You are here:RSIJCP/Web/Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih - Web
0

Setiap tanggal 29 September, dunia memperingati Hari Jantung Sedunia (World Heart Day). Peringatan ini menjadi momentum global untuk mengingatkan akan pentingnya menjaga kesehatan jantung. Penyakit jantung dan pembuluh darah atau penyakit kardiovaskular (CVD) masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Meski demikian, sebagian besar kasus sebenarnya bisa dicegah melalui gaya hidup sehat, pemeriksaan rutin, dan pengendalian faktor risiko.

Penyakit Jantung: Pembunuh Nomor Satu di Dunia

Menurut data WHO, penyakit kardiovaskular menyebabkan sekitar 19,8 juta kematian pada tahun 2022, atau sekitar 32% dari seluruh kematian global. Dari angka tersebut, 85% di antaranya disebabkan oleh serangan jantung (Ischemic Heart Disease) dan stroke. Yang lebih mengkhawatirkan, lebih dari 75% kematian akibat CVD terjadi di negara berpenghasilan menengah dan rendah, termasuk Indonesia.

Secara global, Ischemic Heart Disease (IHD) tercatat sebagai penyakit kardiovaskular dengan dampak paling besar. Pada tahun 2021, terdapat 254,3 juta kasus prevalen dengan hampir 9 juta kematian. Angka-angka ini menegaskan bahwa jantung harus menjadi prioritas dalam kesehatan publik.

Situasi Penyakit Jantung di Indonesia

Di Indonesia, penyakit kardiovaskular juga menjadi penyebab kematian nomor satu. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke menyumbang sekitar 19,42% dari seluruh kematian, disusul oleh penyakit jantung iskemik sekitar 14,38%. Secara keseluruhan, sekitar 38% dari total kematian di Indonesia pada 2019 disebabkan oleh penyakit kardiovaskular.

Klaim BPJS Kesehatan juga menunjukkan beban ekonomi yang tinggi. Pada 2023, klaim untuk penyakit jantung iskemik mencapai sekitar 20 juta kasus dengan biaya hampir Rp17,6 triliun, naik signifikan dibanding tahun sebelumnya. Stroke pun menyusul dengan 3,46 juta klaim dan biaya sekitar Rp5,2 triliun.

Faktor risiko yang dominan di Indonesia mencakup merokok, hipertensi, obesitas, konsumsi buah dan sayur rendah, serta aktivitas fisik yang kurang. Data RISKESDAS menunjukkan perokok lama memiliki risiko 4 kali lipat lebih tinggi terkena penyakit jantung iskemik dibanding non-perokok.

Jenis-Jenis Penyakit Jantung

  1. Penyakit Jantung Koroner (PJK)
    Terjadi karena penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner akibat penumpukan plak kolesterol (aterosklerosis). Akibatnya aliran darah ke jantung terganggu dan berisiko serangan jantung.
  1. Gagal Jantung
    Kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara optimal. Ditandai dengan mudah lelah, sesak napas, dan pembengkakan pada tungkai.
  1. Aritmia (Gangguan Irama Jantung)
    Irama jantung tidak teratur, bisa terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), atau tidak teratur (fibrilasi atrium).
  1. Penyakit Katup Jantung
    Terjadi bila satu atau lebih katup jantung tidak berfungsi dengan baik sehingga aliran darah terganggu.
  1. Kardiomiopati
    Penyakit otot jantung yang membuat jantung membesar atau kaku sehingga kemampuan memompa darah menurun.
  1. Penyakit Jantung Bawaan (Kongenital)
    Kelainan struktur jantung sejak lahir, seperti lubang di jantung atau kelainan katup.

Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Jantung

  • Faktor Gaya Hidup: merokok, pola makan tinggi lemak jenuh, garam dan gula, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol berlebihan.
  • Faktor Medis: hipertensi, diabetes, kadar kolesterol tinggi, obesitas, stres kronis.
  • Faktor Genetik: riwayat penyakit jantung pada keluarga meningkatkan risiko.
  • Usia dan Jenis Kelamin: risiko meningkat seiring bertambahnya usia; pria umumnya berisiko lebih tinggi pada usia muda dibanding wanita.

Kunci Menjaga Kesehatan Jantung

  1. Pola Makan Sehat: pilih makanan rendah lemak jenuh, rendah garam, tinggi serat, dan kaya buah serta sayur.
  2. Aktif Bergerak: lakukan olahraga teratur minimal 150 menit/minggu.
  3. Berhenti Merokok: kebiasaan merokok meningkatkan risiko penyakit jantung koroner hingga 2–4 kali lipat.
  4. Kelola Stres: meditasi, mindfulness, dan tidur cukup membantu menjaga tekanan darah.
  5. Kontrol Berat Badan dan Tekanan Darah: lakukan pemeriksaan rutin tekanan darah, gula darah, kolesterol.

Treatment / Penanganan untuk yang Masih Sehat

  1. Screening Berkala: periksa tekanan darah, kolesterol, dan gula darah minimal 1 tahun sekali.
  2. Konsultasi Dokter: terutama bila memiliki faktor risiko tinggi.
  3. Modifikasi Gaya Hidup: perbaiki pola makan, rajin olahraga, hentikan merokok.
  4. Imunisasi & Vaksinasi: misalnya vaksin flu untuk penderita risiko tinggi, karena infeksi dapat memicu komplikasi kardiovaskular.

Treatment / Penanganan untuk yang Sudah Terdiagnosis Penyakit Jantung

  1. Konsumsi Obat Sesuai Resep Dokter: seperti obat penurun tekanan darah, obat pengencer darah, statin penurun kolesterol, atau obat antiaritmia.
  2. Prosedur Medis: rutin melakukan skrining dan pemeriksaan kesehatan jantung, serta edukasi diri dengan melakukan konsultasi ke Dokter Spesialis Jantung. Tindakan medis yang didapatkan, dilakukan sesuai dengan indikasi medis yang disarankan oleh dokter.
  3. Kateterisasi / Angioplasti: membuka pembuluh darah yang tersumbat.
  4. Pemasangan Stent: menjaga pembuluh darah tetap terbuka.
  5. Bypass Jantung (CABG): membuat jalur baru aliran darah bila pembuluh darah koroner tersumbat parah.
  6. Implan Pacemaker atau ICD: mengatur irama jantung pada aritmia.
  7. Rehabilitasi Jantung: Program khusus berupa olahraga ringan, edukasi, dan konseling untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
  8. Monitoring Jangka Panjang: Kontrol rutin ke dokter spesialis jantung, patuhi pola hidup sehat, dan pantau gejala.

Kenali Gejala Awal Serangan Jantung

  • Nyeri dada atau rasa tertekan seperti ditekan beban berat.
  • Nyeri menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung.
  • Sesak napas, pusing, mual, atau keringat dingin berlebih.
    Jika mengalami gejala ini, segera hubungi layanan darurat atau rumah sakit.

Hari Jantung Sedunia 2025 menjadi momentum penting untuk mengenali penyakit jantung, memahami faktor risiko, dan bertindak sejak dini. Dengan gaya hidup sehat, pemeriksaan rutin, dan pengobatan yang tepat bagi penderita, ancaman penyakit jantung dapat ditekan. Ingat, jantung sehat berarti hidup lebih panjang dan berkualitas.

Pemeriksaan Jantung dapat dilakukan juga di RS Islam Jakarta Cempaka Putih:

Layanan MCU: +62 877-3356-0557

Layanan Cathlab: +62 856-1352-271 (khusus tindakan emergency)

Layanan Ambulance: 021-4245077

SPGDT:+62 812 9047 8677

29/09/2025
5047 kali
0

Assalamu'alaikum Wr. Wb.,

Kenalkan layanan terbaru kami Home Service Farmasi dalam mengatasi panjang dan jenuhnya menunggu antrian obat di Apotek. Layanan ini hadir sebagai salah satu bentuk komitmen RS Islam Jakarta Cempaka Putih dalam memberikan kemudahan dan layanan terbaik pada seluruh pelanggannya.

Dengan layanan Home Service Farmasi RSIJCP ini, pelanggan tidak lagi harus menunggu lama dalam antrian panjang. Obat akan langsung dikirim ke rumah pelanggan setelah proses transaksi pembayaran di Rumah Sakit selesai.

Prosesnya cepat, aman, dan sangat praktis. Pelanggan cukup melakukan konfirmasi ke petugas farmasi lalu bisa langsung pulang beristirahat dengan tenang di rumah. Sisanya akan di urus oleh tim kami. Demi kenyamanan dan kesehatan bersama, yuk manfaatkan layanan kemudahan ini.

Untuk info selengkapnya terkait layanan ini, silahkan hubungi kami di 021-425-0451

 

26/09/2025
415 kali
0

Jakarta, 25 September 2025 – RS Islam Jakarta Cempaka Putih mengadakan kegiatan Round Table Discussion: Triase dan Aktivasi Code Stroke di Oemah Resto Cempaka Putih pada tanggal 19 September 2025. Kegiatan dilaksanakan dengan konsep round table discussion atau diskusi meja bundar. Konsep ini diusung agar diskusi dapat berjalan lebih interaktif, di mana peserta duduk melingkar sehingga semua orang memiliki posisi yang setara untuk berpendapat. Pembicara pada kegiatan ini adalah dr. Taufik Mesiano, Sp.S (K) dengan topik Triase dan Aktivasi Code Stroke. Beliau adalah salah satu dokter spesialis saraf di RS Islam Jakarta Cempaka Putih.

Triase Code Stroke adalah proses penilaian cepat untuk mengenali pasien yang dicurigai mengalami stroke akut begitu tiba di IGD atau fasilitas kesehatan. Tujuannya:

  • Mengidentifikasi tanda dan gejala stroke secara dini. Misalnya dengan metode FAST: Face, Arm, Speech, Time.
  • Mencatat waktu onset gejala, last known well time.
  • Menentukan prioritas penanganan sehingga pasien langsung masuk jalur “stroke” tanpa antrean kasus lain.

Sementara Aktivasi Code Stroke adalah pemanggilan sistem darurat Rumah Sakit yang memberitahu tim multidisiplin (dokter, neurologi, radiologi, laboratorium, farmasi) bahwa ada pasien stroke akut. Tujuannya:

  • Mempercepat alur diagnostic dan terapi: CT scan ≤ 20 – 25 menit, pemberian tPA ≤ 60 menit.
  • Menstandarkan langkah-langkah sesuai SOP agar outcome pasien lebih baik.
  • Meningkatkan koordinasi antarunit sehingga tidak ada keterlambatan penanganan.

Pada kegiatan ini dihadiri setidaknya 40 partisipan dari RS Islam Jakarta Cempaka Putih juga beberapa perwakilan dari Yakes Telkom. Zahra, Perawat Yakes Telkom Percetakan Negara yang juga menjadi salah satu partisipan berbagi testimoni setelah mengikuti kegiatan ini. “Acaranya seru, berjalan dengan baik, dan saya mengikutinya. Sehingga ilmu saya yang diberikan dr. Taufik itu menjadi lebih jelas, lebih paham, dan saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Rumah Sakit Islam yang telah memberikan semua segala ilmu jamuannya dan kebetulan saya pernah menjadi pasien dari Rumah Sakit Islam dan saya merasakan sendiri kecepatan dan ketepatan Rumah Sakit Islam memberikan pelayanan bagi kesehatan saya,” ujarnya.

Kegiatan ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kesiapan tenaga medis dilingkungan Rumah Sakit dan fasilitas kesehatan lainnya dalam menghadapi kasus stroke akut. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempercepat diagnosis dan tata laksana stroke sehingga outcome pasien lebih baik. Beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari kegiatan ini, diantaranya:

  • Waktu diagnosis & pengobatan lebih cepat (door-to-needle time <60 menit).
  • Risiko komplikasi lebih rendah.
  • Outcome neurologis pasien lebih baik.

Dengan mempertimbangkan besarnya manfaat yang bisa didapatkan tersebut, kedepannya diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan lagi dengan lebih banyak partisipan karena penanganan cepat memberikan peluang hidup lebih besar.

25/09/2025
482 kali
0

Di balik setiap orang yang terdampak Alzheimer, ada keluarga yang berjuang, kisah cinta yang diuji, dan kenangan yang perlahan memudar. Alzheimer bukan sekadar lupa biasa. Ini adalah penyakit otak progresif yang mengikis kemampuan mengingat, berpikir, hingga kemandirian seseorang. Dengan memahami penyakit ini lebih dalam, kita bisa lebih siap mendeteksi, mencegah, dan mendukung mereka yang mengalaminya.

Apa itu Alzheimer
Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif yang paling umum menyebabkan demensia. Penyakit ini merusak sel-sel saraf otak, mengganggu komunikasi antar neuron, dan mengurangi volume otak secara bertahap. Akibatnya, kemampuan kognitif, memori, bahasa, hingga perilaku ikut terpengaruh.

Gejala Alzheimer
Gejala Alzheimer berkembang secara bertahap, dari perubahan memori ringan hingga gangguan fisik dan kognitif yang berat. Dengan memahami setiap tahapnya, tidak hanya membantu penderita mendapatkan penangan yang lebih baik, tetapi juga mempersiapkan dukungan bagi keluarga yang mendampingi. Kesadaran, edukasi, dan empati adalah kunci menghadapi penyakit otak yang perlahan menghapus jejak kenangan ini. Berdasarkan tahapannya, gejala Alzheimer umumnya dibagi dari 3 tahap sebagai berikut:

  1. Tahap Awal (Ringan/Mild Stage)
    Pada tahap ini gejala masih ringan dan sering disangka sebagai pikun biasa karena penderita umumnya masih bisa beraktifitas secara mandiri. Namun beberapa tanda berikut perlu diwaspadai:Mudah lupa kejadian yang baru saja terjadi.
  • Sulit menemukan kata yang tepat saat berbicara
  • Bingung terhadap waktu atau tempat tertentu
  • Meletakkan barang di tempat yang salah dan lupa letaknya
  • Kesulitan merencanakan atau mengorganisir tugas sederhana
  • Perubahan suasana hati ringan seperti mudah cemas atau mudah tersinggung
  1. Tahap Sedang (Moderate Stage)
    Pada tahap ini, kerusakan sel saraf otak semakin meluas. Gejala kognitif dan perilaku semakin nyata, sehingga penderita membutuhkan lebih banyak bantuan. Berikut beberapa tandanya:
  • Sering lupa nama anggota keluarga atau teman dekat
  • Sering lupa nama anggota keluarga atau teman dekat
  • Tersesat di tempat yang dulunya familiar
  • Sulit mengelola pekerjaan rumah tangga atau keuangan
  • Perubahan perilaku lebih nyata: curiga, marah, depresi, atau gelisah
  • Mengulang pertanyaan atau cerita yang sama berulang kali
  • Gangguan tidur dan pola makan
  • Mulai butuh bantuan dalam aktivitas harian seperti berpakaian atau mandi
  1. Tahap Lanjut (Berat/Severe Stage)
    Di tahap ini, penderita Alzheimer memerlukan perawatan penuh karena mulai kehilangan sebagian besar kemampuan kognitif dan fisiknya. Biasanya penderita pada tahapan ini ditandai dengan beberapa tanda berikut:
  • Tidak mengenali keluarga atau lingkungan sama sekali
  • Kehilangan kemampuan berkomunikasi
  • Kehilangan kemampuan berjalan, duduk tegak, atau mengontrol buang air
  • Berat badan turun, daya tahan tubuh melemah
  • Kesulitan mengunyah dan menelan
  • Membutuhkan pengawasan dan perawatan sepanjang waktu

Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab pasti kenapa seseorang dapat menderita penyakit Alzheimer belum sepenuhnya dipahami, tetapi penelitian menemukan adanya:

  1. Penumpukan protein abnormal di otak.
  2. Perubahan komunikasi sel otak atau lebih dikenal dengan istilah sinyal saraf terganggu.
  3. Peradangan kronis dan stress oksidatif yang mempercepat kerusakan sel otak.
  4. Faktor genetic tertentu dapat meningkatkan risiko.

Semua proses ini menyebabkan hilangnya koneksi antrneuron dan akhirnya kematian sel saraf sehingga fungsi memori, Bahasa, dan kemampuan berpikir terganggu.

Adapun beberapa factor risiko yang menyebabkan seseorang terkena Alzheimer, diantaranya:

  • Usia lanjut, dengan risiko meningkat drastis setelah usia 65 tahun.
  • Riwayat keluarga, baik dari orang tua atau saudara kandung yang memiliki riwayat Alzheimer.
  • Genetika varian tertentu seperti APOE-e4 terkait peningkatan risiko Alzheimer.
  • Jenis kelamin, dimana perempuan memiliki kemungkinan sedikit lebih besar terkena Alzheimer dibanding laki-laki, terutama setelah menopause.
  • Gaya hidup dan kesehatan kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, merokok, dan kurang olahraga dapat meningkatkan risiko karena memengaruhi alirah darah ke otak.
  • Cedera kepala berat, seperti Riwayat traurama kepala parah atau berulang.
  • Kurangnya stimulasi mental dan sosial khususnya bagi mereka yang jarang menantang otak dengan aktivitas seperti membaca, belajar, bermain music, dsb., termasuk kurangnya kegiatan bersosialisasi.

Penyakit Alzheimer muncul dari kombinasi faktor biologis, genetik, dan gaya hidup. Meski faktor usia dan genetik tidak dapat diubah, pola hidup sehat seperti menjaga tekanan darah, rutin olahraga, konsumsi makanan seimbang, aktif secara mental dan sosial dapat membantu menurunkan risiko atau memperlambat timbulnya gejala.

Maka dari itu, penting untuk mengenali setiap tahap perkembangan penyakit Alzheimer ini dengan melakukan beberapa hal berikut:

  1. Deteksi dini dan diagnosis lebih akurat.
  2. Perencanaan perawatan yang tepat.
  3. Memperlambat perkembangan gejala.
  4. Mengurangi beban emosional keluarga.
  5. Meningkatkan kualitas hidup penderita.
  6. Mendukung keputusan etis dan hukum lebih awal.

Mengenali tahap Alzheimer membantu tenaga medis, keluarga, dan penderita bekerja sama untuk memperlambat progresi penyakit, mengoptimalkan perawatan, dan menjaga kualitas hidup. Semakin dini dikenali, semakin besar peluang memberikan dukungan yang tepat.

23/09/2025
566 kali
0

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Kabar gembira untuk member setia Tip Top Supermarket! Sebagai member, kini berbelanja bukan hanya menghemat kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk mendapatkan layanan kesehatan lebih murah bagi keluarga.

Sebagai bentuk apresiasi dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik, Tip Top Supermarket bekerja sama dengan RS Islam Jakarta Cempaka Putih menghadirkan diskon 10% untuk layanan:

  • Rawat Inap
  • Rawat Jalan

Syarat & Ketentuan:
- Berlaku untuk pemilik Membership Tip Top Supermarket (Perdana/gold)
- Hanya berlaku untuk pasien umum
- Berlaku setiap hari, termasuk hari libur nasional
- Tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya yang diberlakukan merchant

Info lebih lanjut dapat menghubungi Media Sosial kami di:

Salam sehat.

22/09/2025
1189 kali
0

Pembuluh darah berperan penting dalam mengalirkan darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Gangguan pada pembuluh darah, seperti penyempitan, sumbatan, atau pelebaran abnormal, dapat menimbulkan masalah kesehatan serius. Untuk mendeteksi gangguan tersebut secara akurat, salah satu teknologi radiologi yang paling efektif adalah Digital Subtraction Angiography (DSA).

dr. KMA Halim Habibi, Sp.BS-FIS menjelaskan terkait prosedur pemeriksaan dengan teknologi digital ini. “DSA merupakan suatu pemeriksaan penunjang yang bersifat invasif menggunakan bantuan sinar-X dan zat kontras (iodine) untuk melihat struktur pembuluh darah secara real time. Iodine nantinya akan disuntikkan ke pembuluh darah pasien, lalu komputer akan memproses gambar tersebut dengan teknik “subtraction” untuk menghapus bayangan jaringan selain pembuluh darah. Hasil gambarannya akan memperlihatkan struktur pembuluh darah secara jelas dan detail. Lalu mengapa disebut invasif? Karena prosedur ini menggunakan jarum yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah selangkangan (femoral) atau pergelangan tangan (radial) sebagai akses untuk menghantarkan catheter (selang) masuk ke dalam pembuluh darah. Pembuluh darahnya itu bisa di leher, otak, atau spinal”, ujarnya.

Mengapa DSA Penting?

Dibandingkan angiografi konvensional, DSA penting karena memberikan gambaran pembuluh darah yang detail, akurat, dan bisa digunakan sekaligus untuk diagnostik serta intervensi. Dengan keunggulan ini akan memudahkan dokter untuk:

  • Menemukan kelainan yang sering kali tidak terlihat pada pemeriksaan radiologi biasa.
  • Mengambil tindakan lebih cepat sehingga risiko komplikasi lebih kecil dengan deteksi dini.
  • Selain sebagai alat diagnostik, DSA juga sering digunakan sebagai panduan prosedur intervensi minimal invasif, seperti pemasangan stent, embolisasi (menutup pembuluh darah yang bermasalah, dan angioplasti (melebarkan pembuluh darah yang menyempit).
  • Untuk kasus stroke, aneurisma otak, atau AVM, DSA sering dianggap sebagai gold standard karena akurasinya sangat tinggi dibanding CT angiografi atau MR angiografi.
  • DSA memberi peta pembuluh darah yang lengkap sehingga tim medis dapat merencanakan operasi atau tindakan medis dengan lebih aman dan terarah.
  • Tidak hanya untuk otak, tapi juga untuk jantung, leher, perut, ginjal, tangan, dan kaki. Artinya satu metode ini bisa diaplikasikan pada banyak organ penting.
  • Setelah dilakukan tindakan medis (misalnya pemasangan stent atau operasi pembuluh darah), DSA dapat digunakan kembali untuk menilai apakah terapi sudah berhasil atau masih ada masalah.

Siapa Saja Pasien yang Memerlukan Tindakan DSA?

Menurut dr. Halim Habibi, “semua pasien baik anak hingga dewasa yang memiliki kecurigaan penyakit yang didapat dari anamnesis dan pemeriksaan fisik ke arah gangguan pembuluh darah, memerlukan tindakan DSA.” Kecurigaan penyakit dapat berupa:

  • Malformasi arteri-vena (AVM), kelainan bawaan pada sistem pembuluh darah, di mana arteri dan vena terhubung secara langsung tanpa melalui kapiler.
  • Aneurisma otak, pelebaran atau penonjolan abnormal pada dinding pembuluh darah di otak.
  • Stroke Ischemic, jenis stroke yang terjadi ketika aliran darah ke bagian tertentu di otak terhenti atau berkurang secara signifikan akibat sumbatan pembuluh darah.
  • Carotid Cavernous Fistula, kondisi ketika terjadi hubungan abnormal (fistula) antara artery carotid interna (pembuluh darah besar di leher/otak) dengan sinus cavernous (saluran vena besar yang berada di dasar tengkorak, di belakang mata).
  • Embolisasi tumor (skull bone), prosedur medis minimal invasif yang bertujuan menghentikan atau mengurangi aliran darah ke tumor sebelum dilakukan operasi pengangkatan.

DSA bukan pengobatan melainkan sekedar pemeriksaan penunjang. Namun dapat digunakan sebagai akses untuk tindakan intervensi berupa:

  1. Embloisasi: coiling seperti aneurisma, partikel seperti tumor otak, glue, flow diverter, liquid seperti Onyx.
  2. Thrombectomy seperti Stroke Ischemia.
  3. Carolid Arteri Streting.
  4. Intracranial Stent.

Seberapa Aman Prosedur DSA?

Halim Habibi menjelaskan bahwa “Secara literature, risiko dan komplikasi terjadi diangka 5%. Risiko dan komplikasi bergantung dari:

  • Usia pasien, > 70 tahun.
  • Penyakit penyerta, seperti penyakit ginjal kronis atau jantung berat.
  • Patologi pembuluh darah pasien tersebut (AVM, aneungoma)
  • Durasi tindakan, apakah > 60 – 90 menit dan ada pemeriksaan cath?
  • Alergi zat condiast = 17 – 35%
  • Hematom sekitar penusukan > 10.7%
  • Pseudo Aneurysm 0.5%
  • Ischemic
  • Haemophile

Meskipun secara persentase risiko dan komplikasinya kecil namun, persentase kemungkinan penyakit kambuh berada diangka 6 – 33%,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meskipun risiko komplikasi DSA tergolong rendah, pemantauan dan tindak lanjut pascatindakan tetap penting dilakukan agar pasien memperoleh hasil terbaik. Di RS Islam Jakarta, prosedur Digital Subtraction Angiography (DSA) dilakukan dengan standar medis yang ketat, ditunjang teknologi modern serta tenaga medis profesional termasuk dr. KMA Halim Habibi, Sp.BS-FIS. Dengan dukungan fasilitas lengkap dan tim berpengalaman, pasien dapat merasa lebih aman dan nyaman saat menjalani DSA, sekaligus mendapatkan hasil diagnosis yang akurat untuk kesehatan pembuluh darahnya.

18/09/2025
993 kali
0

Assalamu’alaikum Sahabat RSIJCP,

Kesehatan adalah hak dasar setiap orang sekaligus tanggung jawab bersama untuk menjaganya. Setiap individu berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, aman, dan bermutu, serta memiliki kewajiban untuk menjaga pola hidup sehat dan mematuhi prosedur layanan. Dalam upaya mendukung hak dan kewajiban tersebut, Klinik Raudhah Eksekutif hadir dan menyediakan layanan kesehatan komprehensif dengan standar profesional dan fasilitas modern. Klinik ini dirancang untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, serta kualitas pelayanan terbaik bagi setiap pasien yang membutuhkan perawatan lebih cepat dan personal.

Klinik Raudhah Eksekutif hadir dengan dukungan tenaga medis profesional, fasilitas modern, dan sistem pelayanan terpadu, serta setiap pasien akan mendapatkan pengalaman perawatan yang eksklusif dan privat. Proses pendaftaran yang mudah, ruang tunggu yang nyaman, serta jadwal konsultasi yang fleksibel menjadi keunggulan utama. Klinik Raudhah Eksekutif bukan hanya tempat berobat, tetapi juga mitra terpercaya untuk menjaga kesehatan Anda secara menyeluruh.

Berikut alur layanan yang telah dibuat modern & praktis bagi seluruh pelanggan:

  1. Ambil nomor antrian pendaftaran.
  2. Konsultasi langsung dengan dokter & perawat profesional.
  3. Resep diproses segera di farmasi.
  4. Pembayaran mudah dengan pilihan pembayan tunai maupun non tunai.
  5. Obat bisa langsung diambil setelah proses adminitrasi selesai.

Semua layanan kesehatan bisa kamu temukan di Klinik Eksekutif Raudhah RSIJCP. Setiap layanannya telah dirancang sedemikian mungkin untuk dapat memberikan kenyamanan bagi Anda dan keluarga.

Yuk, sehat bareng di Klinik Eksekutif Raudhah RSIJCP!

Info lebih lanjut:
0812-9581-227 (Eka)
0813-8335-6378 (Muniroh)

Pendaftaran Pasien Umum & Asuransi:
0812-1349-1516

15/09/2025
543 kali
0

Menjenguk pasien merupakan wujud kepedulian yang dapat memberikan semangat serta dukungan moral bagi mereka yang sedang menjalani perawatan. Kehadiran keluarga maupun kerabat sangat berarti, namun perlu diingat bahwa ada tata krama yang harus diperhatikan agar kunjungan tidak mengganggu proses pemulihan pasien maupun pelayanan di rumah sakit.

Selain itu, dalam ajaran Islam, menjenguk orang sakit (ʿiyādat al-marīḍ) adalah salah satu amalan mulia yang dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ, bahkan menjadi bagian dari hak seorang muslim terhadap muslim lainnya. Dengan demikian, menjenguk pasien bukan hanya bernilai sosial, tetapi juga bernilai ibadah. Menjenguk orang sakit merupakan sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada enam.” Beliau ditanya, “Apa saja itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “… Jika ia sakit maka jenguklah …” (HR. Muslim).

Selain menjadi wujud kasih sayang dan kepedulian, menjenguk pasien juga menjadi sarana untuk mengingatkan diri sendiri tentang nikmat sehat yang diberikan Allah ﷻ.

Etika Berkunjung ke Rumah Sakit

  1. Patuhi Peraturan Rumah Sakit
    Ikuti aturan terkait jam kunjungan, akses area tertentu, larangan membawa barang, hingga protokol kesehatan yang berlaku.
  1. Menjaga Kebersihan
    Cuci tangan atau gunakan hand sanitizer sebelum masuk, serta buang sampah pada tempatnya.
  1. Gunakan Pakaian yang Sopan dan Rapi
    Sebagai bentuk penghormatan terhadap lingkungan rumah sakit.
  1. Jaga Ketenangan
    Hindari berbicara keras, berlari di koridor, atau membuat kegaduhan yang mengganggu pasien maupun tenaga medis.
  1. Hormati Tenaga Kesehatan
    Berikan ruang dan kesempatan bagi tenaga medis untuk menjalankan tugas tanpa gangguan.

Etika Menjenguk Pasien

  1. Datang Pada Waktu yang Tepat
    angan datang di luar jam besuk agar pasien memiliki waktu istirahat cukup.
  1. Perhatikan Kondisi Diri Sendiri
    Jika sedang sakit atau berpotensi menularkan penyakit, sebaiknya tunda kunjungan.
  1. Batasi Jumlah dan Durasi Kunjungan
    Kunjungan singkat dan bergantian lebih baik agar pasien tidak merasa lelah.
  1. Hormati Privasi Pasien
    Jangan menanyakan detail penyakit jika pasien enggan bercerita, serta hindari mengambil foto tanpa izin.
  1. Bawa Buah Tangan Secara Bijak
    Sesuaikan dengan anjuran dokter. Hindari memberikan makanan/minuman yang dilarang.
  1. Sampaikan Doa dan Ucapan Positif
    Gunakan kata-kata yang menenangkan. Dalam Islam, sangat dianjurkan untuk mendoakan pasien. Salah satu doa yang sering dibaca adalah:
    As’alullāhal-‘azhīma rabbal-‘arshil-‘azhīm an yasyfīka.
    Artinya: Aku memohon kepada Allah yang Maha Agung, Tuhan Pemilik ‘Arsy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu.
    Ucapan doa dan kata-kata positif akan memberikan ketenangan batin dan menambah semangat bagi pasien. Hindari komentar yang bersifat negatif atau membuat pasien khawatir.

Doa untuk Orang Sakit

  1. Doa Memohon Kesembuhan
    اَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
    As’alullāhal-‘azhīma rabbal-‘arshil-‘azhīm an yasyfīka
    Artinya: Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan Pemilik ‘Arsy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu. (HR. At-Tirmidzi, Abu Daud)
  1. Doa Rasulullah ﷺ untuk Kesembuhan
    اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ وَأَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
    Allāhumma rabbannāsi, adzhibil-ba’sa, isyfi anta asy-syāfi, lā syifā’a illā syifā’uka, syifā’an lā yugādiru saqaman
    Artinya: Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit. (HR. Bukhari dan Muslim)
  2. Doa Umum untuk Pasien
    اللَّهُمَّ اشْفِ مَرْضَانَا وَمَرْضَى الْمُسْلِمِينَ شِفَاءً تَامًّا عَاجِلاً غَيْرَ آجِلٍ
    Allāhumma isyfi mardhānā wa mardhal-muslimīna syifā’an tāmmān ‘ājilan ghaira ājil
    Artinya: Ya Allah, sembuhkanlah penyakit kami dan penyakit kaum muslimin, dengan kesembuhan yang sempurna, segera, tanpa penundaan.

Menjenguk pasien bukan hanya sekadar hadir, melainkan juga memberikan energi positif yang dapat mempercepat proses pemulihan. Dengan mematuhi etika berkunjung serta menambahkan doa dan niat yang ikhlas, kunjungan kita bukan hanya bermanfaat secara sosial, tetapi juga bernilai ibadah di sisi Allah ﷻ. Ingat untuk senantiasa mematuhi aturan yang ada dan menunjukkan etika sebagai manusia yang beradab dan berakhlakul karim.

Bagi pengunjung yang ingin berkunjung dan menjenguk pasien di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, kamu dapat melakukan kunjungan pada pukul 17.00 – 19.00 WIB. Jika terdapat kendala atau kamu memiliki pertanyaan lainnya dapat langsung menghubungi Customer Care kami di +62 812-8155-5656.

 

Wallahuallam bissawab,

Salam Sehat.

 

 

12/09/2025
2456 kali
0

Hidup adalah perjalanan yang penuh warna. Ada kebahagiaan, ada tantangan, dan ada pula masa-masa sulit yang kadang terasa berat untuk dijalani. Bagi sebagian orang, tekanan yang berlarut-larut, trauma, atau rasa kesepian bisa perlahan mengikis harapan hingga mendorong mereka pada titik terendah. Banyak yang memilih diam, karena takut akan stigma atau merasa tak ada yang peduli. Pada akhirnya ada yang mengambil pilihan bunuh diri sebagai solusinya. Padahal, bunuh diri bukanlah sekadar masalah pribadi, melainkan isu kesehatan masyarakat yang mendesak. World Health Organization (WHO) mencatat lebih dari 700.000 orang di dunia setiap tahunnya kehilangan nyawa akibat bunuh diri. Angka yang sesungguhnya bisa ditekan jika semua pihak bersama-sama mengubah cara pandang, memberi ruang aman, dan menghadirkan dukungan.

Untuk itulah, WHO melalui kampanye global “Changing the Narrative on Suicide: Mengubah Narasi Tentang Bunuh Diri mengajak semua pihak mengubah cara berbicara tentang bunuh diri. Alih-alih melihatnya sebagai aib atau topik yang tabu, setiap individu diajak untuk memandang bunuh diri sebagai sinyal bahwa seseorang sedang membutuhkan bantuan dan dukungan. Dengan mengubah narasi, dari stigma menjadi empati, dari diam menjadi ruang aman untuk berbicara, diharapkan bisa menyelamatkan lebih banyak kehidupan. Alih-alih fokus pada kematian, setiap individu diajak untuk menekankan pada harapan, dukungan, dan kesempatan hidup yang lebih baik.

Mengapa Narasi Harus Diubah?
Selama ini, isu bunuh diri sering dianggap tabu. Orang yang berjuang dengan pikiran tersebut kerap merasa terasing, malu, bahkan takut untuk mencari bantuan. Padahal, dengan mengubah narasi:

  • Kita bisa menciptakan ruang aman untuk bercerita.
  • Mengurangi stigma yang membuat orang enggan mencari pertolongan.
  • Mengingatkan bahwa setiap orang memiliki harapan untuk sembuh dan melanjutkan hidup.

Pemicu Orang Melakukan Bunuh Diri
Bunuh diri biasanya tidak terjadi karena satu faktor saja, melainkan kombinasi dari beberapa hal. Beberapa pemicu yang paling sering dialami adalah:

  1. Masalah Kesehatan Mental
    Depresi, gangguan cemas, bipolar, atau skizofrenia dapat meningkatkan risiko bunuh diri.
  2. Tekanan Hidup Berat
    Kehilangan pekerjaan, kesulitan ekonomi, perceraian, atau masalah akademik sering menjadi pemicu.
  3. Pengalaman Traumatis
    Kekerasan fisik, seksual, bullying, atau kehilangan orang terdekat bisa menimbulkan luka mendalam.
  4. Penyakit Fisik Kronis
    Rasa sakit berkepanjangan atau penyakit serius tanpa harapan sembuh dapat membuat seseorang merasa putus asa.
  5. Penyalahgunaan Zat
    Alkohol dan narkoba dapat memperburuk kondisi mental serta menurunkan kontrol diri.
  6. Kurangnya Dukungan Sosial
    Rasa kesepian, terisolasi, atau merasa tidak ada yang peduli dapat memperberat beban psikologis.

Memahami pemicu ini membantu orang lain menjadi lebih peka, sehingga bisa memberikan perhatian dan dukungan sejak dini.

Tips Menyelamatkan Hidup: Mengubah Narasi Tentang Bunuh Diri

  1. Bicara Terbuka tentang Perasaan
    Jangan takut membicarakan kesedihan atau rasa tertekan. Membuka diri bukanlah kelemahan, melainkan langkah penyelamatan diri.
  1. Dengarkan dengan Empati
    Kehadiran yang tulus tanpa menghakimi bisa menjadi “penolong pertama” sebelum bantuan profesional.
  1. Hilangkan Stigma, Ganti dengan Dukungan
    Alih-alih menganggap bunuh diri sebagai aib, mari menekankan bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.
  1. Bangun Kesehatan Mental Sehari-hari
    Rutinitas sederhana seperti olahraga ringan, tidur cukup, makan sehat, dan melakukan hobi bisa memperkuat daya tahan mental.
  1. Dorong untuk Cari Bantuan Profesional
    Psikolog, psikiater, atau konselor dapat membantu menemukan jalan keluar. Menyampaikan “tidak apa-apa untuk mencari bantuan” adalah bagian penting dari narasi baru.
  1. Kenali Tanda Bahaya
    Ucapan “Aku ingin mengakhiri hidup” atau perubahan drastis dalam perilaku adalah sinyal serius. Jangan diabaikan, segera dampingi dan arahkan ke layanan darurat.
  1. Meningkatkan Keimanan
    Islam menekankan pentingnya memperkuat hubungan dengan Allah dan meningkatkan keimanan melalui ibadah seperti shalat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an.
  1. Memahami Larangan Bunuh Diri dalam Islam
    Dalam Islam, bunuh diri dianggap sebagai dosa besar sebagaimana HR. Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa Rasulullah saw., bersabda: “Barangsiapa yang membunuh dirinya sendiri dengan sesuatu, maka ia akan disiksa dengan sesuatu tersebut di hari kiamat.”

Bunuh diri bukanlah akhir yang tak terhindarkan, melainkan tanda bahwa seseorang sedang membutuhkan pertolongan. Mencari dukungan dari orang terdekat, menghubungi layanan darurat atau hotline krisis (hotline suicide prevention), serta berkonsultasi dengan tenaga profesional adalah langkah nyata yang bisa menyelamatkan hidup. Ingatlah, kamu tidak sendirian. Selalu ada jalan keluar dan selalu ada orang yang siap mendengar.

Jika kamu atau orang terdekat sedang berada dalam situasi krisis:

  • Hubungi hotline suicide prevention: Halo Kemenkes 1500-567 atau 119 ext. 8 (layanan kesehatan jiwa).
  • Jadwalkan konsultasi Psikolog atau Psikiatri ke RS Islam Jakarta Cempaka Putih.

 

Salam Sehat.

10/09/2025
3760 kali
0

Lindungi buah hati dari Flu Singapura dengan melakukan Vaksin Flu Singapura!

Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) kerap menyerang anak usia balita dan bisa mengganggu tumbuh kembang mereka. Gejala awalnya mirip flu seperti demam, sakit tenggorokan, pilek, dan sakit kepala. Selain gejala awal, terdapat pula gejala khas seperti sariawan di mulut, ruam seperti lepuhan kecil yang bisa terasa gatal di telapak tangan, kaki, bahkan bisa muncul dibagian tubuh lainnya juga.

Penyakit ini sangat menular dan dapat menyebar melalui percikan air liur, kontak dengan benda yang terkontaminasi, kontak erat dengan penderita, atau melalui feses.

Maka sangat penting untuk para orang tua melakukan proteksi dini untuk buah hatinya melalui Vaksin Flu Singapura.

Layanan Vaksin Flu Singapura juga tersedia di RS Islam Jakarta Cempaka Putih:

  • Untuk anak usia 6 bulan – 3 tahun
  • Diberikan 2 dosis dengan jarak 1 bulan
  • Memberikan perlindungan jangka panjang

Dengan harga mulai Rp 1.100.000,- layanan vaksin ini berada di Poli Anak, Gedung Raudhah Lt. 3 RSIJCP

Daftar & info lebih lanjut:

 

08/09/2025
1654 kali
0

Penyakit cacingan tentu sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat. Penyakit ini adalah infeksi parasit yang disebabkan oleh masuknya cacing ke dalam tubuh manusia, melalui makanan, minuman, atau kontak dengan tanah yang terkontaminasi. Infeksi ini bisa ringan tanpa gejala, tetapi pada kasus berat dapat menyebabkan masalah gizi, gangguan tumbuh kembang, bahkan komplikasi serius seperti sumbatan usus.

Jenis Cacing yang Sering Menginfeksi Manusia:

  1. Cacing Gelang (Ascaris Lumbricoides), masuk lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi.
  2. Cacing Kremi (Enterobius Vermicularis), menular lewat tangan, kuku, atau debu.
  3. Cacing Tambang (Ancylostoma Duodenale, Necator Americanus), larva menembus kulit (sering di kaki tanpa alas).
  4. Cacing Cambuk (Trichuris Trichiura), lewat makanan atau minuman yang tercemar.
  5. Cacing Pita (Taenia Sp.), dari daging sapi atau babi yang kurang matang.

Di masyarakat, cacing dianggap sebagai tanda kurang higienisnya proses produksi makanan dan bisa membawa penyakit. Meskipun sebenarnya, keberadaan cacing pada makanan tidak selalu berarti berbahaya. Hanya saja, proses pengolahannya harus tepat. Jika tidak, cacing maupun telurnya dapat masuk ke tubuh manusia dan menimbulkan infeksi parasit yang disebut helminthiasis atau cacingan.

Faktor Utama Terserang Penyakit Cacingan

  1. Kebersihan yang Kurang Terjaga
  • Tidak mencuci tangan sebelum dan setelah makan.
  • Tidak mencuci tangan setelah dari toilet, atau setelah menyentuh barang yang kotor dan terkontaminasi.
  • Kuku panjang dan kotor.
  1. Makanan & Minuman yang Terkontaminasi
  • Sayur dan buah-buahan yang tidak dicuci bersih.
  • Daging atau ikan yang pengolahannya kurang tepat dan tidak dimasak matang sempurna.
  • Air minum yang tercemar telur cacing.
  1. Sanitasi Lingkungan Buruk
  • Buang air besar sembarangan. Hal ini menyebabkan tanah tercemar tinja, lalu telur cacing masuk ke makanan atau tangan.
  • Penggunaan pupuk dari kotoran manusia.
  1. Kontak dengan Tanah Tercemar
  • Anak-anak bermain di tanah tanpa alas kaki, menyebabkan larva cacing tambang jadi lebih mudah menembus kulit.
  1. Kurangnya Edukasi dan Perilaku Hidup Bersih Sehat
  • Kurangnya edukasi cara dan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
  • Risiko penularan yang lebih tinggi akibat tidak terbiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Dampak Kesehatan pada Manusia:

  1. Gangguan Pencernaan

Seseorang yang terkena gangguan pencernaan biasanya ditandai dengan perut kembung, diare, mual, atau nyeri perut.

  1. Kekurangan Gizi (Malnutrisi)

Keberadaan cacing dalam tubuh seseorang dapat menyerap nutrisi dari makanan yang seharusnya diserap tubuh. Hal ini menyebabkan tubuh penderita menjadi lemas, anemia, bahkan penurunan berat badan.

  1. Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Pada anak-anak, infeksi cacing kronis dapat berpengaruh pada tumbuh kembangnya seperti menghambat konsentrasi, menurunkan daya tahan tubuh, hingga mengganggu perkembangan fisik.

  1. Migrasi ke Orang Lain

Larva cacing dapat bermigrasi ke orang lainnya seperti empedu, pancreas, appendix, dan hati. Hal ini dapat memicu peradangan, abses, bahkan perforasi usus yang berisiko fatal.

  1. Perforasi Usus

Kondisi ini bisa menyebabkan peritonitis atau infeksi di rongga perut yang merupakan kondisi gawat darurat.

Pengobatan dan Penanganan

  1. Pengobatan Medis (Obat Anticacing)

Dokter biasanya meresepkan obat antiparasit yang efektif membunuh cacing dewasa di usus. Jenis obat yang umum digunakan:

  • Albendazole
  • Mebendazole.
  • Pirantel Pamoat.
  1. Penanganan Gejala dan Komplikasi

Selain dengan pemberian obat, penanganan bisa disesuaikan dengan kondisi pasien.

  • Nutrisi Tambahan
  • Suplementasi Zat Besi
  • Rawat Inap / Tindakan Medis
  1. Pencegahan Kekambuhan

Proses pencegahan harus berjalan bersamaan dengan pengobatan karena infeksi cacing mudah kambuh. Proses pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari melakukan hal-hal yang telah dijabarkan pada poin “Faktor Utama Terserang Penyakit Cacingan” diatas seperti kebersihan yang kurang terjaga, makanan dan minuman yang terkontaminasi, dan faktor-faktor lainnya.

  1. Kapan Harus ke Dokter

Jika mengalami kondisi berikut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter:

  • Anak sering sakit perut, lesu, berat badan sulit naik.
  • Terdapat cacing keluar lewat tinja, muntah, atau hidung.
  • Muncul gejala serius seperti muntah terus-menerus, perut bengkak, atau tinja yang bercampur darah.

Penyakit cacingan ini masih menjadi masalah Kesehatan masyarakat, terutama di daerah dengan sanitasi rendah. Kelompok yang paling rentan terserang penyakit cacingan adalah anak-anak, masyarakat dengan kebiasaan hidup tidak bersih, pekerja lapangan, serta orang dengan daya tahan tubuh lemah. Dengan membiasakan diri menjaga kebersihan, memperbaiki sanitasi lingkungan, serta rutin mengonsumsi obat cacing, risiko penyakit cacingan bisa ditekan secara signfikan.

Namun, jika anak atau Anda mulai merasakan gejala cacingan seperti perut kembung, tubuh sering lemas, nafsu makan menurun, atau berat badan yang tidak kunjung naik, jangan biarkan begitu saja. Segera lakukan pemeriksaan dan konsultasikan kesehatan Anda ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk dewasa dan ke Dokter Spesialis Anak untuk anak di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, karena kami juga menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan cacingan bersama tenaga medis yang berpengalaman. Dengan penanganan yang tepat sesuai usia, kesehatan Anda bisa kembali pulih dan terjaga.

Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami melalui WhatsApp di:

  • Peserta BPJS: +62 858-5005-0010
  • Pendaftaran Umum: +62 812-1349-1516

 

 

 

05/09/2025
1156 kali
0

Umumnya, masyarakat mengenal gas air mata sebagai alat yang digunakan oleh aparat untuk mengendalikan atau membubarkan massa saat ada aksi demonstrasi. Akan tetapi, perlu diketahui terlebih dahulu bahwa gas air mata bukanlah gas, tetapi bubuk bertekanan yang menciptakan kabut saat dilepaskan. Itulah mengapa saat dilepaskan, zat ini akan menyebar layaknya asap dan bisa langsung memengaruhi orang-orang yang berada disekitarnya. Namun, bukan itu yang menjadi poin utama melainkan seberapa parah gas air mata mempengaruhi kesehatan, terlebih setelah terpapar.

Kandungan Gas Air Mata:

Gas air mata adalah campuran zat kimia berbentuk partikel halus yang dilepaskan ke udara untuk menimbulkan iritasi cepat pada mata, hidung, dan saluran pernapasan. Senyawa yang paling sering digunakan adalah CS (Chlorobenzylidene Malonitrile) yang memicu mata perih dan sesak napas. Ada juga CN (Chloroaceptophenone) yang berisiko lebih berbahaya bagi kulit dan mata, serta OC (Oleoresin Capsicum) atau semprotan merica yang menimbulkan sensasi terbakar hebat.

Efek Jangka Pendek:

Ada beberapa efek yang biasanya muncul dalam hitungan menit setelah paparan. Efek ini ijuga bisa hilang dalam hintungan menit, 15 – 60 menit jika segera ditangani:

  • Mata perih, berair, dan pandangan kabur à iritasi langsung yang muncul akibat partikel kimia.
  • Hidung berair, bersin, dan tenggorokan panas à respon tubuh terhadap zat iritan gas air mata.
  • Batuk dan sesak dada à iritasi saluran pernapasan.
  • Kulit terasa panas atau perih à akibat kontak langsung dengan partikel gas.

Efek Jangka Panjang:

Meskipun jarang terjadi, ada beberapa efek jangka Panjang yang bisa diakibatkan oleh paparan gas air mata. Efek ini bisa muncul bila paparan berat atau tidak segera ditangani:

  • Gangguan penglihatan à iritasi kornea yang berlanjut bisa menimbulkan infeksi bahkan kerusakan permanen.
  • Masalah pernapasan kronis à bagi penderita asma, ini dapat memperburuk kondisi penderitanya atau memicu radang paru berulang.
  • Iritasi kulit berkepanjangan à bisa berkembang menjadi dermatitis.

Risiko Tambahan:

Bukan hal yang tidak mungkin, pada kelompok tertentu, risiko bisa lebih berat:

  • Pasien dengan asma atau alergi à bisa mengalami serangan sesak hebat yang membutuhkan oksigen.
  • Paparan jarak dekat atau intens à berisiko cedera kornea serius hingga luka bakar kimia pada kulit.
  • Anak-anak dan lansia à lebih rentan mengalami komplikasi karena daya tahan tubuh lebih lemah.

Tips Penanganan Gas Air Mata:

Paparan gas air mata memang biasanya bersifat sementara dan hanya memberikan efek jangka pendek. Namun penanganan cepat sangat penting agar gejala tidak semakin parah:

  1. Segera Menjauh dari Sumber Paparan

Cari udara segar, bergerak melawan arah angin agar tidak terus terpapar.

  1. Jangan Mengucek Mata

Mengucek mata hanya akan memperparah iritasi.

  1. Bilas Mata dengan Air Bersih atau Saline

Siram perlahan dengan air mengalir untuk membantu mengurangi rasa perih yang muncul.

  1. Lepaskan Pakaian yang Terpapar

Segera ganti pakaian dengan pakaian bersih dan cuci pakaian terkontaminasi menggunakan sabun.

  1. Gunakan Master atau Kain Basah

Jika harus melewati area yang masih berasap, tutupi hidung dan mulut untuk meminimalkan paparan.

  1. Tenangkan Diri dan Atur Napas

Panik bisa memperburuk gejala sesak. Cobalah bernapas pelan dan teratur.

Kondisi yang Mengharus Menemui Dokter:

Sebagian besar orang pulih dalam waktu singkat, tapi pemeriksaan medis tetap perlu dilakukan jika:

  • Mata tetap sakit, bengkak, atau pandangan buram tidak hilang lebih dari 1 – 2 jam setelah dibilas. Kondisi ini menandakan terjadinya iritasi kornea serius.
  • Sesak napas semakin berat atau tidak mereda selama 30 menit, terutama pada penderita asma atau penyakit paru.
  • Batuk tidak kunjung reda setelah 2 – 3 jam atau disertai nyeri dada. Kondisi ini dapat menjadi penanda adanya risiko iritasi saluran nafas atau infeksi.
  • Kulit mengalami luka, ruam parah, atau rasa terbakar yang bertahan lebih dari 6 – 12 jam. Kondisi ini bisa menjadi tanda luka bakar kimia.

Meskipun kebanyakan kasus tidak memberikan efek jangka panjang, akan tetapi paparan gas air mata tetap dapat menyebabkan komplikasi dan mempengaruhi kesehatan. Jika mengalami satu atau beberapa kondisi diatas, disarankan untuk dapat segera melakukan pemeriksaan ke tenaga medis professional.

02/09/2025
421 kali
Halaman 4 dari 62

Pendaftaran Rawat Jalan

Promo Layanan. *baca syarat dan ketentuan berlaku
  • Penyelenggaraan Pelayanan kesehatan di RS Islam Jakarta Cempaka Putih bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan rujukan menuju RS Islam Jakarta Cempaka…
    RS Islam Jakarta Cempaka Putih
Rekanan RS Islam Jakarta Cempaka Putih #Asuransi #BUMN #BUMD #Perusahaan

Terakreditasi Nomor. LARSI/SERTIFIKAT/096/02/2023

Lulus Tingkat Paripurna      

Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih

  • Jl. Cemp. Putih Tengah I No.1, RT.11/RW.5, Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 10510
  • +6221 4280 1567
  • +6221 425 0451
  • rsijpusat@rsi.co.id

Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Khusus BPJS

Pendaftaran Rawat Jalan Pasien Umum, Jaminan Perusahaan & Asuransi

  • +6221 425 0451 ext. 6508

Visitors

© 2018-2024. Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih