• UGD 24/7
  • Jl. Cempaka Putih Tengah I/1
  • +6221 4280 1567 & +6221 4250451
  • Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
You are here:RSIJCP/Pusat Informasi/Artikel/Efektifitas Obat

Efektifitas Obat

Senin, 16 Januari 2012 20:45 WIB
11263

Setiap kali harus mengunjungi dokter karena menderita suatu penyakit tertentu, seringkali juga kita mendapat resep yang harus di tebus dan kemudian di makan sesuai anjuran yang diberikan. Tapi, pernahkah Anda sudah minum obat sampai habis tetapi sang penyakit tetap tidak kunjung membaik bahkan sepertinya makin bertambah sakit?. Keadaan ini mungkin saja terjadi karena efektifitas obat yang kita minum bisa berubah dan banyak faktor yang dapat mengubah efektifitas obat-obatan tersebut, sehingga obat yang di minum tadi tidak dapat bekerja secara maksimal.

Agar obat-obatan yang kita minum dapat bekerja secara efektif sekaligus aman, perlu diketahui faktor apa saja yang dapat mengubah keefektifitasan sebuah obat, antara lain:

Penggunaan obat lain secara bersamaan

Ada beberapa jenis obat obat yang bekerja dengan cara ‘menghancurkan’ segala sesuatu yang dianggap racun, contohnya obat untuk mengobati diare, saat diminum bersamaan dengan obat-obatan lain, obat anti hipertensi misalnya, obat-obatan tersebut akan rusak efektifitasnya oleh obat anti diare tadi sehingga dianjurkan untuk memberi jarak sekitar 2 jam antar obat tersebut saat dikonsumsi.

Interaksi dengan makanan

beberapa makanan dapat berinteraksi dengan obat tertentu seperti misalnya berikatan dengan zat aktif obat sehingga mengurangi penyerapan obat atau mempercepat eliminasi obat. Ada beberapa obat yang akan bekerja dengan baik saat perut sedang kosong dan sebaliknya, ada beberapa obat yang akan bekerja maksimal bila kita sudah makan. Jadi benar-benar perhatikan label pada kemasan obat sebelum Anda meminumnya atau tanyakan pada dokter atau ahli farmasi yang memberikan obat tersebut.

Jus Anggur

Beberapa jenis obat dipengaruhi efektifitasnya oleh segelas jus anggur bahkan memblokir aktifitas obat tersebut, obat-obatan tersebut antara lain jenis anti hipertensi, antibiotik, obat untuk hormonal, obat menurunkan kolesterol, beberapa jenis obat penenang, dan lain-lain. Sangat dianjurkan untuk menghindari konsumsi jus ini, terutama ketika Anda sedang menggunakan obat-obatan yang telah disebutkan di atas.

Minum segelas anggur

Sebenarnya, sangat dianjurkan untuk menghindari penggunaan alkohol saat Anda sedang mengonsumsi jenis obat-obatan apa pun. Minum satu atau dua gelas anggur ketika menjalani terapi obat akan menghasilkan konsentrasi obat dalam darah menjadi lebih rendah sehingga menurunkan efek obat.

Kadaluarsa obat

Perhatikan masa kadaluarsa pada kemasan suatu obat sebelum meminumnya, memang akan kecil kemungkinannya bila Anda mendapatkan obat tersebut dari apotik tetapi tidak ada salahnya bila selalu cermat dan teliti. Obat yang sudah masuk ke tanggal kadaluarsa akan berkurang efektifitasnya.

Terakreditasi Nomor: LARSI/SERTIFIKAT/096/02/2023

Lulus Tingkat Paripurna      

Bekerja Sebagai Ibadah Ihsan Dalam Pelayanan

Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih

  • Jl. Cempaka Putih Tengah I/1, Jakarta Pusat, Indonesia 10510
  • +6221 4280 1567
  • +6221 425 0451
  • rsijpusat@rsi.co.id

Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Khusus BPJS

Pendaftaran Rawat Jalan Pasien Umum, Jaminan Perusahaan & Asuransi

© 2018-2024. Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih