You are here:RSIJCP/Web/Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih - Web
0

Sering dengar istilah GERD? Belakangan, keluhan ini terasa semakin familiar, terutama di kalangan anak muda dan usia produktif. Mulai dari perut panas, dada seperti terbakar, sesak setelah makan, sampai rasa asam yang naik ke tenggorokan. Gejala-gejala tersebut banyak dialami karena tuntutan gaya hidup saat ini yang serba cepat.

Padahal sebelumnya GERD lebih banyak dialami usia 40 tahun ke atas tapi kini, studi menunjukkan pola berbeda. Data American College of Gastroenterology (ACG) melaporkan bahwa tren keluhan refluks meningkat pada usia 20 - 40 tahun, salah satunya akibat pola makan tidak teratur, stres, tidur kurang, dan kebiasaan sedentary. Penelitian lain dari Journal of Neurogastroenterology & Motility (2022) juga memperlihatkan bahwa prevalensi GERD global mencapai ~13% populasi, dengan peningkatan signifikan pada kelompok usia produktif.

Apa Itu GERD dan Siapa yang Rentan?

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup antara lambung dan esofagus. Akibatnya, muncul keluhan seperti:

  • Dada panas atau nyeri (heartburn)
  • Rasa asam di mulut
  • Kembung, cepat kenyang
  • Batuk kronis atau suara serak
  • Sesak setelah makan

Mereka yang lebih rentan mengalami GERD biasanya memiliki faktor risiko seperti:

  • Pola makan berlemak & tidak teratur
  • Kebiasaan rebahan setelah makan
  • Obesitas
  • Stres berat
  • Perokok atau konsumsi alkohol
  • Jarang bergerak (sedentary lifestyle)

Mengapa Anak Muda Kini Gampang Kena GERD?

Gaya hidup modern punya kontribusi besar. Terlebih, saat ini anak muda, mau tak mau, hidup dengan ritme “serba cepat”:

  • Sering telat makan atau makan sekali dalam porsi besar
  • Suka makanan instan, berlemak, dan manis
  • Kopi, minuman bersoda, dan spicy food jadi konsumsi harian
  • Begitu selesai makan langsung rebahan sambil scroll ponsel
  • Duduk berjam-jam karena pekerjaan remote
  • Stres tinggi, kurang olahraga, dan tidur buruk

Kombinasi inilah yang membuat keluhan GERD makin sering muncul, bahkan hingga mengganggu aktivitas harian dan produktivitas.

Dampak GERD Jika Tidak Ditangani

Jika dibiarkan dan sering kambuh, GERD dapat menyebabkan:

  • Radang esofagus
  • Luka atau erosi pada dinding kerongkongan
  • Gangguan tidur
  • Penurunan kualitas hidup
  • Pada kasus berat: penyempitan esofagus bahkan risiko Barrett’s esophagus

Karena itu, selain obat dari dokter, perubahan gaya hidup memegang peranan sangat besar.

Tips Mencegah GERD Kambuh dari Prof. dr. Ari

Menurut Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, dokter spesialis penyakit dalam RS Islam Jakarta Cempaka Putih yang memiliki keahlian dalam menangani penyakit yang berkaitan dengan sistem pencernaan (gastroenterology) dan hati (hepatology). Pengobatan GERD adalah jangka panjang, dan bukan hanya soal obat. Modifikasi gaya hidup adalah kunci utama. Berikut tips lengkapnya:

  1. Kendalikan Berat Badan
    Obesitas adalah salah satu risiko terbesar GERD. Berat badan berlebih meningkatkan tekanan dalam perut dan mendorong asam lambung naik.
  1. Hentikan Rokok dan Alkohol
    Keduanya melemahkan katup esofagus, sehingga asam lambung lebih mudah naik.
  1. Hindari Makanan Pemicu
    Termasuk:
  • Cokelat
  • Keju
  • Makanan berlemak
  • Makanan digoreng
  • Makanan pedas
  • Minuman bersoda atau berkafein berlebih
  1. Jangan Langsung Tidur Setelah Makan
    Ini kebiasaan yang paling sering dilakukan anak muda. Sebaiknya beri jeda setidaknya 2–3 jam setelah makan sebelum berbaring. Secara posisi, gravitasi membantu mencegah refluks.
  1. Jangan Makan Terlalu Banyak Sekaligus
    Lebih baik makan porsi kecil tapi sering.
  1. Hindari Gaya Hidup Sedentary
    Jarang bergerak memperlambat kerja pencernaan. Usahakan tetap aktif, minimal berjalan 30 - 45 menit per hari.
  1. Kelola Stres dan Latih Pengendalian Diri
    Menurut Prof. dr. Ari, stres emosional sangat mempengaruhi keluhan lambung. Bisa dibantu dengan:
  • Olahraga
  • Teknik pernapasan
  • Ibadah, dzikir, dan doa bagi yang menjalani
  • Tidur cukup
  1. Tinggikan Posisi Kepala Saat Tidur
    Gunakan tambahan bantal atau ganjal 10–15 cm untuk mengurangi refluks malam hari.

GERD bukan lagi masalah orang tua karena anak muda pun kini sangat rentan akibat gaya hidup modern. Kabar baiknya, keluhan GERD bisa sangat terkendali bila pasien melakukan modifikasi gaya hidup secara konsisten.

Obat memang membantu, tapi kunci utamanya ada di kebiasaan: pola makan, aktivitas, stres, dan gaya hidup yang lebih sehat.

 

28/11/2025
155 kali
0

Musim pancaroba adalah masa peralihan antara musim hujan dan musim kemarau. Pada periode ini, cuaca berubah secara cepat dari siang yang panas, sore hujan, dan malam kembali dingin. Kondisi ini menyebabkan daya tahan tubuh menurun dan pathogen-patogen seperti virus dan bakteri lebih mudah berkembang.

Menurut dr. Laharsa Madison, M.P.H., Sp.P,

“Dengan perubahan suhu yang ekstrem akibat pancaroba, maka akan berkembang biak patogen-patogen seperti kuman dan virus yang dapat mengakibatkan terjadinya infeksi pada saluran pernapasan, khususnya pada saluran pernapasan atas.”

ISPA atau Infeksi Saluran Pernafasan Akut, menjadi penyakit yang paling sering muncul pada fase ini.

Virus dan Bakteri Penyebab ISPA yang Harus Diwaspadai

Beberapa patogen berkembang lebih cepat pada kondisi udara lembap dan suhu yang tidak stabil. Berikut penjelasan mengenai virus dan bakteri yang sering menyebabkan ISPA:

  1. Rhinovirus
    Virus penyebab flu yang paling umum karena penyebarannya dapat melalui udara dan sentuhan, dengan gejala batuk, pilek, dan hidung tersumbat.
  1. Influenza Virus
    Virus yang menyerang saluran napas atas dan bawah. Jika gejalanya lebih berat dapat berupa demam tinggi, nyeri otot, batuk kering, hingga kelelahan.
  1. RSV (Respiratory Syncytial Virus)
    Virus ini berbahaya bagi bayi dan lansia karena dapat menyebabkan bronchiolitis dan pneumonia.
  1. Adenovirus
    Selain batuk dan pilek, juga bisa menyebabkan nyeri tenggorokan, demam, dan radang mata.
  1. Streptococcus pneumoniae (bakteri)
    Penyebab radang paru (pneumonia), infeksi telinga, dan sinusitis. Gejalanya biasanya disertai dengan demam tinggi.
  1. Haemophilus influenzae (bakteri)
    Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi telinga, sinusitis, bronchitis, hingga pneumonia terutama pada anak-anak dan lansia.

Siapa Saja yang Rentan Terserang ISPA?

  1. Laharsa menjelaskan bahwa kelompok berikut memiliki risiko lebih tinggi:
  2. Anak-anak, terutama balita, karena sistem imun yang dimiliki belum matang dan saluran napasnya lebih kecil.
  3. Lansia (di atas 60 tahun), karena pada usia ini adanya penurunan fungsi paru dan sistem imun yang membuat infeksi berkembang lebih cepat.
  4. Penderita penyakit kronis, termasuk asma, PPOK, penyakit jantung, dan diabetes.
  5. Ibu hamil, karena adanya perubahan imunologis dan tekanan pada rongga dada ibu hamil yang meningkatkan risiko infeksi.
  6. Orang dengan sistem imun rendah, seperti pasien kanker, HIV, atau pengguna obat immunosuppressant.
  7. Perokok aktif dan pasif, karena asap rokok dapat merusak silia hidung dan paru sehingga kuman mudah masuk.
  8. Pekerja yang sering terpapar polusi, misalnya pengemudi ojek online, pekerja konstruksi, atau pedagang kaki lima.

Cara Mencegah ISPA di Musim Pancaroba

  • Mencuci Tangan
    Membersihkan tangan dengan benar sesuai anjuran 6 langkah dari WHO, karena ini adalah cara paling efektif untuk mencegah penularan. 6 Langkah tersebut sebagai berikut:
  1. Gosok telapak tangan ke telapak tangan.
  2. Gosok punggung tangan kiri ke telapak tangan kanan dan sebaliknya.
  3. Gosok sela-sela jari.
  4. Gosok punggung jari di telapak tangan.
  5. Putar ibu jari di dalam genggaman tangan.
  6. Gosok ujung jari di telapak tangan.
  • Banyak Minum Air Putih
    Cairan tubuh yang cukup membantu menjaga kelembapan saluran napas dan mencegah iritasi.
  • Konsumsi Makanan Bergizi
    Perbanyak buah dan sayur kaya vitamin dan mineral untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Terapkan Etika Batuk
    Jika batuk di luar ruangan, tutup mulut dengan tisu atau lengan bagian dalam agar tidak menularkan kuman ke orang sekitar.
  • Gunakan Masker
    Masker efektif menahan droplet, terutama di area ramai atau berpolusi.
  • Segera Melakukan Pengobatan Jika Sakit
    Jangan menunda jika mengalami batuk, demam, atau sesak. Penanganan dini dapat mencegah terjadinya komplikasi dan kondisi yang lebih parah lagi.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Sudah Terkena ISPA?

Setelah memahami apa itu ISPA, penting untuk mengetahui bahwa penanganan ISPA tidak selalu sama pada setiap orang. Cara menanganinya bisa berbeda antara anak, dewasa, dan kelompok rentan. Karena itu, langkah yang tepat perlu disesuaikan dengan usia dan kondisi masing-masing.

Penanganan untuk Semua Usia

  • Istirahat yang cukup
  • Perbanyak minum
  • Gunakan masker
  • Hindari asap rokok dan polusi
  • Minum obat pereda gejala jika perlu

Penanganan Khusus untuk Anak-anak

  • Jangan memberi antibiotik tanpa resep dokter
  • Pastikan anak cukup minum
  • Gunakan humidifier atau uap hangat
  • Segera bawa ke dokter jika napas cepat, demam tinggi, atau tidak mau makan

Penanganan untuk Dewasa

  • Gunakan obat batuk/pilek sesuai anjuran
  • Bila memiliki asma atau PPOK, gunakan inhaler sesuai resep
  • Hindari aktivitas berat

Kapan Harus ke Dokter Paru?

Baik dewasa maupun anak perlu segera mendapatkan pemeriksaan Dokter Spesialis Paru apabila gejala ISPA tidak membaik atau menunjukkan tanda bahaya.

Pada orang dewasa, waspadai jika mengalami:

  • Demam lebih dari 3 hari
  • Batuk tidak membaik atau berlangsung lebih dari 2 minggu
  • Sesak napas atau nyeri dada
  • Dahak kuning pekat, hijau, atau berdarah
  • ISPA terjadi pada penderita komorbid (asma, penyakit jantung, diabetes, PPOK)

Sementara pada bayi dan anak, segera bawa ke dokter jika terlihat:

  • Demam lebih dari 3 hari
  • Napas cepat atau terdapat tarikan dinding dada
  • Bibir atau ujung jari tampak kebiruan
  • Sangat rewel atau tampak lemah
  • Tidak mau makan dan minum
  • Batuk semakin berat atau tidak membaik

Pemeriksaan sejak dini membantu mencegah komplikasi dan memastikan penanganan yang sesuai usia serta kondisi masing-masing.

24/11/2025
311 kali
0

Aneurisma otak merupakan penyakit serius yang dapat terjadi tanpa gejala hingga menimbulkan kondisi darurat medis. Dengan kemajuan teknologi medis seperti Cathlab, deteksi dan penanganan aneurisma dapat dilakukan secara lebih akurat, aman, dan minim invasif.

Di RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP), tindakan ini ditangani langsung oleh dr. KMA Halim Habibi, Sp.BS-FIS atau lebih akrab disapa dr. Habibi. Ia merupakan dokter spesialis yang berpengalaman dalam pemeriksaan dan penanganan pembuluh darah otak melalui Cathlab.

Apa Itu Aneurisma Otak?

Aneurisma otak adalah pelebaran atau tonjolan abnormal pada dinding pembuluh darah arteri di otak akibat melemahnya lapisan pembuluh tersebut. Kondisi ini menyerupai balon kecil di sepanjang pembuluh darah, dan jika pecah, dapat menyebabkan perdarahan otak (perdarahan subarachnoid) yang berisiko fatal.

Biasanya aneurisma muncul di pembuluh darah dasar otak (Willis Circle), yaitu titik pertemuan beberapa arteri utama di otak.

Bagaimana Aneurisma Terbentuk?

Ketika salah satu lapisan dinding pembuluh darah melemah akibat tekanan darah tinggi, faktor genetik, atau gaya hidup, darah yang mengalir terus-menerus dapat membuat area tersebut menonjol keluar.
Jika tekanan meningkat, tonjolan (aneurisma) bisa pecah dan menyebabkan perdarahan mendadak di otak.

Jenis-Jenis Aneurisma Otak

  • Saccular (berry aneurysm), merupakan enis paling umum, berbentuk seperti kantung kecil di salah satu sisi pembuluh darah.
  • Fusiform aneurysm, terjadi ketika seluruh bagian pembuluh darah melebar, bukan hanya satu sisi.
  • Mycotic aneurysm, disebabkan oleh infeksi yang melemahkan dinding pembuluh darah.

Faktor Risiko Aneurisma Otak

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Kebiasaan merokok
  • Riwayat keluarga dengan aneurisma
  • Kelainan jaringan ikat (misalnya Marfan atau Ehlers-Danlos syndrome)
  • Konsumsi alkohol berlebih atau obat-obatan terlarang
  • Usia di atas 40 tahun dan jenis kelamin perempuan

Gejala Aneurisma Otak

Kebanyakan aneurisma tidak menimbulkan gejala sampai pecah. Namun, aneurisma besar dapat menekan saraf otak dan menimbulkan:

  • Sakit kepala berat yang menetap
  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Nyeri di sekitar mata
  • Mati rasa di wajah
  • Gangguan keseimbangan atau bicara

Jika aneurisma pecah, gejalanya muncul mendadak:

  • Sakit kepala mendadak dan sangat hebat (“the worst headache of your life”)
  • Mual dan muntah
  • Leher kaku
  • Penurunan kesadaran hingga koma
  • Kejang

Kondisi ini merupakan darurat medis yang harus segera ditangani di rumah sakit.

Pemeriksaan Aneurisma Otak dengan Cathlab

Untuk diagnosis paling akurat, RSIJ Cempaka Putih menyediakan pemeriksaan angiography cerebral menggunakan Cathlab. Cathlab (Catheterization Laboratory) adalah ruang tindakan dengan teknologi radiologi canggih yang memungkinkan dokter melihat pembuluh darah otak secara real-time.

Prosedur Pemeriksaan:

  • Pasien diberikan bius lokal dilipat paha/pergelangan tangan.
  • Kateter tipis dimasukkan ke pembuluh darah arteri paha/pergelangan dan menuju ke pembuluh darah arteri otak dengan panduan sinar-X.
  • Dokter menyuntikkan zat kontras (iodine) agar pembuluh darah otak terlihat jelas di monitor.
  • Habibi akan menilai ukuran, bentuk, dan lokasi aneurisma dengan ketepatan tinggi untuk menentukan tindakan terbaik.
  • Pemeriksaan berlangsung sekitar 1 – 2 jam dan termasuk prosedur minim invasif dengan waktu pemulihan singkat.

Keunggulan Pemeriksaan dan Tindakan Cathlab

  • Visualisasi pembuluh darah otak secara detail dan akurat
  • Dapat dilakukan sekaligus tindakan penutupan aneurisma tanpa operasi terbuka
  • Minim luka dan risiko lebih rendah
  • Proses pemulihan lebih cepat
  • Membantu deteksi dini sebelum aneurisma pecah

Penanganan Aneurisma Otak oleh dr. Habibi

Tindakan yang dilakukan akan disesuaikan dengan kondisi pasien:

  1. Surgical clipping: operasi terbuka (Craniotomy) untuk menutup pangkal aneurisma dengan penjepit logam.
  2. Endovascular coiling: prosedur tanpa operasi terbuka yang dilakukan dr. Habibi di ruang Cathlab. Melalui kateter, kawat mikro coil dimasukkan ke dalam aneurisma untuk menutup aliran darah dan mencegah pecah.

Metode coiling menjadi pilihan utama karena lebih aman, minim nyeri, dan cepat pulih dibanding metode konvensional.

Pencegahan Aneurisma Otak

  • Kendalikan tekanan darah tinggi secara rutin.
  • Hindari merokok dan konsumsi alkohol.
  • Terapkan gaya hidup sehat dan olahraga teratur.
  • Hindari stres berlebihan.
  • Lakukan pemeriksaan berkala jika memiliki riwayat keluarga aneurisma.

Deteksi Dini, Cegah Komplikasi Berat

Aneurisma otak sering kali tidak menimbulkan gejala sebelum terjadi komplikasi. Dengan pemeriksaan Cathlab bersama dr. Habibi di RSIJ Cempaka Putih, pasien dapat mengetahui kondisi pembuluh darah otak secara menyeluruh dan mendapatkan penanganan yang tepat sebelum terlambat.

22/11/2025
221 kali
0

Fenomena hujan mikroplastik di Jakarta semakin banyak dibicarakan setelah penelitian BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) menemukan bahwa setiap sampel air hujan yang diuji mengandung partikel mikroplastik. Temuan ini menegaskan bahwa polusi plastik tidak hanya mencemari laut dan tanah, tetapi kini juga telah memasuki atmosfer dan turun kembali bersama hujan.

Lebih dari sekadar isu lingkungan, mikroplastik kini menjadi ancaman kesehatan manusia, terutama bagi masyarakat perkotaan.

Dalam penjelasannya, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH sebagai dokter spesialis penyakit dalam di RS Islam Jakarta Cempaka Putih menguraikan bahwa mikroplastik memiliki kemampuan untuk masuk ke dalam tubuh manusia. Mikroplastik dapat masuk melalui berbagai jalur dan memicu beragam gangguan kesehatan jangka panjang.

Apa Itu Mikroplastik dan Mengapa Bisa Turun Bersama Hujan?

Mikroplastik adalah potongan kecil plastik berukuran kurang dari 5 mm, bahkan bisa sekecil debu. Partikel ini berasal dari:

  • Sampah plastik yang terurai
  • Serat tekstil sintetis
  • Ban kendaraan
  • Pembakaran sampah plastik

Di kota besar seperti Jakarta, partikel ini bisa terangkat ke atmosfer, terbawa angin, lalu kembali turun sebagai hujan mikroplastik.

Dampak Hujan Mikroplastik bagi Kesehatan

Penjelasan Prof. dr. Ari menjelaskan bahwa mikroplastik dapat masuk ke tubuh melalui jalur pernapasan, pencernaan, dan aliran darah. Berikut beberapa dampaknya:

  1. Mikroplastik yang Terhirup Bisa Menyebabkan Gangguan Paru-Paru
    Hujan mikroplastik membuat partikel plastik lebih mudah melayang di udara. Ketika terhirup, mikroplastik dapat:
  • Menumpuk di paru-paru
  • Menyebabkan batuk kronis
  • Memicu peradangan saluran napas
  • Menyebabkan gangguan jangka panjang seperti PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)

Prof. dr. Ari menekankan bahwa mikroplastik sering membawa zat berbahaya dan radikal bebas yang memperburuk kondisi pernapasan.

  1. Mikroplastik yang Tertelan Bisa Memicu Peradangan Lambung dan Usus

Mikroplastik dapat masuk ke tubuh melalui air minum, makanan, atau percikan air hujan. Dampaknya meliputi:

  • Peradangan lambung (gastritis)
  • Iritasi dan inflamasi kronis pada usus
  • Gangguan penyerapan nutrisi
  • Beban stres oksidatif karena mikroplastik bertindak seperti radikal bebas atau racun tubuh

Jika paparan berlangsung lama, kondisi ini dapat memperburuk fungsi pencernaan.

  1. Risiko Mikroplastik Menyebar ke Aliran Darah dan Mengganggu Sistem Saraf
    Studi terbaru menunjukkan bahwa partikel mikroplastik dapat masuk ke pembuluh darah. Jika mencapai sistem saraf, dapat menyebabkan:
  • Gangguan fungsi sel saraf
  • Penurunan daya ingat dan kemampuan kognitif
  • Potensi gangguan neurologis akibat stres oksidatif

Beliau menegaskan bahwa mikroplastik yang mencapai saraf dapat mempengaruhi proses berpikir dan daya konsentrasi.

  1. Mikroplastik Dapat Menumpuk di Pembuluh Darah dan Memicu Aterosklerosis
    Hujan mikroplastik meningkatkan risiko paparan partikel plastik ke tubuh. Ketika masuk ke aliran darah, mikroplastik dapat:
  • Menumpuk pada dinding pembuluh darah
  • Memicu aterosklerosis
  • Meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke
  • Proses ini berbahaya karena terjadi tanpa gejala langsung.

Mengapa Hujan Mikroplastik di Jakarta Berbahaya?

Paparan mikroplastik bukan sekadar fenomena lingkungan, tetapi ancaman kesehatan publik. Jakarta, sebagai kota padat dengan sumber polusi tinggi, memiliki risiko lebih besar karena:

  • Banyaknya sampah plastik yang tidak terkelola
  • Pencemaran udara dari kendaraan dan industri
  • Praktik pembakaran sampah terbuka
  • Kepadatan penduduk dan aktivitas urban

Partikel mikroplastik sangat ringan sehingga bisa dengan mudah terangkat ke atmosfer, terbawa angin, lalu turun kembali bersama hujan—menjadikannya siklus yang terus berulang.

Cara Mengurangi Risiko Paparan Mikroplastik

Untuk menekan dampaknya, ada banyak upaya yang bisa dilakukan dan ditingkatkan bersama, diantaranya:

  1. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai
    Setiap kantong, botol, dan kemasan plastik yang tidak terurai dengan baik dapat menjadi sumber mikroplastik di masa depan.
  1. Menghindari pembakaran sampah plastik
    Pembakaran plastik melepaskan partikel berbahaya dan mikroplastik ke udara. Pilih metode pengelolaan sampah yang lebih aman.
  1. Menggunakan produk rumah tangga yang ramah lingkungan
    Seperti tas belanja kain, botol minum ulang, dan deterjen rendah mikroplastik.
  2. Mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih baik
    Mulai dari pemilahan hingga daur ulang di tingkat rumah tangga.

Fenomena hujan mikroplastik di Jakarta merupakan peringatan penting bahwa polusi plastik telah mencapai tingkat yang lebih berbahaya. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Prof. Dr. dr. Ari Fahrial , Sp.PD-KGEH, mikroplastik dapat mengganggu paru-paru, pencernaan, saraf, hingga sistem kardiovaskular. Oleh karena itu, pengurangan penggunaan plastik dan peningkatan pengelolaan sampah menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko paparan.

19/11/2025
461 kali
0

Beberapa hari yang lalu, tepatnya Setiap tanggal 14 November, diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia (World Diabetes Day). Peringatan ini menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit diabetes, pencegahannya, serta pentingnya pengelolaan kesehatan yang berkelanjutan.

Tanggal ini juga menandai hari lahir Frederick Banting, ilmuwan asal Kanada yang bersama Charles Best menemukan insulin pada tahun 1921. Penemuan ini menjadi salah satu sejarah penting yang mengubah hidup jutaan orang di seluruh dunia.

Sejarah dan Perkembangan Insulin

Sebelum ditemukannya insulin, penderita diabetes tipe 1 sering kali tidak dapat bertahan hidup lebih dari beberapa bulan. Namun, penelitian Banting dan Best membuktikan bahwa hormon insulin dari pankreas dapat menurunkan kadar gula darah secara signifikan.

Penemuan ini kemudian disempurnakan oleh James Collip dan John Macleod, yang membantu memurnikan ekstrak insulin agar aman digunakan pada manusia. Pasien pertama yang menerima suntikan insulin, Leonard Thompson, berhasil bertahan hidup dan menjadi bukti nyata revolusi medis abad ke-20.

Seiring waktu, insulin terus berkembang:

  • 1920-1950: Insulin berasal dari pankreas hewan (sapi dan babi).
  • 1978: Muncul insulin manusia sintetis hasil bioteknologi menggunakan bakteri coli.
  • 1990-an: Hadir analog insulin, versi yang bekerja lebih cepat atau lebih lama sesuai kebutuhan tubuh.
  • Era modern: Dilengkapi dengan teknologi seperti pompa insulin, sensor gula darah real-time (CGM), hingga penelitian smart insulin yang hanya aktif saat kadar gula meningkat.

Kini, terapi insulin tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes di seluruh dunia.

Tema Hari Diabetes Sedunia 2025

Tahun ini, International Diabetes Federation (IDF) mengangkat tema “Diabetes and Well-being”, sementara World Health Organization (WHO) menyoroti “Diabetes Across Life Stages”.

Kedua tema ini menegaskan bahwa penanganan diabetes tidak berhenti pada pengobatan medis semata. Upaya pencegahan, perawatan, dan dukungan emosional perlu dijalankan secara menyeluruh di setiap tahap kehidupan, agar penderita diabetes dapat hidup sehat dan produktif.

WHO merangkum pesan tersebut dalam tiga poin utama yang menjadi fokus peringatan tahun ini.

  1. Diabetes Dapat Terjadi di Setiap Tahap Kehidupan
    Diabetes bukan hanya penyakit usia lanjut. Saat ini, angka diabetes tipe 1 meningkat pada anak-anak, sedangkan diabetes tipe 2 semakin banyak ditemukan pada usia muda akibat pola makan tinggi gula, kurang aktivitas fisik, dan stres.
    Pada usia produktif, diabetes dapat memengaruhi kinerja, kesuburan, serta kesehatan jantung. Sedangkan pada lansia, komplikasi seperti gangguan saraf dan penglihatan menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin dan menjaga pola hidup sehat perlu ditanamkan sejak dini.
  1. Pencegahan dan Perawatan Harus Terintegrasi di Setiap Usia
    Upaya pengendalian diabetes harus bersifat terpadu dan berkelanjutan. Mulai dari edukasi pola makan di usia sekolah, program deteksi dini di usia produktif, hingga perawatan komprehensif pada lansia.
  1. Meningkatkan Well-being dan Self-care pada Penderita Diabetes
    Kesejahteraan penderita diabetes tidak hanya diukur dari kadar gula darah yang stabil, tetapi juga dari kualitas hidup fisik dan mentalnya.
    Pasien yang diberdayakan untuk melakukan self-care seperti memantau kadar gula darah, menjaga pola makan, berolahraga, dan mengelola stres cenderung memiliki kontrol diabetes yang lebih baik.
    Selain itu, dukungan sosial dari keluarga dan tenaga medis berperan besar dalam membangun motivasi dan semangat pasien.
    Teknologi modern seperti aplikasi kesehatan, smartwatch, dan alat suntik otomatis kini mempermudah penderita untuk menjalani perawatan mandiri secara konsisten.

Dari Penemuan Insulin ke Era Well-being

Lebih dari seabad sejak penemuan insulin, dunia kini memahami bahwa diabetes bukan hanya tentang kadar gula darah, tetapi tentang bagaimana seseorang hidup dengan penuh kesadaran dan kesejahteraan di setiap tahap kehidupan.

Peringatan Hari Diabetes Sedunia 2025 menjadi pengingat bagi kita semua untuk:

  • Menjaga pola hidup sehat,
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, dan
  • Mendukung lingkungan yang inklusif bagi penderita diabetes.

Dengan edukasi, akses perawatan, dan dukungan sosial yang memadai, diabetes dapat dikendalikan, dan setiap individu dapat mencapai kesejahteraan hidup yang optimal.

Setiap orang berhak hidup sehat dan sejahtera di setiap tahap kehidupannya.

18/11/2025
350 kali
0

Menjaga Nilai Al-Ma’un di Tengah Krisis Kemanusiaan

Oleh: Dr. Pradono Handojo – Direktur Utama RS Islam Jakarta Cempaka Putih

Beberapa waktu terakhir, suasana publik terasa cukup ramai. Ada tragedi ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta yang membuat kita semua terkejut, lalu disusul kabar tentang seorang warga Baduy yang disebut mengalami kesulitan saat ingin mendapat layanan medis setelah menjadi korban pembegalan. Informasi seperti ini cepat sekali menyebar, dan tak jarang ada bagian cerita yang berubah arah sebelum sempat diperiksa kebenarannya.

Di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, kabar-kabar seperti ini otomatis membuat kami kembali melihat ke dalam: sejauh apa nilai-nilai yang kami pegang selama ini benar-benar hidup dalam pelayanan sehari-hari?

Al-Ma’un: Fondasi yang Cukup Lama Menjadi Nafas Pelayanan

Dalam dunia Muhammadiyah, Al-Ma’un bukan hanya nama surat yang sering kita dengar. Ia berkembang menjadi satu bentuk teologi sosial yang sangat dekat dengan praktik keseharian: membantu anak yatim, menguatkan orang miskin, dan membela mereka yang tidak berdaya. Ajaran itu kemudian diwujudkan dalam bentuk sekolah, universitas, panti asuhan, kegiatan sosial, termasuk rumah sakit seperti yang kami jalankan sekarang.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut terjemahan Surat Al-Ma’un ayat 1–7:

  1. “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?”

  2. “Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,”

  3. “dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.”

  4. “Maka celakalah orang yang salat,”

  5. “(yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya,”

  6. “yang berbuat riya,”

  7. “dan enggan (memberikan) bantuan.”

Ayat-ayat ini mengingatkan bahwa seseorang tidak cukup hanya tampak taat secara ritual, tetapi juga harus hadir membela mereka yang sedang lemah. Prinsip itu pula yang sejak lama memengaruhi cara kami memandang pasien yang datang, terutama mereka yang berada dalam kondisi darurat atau tidak membawa identitas lengkap.

Soal Warga Baduy: Meluruskan yang Perlu Diluruskan

Kasus warga Baduy yang viral kemarin adalah contoh bagaimana cerita bisa bergeser cepat. Banyak orang yang langsung mengira tempatnya adalah RS Islam Jakarta Cempaka Putih. Padahal setelah ditelusuri dengan Dinas Kesehatan, hasilnya jelas: lokasinya bukan di RS Islam seperti yang didugakan selama ini

Jadi ada bagian informasi yang meleset, dan kami rasa penting untuk menyampaikan yang sebenarnya. Bukan untuk membantah atau masuk dalam perdebatan, tetapi agar masyarakat tidak menyimpan persepsi yang keliru. Informasi yang disampaikan ini juga berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan bahwa tidak ada satupun Rumah Sakit yang melakukan penolakan oleh pasien Baduy tersebut. 

“Setelah kami lakukan verifikasi lapangan dan berkoordinasi langsung dengan pihak rumah sakit, hasilnya menunjukkan bahwa klaim penolakan tersebut tidak benar,” ujar Ani di Jakarta, pada Kamis (13/11).

Di IGD, prioritas kami selalu sama: kalau ada orang datang dalam keadaan darurat, ya ditolong dulu. Urusan administrasi bisa menyusul. Prinsip itu sudah berjalan bertahun-tahun dan menjadi bagian dari budaya kerja kami. Apalagi nilai Al-Ma’un sendiri dengan tegas melarang kita menelantarkan orang yang sedang kesulitan.

Tragedi SMA 72: Ketika Semua Bergerak Lebih Cepat dari Pikiran

Tidak lama sebelum isu warga Baduy beredar, tim RS Islam berada dalam situasi yang menegangkan. Kabar ledakan di SMA Negeri 72 masuk secara mendadak, dan dalam hitungan menit tenaga medis langsung bersiap. Tidak ada pertanyaan panjang yang ada hanya langkah-langkah cepat untuk memastikan korban bisa ditangani segera.

Kejadian itu menegaskan lagi bahwa nilai Al-Ma’un bukan sekadar konsep di atas kertas. Ia hadir lewat tindakan para dokter, perawat, petugas IGD, sopir ambulans, hingga staf administrasi yang mengurus proses di belakang layar. Mereka bergerak dengan rasa tanggung jawab yang sama: melindungi manusia, apa pun kondisinya.

Pelayanan yang Bertahan Karena Nilainya, Bukan Sekadar Fasilitasnya

Rumah sakit bisa memperbarui alat, menambah ruangan, atau membangun gedung baru. Semua itu penting dan membantu meningkatkan kualitas layanan. Tetapi yang membuat pelayanan kesehatan benar-benar berarti adalah niat untuk menjaga martabat setiap orang yang datang.

Nilai Al-Ma’un memberi pengingat sederhana: jangan membeda-bedakan. Jangan menunda sesuatu yang bisa menyelamatkan nyawa. Jangan membiarkan administrasi mengalahkan kemanusiaan. Bagi kami, nilai itu bukan jargon ia justru menjadi alasan kenapa rumah sakit ini berdiri sejak awal.

Penutup

Di tengah arus informasi yang begitu cepat, terkadang kebenaran datang belakangan. Namun di rumah sakit, prinsipnya tetap harus sama: melayani dengan hati dan memastikan keselamatan pasien menjadi prioritas.

Nilai Al-Ma’un menjadi kompas yang membantu kami tetap tegak di tengah berbagai situasi, baik yang terlihat di depan mata maupun yang bergulir di dunia digital. Itu pula yang ingin terus kami jaga, agar pelayanan kesehatan di RS Islam Jakarta Cempaka Putih bukan hanya bermanfaat secara medis, tetapi juga menghadirkan ketenangan bagi semua yang datang.

17/11/2025
269 kali
0

Di tengah gaya hidup modern, minum alkohol sering dianggap hal biasa — bahkan bagian dari pergaulan. Banyak orang memulainya “sekadar ikut-ikutan”, mencoba sedikit untuk bersosialisasi, hingga akhirnya menjadi kebiasaan yang tak disadari berdampak besar bagi tubuh. Yang sering terlupakan, hati (liver) adalah organ yang bekerja paling keras menetralkan racun, termasuk alkohol. Namun, saat beban itu terlalu berat, hati perlahan rusak tanpa memberi tanda yang jelas di awal.

Di sinilah bahaya sebenarnya dimulai ketika kebiasaan minum alkohol berubah menjadi ancaman nyata bagi kesehatan hati, dan memunculkan penyakit serius yang dikenal dengan istilah Liver Alcoholic.

Apa Itu Liver Alcoholic?

Liver Alcoholic atau Alcoholic Liver Disease (ALD) adalah penyakit hati akibat konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang. Alkohol yang masuk ke tubuh diuraikan di hati dan menghasilkan zat beracun bernama asetaldehida. Zat ini dapat merusak sel hati, menyebabkan peradangan, dan menurunkan fungsi hati secara bertahap.

Kenapa Alkohol Bisa Merusak Hati?

Hati bekerja keras untuk memproses alkohol menjadi zat yang tidak berbahaya. Namun, dalam proses itu muncul asetaldehida, senyawa toksik yang merusak dinding sel hati dan memicu peradangan serta penumpukan lemak. Jika konsumsi alkohol terus berlanjut, jaringan hati akan tergantikan oleh jaringan parut dan kehilangan fungsinya untuk menetralkan racun.

Tahapan Kerusakan Hati Akibat Alkohol

  1. Fatty Liver (Perlemakan Hati)
    Lemak menumpuk di hati karena proses metabolisme terganggu. Biasanya tidak menimbulkan gejala dan dapat pulih bila berhenti minum alkohol.
  1. Alcoholic Hepatitis
    Peradangan mulai terjadi. Gejalanya bisa berupa demam, nyeri di perut kanan atas, mual, dan kulit menguning (jaundice).
  1. Cirrhosis (Sirosis Hati)
    Tahap paling berat. Jaringan hati rusak permanen dan digantikan jaringan parut (fibrosis). Fungsi hati menurun drastis, bisa menyebabkan gagal hati bahkan kematian.

Tanda dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

  • Mudah lelah dan lesu
  • Nafsu makan menurun
  • Berat badan turun drastis
  • Kulit dan mata menguning
  • Nyeri atau rasa penuh di perut kanan atas
  • Perut tampak membuncit (akibat cairan/ascites)
  • Gatal pada kulit
  • Perubahan perilaku atau kebingungan

Jika gejala ini muncul, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan fungsi hati. Selain menimbulkan berbagai gejala fisik, kerusakan hati akibat alkohol juga berdampak pada kemampuan tubuh dalam menyerap dan memanfaatkan zat gizi. Akibatnya, banyak penderita liver alcoholic yang akhirnya mengalami gangguan gizi serius.

Gangguan Gizi Akibat Liver Alcoholic

Penderita penyakit liver akibat alkohol umumnya mengalami malnutrisi sedang hingga berat. Hal ini terjadi karena:

  • Penyerapan nutrisi terganggu akibat kerusakan usus dan penurunan enzim pencernaan.
  • Hati tidak mampu menyimpan vitamin dan mineral seperti vitamin A, D, E, K, B1, dan zinc.
  • Nafsu makan menurun karena mual, perut begah, dan rasa cepat kenyang.

Kondisi ini membuat penderita rentan terhadap:

  • Penurunan berat badan dan massa otot
  • Kekurangan protein dan energi
  • Kekurangan vitamin B1 (menyebabkan gangguan saraf)
  • Kekurangan asam folat (menyebabkan anemia)
  • Luka sulit sembuh dan daya tahan tubuh menurun

Rekomendasi Gizi Harian untuk Penderita atau Pencegahan

Untuk membantu pemulihan fungsi hati, berikut panduan gizi harian yang direkomendasikan oleh dokter gizi dan hepatologi:

  1. Kalori:
    30–35 kalori per kilogram berat badan per hari.
    (Contoh: Berat badan 60 kg → 1.800–2.100 kalori/hari)
  2. Protein:
    1,2–1,5 gram per kilogram berat badan per hari.
    (Sumber: ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, telur, susu rendah lemak)
  3. Karbohidrat kompleks:
    Menjadi sumber energi utama, misalnya dari nasi merah, oat, kentang, atau ubi.
  4. Lemak sehat:

Gunakan minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, dan ikan laut yang kaya omega-3. Hindari lemak jenuh dan gorengan.

  1. Vitamin & mineral:
    Tambahkan buah dan sayur berwarna cerah.
    Suplemen vitamin B kompleks, folat, dan zinc sering dibutuhkan sesuai saran dokter.
  2. Cairan:
    Penuhi kebutuhan air 2–2,5 liter per hari, kecuali ada pembatasan cairan dari dokter.
  3. Pantangan:
  • Alkohol dalam bentuk apa pun
  • Makanan tinggi garam (bisa memperparah pembengkakan)
  • Makanan olahan, tinggi gula, dan minuman bersoda

Bisakah Disembuhkan?

Tahap awal seperti fatty liver masih bisa sembuh total bila berhenti minum alkohol dan memperbaiki gaya hidup. Namun, bila sudah memasuki tahap sirosis, kerusakan bersifat permanen, meski pengobatan dan pola hidup sehat dapat memperlambat kerusakannya. Pada kondisi berat, transplantasi hati menjadi satu-satunya pilihan.

Tips dan Layanan Pemeriksaan Kesehatan Hati di RSIJ Cempaka Putih

Menjaga kesehatan hati bukan hanya soal berhenti dari alkohol, tetapi juga menerapkan pola hidup sehat dan seimbang setiap hari.

Berikut langkah sederhana untuk menjaga fungsi hati tetap optimal:

  • Hindari alkohol dan rokok sepenuhnya
  • Pertahankan berat badan ideal
  • Istirahat cukup dan kelola stress
  • Lakukan pemeriksaan fungsi hati secara berkala (SGOT, SGPT, USG abdomen)
  • Konsultasikan kebutuhan nutrisi dan pola makan dengan ahli gizi

Pemeriksaan Kesehatan yang dapat dilakukan di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, meliputi:

  • Poli Penyakit Dalam & Hepatologi — untuk pemeriksaan fungsi hati dan pengobatan lanjutan
  • Layanan Medical Check Up (MCU) — paket pemeriksaan hati lengkap
  • Konsultasi Gizi Klinis — untuk membantu merancang pola makan khusus penderita gangguan hati
13/11/2025
401 kali
0

Meski telah dikenal selama ribuan tahun sebagai bagian dari pengobatan tradisional Tiongkok, akupuntur kini telah berevolusi menjadi terapi medis yang diakui secara ilmiah. Dahulu, akupuntur dipandang sebagai metode alternatif yang hanya berfokus pada aliran energi tubuh. Namun seiring perkembangan ilmu pengetahuan, penelitian demi penelitian menunjukkan bahwa tusukan jarum akupuntur memiliki efek nyata terhadap sistem saraf, sirkulasi darah, dan fungsi organ tubuh.

Perubahan pemahaman inilah yang melahirkan akupuntur medik, sebuah pendekatan modern yang menggabungkan kearifan tradisional dengan dasar ilmiah kedokteran. Melalui pendekatan ini, akupuntur tidak lagi hanya dianggap sebagai terapi pelengkap, tetapi juga bagian dari penatalaksanaan medis yang dapat membantu mengatasi nyeri, mempercepat pemulihan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Untuk memahami lebih jauh, berikut penjelasan lengkap mengenai akupuntur medik, manfaatnya, hingga siapa saja yang dapat menjalani terapi ini.

Perbedaan Akupuntur Medik dan Akupuntur Tradisional

Perbedaan utama antara akupuntur medik dan akupuntur tradisional terletak pada dasar ilmunya dan pendekatan terapinya.

  • Akupuntur Tradisional berlandaskan pada pengobatan Tiongkok kuno yang menjelaskan penyakit sebagai akibat ketidakseimbangan energi tubuh (Qi) yang mengalir di sepanjang jalur meridian. Tujuannya adalah mengembalikan keseimbangan energi agar tubuh kembali harmonis.
  • Akupuntur Medik, didasarkan pada ilmu kedokteran modern seperti anatomi, fisiologi, dan sistem saraf. Tusukan jarum ditujukan untuk menstimulasi saraf dan jaringan tubuh, sehingga tubuh melepaskan zat alami seperti endorfin yang membantu meredakan nyeri dan mempercepat penyembuhan.

Singkatnya, akupuntur tradisional berfokus pada keseimbangan energi, sedangkan akupuntur medik menekankan pada mekanisme biologis dan respon medis tubuh.

Manfaat Akupuntur Medik

Akupuntur medik memiliki berbagai manfaat yang telah terbukti secara klinis, di antaranya:

  • Mengurangi nyeri akut maupun kronis, seperti nyeri punggung, nyeri leher, nyeri lutut, nyeri bahu, dan sakit kepala.
  • Membantu pemulihan pasca stroke, terutama dalam memperbaiki kemampuan bicara dan gerak.
  • Meningkatkan kualitas tidur, menurunkan stres, dan membantu mengatasi gangguan kecemasan.
  • Mendukung program penurunan berat badan atau berhenti merokok.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh dan kebugaran.

Kondisi yang Dapat Diterapi dengan Akupuntur Medik

Akupuntur medik dapat membantu pasien dengan berbagai keluhan, seperti:

  • Gangguan sistem saraf: stroke, nyeri neuropatik, atau kesemutan kronis.
  • Gangguan muskuloskeletal: nyeri otot, nyeri sendi, cedera olahraga, dan kaku otot.
  • Gangguan pencernaan: dispepsia, mual, konstipasi.
  • Gangguan tidur dan stres emosional: insomnia, kecemasan, burnout.
  • Gangguan hormonal atau metabolik: sindrom pramenstruasi (PMS), obesitas, diabetes ringan.

Cara Kerja Akupuntur Medik

Dalam akupuntur medik, jarum halus ditusukkan ke titik-titik tertentu di tubuh untuk menstimulasi saraf sensorik dan jaringan otot. Proses ini akan:

  • Mengaktifkan sistem saraf pusat untuk melepaskan endorfin dan serotonin, zat alami pereda nyeri.
  • Meningkatkan sirkulasi darah, membantu oksigenasi jaringan yang rusak.
  • Mengurangi peradangan dan kekakuan otot.
  • Mempercepat proses regenerasi sel dan penyembuhan alami tubuh.

Semua tindakan dilakukan secara steril, dengan jarum sekali pakai, dan prosedur sesuai standar medis.

Siapa Saja yang Bisa Mendapatkan Layanan Ini?

Akupuntur medik dapat diberikan untuk berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak remaja hingga lansia, dengan catatan telah dikonsultasikan oleh dokter. Beberapa kondisi umum yang disarankan menjalani akupuntur medik antara lain:

  • Pasien pasca stroke atau cedera saraf.
  • Pasien dengan nyeri otot atau sendi
  • Individu dengan gangguan tidur, stres, atau kelelahan kronis.
  • Pasien yang menjalani terapi rehabilitasi medik.
  • Pasien dengan gangguan pencernaan atau metabolisme ringan.

Namun, pasien dengan infeksi aktif, gangguan pembekuan darah berat, atau wanita hamil sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu sebelum menjalani terapi.

Efek Samping Akupuntur Medik

Secara umum, akupuntur medik tergolong aman bila dilakukan oleh dokter bersertifikat. Efek samping yang mungkin terjadi biasanya ringan dan bersifat sementara, seperti:

  1. Rasa pegal ringan di area tusukan jarum.
  2. Sedikit memar atau kemerahan.
  3. Rasa kantuk atau relaksasi berlebih setelah terapi.
  4. Efek ini biasanya hilang dalam 1–2 hari, dan tubuh akan terasa lebih ringan setelahnya.

Tindakan Medis Serupa namun Berbeda

Beberapa tindakan medis lain yang sering dianggap mirip dengan akupuntur, padahal berbeda, antara lain:

  1. Dry Needling: Sama-sama menggunakan jarum, namun fokus menargetkan trigger point otot untuk melepaskan ketegangan, biasanya dilakukan oleh fisioterapis.
  2. Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS): Menggunakan arus listrik ringan tanpa jarum untuk merangsang saraf dan mengurangi nyeri.
  3. Terapi Laser Low-Level (LLLT): Menggunakan cahaya laser dengan intensitas rendah untuk mempercepat penyembuhan jaringan.

Akupuntur medik berbeda karena menggabungkan stimulus jarum dan mekanisme neurofisiologis tubuh secara alami, sehingga memberikan efek terapeutik lebih menyeluruh.

Alternatif Pengobatan Alami di RS Islam Jakarta Cempaka Putih

Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap efek samping obat-obatan jangka panjang, akupuntur medik hadir sebagai solusi pengobatan alternatif yang aman, alami, dan berbasis medis. Dengan menstimulasi sistem saraf dan mekanisme penyembuhan alami tubuh, terapi ini membantu meredakan nyeri, memperbaiki fungsi tubuh, serta meningkatkan kebugaran tanpa ketergantungan obat kimia.

RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) menghadirkan layanan Akupuntur Medik yang dilakukan langsung oleh dokter Spesialis Akupuntur, menggunakan peralatan steril dan metode ilmiah yang telah terbukti efektif. Setiap pasien akan mendapatkan penilaian medis menyeluruh sebelum terapi, sehingga proses pengobatan lebih aman, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Jadwalkan konsultasi dan rasakan manfaat pemulihan alami melalui Akupuntur Medik, solusi sehat tanpa obat untuk hidup yang lebih seimbang dan bugar.

Info & pendaftaran Poliklinik Akupuntur RS Islam Jakarta Cempaka Putih:
WhatsApp Pasien Tunas & Asuransi 
WhatsApp Pasien BPJS Kesehatan 

10/11/2025
341 kali
0

Jakarta, 7 November 2025 – Di tengah semangat kreatif yang menggema di Jakarta Convention Center, RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) menghadirkan pesan yang tak biasa: bahwa kreativitas lahir dari tubuh dan jiwa yang sehat. RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) resmi ambil bagian dalam gelaran IdeaFest 2025, festival kreatif terbesar di Indonesia yang tahun ini mengusung tema “(Cult)ivate the Culture”. Kegiatan berlangsung pada 31 Oktober hingga 2 November 2025 dan menghadirkan lebih dari 120 sesi inspiratif dengan 500 pembicara nasional dan internasional dari berbagai bidang seperti film, musik, teknologi, sastra, kuliner, olahraga, hingga ekonomi kreatif.

IdeaFest bukan sekadar ruang pamer kreativitas, tetapi ruang bertukar ide, merawat nilai, dan menciptakan budaya yang relevan. Kehadiran RSIJCP menjadi bentuk nyata integrasi antara dunia kesehatan dan industri kreatif, bahwa kreativitas hanya dapat tumbuh dari tubuh yang sehat, pikiran yang tenang, dan jiwa yang seimbang.

Tentang IdeaFest

IdeaFest merupakan festival kreatif tahunan yang mempertemukan pelaku industri kreatif, startup, seniman, musisi, inovator, dan komunitas dari berbagai bidang. Mengusung semangat kolaborasi dan inspirasi, IdeaFest menghadirkan talkshow, workshop, instalasi seni, business networking, hingga experiential activities yang dikunjungi ribuan pengunjung setiap tahunnya, mulai dari anak muda, profesional, pelaku industri kreatif, hingga influencer.

RSIJCP: Rumah Sakit Islami Modern, Humanis, dan Berkelanjutan

Sebagai rumah sakit yang telah berdiri 54 tahun, RSIJCP terus menjaga komitmen pelayanan berdasarkan moto “Bekerja Sebagai Ibadah, Ihsan dalam Pelayanan” dan visi “Menjadi Rumah Sakit Kepercayaan Masyarakat yang Unggul, Islami, dan Tangguh.”

RSIJCP hadir dengan pendekatan lintas generasi, beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui peningkatan fasilitas, teknologi medis modern, pelayanan digital, serta memperkuat aliansi dengan 7 rumah sakit Muhammadiyah lainnya.

Melalui partisipasi di IdeaFest 2025, RSIJCP memperkenalkan dirinya sebagai:

  • Rumah sakit Islam modern yang mengintegrasikan layanan medis profesional dengan nilai etika dan spiritual.
  • Health partner masyarakat modern, melalui pelayanan seperti Pusat Stroke Terpadu, Cathlab, Klinik Premarital, MCU Kreatif, hingga layanan digital seperti Telemedicine dan Teramedik: Rekam Medis Elektronik.
  • Institusi yang mendukung budaya sehat, mulai dari edukasi publik, promosi kesehatan, hingga penguatan kesehatan mental dan keluarga.

Marketing Manager RSIJ Cempaka Putih, Muhammad Jalaluddin, menjelaskan bahwa kreativitas dan kesehatan memiliki keterkaitan erat. Menurutnya, karya lahir dari tubuh yang sehat, pikiran yang tenang, dan jiwa yang kuat. Kehadiran RSIJCP di IdeaFest menjadi cara untuk menegaskan bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari merawat budaya bangsa. 

Peran RSIJCP di IdeaFest 2025

Dalam ajang ini, RSIJCP bertugas sebagai medical partner, dengan menyediakan:

  • Tenaga medis (dokter & perawat), ambulance, oksigen, dan kebutuhan medis lainnya
  • Booth layanan kesehatan gratis untuk pengunjung
  • Dukungan keamanan kesehatan selama acara berlangsung

Booth RSIJCP menarik perhatian banyak pengunjung dari berbagai kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja kreatif, keluarga muda, hingga influencer dan public figure yang hadir selama festival.

Menghubungkan Kesehatan dan Kreativitas: Aktivasi di Booth RSIJCP

Untuk menghadirkan pengalaman yang bermakna dan sesuai dengan semangat IdeaFest, RSIJCP menyediakan berbagai aktivitas gratis yang mengajak pengunjung untuk peduli pada kesehatan fisik dan mental sebagai bagian dari gaya hidup kreatif:

  1. Lapor Dok!
    Konsultasi langsung dengan dokter mengenai kesehatan sehari-hari seperti kelelahan, pola tidur, nutrisi, tips menjaga stamina saat bekerja kreatif, maupun masalah kesehatan lainnya yang dialami oleh pengunjung.
  2. Mini MCU (Medical Check-Up)
    Pemeriksaan kesehatan gratis meliputi tensi, gula darah sewaktu, kolesterol, dan asam urat. Pemeriksaan ini membantu pengunjung mengetahui kondisi tubuh mereka sejak dini.
  3. Talk to Heal
    Ruang ngobrol ringan bersama Psikolog mengenai burnout, kecemasan, tekanan media sosial, creative block, memberikan dukungan pada kesehatan mental, hingga masalah pribadi pengunjung yang ingin didiskusikan langsung oleh pakarnya.
  4. Skipping Games
    Lomba lompat tali selama satu menit untuk mencari peserta dengan skor tertinggi. Aktivasi ini menghadirkan olahraga yang fun, sederhana, dan memacu energi positif.
  5. Wheel of Spin
    Pengunjung cukup follow media sosial RSIJCP untuk memutar roda keberuntungan dan berkesempatan mendapatkan merchandise resmi RSIJCP.

 

Setiap aktivitas dirancang agar mudah diikuti, ringan, tetapi bermakna. Aktivitas yang dihadirkan menegaskan bahwa kesehatan adalah bagian dari budaya yang perlu terus dirawat, sama halnya dengan kreativitas.

Langkah Lanjut RSIJCP

Melalui partisipasi di IdeaFest, RSIJCP berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui:

  • Keterlibatan dalam acara kreatif, komunitas, maupun festival sebagai medical partner atau sponsor.
  • Membuka layanan pemeriksaan kesehatan dan edukasi publik di ruang-ruang komunitas.
  • Penguatan layanan modern dan humanis melalui digitalisasi, peningkatan fasilitas, dan adaptasi terhadap kebutuhan generasi muda.
  • Kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pihak, termasuk jaringan rumah sakit Muhammadiyah.

Lihat keseruan seluruh aktivasi yang dilakukan Tim RS Islam Jakarta Cempaka Putih selama kegiatan Ideafest 2025 di Instagram kami @rsijcempakaputih

07/11/2025
372 kali
0

Cedera patah tulang pada anak merupakan salah satu kasus yang cukup sering terjadi akibat aktivitas fisik yang tinggi, seperti bermain, berlari, atau berolahraga. Meskipun tulang anak lebih lentur dibandingkan tulang orang dewasa, risiko patah tulang tetap ada, terutama bila terjadi benturan atau jatuh dengan keras. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian khusus, karena selain menimbulkan rasa nyeri dan keterbatasan gerak, cedera tulang pada anak juga dapat memengaruhi pertumbuhan tulang di masa depan.

Aktivitas anak yang tinggi memang membuat mereka lebih rentan mengalami cedera, terutama ketika melakukan aktivitas fisik yang berlebihan. Menurut DR. dr. Aryadi Kurniawan, Sp.OT., Subsp.A (K), Spesialis Orthopedi & Traumatologi RS Islam Jakarta Cempaka Putih, cedera seperti ini perlu diperhatikan serius karena dapat memengaruhi pertumbuhan tulang anak bila tidak ditangani dengan tepat. “Seorang anak yang mengalami cedera tulang sangat cepat sembuh. Dia akan sembuh, akan hilang sakitnya, akan tetapi dalam posisi yang kurang baik, bengkok, berputar sehingga akan mengakibatkan kepada kisaran gerak sendi yang akan terganggu. Pada akhirnya hal tersebut akan mengakibatkan penurunan kualitas hidup sang anak.” Jelas dr. Aryadi.

Apa yang Menyebabkan Patah Tulang pada Anak?

Cedera tulang dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari aktivitas ringan hingga kecelakaan yang lebih berat. Beberapa penyebab yang sering dijumpai antara lain:

  • Jatuh dari tempat tinggi, seperti dari sepeda, perosotan, atau tempat tidur.
  • Benturan keras saat bermain atau berolahraga.
  • Trauma langsung seperti tertimpa benda berat.
  • Kelemahan tulang akibat kondisi medis tertentu seperti osteoporosis anak atau tulang rapuh (osteogenesis imperfecta).

Gejala yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Membedakan antara keseleo dan patah tulang pada anak memang tidak selalu mudah. “Anak usia 8 – 10 tahun jatuh dan cedera otomatis dia pasti akan menangis dan akan bilang mama/papa sakit. Bahkan dia bisa dengan spesifik menunjukkan lokasi sakitnya. Orang tua juga lebih mudah mengidentifikasi berat, ringan, dan derajat cedera yang terjadi,” jelas dr. Aryadi. Namun, ada beberapa tanda khas yang perlu dikenali:

  • Anak mengeluh nyeri tajam setelah jatuh atau terbentur.
  • Terjadi bengkak atau memar di area yang terkena.
  • Bentuk tulang terlihat tidak normal atau tampak menonjol.
  • Anak enggan menggerakkan bagian tubuh yang sakit.
  • Kadang terdengar bunyi “krek” saat terjadi cedera.

Aryadi menambahkan “Tantangan muncul ketika orang tua berhadapan dengan anak usia misalnya dibawah 5 tahun. Orang tua tidak bisa mengandalkan kepada komunikasi verbal tapi mengandalkan pada komunikasi non-verbal, yaitu: anak biasanya hanya menangis, tapi anak tidak mau menggerakkan anggota gerak badan yang terlibat cedera tersebut.”

Jenis-Jenis Patah Tulang yang Umum Terjadi pada Anak

Tulang anak memiliki struktur yang masih tumbuh sehingga jenis patahnya berbeda dari orang dewasa. Jenis fraktur yang sering terjadi di antaranya:

  1. Greenstick fracture:
    Tulang retak sebagian seperti ranting muda yang patah tapi tidak sepenuhnya terpisah.
  1. Torus (buckle) fracture:
    Tulang menekuk tanpa benar-benar patah, sering terjadi di pergelangan tangan.
  1. Complete fracture:
    Tulang patah total menjadi dua bagian atau lebih.
  1. Growth plate fracture (epiphyseal fracture):
    Patah pada lempeng pertumbuhan tulang; butuh penanganan hati-hati karena dapat memengaruhi pertumbuhan tulang anak.

Penanganan Medis Patah Tulang pada Anak

Penanganan fraktur anak harus dilakukan oleh dokter spesialis ortopedi anak atau melalui layanan rehabilitasi medik. Proses penanganan biasanya meliputi:

  • Pemeriksaan radiologi (X-ray atau MRI) untuk memastikan lokasi dan jenis patah.
  • Imobilisasi dengan gips, bidai, atau belat agar tulang menyatu dengan baik.
  • Reduksi atau pengembalian posisi tulang bila terjadi pergeseran.
  • Operasi (ORIF) untuk fraktur kompleks atau yang mengenai area pertumbuhan tulang.
  • Rehabilitasi medik/fisioterapi setelah gips dilepas, guna memulihkan kekuatan otot dan fungsi gerak.

Pesan dr. Aryadi untuk Orang Tua

Aryadi mengingatkan bahwa penanganan cepat dan tepat menjadi kunci utama agar pertumbuhan tulang anak tidak terganggu. Selain itu, pencegahan juga penting dilakukan:

  • Awasi anak saat bermain di tempat tinggi.
  • Gunakan alat pelindung diri saat berolahraga.
  • Berikan asupan kalsium dan vitamin D yang cukup setiap hari.
  • Biasakan anak melakukan aktivitas fisik yang aman dan seimbang.

“Kalau hanya memar, biasanya 2–3 jam sudah bisa digerakkan. Kalau tetap tidak mau gerak dan bengkak, segera ke RS untuk pemeriksaan rontgen.,” tutup dr. Aryadi.

Layanan Rehabilitasi Medik di RS Islam Jakarta Cempaka Putih

RS Islam Jakarta Cempaka Putih menyediakan layanan Rehabilitasi Medik dan Ortopaedi Anak dengan fasilitas modern di Gedung IGD Baru. Ditangani langsung oleh dokter spesialis kedokteran fisik & rehabilitasi (Sp.KFR), fisioterapis, okupasi terapis, serta terapis wicara profesional yang siap mendampingi proses pemulihan anak.

Buka setiap hari Senin – Sabtu pukul 08.00 – 16.00 WIB.

Melayani pasien BPJS Kesehatan, Asuransi, Jaminan Perusahaan, maupun Umum.

Info layanan selengkapnya dapat menghubungi:

Pendaftaran BPJS: 0858-5005-0010

Pendaftaran Umum, Asuransi, dan Perusahaan: 0812-1349-1516

05/11/2025
431 kali
0

Di tengah meningkatnya tren pernikahan di kalangan muda, semakin banyak pasangan yang mempersiapkan berbagai hal menjelang hari Bahagia mulai dari konsep acara, busana, hingga lokasi pernikahan. Namun, satu aspek penting sering kali terlewatkan, yaitu pemeriksaan kesehatan sebelum menikah (premarital check-up). Padahal, kesiapan fisik dan mental merupakan pondasi utama untuk membangun rumah tangga yang harmonis, sehat, dan bahagia.

Tujuan Pernikahan dalam Pandangan Islam

Dalam Islam, pernikahan merupakan ibadah dan bagian dari sunnah Rasulullah SAW. Tujuannya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis, tetapi juga untuk menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

  • Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
    “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-Rum [30]: 21)
  • Rasulullah SAW juga bersabda:
    “Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian yang telah mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kehormatan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari dua pedoman tersebut, Islam menekankan bahwa kesiapan dalam pernikahan tidak hanya mencakup aspek spiritual dan finansial, tetapi juga kesehatan jasmani dan rohani. Pasangan yang sehat akan lebih siap membina keluarga yang produktif dan berkualitas.

Pentingnya Screening Kesehatan Sebelum Pernikahan

Melakukan Premarital Check-Up adalah bentuk tanggung jawab pasangan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Pemeriksaan ini membantu mengenali kondisi kesehatan masing-masing dan mencegah risiko di masa depan.

Berikut manfaat pentingnya pemeriksaan kesehatan pra-nikah:

  1. Mendeteksi Penyakit Menular Sejak Din
    Pemeriksaan HIV, Hepatitis B (HBsAg), dan infeksi menular lainnya membantu pasangan mengambil langkah pencegahan lebih awal.
  1. Mengetahui Kondisi Reproduksi dan Kesuburan
    Pemeriksaan hormonal dan USG kandungan memberi gambaran kesiapan pasangan dalam merencanakan kehamilan sehat.
  1. Mencegah Risiko Genetik dan Kelainan Keturunan
    Tes genetik dapat mendeteksi potensi penyakit turunan seperti talasemia agar dapat diantisipasi sejak dini.
  1. Menjaga Kesehatan Mental dan Kesiapan Emosional
    Konseling kesehatan dan keluarga membantu pasangan memahami peran serta komunikasi efektif dalam rumah tangga.
  1. Membangun Kepercayaan dan Keterbukaan Dengan Pasangan
    Dengan hasil pemeriksaan yang transparan, pasangan dapat saling mendukung dalam menjaga kesehatan bersama.

Aturan Pemerintah Terkait Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Pernikahan

Pemerintah Indonesia secara resmi mendorong pentingnya pemeriksaan pra-nikah melalui berbagai regulasi:

  • Kementerian Kesehatan RI menerbitkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/V/2375/2022 tentang Penyelenggaraan Skrining Kesehatan bagi Calon Pengantin, yang menganjurkan pemeriksaan kesehatan minimal tiga bulan sebelum menikah untuk mencegah penyakit menular dan stunting.
  • Kementerian Agama RI melalui Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah mewajibkan calon pengantin mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin), termasuk pemeriksaan kesehatan sebagai bentuk kesiapan menuju keluarga sakinah.
  • Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) juga meluncurkan program Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil) untuk memastikan calon pengantin memiliki kesiapan fisik dan mental sebelum menikah.

Kebijakan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun generasi sehat dan menurunkan angka stunting melalui kesiapan pasangan sejak pra-nikah.

Layanan Premarital Check-Up di RS Islam Jakarta Cempaka Putih

Sebagai rumah sakit berbasis nilai-nilai Islam, RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) menghadirkan layanan Premarital Check-Up yang komprehensif untuk calon pengantin.

Pemeriksaan meliputi:

  • Konsultasi Dokter Umum
  • Pemeriksaan Mata
  • Pemeriksaan Darah Lengkap
  • Tes HIV dan HBsAg
  • USG Kandungan
  • Konsultasi Keluarga Sakinah

Selain pemeriksaan medis, RSIJCP juga memberikan edukasi tentang kesehatan keluarga dan reproduksi yang sejalan dengan prinsip Islam, agar pasangan dapat memulai pernikahan dengan persiapan yang matang dan penuh keberkahan.

Pilihan Paket Premarital Check Up di RSIJCP

RSIJCP menyediakan tiga pilihan paket yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan:

  1. Basic Package — Rp630.000 untuk Pria dan Wanita.
  2. Silver Package — Rp790.000 untuk Pria dan Rp1.120.000 untuk Wanita.
  3. Platinum Package — Rp1.035.000 untuk Pria dan Rp1.345.000 untuk Wanita.

Setiap paket menawarkan pemeriksaan yang menyeluruh, mulai dari pemeriksaan dasar hingga pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kesiapan pasangan secara menyeluruh. Detail selengkapnya terkait daftar harga dan layanan pada setiap paketnya dapat dilihat disini.

Menjadi Sehat Bersama Sebelum Bersama

Menikah bukan hanya tentang cinta, tetapi juga komitmen untuk menjaga kesehatan bersama. Dengan melakukan Premarital Check-Up di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, setiap calon pasangan telah mengambil langkah bijak menuju keluarga yang sehat, bahagia, dan diridhai Allah SWT.

Informasi lebih lanjut:
RS Islam Jakarta Cempaka Putih
Jl. Cempaka Putih Tengah I No.1, Jakarta Pusat
WhatsApp: 0813-8564-8125

30/10/2025
828 kali
0

Stroke masih menjadi penyebab kematian dan disabilitas tertinggi di dunia. Berdasarkan data World Stroke Organization (2023), setiap tahun lebih dari 12 juta orang di dunia mengalami stroke, dan sekitar 6,5 juta di antaranya meninggal dunia.

Di Indonesia, situasinya juga memprihatinkan. Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi stroke sebesar 10,9 per 1.000 penduduk, dengan peningkatan signifikan pada usia 45 tahun ke atas. Stroke menempati peringkat pertama penyebab kematian di Indonesia, baik pada pria maupun wanita.

Apa Itu Stroke dan Siapa yang Bisa Terserang?

Stroke adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti, baik karena sumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).
Kekurangan aliran darah menyebabkan sel-sel otak mati dalam hitungan menit, dan kerusakan ini dapat bersifat permanen jika tidak segera ditangani.

Stroke dapat menyerang siapa saja, namun risikonya meningkat pada orang dengan:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Diabetes melitus
  • Kolesterol tinggi
  • Gaya hidup tidak sehat (merokok, kurang olahraga, konsumsi makanan tinggi lemak)
  • Riwayat keluarga dengan stroke atau penyakit jantung

Ciri-Ciri Stroke dan Cara Mengenalinya: Metode FAST

Untuk mengenali stroke, masyarakat dapat menggunakan metode FAST:

  • F (Face Drooping): Salah satu sisi wajah tampak menurun.
  • A (Arm Weakness): Salah satu lengan terasa lemah atau sulit digerakkan.
  • S (Speech Difficulty): Bicara pelo atau sulit memahami ucapan.
  • T (Time to Call Emergency): Segera hubungi layanan darurat atau bawa ke rumah sakit.

Metode FAST membantu masyarakat mengenali gejala lebih cepat agar pasien segera mendapatkan penanganan medis.

Kenapa Penting Bertindak Cepat

Stroke adalah perlombaan melawan waktu. Setiap menit yang terlewat dapat menyebabkan kematian sekitar 1,9 juta sel otak. Penanganan cepat dalam waktu 3–4,5 jam pertama (“Golden Hour”) dapat menentukan tingkat keberhasilan pemulihan pasien. Semakin cepat penanganan, semakin besar peluang pasien kembali beraktivitas normal tanpa disabilitas berat.

Peran Masyarakat dengan Menjadi “Stroke Spotter

Masyarakat nonmedis memiliki peran penting dalam penyelamatan pasien stroke. Menjadi Stroke Spotter berarti:

  • Peka terhadap gejala stroke.
  • Mengetahui metode FAST.
  • Segera menolong pasien dengan membawa ke IGD rumah sakit terdekat.
  • Mencatat waktu munculnya gejala untuk membantu tim medis menentukan langkah penanganan.

Setiap orang bisa menjadi Stroke Spotter dan ini dapat menjadi salah satu langkah kecil yang berpotensi menyelamatkan nyawa.

Pentingnya “Code Stroke” di Rumah Sakit

Selain peran penting masyarakat dengan menjadi Stroke Spotter, kecepatan tanggap tim medis di rumah sakit sebagai tempat pemberi pelayanan kesehatan juga sangat penting. Oleh karena itu, “Code Stroke” diterapkan sebagai sistem siaga darurat bagi pasien dengan dugaan stroke akut. Aktivasi Code Stroke memastikan seluruh tim medis mulai dari dokter IGD, spesialis saraf, radiologi, hingga perawat bekerja cepat dan terkoordinasi untuk melakukan diagnosis dan penanganan dalam waktu singkat.

Prosedur Cepat Code Stroke

Ketika Code Stroke diaktifkan, berikut tahapan yang dilakukan:

  • Triase cepat di IGD untuk mengenali tanda stroke.
  • Pemeriksaan CT-Scan atau MRI segera dilakukan untuk menentukan jenis stroke.
  • Pemberian obat trombolitik (jika memenuhi kriteria) pada stroke iskemik untuk melancarkan aliran darah.
  • Penanganan intensif di ruang perawatan atau ICU.
  • Rujukan ke Rehabilitasi Medik untuk pemulihan fungsi tubuh setelah fase akut.

RS Islam Jakarta Cempaka Putih telah memiliki tenaga medis terlatih dan fasilitas yang mendukung implementasi Code Stroke ini.

Langkah Pencegahan Stroke

Pencegahan stroke dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat:

  • Rutin memeriksa tekanan darah, gula, dan kolesterol.
  • Berolahraga teratur minimal 30 menit sehari.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang, kaya serat dan rendah garam.
  • Hindari merokok dan alkohol.
  • Kelola stres dan cukup tidur.

Pemeriksaan dan Penanganan Dini di RS Islam Jakarta Cempaka Putih

RS Islam Jakarta Cempaka Putih memiliki layanan lengkap untuk pemeriksaan dan penanganan stroke:

  • Layanan IGD 24 jam dengan sistem Code Stroke.
  • Pemeriksaan CT-Scan dan MRI otak untuk diagnosis cepat dan akurat.
  • Layanan Cathlab (Catheterization Laboratory) untuk tindakan intervensi pembuluh darah otak pada kasus stroke iskemik.
  • Konsultan Saraf Intervensi yang berpengalaman dalam menangani tindakan penyelamatan otak melalui prosedur minimal invasif.
  • Radiologi Intervensi yang mendukung proses diagnosis dan terapi stroke dengan teknologi mutakhir.
  • Layanan rehabilitasi medik untuk pemulihan fungsi tubuh pasca stroke.
  • Konsultasi terpadu dengan dokter spesialis saraf, penyakit dalam, jantung, dan rehabilitasi medik.

Harapan di Masa Depan

Melalui edukasi dan penerapan sistem cepat tanggap seperti Code Stroke, RS Islam Jakarta Cempaka Putih berharap semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat stroke. Dengan dukungan tenaga medis, fasilitas modern, dan peran aktif masyarakat sebagai Stroke Spotter, kita bisa bersama-sama menurunkan angka kematian dan disabilitas akibat stroke di Indonesia.

Selamat Hari Stroke Dunia 2025. Bersama kita wujudkan masyarakat yang lebih sadar, sigap, dan siap menghadapi stroke.

29/10/2025
517 kali
Halaman 2 dari 62

Pendaftaran Rawat Jalan

Promo Layanan. *baca syarat dan ketentuan berlaku
  • Rumah Sakit Islam Jakarta adalah perwujudan dari Iman sebagai amal shaleh kepada ALLAH SWT dan menjadikannya sebagai sarana ibadah.
    RS Islam Jakarta Cempaka Putih
Rekanan RS Islam Jakarta Cempaka Putih #Asuransi #BUMN #BUMD #Perusahaan

Terakreditasi Nomor. LARSI/SERTIFIKAT/096/02/2023

Lulus Tingkat Paripurna      

Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih

  • Jl. Cemp. Putih Tengah I No.1, RT.11/RW.5, Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 10510
  • +6221 4280 1567
  • +6221 425 0451
  • rsijpusat@rsi.co.id

Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Khusus BPJS

Pendaftaran Rawat Jalan Pasien Umum, Jaminan Perusahaan & Asuransi

  • +6221 425 0451 ext. 6508

Visitors

© 2018-2024. Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih