton.
Sepanjang proses persiapan hingga pelaksanaan acara, RSIJ Cempaka Putih mendampingi The Founder5 II sebagai mitra kesehatan. Kolaborasi ini menyatukan energi kreatif di atas panggung dengan kesiapsiagaan medis di balik layar, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan optimal tanpa kendala berarti.
Persiapan Kesehatan Sebelum Acara
Sebagai bagian dari upaya preventif, RSIJ Cempaka Putih telah memberikan imun booster kepada para kru dan pihak yang terlibat langsung dalam persiapan acara sebelum hari pelaksanaan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh kru yang terlibat dalam aktivitas intens, mulai dari persiapan teknis, instalasi panggung, hingga gladi bersih.
Pemberian imun booster menjadi bagian dari komitmen RSIJ Cempaka Putih dalam mendukung kesehatan secara menyeluruh, tidak hanya saat acara berlangsung, tetapi juga sejak fase pra-acara. Dengan kondisi fisik yang prima, para kru dapat bekerja dengan lebih aman dan optimal selama proses persiapan.
Peran RSIJ Cempaka Putih dalam Mendukung Keamanan Acara
Sebagai rumah sakit yang berkomitmen pada pelayanan kesehatan berkualitas, RSIJ Cempaka Putih hadir untuk memberikan rasa aman bagi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari para founder, panitia, kru produksi, hingga penonton. Kehadiran tim medis profesional di lokasi acara menjadi bagian penting dalam memastikan respons cepat terhadap potensi risiko kesehatan maupun keselamatan.
Lebih dari sekadar layanan medis, RSIJ Cempaka Putih membawa nilai kepedulian, profesionalitas, dan pendekatan menyeluruh dalam setiap dukungan yang diberikan. Kolaborasi ini sekaligus memperkuat pesan bahwa kesehatan merupakan elemen penting dalam mendukung keberhasilan setiap aktivitas kreatif dan profesional.
Deretan Pengisi Acara the Founder5 II
The Founder5 II: Unfinished Business menghadirkan lima komika ternama Indonesia yang juga dijuluki sebagai founder, yaitu Pandji Pragiwaksono, Raditya Dika, Ernest Prakasa, Ryan Adriandhy, dan Isman H.S. Pertunjukan ini juga dimeriahkan oleh performer pendukung seperti Ali Akbar, Dany Beler, Ummi Quary, dan Mister Aloy, yang turut memperkaya dinamika panggung dan pengalaman menonton.
Kehadiran para pengisi acara dengan intensitas tampil yang tinggi menuntut kondisi fisik dan mental yang prima, sehingga kesiapsiagaan medis menjadi aspek penting dalam menjaga kelancaran pertunjukan.
Ragam Format Pertunjukan dalam Satu Panggung
Acara ini menggabungkan berbagai format pertunjukan, mulai dari stand-up comedy, sketch comedy, hingga improv comedy. Stand-up comedy menjadi fondasi utama dengan monolog reflektif dan personal yang disampaikan secara intens di hadapan penonton.
Sketch comedy melibatkan penggunaan properti, pergerakan panggung, serta koordinasi teknis yang memerlukan persiapan matang. Sementara itu, improv comedy menghadirkan dinamika spontan tanpa naskah tetap, menuntut konsentrasi tinggi dan kesiapan fisik para founder. Kombinasi format tersebut menjadikan The Founder5 II sebagai pertunjukan yang dinamis sekaligus kompleks dari sisi teknis.
Pentingnya Kesiapsiagaan Medis dalam Acara Berskala Besar
Dalam penyelenggaraan acara berskala besar seperti The Founder5 II, risiko kesehatan dan keselamatan tidak hanya muncul saat pertunjukan berlangsung, tetapi juga selama proses persiapan. Aktivitas seperti instalasi panggung, pemasangan properti, dan pekerjaan teknis kru memiliki potensi risiko kecelakaan kerja maupun kelelahan fisik.
Dengan dukungan tenaga medis profesional dan sistem penanganan yang sigap, RSIJ Cempaka Putih memastikan setiap potensi kondisi darurat dapat ditangani secara cepat dan tepat. Hasilnya, seluruh rangkaian The Founder5 II berlangsung dengan sukses, aman, dan terkendali.
Melalui kolaborasi ini, RS Islam Jakarta Cempaka Putih berhasil mendampingi The Founder5 II: Unfinished Business sebagai mitra kesehatan, sekaligus menegaskan komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang responsif, profesional, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat di berbagai kegiatan publik.
Di era digital saat ini, kemudahan akses layanan menjadi prioritas utama dalam berbagai sektor, termasuk kesehatan. Sistem terintegrasi memungkinkan masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan efisien tanpa harus mengantri atau datang langsung ke lokasi. RSIJ Cempaka Putih turut hadir dalam transformasi digital ini dengan menghadirkan aplikasi "RS Islam Cempaka Putih” oleh PT. Terakorp Indonesia, sebuah solusi praktis untuk memudahkan pasien dalam mengakses layanan kesehatan.
Dengan aplikasi ini, pendaftaran berobat dapat dilakukan langsung dari rumah menggunakan ponsel. Tidak perlu lagi datang pagi-pagi atau mengantri lama hanya untuk mendaftar.
Langkah pertama adalah mengunduh aplikasi Teramobile melalui Google Play Store. Cari dengan kata kunci "RS Islam Cempaka Putih" lalu tekan tombol Install. Perlu diketahui bahwa saat ini aplikasi ini hanya tersedia untuk pengguna Android.
Setelah aplikasi terpasang, buka dan lakukan registrasi akun dengan mengisi data diri lengkap seperti:
Terakhir buat password yang mudah diingat namun sulit untuk ditebak orang lain demi keamanan akun, kemudian simpan data tersebut.
Setelah berhasil login, pilih menu Pendaftaran Online di halaman utama aplikasi. Pasien akan diminta memilih jenis pasien terlebih dahulu. Selanjutnya, pilih poliklinik yang dituju seperti Poli Umum, Poli Gigi, Poli Anak, atau poliklinik lainnya sesuai kebutuhan.
Sistem akan menampilkan daftar dokter yang tersedia beserta jadwal praktiknya. Pilih dokter yang diinginkan, lalu tentukan tanggal dan jam kunjungan yang sesuai. Setelah semua data terisi, periksa kembali informasi yang sudah diinput untuk memastikan tidak ada kesalahan, kemudian tekan tombol konfirmasi.
Setelah konfirmasi berhasil, pasien akan mendapatkan nomor antrian dan kode booking yang akan muncul di layar aplikasi. Simpan atau screenshot bukti pendaftaran tersebut. Notifikasi konfirmasi juga akan diterima di aplikasi, dan dalam beberapa kasus dikirimkan melalui SMS.
Pada hari kunjungan, datang ke RSIJ Cempaka Putih sesuai jadwal yang telah dipilih. Tunjukkan bukti pendaftaran dari aplikasi di loket pendaftaran, dan pasien bisa langsung menunggu panggilan sesuai nomor antrian tanpa perlu mengantri panjang. Selain itu, pasien juga bisa langsung datang menuju mesin check in untuk melakukan self-check in dengan melakukan scan barcode bukti pendaftaran, klik cetak, lalu pasien bisa langsung menuju poli.
Untuk pengalaman terbaik, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:
Dengan menggunakan Teramobile, pasien akan menghemat banyak waktu karena tidak perlu datang pagi-pagi atau mengantri lama di loket pendaftaran. Aplikasi ini sangat praktis karena bisa diakses kapan saja dan di mana saja sesuai kebutuhan. Pasien memiliki kebebasan untuk memilih dokter dan waktu kunjungan sendiri, mendapatkan pengingat otomatis untuk jadwal kontrol, dan semua riwayat kunjungan tersimpan rapi dalam satu aplikasi.
Jika mengalami kesulitan dalam menggunakan aplikasi Teramobile, hubungi Customer Service RSIJ Cempaka Putih atau datang langsung ke bagian pendaftaran untuk mendapatkan bantuan registrasi aplikasi. Tim RSIJ Cempaka Putih siap membantu pasien agar bisa memanfaatkan layanan digital ini dengan maksimal.
Mulai sekarang, berobat jadi lebih mudah dengan Teramobile. Download aplikasi RS Islam Cempaka Putih sekarang dan rasakan kemudahan layanan kesehatan dalam genggaman!
Artroskopi merupakan salah satu teknik medis modern yang digunakan untuk memeriksa dan merawat berbagai gangguan pada sendi melalui prosedur yang minim sayatan. Dengan menggunakan kamera kecil bernama arthroscope, dokter dapat melihat bagian dalam sendi secara jelas dan langsung melakukan perbaikan jika ditemukan kerusakan. Teknik ini menawarkan pemulihan lebih cepat, risiko infeksi lebih rendah, dan nyeri pasca tindakan yang lebih ringan dibandingkan operasi terbuka, sehingga menjadi pilihan utama untuk menangani banyak cedera sendi.
Artroskopi adalah prosedur bedah minimal invasif yang melibatkan pembuatan sayatan kecil untuk memasukkan kamera berukuran sekitar 0,5–1 cm ke dalam sendi. Kamera tersebut menampilkan kondisi sendi secara real-time ke monitor, memungkinkan dokter melakukan diagnosis sekaligus tindakan perbaikan melalui alat bedah mini yang dimasukkan melalui sayatan lain.
Teknik ini dapat dilakukan pada beberapa sendi tubuh seperti lutut, bahu, pergelangan tangan, pergelangan kaki, panggul, dan siku.
Artroskopi biasanya direkomendasikan untuk menangani masalah-masalah seperti:
Jika terapi konservatif seperti obat atau fisioterapi tidak memberikan perbaikan yang signifikan, artroskopi menjadi solusi efektif.
Pasien menjalani pemeriksaan fisik, rontgen, MRI, tes darah, dan evaluasi kondisi kesehatan menyeluruh. Dokter menentukan jenis anestesi yang tepat (lokal, regional, atau umum). Pasien biasanya diminta berpuasa beberapa jam sebelum tindakan.
Pasien diberikan anestesi untuk memastikan prosedur berlangsung tanpa rasa sakit.
Dokter membuat 1–3 sayatan kecil sebagai jalur masuk kamera dan instrumen operasi.
Cairan steril dipompa ke dalam sendi agar ruang menjadi jelas. Artroskop menampilkan gambaran kondisi dalam sendi secara detail di monitor.
Jika ditemukan kerusakan, dokter dapat langsung memperbaikinya, seperti:
Sayatan kecil ditutup dengan jahitan halus atau plester khusus, kemudian dibalut untuk mencegah infeksi.
Umumnya pasien dapat pulang di hari yang sama. Pemulihan meliputi:
Meskipun prinsipnya sama, artroskopi pada tiap sendi memiliki teknik dan tujuan yang berbeda, sesuai struktur dan jenis cederanya.
Lutut adalah sendi terbesar dan paling sering ditangani dengan artroskopi. Tindakan umum meliputi:
Bahu memiliki struktur kompleks dengan banyak jaringan penstabil. Tindakan yang umum dilakukan:
Sendi kecil ini membutuhkan instrumen mini dan teknik yang sangat presisi. Tindakan meliputi:
Sering dilakukan pada atlet atau pasien dengan cedera berulang. Tindakan yang umum dilakukan:
Sendi yang dalam dan kompleks, membutuhkan pengalaman operator yang tinggi. Tindakan meliputi:
Membantu mengatasi kekakuan dan nyeri pada siku. Tindakan meliputi:
Artroskopi merupakan prosedur yang aman, efektif, dan modern untuk menangani berbagai kelainan sendi. Setiap sendi memiliki teknik dan fokus tindakan yang berbeda sesuai struktur anatomi dan jenis cederanya. Dengan pemahaman yang tepat dan konsultasi dengan dokter ortopaedi, pasien dapat memilih penanganan terbaik untuk memulihkan fungsi sendi dan kembali beraktivitas normal.
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, padat, dan instan, banyak ibu hamil yang tanpa sadar mengurangi perhatian terhadap kontrol kehamilan karena merasa tubuhnya baik-baik saja atau terlalu sibuk dengan aktivitas harian. Padahal, kehamilan adalah fase penting yang membutuhkan pemantauan berkala untuk memastikan kesehatan ibu dan perkembangan janin berjalan optimal.
Selain itu, perubahan gaya hidup masa kini, mulai dari pola makan yang kurang teratur, tingkat stres tinggi, paparan polusi, hingga aktivitas fisik yang tidak seimbang semakin memperkuat alasan bahwa pemeriksaan kehamilan secara rutin bukan lagi sekadar anjuran, tetapi kebutuhan dasar untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi.
Sebelum memahami pentingnya kontrol kehamilan, ada satu hal mendasar yang perlu diingat “banyak masalah kehamilan tidak menunjukkan gejala pada awalnya”. Itulah mengapa pemeriksaan rutin menjadi kunci utama dalam mendeteksi kondisi yang tidak tampak namun berpotensi membahayakan.
Mengapa Kontrol Kehamilan Itu Penting?
Setelah memahami konteks kehidupan modern, peran pemeriksaan kehamilan makin terasa relevan. Menurut Bidan Eka Lestari, Bidan kesayangan di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, ada dua alasan paling dasar dan tidak boleh diabaikan:
Pemeriksaan rutin membantu mengevaluasi:
Selain itu, perkembangan janin dapat dipantau sesuai usia kehamilan untuk memastikan pertumbuhannya tetap optimal. Dengan pemeriksaan yang konsisten, dokter atau bidan dapat memastikan bahwa bayi tumbuh sehat di dalam kandungan dan mendeteksi ketidaksesuaian sedini mungkin.
Komplikasi seperti preeklamsia, diabetes gestasional, anemia, hingga gangguan pertumbuhan janin sering terjadi tanpa gejala yang jelas di awal. Deteksi dini melalui kontrol kehamilan sangat penting karena semakin cepat masalah ditemukan, semakin mudah dan aman penanganannya.
Alasan Lain Mengapa Kontrol Kehamilan di Masa Kini Semakin Penting
Selain dua alasan utama tadi, ada beberapa kondisi masa kini yang semakin menegaskan pentingnya kontrol kehamilan:
Pola makan tinggi gula dan kurang nutrisi, stres kerja, kurang tidur, atau aktivitas yang terlalu padat dapat memengaruhi kesehatan ibu dan perkembangan janin.
Rutinitas yang padat sering membuat ibu merasa baik-baik saja, padahal beberapa komplikasi tidak menunjukkan tanda fisik. Kontrol kehamilan membantu memberikan “pengingat medis” akan kondisi tubuh ibu yang sebenarnya.
Polusi udara, makanan cepat saji, hingga paparan zat kimia tertentu dalam kehidupan sehari-hari dapat meningkatkan risiko komplikasi yang hanya dapat dipantau melalui pemeriksaan medis.
Dengan teknologi pemeriksaan yang semakin lengkap dan akurat, kontrol rutin memberikan kesempatan untuk mendapatkan gambaran terbaik tentang kondisi janin. Gambaran yang bisa didapatkan sang Ibu mulai dari detak jantung, posisi, hingga potensi kelainan bawaan yang dapat dipersiapkan sejak dini.
Meski Ibu pernah hamil sebelumnya, kondisi tiap kehamilan dapat sangat bervariasi. Kontrol rutin penting untuk memastikan penanganan sesuai kondisi spesifik pada kehamilan saat ini.
Berapa Sering Ibu Hamil Perlu Melakukan Pemeriksaan?
Dalam dunia medis, terdapat panduan umum mengenai jadwal kontrol kehamilan yang dianjurkan. Frekuensi ini disusun berdasarkan perkembangan janin dan perubahan fisiologis tubuh Ibu pada setiap trimester, sehingga pemeriksaan dapat dilakukan secara tepat waktu dan menyeluruh.
Berikut rekomendasi frekuensi kontrol kehamilan:
Ibu dianjurkan melakukan pemeriksaan setiap 4 minggu sekali. Pada fase ini, pemeriksaan bertujuan memastikan kondisi awal kehamilan sehat, menilai risiko, memantau pertumbuhan embrio, dan memastikan ibu berada dalam kondisi stabil.
Frekuensi meningkat menjadi setiap 2 minggu sekali. Ini penting karena janin berkembang pesat, kebutuhan nutrisi meningkat, dan risiko komplikasi seperti anemia atau tekanan darah tinggi dapat muncul.
Ibu perlu pemeriksaan setiap 1 minggu sekali. Di fase akhir ini, dokter atau bidan akan memantau posisi janin, kesiapan jalan lahir, tekanan darah, detak jantung janin, serta tanda-tanda persalinan lainnya untuk memastikan proses kelahiran aman bagi ibu dan bayi.
Kontrol kehamilan rutin merupakan langkah sederhana namun berdampak besar bagi kesehatan ibu dan bayi. Di tengah kesibukan kehidupan modern, pemeriksaan kehamilan justru menjadi kebutuhan dasar untuk memastikan kelahiran berjalan aman, sehat, dan terencana. Dengan dukungan teknologi medis serta pemantauan oleh tenaga kesehatan seperti Bidan dan Dokter, Ibu dapat menjalani kehamilan dengan lebih percaya diri dan terhindar dari risiko yang tidak terlihat, serta proses persalinan dapat berlangsung dengan aman.
Sebagai Calon Ibu dan Ibu yang bijak, jangan tunggu ada keluhan terlebih dahulu. Sayangi diri, sayangi dede bayi dari sekarang.
Yuk cek kehamilan rutin di RSIJ Cempaka Putih.
? Pendaftaran Umum & Asuransi: 0812-1349-1516
? Pendaftaran BPJS Kesehatan: 0858-5005-0010
Gaya hidup aktif kini menjadi tren di berbagai kalangan. Aktivitas seperti lari, futsal, sepak bola, basket, badminton, tenis, padel, hingga kelas workout seperti HIIT dan cross fit semakin populer. Meski menyehatkan, peningkatan intensitas dan frekuensi olahraga ini juga menyebabkan meningkatnya angka cedera.
Berbagai studi epidemiologi menunjukkan bahwa pola cedera berulang pada olahraga populer cenderung konsisten di seluruh dunia dan sebagian besar cedera terjadi pada ekstremitas bawah, terutama lutut, pergelangan kaki (ankle), dan otot paha.
Karena itu, penting untuk memahami apa saja jenis cedera yang mungkin terjadi, bagaimana pola cedera pada tiap olahraga, serta bagaimana melakukan pertolongan pertama yang benar.
Cedera pada ligament, yaitu jaringan yang menjaga stabilitas sendi. Cedera ini terjadi akibat gerakan memutar tiba-tiba, jatuh, atau salah tumpuan. Umum pada pergelangan kaki, lutut, dan pergelangan tangan.
Cedera pada otot atau tendon (jaringan penghubung otot ke tulang). Polanya bisa seperti tarikan berlebih, peregangan melewati batas, atau tenaga mendadak, misalnya betis “ketarik”.
Nyeri di bagian depan lutut akibat tekanan berulang pada sendi tempurung lutut.
Cedera ini sering dialami pelari, orang yang sering naik-turun tangga, atau memiliki ketidakseimbangan otot.
Peradangan tendon di sisi luar siku akibat gerakan menggenggam atau memutar berulang. Tidak hanya terjadi pada pemain tenis, cedera ini umumnya terjadi pada aktivitas repetitif seperti mengetik atau mengangkat barang.
Nyeri sepanjang tulang kering (tibia). Pola cedera biasanya terjadi pada pelari pemula, intensitas lari naik terlalu cepat, atau penggunaan alas kaki yang tidak tepat.
Cedera akibat penggunaan otot, tendon, atau sendi secara repetitif tanpa waktu pemulihan yang cukup. Contoh: tendinitis, bursitis, stress fracture, tennis elbow, shin splint.
Cedera bisa terjadi akibat latihan terlalu sering, beban naik terlalu cepat, atau pola gerakan sama tanpa variasi.
dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.OT., Subsp.CO(K), MARS., MM., AIFO-K sebagai Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi - Subspesialis Cedera olahraga di RS Islam Jakarta Cempaka Putih berbagi tips melalui protokol RICE. Protokol ini adalah langkah aman dan efektif untuk pertolongan pertama cedera olahraga. Berikut penjelasannya:
Segera hentikan aktivitas agar tidak memperburuk cedera. Tujuannya memberi waktu jaringan untuk memulai proses pemulihan.
Kompres es 15–20 menit setiap 3–4 jam dalam 48 jam pertama. Manfaatnya dapat mengurangi nyeri, pembengkakan, dan inflamasi.
Gunakan perban elastis untuk memberi tekanan ringan. Fungsinya untuk membantu mengontrol pembengkakan dan memberi stabilitas. Namun hindari pemakaian yang terlalu ketat hingga menyebabkan kesemutan.
Posisikan bagian cedera lebih tinggi dari jantung. Tujuannya untuk membantu aliran balik darah dan mengurangi pembengkakan.
Dokter Ortopaedi diperlukan ketika cedera berpotensi menjadi berat atau memerlukan pemeriksaan struktural, seperti X-ray atau MRI.
Segera konsultasi ke Dokter Ortopaedi (termasuk subspesialis olahraga) jika:
Dokter ortopaedi akan menentukan diagnosis, memastikan tidak ada kerusakan serius, dan menentukan apakah perlu terapi konservatif, fisioterapi lanjut, atau tindakan medis lainnya.
Banyak orang masih menganggap bahwa cedera engkel atau otot bisa langsung diurut. Padahal, pada fase awal cedera, tindakan urut atau pijat justru bisa memperburuk kondisi.
Dokter ortopaedi secara tegas melarang urut pada fase akut cedera, terutama pada kasus sprain, strain, atau dugaan fraktur kecil (stress fracture).
Isu disabilitas masih sering disalahpahami. Banyak orang menganggap disabilitas hanya sebatas kondisi fisik yang terlihat, padahal spektrumnya sangat luas.
Menurut konsep kesehatan modern, disabilitas bukan sekadar “keterbatasan tubuh”, tetapi kondisi ketika seseorang mengalami hambatan dalam melakukan aktivitas tertentu akibat faktor fisik, sensorik, intelektual, mental, atau lingkungan.
Beberapa poin penting:
Cerita berbeda jika lingkungan mendukung, banyak penyandang disabilitas bisa berfungsi optimal dan mandiri.
Miskonsepsi atau mispersepsi sering terjadi karena kurangnya edukasi dan pemahaman yang tepat. Beberapa hal yang umum ditemui:
Ada banyak kondisi yang termasuk disabilitas, tetapi tidak disadari oleh masyarakat karena tidak tampak jelas.
Kesamaan dari semua kondisi tersebut adalah tidak selalu terlihat secara fisik, tetapi tetap menyebabkan hambatan dalam aktivitas.
Inilah salah satu hal yang paling sering disalahpahami. Disabilitas tidak selalu berarti seumur hidup. Beberapa dapat disembuhkan, dipulihkan, atau ditingkatkan fungsinya dengan pengobatan dan terapi.
Contoh disabilitas yang dapat membaik atau sembuh:
Contoh disabilitas yang tidak dapat sepenuhnya disembuhkan tetapi bisa meningkat fungsinya:
Kuncinya bukan “sembuh total atau tidak”, melainkan penanganan yang tepat sesuai jenis disabilitasnya.
Di Hari Disabilitas maupun hari-hari biasa, penting untuk:
Disabilitas bukan akhir dari kemampuan seseorang, bukan pula tanda kelemahan. Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat dapat menjadi lebih inklusif dan empatik. Dukungan, akses, dan kesadaran akan membuat penyandang disabilitas mampu hidup lebih mandiri, produktif, dan bermartabat.
HIV dan AIDS merupakan isu kesehatan global yang masih sering disalahpahami. Banyak masyarakat yang menganggapnya tabu, terkait moralitas, atau bahkan “aib”. Padahal, pemahaman yang tepat dapat membantu mencegah penularan, mengurangi stigma, dan memberi ruang bagi penderita untuk hidup sehat serta produktif.
AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) adalah tahap paling lanjut dari infeksi HIV. Pada fase ini, sistem kekebalan tubuh telah rusak berat karena virus menyerang dan menghancurkan sel-sel imun, terutama sel CD4. Akibatnya, tubuh menjadi sangat rentan terhadap infeksi dan penyakit yang seharusnya tidak berbahaya bagi orang sehat.
AIDS bukanlah virus, melainkan kumpulan gejala dan kondisi yang terjadi ketika HIV tidak diobati dalam jangka panjang.
Banyak orang masih mengira HIV dan AIDS adalah hal yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan jelas:
Dengan pengobatan yang tepat, seseorang dengan HIV tidak akan berkembang menjadi AIDS dan bisa hidup normal.
HIV/AIDS penting untuk dibahas karena beberapa alasan:
Maka, pendidikan dan pemahaman menjadi kunci penting untuk mencegah penularan dan melindungi masyarakat.
HIV disebabkan oleh infeksi virus Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyebar melalui cairan tubuh tertentu.
Secara umum, siapa saja bisa tertular HIV, tetapi risiko lebih tinggi terjadi pada:
Meskipun ada kelompok dengan risiko lebih tinggi, HIV dapat mengenai siapa pun tanpa memandang usia, orientasi seksual, atau latar belakang.
HIV hanya menular melalui cairan tubuh tertentu dari orang yang terinfeksi, yaitu darah, air mani, cairan vagina, dan ASI.
HIV Menular Melalui:
HIV Tidak Menular Melalui:
Informasi ini penting untuk menghilangkan ketakutan yang tidak berdasar yang sering muncul di tengah-tengah masyarakat.
Walau belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan, HIV dapat dikontrol dengan efektif melalui terapi antiretroviral (ARV).
Pengobatan HIV
Pengobatan AIDS
Dengan pengobatan yang tepat, HIV kini dianggap sebagai penyakit kronis yang bisa dikelola, bukan lagi vonis mati.
HIV/AIDS bukan hanya masalah medis, tetapi juga sosial. Edukasi, empati, dan penghapusan stigma sangat penting agar penderita mendapat dukungan dan tidak takut mencari pertolongan. Memahami HIV dan AIDS secara benar bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan lebih manusiawi.
Sering dengar istilah GERD? Belakangan, keluhan ini terasa semakin familiar, terutama di kalangan anak muda dan usia produktif. Mulai dari perut panas, dada seperti terbakar, sesak setelah makan, sampai rasa asam yang naik ke tenggorokan. Gejala-gejala tersebut banyak dialami karena tuntutan gaya hidup saat ini yang serba cepat.
Padahal sebelumnya GERD lebih banyak dialami usia 40 tahun ke atas tapi kini, studi menunjukkan pola berbeda. Data American College of Gastroenterology (ACG) melaporkan bahwa tren keluhan refluks meningkat pada usia 20 - 40 tahun, salah satunya akibat pola makan tidak teratur, stres, tidur kurang, dan kebiasaan sedentary. Penelitian lain dari Journal of Neurogastroenterology & Motility (2022) juga memperlihatkan bahwa prevalensi GERD global mencapai ~13% populasi, dengan peningkatan signifikan pada kelompok usia produktif.
GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup antara lambung dan esofagus. Akibatnya, muncul keluhan seperti:
Mereka yang lebih rentan mengalami GERD biasanya memiliki faktor risiko seperti:
Gaya hidup modern punya kontribusi besar. Terlebih, saat ini anak muda, mau tak mau, hidup dengan ritme “serba cepat”:
Kombinasi inilah yang membuat keluhan GERD makin sering muncul, bahkan hingga mengganggu aktivitas harian dan produktivitas.
Jika dibiarkan dan sering kambuh, GERD dapat menyebabkan:
Karena itu, selain obat dari dokter, perubahan gaya hidup memegang peranan sangat besar.
Menurut Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, dokter spesialis penyakit dalam RS Islam Jakarta Cempaka Putih yang memiliki keahlian dalam menangani penyakit yang berkaitan dengan sistem pencernaan (gastroenterology) dan hati (hepatology). Pengobatan GERD adalah jangka panjang, dan bukan hanya soal obat. Modifikasi gaya hidup adalah kunci utama. Berikut tips lengkapnya:
GERD bukan lagi masalah orang tua karena anak muda pun kini sangat rentan akibat gaya hidup modern. Kabar baiknya, keluhan GERD bisa sangat terkendali bila pasien melakukan modifikasi gaya hidup secara konsisten.
Obat memang membantu, tapi kunci utamanya ada di kebiasaan: pola makan, aktivitas, stres, dan gaya hidup yang lebih sehat.
Musim pancaroba adalah masa peralihan antara musim hujan dan musim kemarau. Pada periode ini, cuaca berubah secara cepat dari siang yang panas, sore hujan, dan malam kembali dingin. Kondisi ini menyebabkan daya tahan tubuh menurun dan pathogen-patogen seperti virus dan bakteri lebih mudah berkembang.
Menurut dr. Laharsa Madison, M.P.H., Sp.P,
“Dengan perubahan suhu yang ekstrem akibat pancaroba, maka akan berkembang biak patogen-patogen seperti kuman dan virus yang dapat mengakibatkan terjadinya infeksi pada saluran pernapasan, khususnya pada saluran pernapasan atas.”
ISPA atau Infeksi Saluran Pernafasan Akut, menjadi penyakit yang paling sering muncul pada fase ini.
Beberapa patogen berkembang lebih cepat pada kondisi udara lembap dan suhu yang tidak stabil. Berikut penjelasan mengenai virus dan bakteri yang sering menyebabkan ISPA:
Setelah memahami apa itu ISPA, penting untuk mengetahui bahwa penanganan ISPA tidak selalu sama pada setiap orang. Cara menanganinya bisa berbeda antara anak, dewasa, dan kelompok rentan. Karena itu, langkah yang tepat perlu disesuaikan dengan usia dan kondisi masing-masing.
Penanganan untuk Semua Usia
Penanganan Khusus untuk Anak-anak
Penanganan untuk Dewasa
Kapan Harus ke Dokter Paru?
Baik dewasa maupun anak perlu segera mendapatkan pemeriksaan Dokter Spesialis Paru apabila gejala ISPA tidak membaik atau menunjukkan tanda bahaya.
Pada orang dewasa, waspadai jika mengalami:
Sementara pada bayi dan anak, segera bawa ke dokter jika terlihat:
Pemeriksaan sejak dini membantu mencegah komplikasi dan memastikan penanganan yang sesuai usia serta kondisi masing-masing.
© 2018-2024. Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Admin
Keluhan, Kritik dan Saran
Sorry, I'm offline at the moment. I'll be back online in the next 16 minutes
20:00Informasi
Medical Check Up
Sorry, I'm offline at the moment. I'll be back online in the next 16 minutes
20:00Pendaftaran Rawat Jalan
Khusus Pasien BPJS
Sorry, I'm offline at the moment. I'll be back online in the next 16 minutes
20:00Pendaftaran Rawat Jalan
Pribadi, Asuransi, dan Perusahaan
Sorry, I'm offline at the moment. I'll be back online in the next 16 minutes
20:00