Sering dengar istilah GERD? Belakangan, keluhan ini terasa semakin familiar, terutama di kalangan anak muda dan usia produktif. Mulai dari perut panas, dada seperti terbakar, sesak setelah makan, sampai rasa asam yang naik ke tenggorokan. Gejala-gejala tersebut banyak dialami karena tuntutan gaya hidup saat ini yang serba cepat.
Padahal sebelumnya GERD lebih banyak dialami usia 40 tahun ke atas tapi kini, studi menunjukkan pola berbeda. Data American College of Gastroenterology (ACG) melaporkan bahwa tren keluhan refluks meningkat pada usia 20 - 40 tahun, salah satunya akibat pola makan tidak teratur, stres, tidur kurang, dan kebiasaan sedentary. Penelitian lain dari Journal of Neurogastroenterology & Motility (2022) juga memperlihatkan bahwa prevalensi GERD global mencapai ~13% populasi, dengan peningkatan signifikan pada kelompok usia produktif.
GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup antara lambung dan esofagus. Akibatnya, muncul keluhan seperti:
Mereka yang lebih rentan mengalami GERD biasanya memiliki faktor risiko seperti:
Gaya hidup modern punya kontribusi besar. Terlebih, saat ini anak muda, mau tak mau, hidup dengan ritme “serba cepat”:
Kombinasi inilah yang membuat keluhan GERD makin sering muncul, bahkan hingga mengganggu aktivitas harian dan produktivitas.
Jika dibiarkan dan sering kambuh, GERD dapat menyebabkan:
Karena itu, selain obat dari dokter, perubahan gaya hidup memegang peranan sangat besar.
Menurut Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, dokter spesialis penyakit dalam RS Islam Jakarta Cempaka Putih yang memiliki keahlian dalam menangani penyakit yang berkaitan dengan sistem pencernaan (gastroenterology) dan hati (hepatology). Pengobatan GERD adalah jangka panjang, dan bukan hanya soal obat. Modifikasi gaya hidup adalah kunci utama. Berikut tips lengkapnya:
GERD bukan lagi masalah orang tua karena anak muda pun kini sangat rentan akibat gaya hidup modern. Kabar baiknya, keluhan GERD bisa sangat terkendali bila pasien melakukan modifikasi gaya hidup secara konsisten.
Obat memang membantu, tapi kunci utamanya ada di kebiasaan: pola makan, aktivitas, stres, dan gaya hidup yang lebih sehat.
Musim pancaroba adalah masa peralihan antara musim hujan dan musim kemarau. Pada periode ini, cuaca berubah secara cepat dari siang yang panas, sore hujan, dan malam kembali dingin. Kondisi ini menyebabkan daya tahan tubuh menurun dan pathogen-patogen seperti virus dan bakteri lebih mudah berkembang.
Menurut dr. Laharsa Madison, M.P.H., Sp.P,
“Dengan perubahan suhu yang ekstrem akibat pancaroba, maka akan berkembang biak patogen-patogen seperti kuman dan virus yang dapat mengakibatkan terjadinya infeksi pada saluran pernapasan, khususnya pada saluran pernapasan atas.”
ISPA atau Infeksi Saluran Pernafasan Akut, menjadi penyakit yang paling sering muncul pada fase ini.
Beberapa patogen berkembang lebih cepat pada kondisi udara lembap dan suhu yang tidak stabil. Berikut penjelasan mengenai virus dan bakteri yang sering menyebabkan ISPA:
Setelah memahami apa itu ISPA, penting untuk mengetahui bahwa penanganan ISPA tidak selalu sama pada setiap orang. Cara menanganinya bisa berbeda antara anak, dewasa, dan kelompok rentan. Karena itu, langkah yang tepat perlu disesuaikan dengan usia dan kondisi masing-masing.
Penanganan untuk Semua Usia
Penanganan Khusus untuk Anak-anak
Penanganan untuk Dewasa
Kapan Harus ke Dokter Paru?
Baik dewasa maupun anak perlu segera mendapatkan pemeriksaan Dokter Spesialis Paru apabila gejala ISPA tidak membaik atau menunjukkan tanda bahaya.
Pada orang dewasa, waspadai jika mengalami:
Sementara pada bayi dan anak, segera bawa ke dokter jika terlihat:
Pemeriksaan sejak dini membantu mencegah komplikasi dan memastikan penanganan yang sesuai usia serta kondisi masing-masing.
Aneurisma otak merupakan penyakit serius yang dapat terjadi tanpa gejala hingga menimbulkan kondisi darurat medis. Dengan kemajuan teknologi medis seperti Cathlab, deteksi dan penanganan aneurisma dapat dilakukan secara lebih akurat, aman, dan minim invasif.
Di RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP), tindakan ini ditangani langsung oleh dr. KMA Halim Habibi, Sp.BS-FIS atau lebih akrab disapa dr. Habibi. Ia merupakan dokter spesialis yang berpengalaman dalam pemeriksaan dan penanganan pembuluh darah otak melalui Cathlab.
Aneurisma otak adalah pelebaran atau tonjolan abnormal pada dinding pembuluh darah arteri di otak akibat melemahnya lapisan pembuluh tersebut. Kondisi ini menyerupai balon kecil di sepanjang pembuluh darah, dan jika pecah, dapat menyebabkan perdarahan otak (perdarahan subarachnoid) yang berisiko fatal.
Biasanya aneurisma muncul di pembuluh darah dasar otak (Willis Circle), yaitu titik pertemuan beberapa arteri utama di otak.
Ketika salah satu lapisan dinding pembuluh darah melemah akibat tekanan darah tinggi, faktor genetik, atau gaya hidup, darah yang mengalir terus-menerus dapat membuat area tersebut menonjol keluar.
Jika tekanan meningkat, tonjolan (aneurisma) bisa pecah dan menyebabkan perdarahan mendadak di otak.
Kebanyakan aneurisma tidak menimbulkan gejala sampai pecah. Namun, aneurisma besar dapat menekan saraf otak dan menimbulkan:
Jika aneurisma pecah, gejalanya muncul mendadak:
Kondisi ini merupakan darurat medis yang harus segera ditangani di rumah sakit.
Untuk diagnosis paling akurat, RSIJ Cempaka Putih menyediakan pemeriksaan angiography cerebral menggunakan Cathlab. Cathlab (Catheterization Laboratory) adalah ruang tindakan dengan teknologi radiologi canggih yang memungkinkan dokter melihat pembuluh darah otak secara real-time.
Tindakan yang dilakukan akan disesuaikan dengan kondisi pasien:
Metode coiling menjadi pilihan utama karena lebih aman, minim nyeri, dan cepat pulih dibanding metode konvensional.
Aneurisma otak sering kali tidak menimbulkan gejala sebelum terjadi komplikasi. Dengan pemeriksaan Cathlab bersama dr. Habibi di RSIJ Cempaka Putih, pasien dapat mengetahui kondisi pembuluh darah otak secara menyeluruh dan mendapatkan penanganan yang tepat sebelum terlambat.
Fenomena hujan mikroplastik di Jakarta semakin banyak dibicarakan setelah penelitian BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) menemukan bahwa setiap sampel air hujan yang diuji mengandung partikel mikroplastik. Temuan ini menegaskan bahwa polusi plastik tidak hanya mencemari laut dan tanah, tetapi kini juga telah memasuki atmosfer dan turun kembali bersama hujan.
Lebih dari sekadar isu lingkungan, mikroplastik kini menjadi ancaman kesehatan manusia, terutama bagi masyarakat perkotaan.
Dalam penjelasannya, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH sebagai dokter spesialis penyakit dalam di RS Islam Jakarta Cempaka Putih menguraikan bahwa mikroplastik memiliki kemampuan untuk masuk ke dalam tubuh manusia. Mikroplastik dapat masuk melalui berbagai jalur dan memicu beragam gangguan kesehatan jangka panjang.
Mikroplastik adalah potongan kecil plastik berukuran kurang dari 5 mm, bahkan bisa sekecil debu. Partikel ini berasal dari:
Di kota besar seperti Jakarta, partikel ini bisa terangkat ke atmosfer, terbawa angin, lalu kembali turun sebagai hujan mikroplastik.
Penjelasan Prof. dr. Ari menjelaskan bahwa mikroplastik dapat masuk ke tubuh melalui jalur pernapasan, pencernaan, dan aliran darah. Berikut beberapa dampaknya:
Prof. dr. Ari menekankan bahwa mikroplastik sering membawa zat berbahaya dan radikal bebas yang memperburuk kondisi pernapasan.
Mikroplastik dapat masuk ke tubuh melalui air minum, makanan, atau percikan air hujan. Dampaknya meliputi:
Jika paparan berlangsung lama, kondisi ini dapat memperburuk fungsi pencernaan.
Beliau menegaskan bahwa mikroplastik yang mencapai saraf dapat mempengaruhi proses berpikir dan daya konsentrasi.
Paparan mikroplastik bukan sekadar fenomena lingkungan, tetapi ancaman kesehatan publik. Jakarta, sebagai kota padat dengan sumber polusi tinggi, memiliki risiko lebih besar karena:
Partikel mikroplastik sangat ringan sehingga bisa dengan mudah terangkat ke atmosfer, terbawa angin, lalu turun kembali bersama hujan—menjadikannya siklus yang terus berulang.
Untuk menekan dampaknya, ada banyak upaya yang bisa dilakukan dan ditingkatkan bersama, diantaranya:
Fenomena hujan mikroplastik di Jakarta merupakan peringatan penting bahwa polusi plastik telah mencapai tingkat yang lebih berbahaya. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Prof. Dr. dr. Ari Fahrial , Sp.PD-KGEH, mikroplastik dapat mengganggu paru-paru, pencernaan, saraf, hingga sistem kardiovaskular. Oleh karena itu, pengurangan penggunaan plastik dan peningkatan pengelolaan sampah menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko paparan.
Beberapa hari yang lalu, tepatnya Setiap tanggal 14 November, diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia (World Diabetes Day). Peringatan ini menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit diabetes, pencegahannya, serta pentingnya pengelolaan kesehatan yang berkelanjutan.
Tanggal ini juga menandai hari lahir Frederick Banting, ilmuwan asal Kanada yang bersama Charles Best menemukan insulin pada tahun 1921. Penemuan ini menjadi salah satu sejarah penting yang mengubah hidup jutaan orang di seluruh dunia.
Sebelum ditemukannya insulin, penderita diabetes tipe 1 sering kali tidak dapat bertahan hidup lebih dari beberapa bulan. Namun, penelitian Banting dan Best membuktikan bahwa hormon insulin dari pankreas dapat menurunkan kadar gula darah secara signifikan.
Penemuan ini kemudian disempurnakan oleh James Collip dan John Macleod, yang membantu memurnikan ekstrak insulin agar aman digunakan pada manusia. Pasien pertama yang menerima suntikan insulin, Leonard Thompson, berhasil bertahan hidup dan menjadi bukti nyata revolusi medis abad ke-20.
Seiring waktu, insulin terus berkembang:
Kini, terapi insulin tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes di seluruh dunia.
Tahun ini, International Diabetes Federation (IDF) mengangkat tema “Diabetes and Well-being”, sementara World Health Organization (WHO) menyoroti “Diabetes Across Life Stages”.
Kedua tema ini menegaskan bahwa penanganan diabetes tidak berhenti pada pengobatan medis semata. Upaya pencegahan, perawatan, dan dukungan emosional perlu dijalankan secara menyeluruh di setiap tahap kehidupan, agar penderita diabetes dapat hidup sehat dan produktif.
WHO merangkum pesan tersebut dalam tiga poin utama yang menjadi fokus peringatan tahun ini.
Lebih dari seabad sejak penemuan insulin, dunia kini memahami bahwa diabetes bukan hanya tentang kadar gula darah, tetapi tentang bagaimana seseorang hidup dengan penuh kesadaran dan kesejahteraan di setiap tahap kehidupan.
Peringatan Hari Diabetes Sedunia 2025 menjadi pengingat bagi kita semua untuk:
Dengan edukasi, akses perawatan, dan dukungan sosial yang memadai, diabetes dapat dikendalikan, dan setiap individu dapat mencapai kesejahteraan hidup yang optimal.
Setiap orang berhak hidup sehat dan sejahtera di setiap tahap kehidupannya.
Menjaga Nilai Al-Ma’un di Tengah Krisis Kemanusiaan
Oleh: Dr. Pradono Handojo – Direktur Utama RS Islam Jakarta Cempaka Putih
Beberapa waktu terakhir, suasana publik terasa cukup ramai. Ada tragedi ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta yang membuat kita semua terkejut, lalu disusul kabar tentang seorang warga Baduy yang disebut mengalami kesulitan saat ingin mendapat layanan medis setelah menjadi korban pembegalan. Informasi seperti ini cepat sekali menyebar, dan tak jarang ada bagian cerita yang berubah arah sebelum sempat diperiksa kebenarannya.
Di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, kabar-kabar seperti ini otomatis membuat kami kembali melihat ke dalam: sejauh apa nilai-nilai yang kami pegang selama ini benar-benar hidup dalam pelayanan sehari-hari?
Dalam dunia Muhammadiyah, Al-Ma’un bukan hanya nama surat yang sering kita dengar. Ia berkembang menjadi satu bentuk teologi sosial yang sangat dekat dengan praktik keseharian: membantu anak yatim, menguatkan orang miskin, dan membela mereka yang tidak berdaya. Ajaran itu kemudian diwujudkan dalam bentuk sekolah, universitas, panti asuhan, kegiatan sosial, termasuk rumah sakit seperti yang kami jalankan sekarang.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut terjemahan Surat Al-Ma’un ayat 1–7:
Ayat-ayat ini mengingatkan bahwa seseorang tidak cukup hanya tampak taat secara ritual, tetapi juga harus hadir membela mereka yang sedang lemah. Prinsip itu pula yang sejak lama memengaruhi cara kami memandang pasien yang datang, terutama mereka yang berada dalam kondisi darurat atau tidak membawa identitas lengkap.
Kasus warga Baduy yang viral kemarin adalah contoh bagaimana cerita bisa bergeser cepat. Banyak orang yang langsung mengira tempatnya adalah RS Islam Jakarta Cempaka Putih. Padahal setelah ditelusuri dengan Dinas Kesehatan, hasilnya jelas: lokasinya bukan di RS Islam seperti yang didugakan selama ini.
Jadi ada bagian informasi yang meleset, dan kami rasa penting untuk menyampaikan yang sebenarnya. Bukan untuk membantah atau masuk dalam perdebatan, tetapi agar masyarakat tidak menyimpan persepsi yang keliru. Informasi yang disampaikan ini juga berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan bahwa tidak ada satupun Rumah Sakit yang melakukan penolakan oleh pasien Baduy tersebut.
“Setelah kami lakukan verifikasi lapangan dan berkoordinasi langsung dengan pihak rumah sakit, hasilnya menunjukkan bahwa klaim penolakan tersebut tidak benar,” ujar Ani di Jakarta, pada Kamis (13/11).“
Di IGD, prioritas kami selalu sama: kalau ada orang datang dalam keadaan darurat, ya ditolong dulu. Urusan administrasi bisa menyusul. Prinsip itu sudah berjalan bertahun-tahun dan menjadi bagian dari budaya kerja kami. Apalagi nilai Al-Ma’un sendiri dengan tegas melarang kita menelantarkan orang yang sedang kesulitan.
Tidak lama sebelum isu warga Baduy beredar, tim RS Islam berada dalam situasi yang menegangkan. Kabar ledakan di SMA Negeri 72 masuk secara mendadak, dan dalam hitungan menit tenaga medis langsung bersiap. Tidak ada pertanyaan panjang yang ada hanya langkah-langkah cepat untuk memastikan korban bisa ditangani segera.
Kejadian itu menegaskan lagi bahwa nilai Al-Ma’un bukan sekadar konsep di atas kertas. Ia hadir lewat tindakan para dokter, perawat, petugas IGD, sopir ambulans, hingga staf administrasi yang mengurus proses di belakang layar. Mereka bergerak dengan rasa tanggung jawab yang sama: melindungi manusia, apa pun kondisinya.
Rumah sakit bisa memperbarui alat, menambah ruangan, atau membangun gedung baru. Semua itu penting dan membantu meningkatkan kualitas layanan. Tetapi yang membuat pelayanan kesehatan benar-benar berarti adalah niat untuk menjaga martabat setiap orang yang datang.
Nilai Al-Ma’un memberi pengingat sederhana: jangan membeda-bedakan. Jangan menunda sesuatu yang bisa menyelamatkan nyawa. Jangan membiarkan administrasi mengalahkan kemanusiaan. Bagi kami, nilai itu bukan jargon ia justru menjadi alasan kenapa rumah sakit ini berdiri sejak awal.
Di tengah arus informasi yang begitu cepat, terkadang kebenaran datang belakangan. Namun di rumah sakit, prinsipnya tetap harus sama: melayani dengan hati dan memastikan keselamatan pasien menjadi prioritas.
Nilai Al-Ma’un menjadi kompas yang membantu kami tetap tegak di tengah berbagai situasi, baik yang terlihat di depan mata maupun yang bergulir di dunia digital. Itu pula yang ingin terus kami jaga, agar pelayanan kesehatan di RS Islam Jakarta Cempaka Putih bukan hanya bermanfaat secara medis, tetapi juga menghadirkan ketenangan bagi semua yang datang.
Di tengah gaya hidup modern, minum alkohol sering dianggap hal biasa — bahkan bagian dari pergaulan. Banyak orang memulainya “sekadar ikut-ikutan”, mencoba sedikit untuk bersosialisasi, hingga akhirnya menjadi kebiasaan yang tak disadari berdampak besar bagi tubuh. Yang sering terlupakan, hati (liver) adalah organ yang bekerja paling keras menetralkan racun, termasuk alkohol. Namun, saat beban itu terlalu berat, hati perlahan rusak tanpa memberi tanda yang jelas di awal.
Di sinilah bahaya sebenarnya dimulai ketika kebiasaan minum alkohol berubah menjadi ancaman nyata bagi kesehatan hati, dan memunculkan penyakit serius yang dikenal dengan istilah Liver Alcoholic.
Liver Alcoholic atau Alcoholic Liver Disease (ALD) adalah penyakit hati akibat konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang. Alkohol yang masuk ke tubuh diuraikan di hati dan menghasilkan zat beracun bernama asetaldehida. Zat ini dapat merusak sel hati, menyebabkan peradangan, dan menurunkan fungsi hati secara bertahap.
Hati bekerja keras untuk memproses alkohol menjadi zat yang tidak berbahaya. Namun, dalam proses itu muncul asetaldehida, senyawa toksik yang merusak dinding sel hati dan memicu peradangan serta penumpukan lemak. Jika konsumsi alkohol terus berlanjut, jaringan hati akan tergantikan oleh jaringan parut dan kehilangan fungsinya untuk menetralkan racun.
Jika gejala ini muncul, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan fungsi hati. Selain menimbulkan berbagai gejala fisik, kerusakan hati akibat alkohol juga berdampak pada kemampuan tubuh dalam menyerap dan memanfaatkan zat gizi. Akibatnya, banyak penderita liver alcoholic yang akhirnya mengalami gangguan gizi serius.
Penderita penyakit liver akibat alkohol umumnya mengalami malnutrisi sedang hingga berat. Hal ini terjadi karena:
Kondisi ini membuat penderita rentan terhadap:
Untuk membantu pemulihan fungsi hati, berikut panduan gizi harian yang direkomendasikan oleh dokter gizi dan hepatologi:
Gunakan minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, dan ikan laut yang kaya omega-3. Hindari lemak jenuh dan gorengan.
Tahap awal seperti fatty liver masih bisa sembuh total bila berhenti minum alkohol dan memperbaiki gaya hidup. Namun, bila sudah memasuki tahap sirosis, kerusakan bersifat permanen, meski pengobatan dan pola hidup sehat dapat memperlambat kerusakannya. Pada kondisi berat, transplantasi hati menjadi satu-satunya pilihan.
Menjaga kesehatan hati bukan hanya soal berhenti dari alkohol, tetapi juga menerapkan pola hidup sehat dan seimbang setiap hari.
Berikut langkah sederhana untuk menjaga fungsi hati tetap optimal:
Meski telah dikenal selama ribuan tahun sebagai bagian dari pengobatan tradisional Tiongkok, akupuntur kini telah berevolusi menjadi terapi medis yang diakui secara ilmiah. Dahulu, akupuntur dipandang sebagai metode alternatif yang hanya berfokus pada aliran energi tubuh. Namun seiring perkembangan ilmu pengetahuan, penelitian demi penelitian menunjukkan bahwa tusukan jarum akupuntur memiliki efek nyata terhadap sistem saraf, sirkulasi darah, dan fungsi organ tubuh.
Perubahan pemahaman inilah yang melahirkan akupuntur medik, sebuah pendekatan modern yang menggabungkan kearifan tradisional dengan dasar ilmiah kedokteran. Melalui pendekatan ini, akupuntur tidak lagi hanya dianggap sebagai terapi pelengkap, tetapi juga bagian dari penatalaksanaan medis yang dapat membantu mengatasi nyeri, mempercepat pemulihan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Untuk memahami lebih jauh, berikut penjelasan lengkap mengenai akupuntur medik, manfaatnya, hingga siapa saja yang dapat menjalani terapi ini.
Perbedaan utama antara akupuntur medik dan akupuntur tradisional terletak pada dasar ilmunya dan pendekatan terapinya.
Singkatnya, akupuntur tradisional berfokus pada keseimbangan energi, sedangkan akupuntur medik menekankan pada mekanisme biologis dan respon medis tubuh.
Akupuntur medik memiliki berbagai manfaat yang telah terbukti secara klinis, di antaranya:
Akupuntur medik dapat membantu pasien dengan berbagai keluhan, seperti:
Dalam akupuntur medik, jarum halus ditusukkan ke titik-titik tertentu di tubuh untuk menstimulasi saraf sensorik dan jaringan otot. Proses ini akan:
Semua tindakan dilakukan secara steril, dengan jarum sekali pakai, dan prosedur sesuai standar medis.
Akupuntur medik dapat diberikan untuk berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak remaja hingga lansia, dengan catatan telah dikonsultasikan oleh dokter. Beberapa kondisi umum yang disarankan menjalani akupuntur medik antara lain:
Namun, pasien dengan infeksi aktif, gangguan pembekuan darah berat, atau wanita hamil sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu sebelum menjalani terapi.
Secara umum, akupuntur medik tergolong aman bila dilakukan oleh dokter bersertifikat. Efek samping yang mungkin terjadi biasanya ringan dan bersifat sementara, seperti:
Beberapa tindakan medis lain yang sering dianggap mirip dengan akupuntur, padahal berbeda, antara lain:
Akupuntur medik berbeda karena menggabungkan stimulus jarum dan mekanisme neurofisiologis tubuh secara alami, sehingga memberikan efek terapeutik lebih menyeluruh.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap efek samping obat-obatan jangka panjang, akupuntur medik hadir sebagai solusi pengobatan alternatif yang aman, alami, dan berbasis medis. Dengan menstimulasi sistem saraf dan mekanisme penyembuhan alami tubuh, terapi ini membantu meredakan nyeri, memperbaiki fungsi tubuh, serta meningkatkan kebugaran tanpa ketergantungan obat kimia.
RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) menghadirkan layanan Akupuntur Medik yang dilakukan langsung oleh dokter Spesialis Akupuntur, menggunakan peralatan steril dan metode ilmiah yang telah terbukti efektif. Setiap pasien akan mendapatkan penilaian medis menyeluruh sebelum terapi, sehingga proses pengobatan lebih aman, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Jadwalkan konsultasi dan rasakan manfaat pemulihan alami melalui Akupuntur Medik, solusi sehat tanpa obat untuk hidup yang lebih seimbang dan bugar.
Info & pendaftaran Poliklinik Akupuntur RS Islam Jakarta Cempaka Putih:
WhatsApp Pasien Tunas & Asuransi
WhatsApp Pasien BPJS Kesehatan
Jakarta, 7 November 2025 – Di tengah semangat kreatif yang menggema di Jakarta Convention Center, RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) menghadirkan pesan yang tak biasa: bahwa kreativitas lahir dari tubuh dan jiwa yang sehat. RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) resmi ambil bagian dalam gelaran IdeaFest 2025, festival kreatif terbesar di Indonesia yang tahun ini mengusung tema “(Cult)ivate the Culture”. Kegiatan berlangsung pada 31 Oktober hingga 2 November 2025 dan menghadirkan lebih dari 120 sesi inspiratif dengan 500 pembicara nasional dan internasional dari berbagai bidang seperti film, musik, teknologi, sastra, kuliner, olahraga, hingga ekonomi kreatif.
IdeaFest bukan sekadar ruang pamer kreativitas, tetapi ruang bertukar ide, merawat nilai, dan menciptakan budaya yang relevan. Kehadiran RSIJCP menjadi bentuk nyata integrasi antara dunia kesehatan dan industri kreatif, bahwa kreativitas hanya dapat tumbuh dari tubuh yang sehat, pikiran yang tenang, dan jiwa yang seimbang.
Tentang IdeaFest
IdeaFest merupakan festival kreatif tahunan yang mempertemukan pelaku industri kreatif, startup, seniman, musisi, inovator, dan komunitas dari berbagai bidang. Mengusung semangat kolaborasi dan inspirasi, IdeaFest menghadirkan talkshow, workshop, instalasi seni, business networking, hingga experiential activities yang dikunjungi ribuan pengunjung setiap tahunnya, mulai dari anak muda, profesional, pelaku industri kreatif, hingga influencer.
RSIJCP: Rumah Sakit Islami Modern, Humanis, dan Berkelanjutan
Sebagai rumah sakit yang telah berdiri 54 tahun, RSIJCP terus menjaga komitmen pelayanan berdasarkan moto “Bekerja Sebagai Ibadah, Ihsan dalam Pelayanan” dan visi “Menjadi Rumah Sakit Kepercayaan Masyarakat yang Unggul, Islami, dan Tangguh.”
RSIJCP hadir dengan pendekatan lintas generasi, beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui peningkatan fasilitas, teknologi medis modern, pelayanan digital, serta memperkuat aliansi dengan 7 rumah sakit Muhammadiyah lainnya.
Melalui partisipasi di IdeaFest 2025, RSIJCP memperkenalkan dirinya sebagai:
Marketing Manager RSIJ Cempaka Putih, Muhammad Jalaluddin, menjelaskan bahwa kreativitas dan kesehatan memiliki keterkaitan erat. Menurutnya, karya lahir dari tubuh yang sehat, pikiran yang tenang, dan jiwa yang kuat. Kehadiran RSIJCP di IdeaFest menjadi cara untuk menegaskan bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari merawat budaya bangsa.
Peran RSIJCP di IdeaFest 2025
Dalam ajang ini, RSIJCP bertugas sebagai medical partner, dengan menyediakan:
Booth RSIJCP menarik perhatian banyak pengunjung dari berbagai kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja kreatif, keluarga muda, hingga influencer dan public figure yang hadir selama festival.
Menghubungkan Kesehatan dan Kreativitas: Aktivasi di Booth RSIJCP
Untuk menghadirkan pengalaman yang bermakna dan sesuai dengan semangat IdeaFest, RSIJCP menyediakan berbagai aktivitas gratis yang mengajak pengunjung untuk peduli pada kesehatan fisik dan mental sebagai bagian dari gaya hidup kreatif:
Setiap aktivitas dirancang agar mudah diikuti, ringan, tetapi bermakna. Aktivitas yang dihadirkan menegaskan bahwa kesehatan adalah bagian dari budaya yang perlu terus dirawat, sama halnya dengan kreativitas.
Langkah Lanjut RSIJCP
Melalui partisipasi di IdeaFest, RSIJCP berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui:
Lihat keseruan seluruh aktivasi yang dilakukan Tim RS Islam Jakarta Cempaka Putih selama kegiatan Ideafest 2025 di Instagram kami @rsijcempakaputih
Cedera patah tulang pada anak merupakan salah satu kasus yang cukup sering terjadi akibat aktivitas fisik yang tinggi, seperti bermain, berlari, atau berolahraga. Meskipun tulang anak lebih lentur dibandingkan tulang orang dewasa, risiko patah tulang tetap ada, terutama bila terjadi benturan atau jatuh dengan keras. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian khusus, karena selain menimbulkan rasa nyeri dan keterbatasan gerak, cedera tulang pada anak juga dapat memengaruhi pertumbuhan tulang di masa depan.
Aktivitas anak yang tinggi memang membuat mereka lebih rentan mengalami cedera, terutama ketika melakukan aktivitas fisik yang berlebihan. Menurut DR. dr. Aryadi Kurniawan, Sp.OT., Subsp.A (K), Spesialis Orthopedi & Traumatologi RS Islam Jakarta Cempaka Putih, cedera seperti ini perlu diperhatikan serius karena dapat memengaruhi pertumbuhan tulang anak bila tidak ditangani dengan tepat. “Seorang anak yang mengalami cedera tulang sangat cepat sembuh. Dia akan sembuh, akan hilang sakitnya, akan tetapi dalam posisi yang kurang baik, bengkok, berputar sehingga akan mengakibatkan kepada kisaran gerak sendi yang akan terganggu. Pada akhirnya hal tersebut akan mengakibatkan penurunan kualitas hidup sang anak.” Jelas dr. Aryadi.
Cedera tulang dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari aktivitas ringan hingga kecelakaan yang lebih berat. Beberapa penyebab yang sering dijumpai antara lain:
Membedakan antara keseleo dan patah tulang pada anak memang tidak selalu mudah. “Anak usia 8 – 10 tahun jatuh dan cedera otomatis dia pasti akan menangis dan akan bilang mama/papa sakit. Bahkan dia bisa dengan spesifik menunjukkan lokasi sakitnya. Orang tua juga lebih mudah mengidentifikasi berat, ringan, dan derajat cedera yang terjadi,” jelas dr. Aryadi. Namun, ada beberapa tanda khas yang perlu dikenali:
Aryadi menambahkan “Tantangan muncul ketika orang tua berhadapan dengan anak usia misalnya dibawah 5 tahun. Orang tua tidak bisa mengandalkan kepada komunikasi verbal tapi mengandalkan pada komunikasi non-verbal, yaitu: anak biasanya hanya menangis, tapi anak tidak mau menggerakkan anggota gerak badan yang terlibat cedera tersebut.”
Tulang anak memiliki struktur yang masih tumbuh sehingga jenis patahnya berbeda dari orang dewasa. Jenis fraktur yang sering terjadi di antaranya:
Penanganan fraktur anak harus dilakukan oleh dokter spesialis ortopedi anak atau melalui layanan rehabilitasi medik. Proses penanganan biasanya meliputi:
Pesan dr. Aryadi untuk Orang Tua
Aryadi mengingatkan bahwa penanganan cepat dan tepat menjadi kunci utama agar pertumbuhan tulang anak tidak terganggu. Selain itu, pencegahan juga penting dilakukan:
“Kalau hanya memar, biasanya 2–3 jam sudah bisa digerakkan. Kalau tetap tidak mau gerak dan bengkak, segera ke RS untuk pemeriksaan rontgen.,” tutup dr. Aryadi.
RS Islam Jakarta Cempaka Putih menyediakan layanan Rehabilitasi Medik dan Ortopaedi Anak dengan fasilitas modern di Gedung IGD Baru. Ditangani langsung oleh dokter spesialis kedokteran fisik & rehabilitasi (Sp.KFR), fisioterapis, okupasi terapis, serta terapis wicara profesional yang siap mendampingi proses pemulihan anak.
Buka setiap hari Senin – Sabtu pukul 08.00 – 16.00 WIB.
Melayani pasien BPJS Kesehatan, Asuransi, Jaminan Perusahaan, maupun Umum.
Info layanan selengkapnya dapat menghubungi:
Pendaftaran BPJS: 0858-5005-0010
Pendaftaran Umum, Asuransi, dan Perusahaan: 0812-1349-1516
Di tengah meningkatnya tren pernikahan di kalangan muda, semakin banyak pasangan yang mempersiapkan berbagai hal menjelang hari Bahagia mulai dari konsep acara, busana, hingga lokasi pernikahan. Namun, satu aspek penting sering kali terlewatkan, yaitu pemeriksaan kesehatan sebelum menikah (premarital check-up). Padahal, kesiapan fisik dan mental merupakan pondasi utama untuk membangun rumah tangga yang harmonis, sehat, dan bahagia.
Dalam Islam, pernikahan merupakan ibadah dan bagian dari sunnah Rasulullah SAW. Tujuannya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis, tetapi juga untuk menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.
Dari dua pedoman tersebut, Islam menekankan bahwa kesiapan dalam pernikahan tidak hanya mencakup aspek spiritual dan finansial, tetapi juga kesehatan jasmani dan rohani. Pasangan yang sehat akan lebih siap membina keluarga yang produktif dan berkualitas.
Melakukan Premarital Check-Up adalah bentuk tanggung jawab pasangan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Pemeriksaan ini membantu mengenali kondisi kesehatan masing-masing dan mencegah risiko di masa depan.
Berikut manfaat pentingnya pemeriksaan kesehatan pra-nikah:
Pemerintah Indonesia secara resmi mendorong pentingnya pemeriksaan pra-nikah melalui berbagai regulasi:
Kebijakan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun generasi sehat dan menurunkan angka stunting melalui kesiapan pasangan sejak pra-nikah.
Sebagai rumah sakit berbasis nilai-nilai Islam, RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) menghadirkan layanan Premarital Check-Up yang komprehensif untuk calon pengantin.
Pemeriksaan meliputi:
Selain pemeriksaan medis, RSIJCP juga memberikan edukasi tentang kesehatan keluarga dan reproduksi yang sejalan dengan prinsip Islam, agar pasangan dapat memulai pernikahan dengan persiapan yang matang dan penuh keberkahan.
RSIJCP menyediakan tiga pilihan paket yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan:
Setiap paket menawarkan pemeriksaan yang menyeluruh, mulai dari pemeriksaan dasar hingga pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kesiapan pasangan secara menyeluruh. Detail selengkapnya terkait daftar harga dan layanan pada setiap paketnya dapat dilihat disini.
Menikah bukan hanya tentang cinta, tetapi juga komitmen untuk menjaga kesehatan bersama. Dengan melakukan Premarital Check-Up di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, setiap calon pasangan telah mengambil langkah bijak menuju keluarga yang sehat, bahagia, dan diridhai Allah SWT.
Stroke masih menjadi penyebab kematian dan disabilitas tertinggi di dunia. Berdasarkan data World Stroke Organization (2023), setiap tahun lebih dari 12 juta orang di dunia mengalami stroke, dan sekitar 6,5 juta di antaranya meninggal dunia.
Di Indonesia, situasinya juga memprihatinkan. Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi stroke sebesar 10,9 per 1.000 penduduk, dengan peningkatan signifikan pada usia 45 tahun ke atas. Stroke menempati peringkat pertama penyebab kematian di Indonesia, baik pada pria maupun wanita.
Stroke adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti, baik karena sumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).
Kekurangan aliran darah menyebabkan sel-sel otak mati dalam hitungan menit, dan kerusakan ini dapat bersifat permanen jika tidak segera ditangani.
Stroke dapat menyerang siapa saja, namun risikonya meningkat pada orang dengan:
Untuk mengenali stroke, masyarakat dapat menggunakan metode FAST:
Metode FAST membantu masyarakat mengenali gejala lebih cepat agar pasien segera mendapatkan penanganan medis.
Stroke adalah perlombaan melawan waktu. Setiap menit yang terlewat dapat menyebabkan kematian sekitar 1,9 juta sel otak. Penanganan cepat dalam waktu 3–4,5 jam pertama (“Golden Hour”) dapat menentukan tingkat keberhasilan pemulihan pasien. Semakin cepat penanganan, semakin besar peluang pasien kembali beraktivitas normal tanpa disabilitas berat.
Masyarakat nonmedis memiliki peran penting dalam penyelamatan pasien stroke. Menjadi Stroke Spotter berarti:
Setiap orang bisa menjadi Stroke Spotter dan ini dapat menjadi salah satu langkah kecil yang berpotensi menyelamatkan nyawa.
Selain peran penting masyarakat dengan menjadi Stroke Spotter, kecepatan tanggap tim medis di rumah sakit sebagai tempat pemberi pelayanan kesehatan juga sangat penting. Oleh karena itu, “Code Stroke” diterapkan sebagai sistem siaga darurat bagi pasien dengan dugaan stroke akut. Aktivasi Code Stroke memastikan seluruh tim medis mulai dari dokter IGD, spesialis saraf, radiologi, hingga perawat bekerja cepat dan terkoordinasi untuk melakukan diagnosis dan penanganan dalam waktu singkat.
Ketika Code Stroke diaktifkan, berikut tahapan yang dilakukan:
RS Islam Jakarta Cempaka Putih telah memiliki tenaga medis terlatih dan fasilitas yang mendukung implementasi Code Stroke ini.
Pencegahan stroke dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat:
RS Islam Jakarta Cempaka Putih memiliki layanan lengkap untuk pemeriksaan dan penanganan stroke:
Melalui edukasi dan penerapan sistem cepat tanggap seperti Code Stroke, RS Islam Jakarta Cempaka Putih berharap semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat stroke. Dengan dukungan tenaga medis, fasilitas modern, dan peran aktif masyarakat sebagai Stroke Spotter, kita bisa bersama-sama menurunkan angka kematian dan disabilitas akibat stroke di Indonesia.
Selamat Hari Stroke Dunia 2025. Bersama kita wujudkan masyarakat yang lebih sadar, sigap, dan siap menghadapi stroke.
© 2018-2024. Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Admin
Keluhan, Kritik dan Saran
Sorry, I'm offline at the moment. I'll be back online in the next 8 hours 29 minutes
20:00Informasi
Medical Check Up
Sorry, I'm offline at the moment. I'll be back online in the next 8 hours 29 minutes
20:00Pendaftaran Rawat Jalan
Khusus Pasien BPJS
Sorry, I'm offline at the moment. I'll be back online in the next 8 hours 29 minutes
20:00Pendaftaran Rawat Jalan
Pribadi, Asuransi, dan Perusahaan
Sorry, I'm offline at the moment. I'll be back online in the next 8 hours 29 minutes
20:00