Kasih sayang orang tua kepada anak tidak selalu diwujudkan dalam bentuk besar. Sering kali, kasih sayang hadir dalam hal-hal sederhana: mengajak bayi berbicara meski belum bisa menjawab, merespons ocehan tanpa makna, atau sabar mengulang kata yang sama berulang kali. Tanpa disadari, momen-momen kecil ini merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang kemampuan bicara dan komunikasi anak.
Kemampuan bicara bukan hanya soal anak bisa mengucapkan kata, tetapi juga mencerminkan perkembangan otak, pendengaran, emosi, dan kemampuan bersosialisasi. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk sadar dan peka terhadap perkembangan bicara anak sejak dini. Semakin cepat orang tua mengenali apakah kemampuan komunikasi anak berkembang sesuai usianya, semakin besar peluang anak mendapatkan stimulasi atau penanganan yang tepat.
Di Indonesia sendiri, keterlambatan bicara pada anak masih menjadi tantangan yang cukup sering ditemui. Menurut data yang disebutkan oleh Asosiasi Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam publikasi yang dikutip oleh Journal of Public Health Science pada 2023, sekitar 5–8% anak usia pra-sekolah mengalami keterlambatan bicara dan bahasa. Angka ini menjadi acuan prevalensi dalam konteks perkembangan tumbuh kembang anak di Indonesia.
Sayangnya, masih banyak orang tua yang menganggap kondisi ini sebagai hal wajar atau sekadar “nanti juga bisa sendiri”. Padahal, ada tahapan perkembangan bicara yang seharusnya dicapai anak di setiap usia, yang dikenal sebagai milestone bicara.
Memahami milestone bicara anak bukan sekadar mengetahui kapan anak mulai bisa berbicara. Pengetahuan ini merupakan bentuk kepedulian orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh, khususnya pada aspek komunikasi dan bahasa yang sangat berpengaruh terhadap masa depan anak.
Berikut beberapa alasan mengapa orang tua perlu memahami milestone bicara anak:
Berdasarkan berbagai literatur ilmiah (Feldman, Visser-Bochane, Gervain, ELM Scale, NIDCD), terdapat beberapa kesimpulan kunci yang konsisten mengenai bagaimana dan mengapa milestone perkembangan bicara anak dibagi dalam rentang usia tertentu. Literatur ilmiah tersebut menunjukkan bahwa milestone perkembangan bicara anak pada usia 0-5 tahun disusun berdasarkan tahapan fungsi Bahasa dan kematangan otak. Periode paling kritis ialah saat anak berusia antara 0-2 tahun, karena pada usia tersebut pemahaman Bahasa berkembang lebih dulu sebelum anak mampu berbicara. Kemunculan kata bermakna dan penggabungan dua kata menjadi tonggak penting dalam deteksi dini keterlambatan bicara. Setelah usia 2 tahun, fokus perkembangan bahasa bergeser pada kualitas komunikasi dan kesiapan sosial-akademik. Pemahaman milestone membantu deteksi dini dan intervensi yang lebih efektif pada usia emas anak.
Perkembangan bicara dan bahasa anak berlangsung bertahap, mengikuti kematangan otak, sistem pendengaran, motorik oral, serta kemampuan sosial-emosional. Berikut adalah milestone bicara anak usia 0-5 tahun, yang dibagi ke dalam rentang usia tertentu agar orang tua dapat memantau perkembangan anak secara realistis.
Pada usia ini, bayi belum berbicara, tetapi sedang membangun fondasi komunikasi.
Kemampuan bicara dan Bahasa yang berkembang:
Otak bayi mulai menghubungkan suara dengan interaksi sosial. Hal ini penting karena respons yang diberikan anak terhadap suara menjadi dasar penting sebelum anak mampu memahami dan memproduksi kata.
Bayi mulai aktif “berlatih bicara”, meski belum bermakna.
Kemampuan bicara dan Bahasa yang berkembang:
Babbling adalah latihan motoric bicara dan pendengaran. Setelah anak mampu bereaksi dengan baik terhadap respon yang ia terima, pada tahap ini anak belajar ritme dan pola Bahasa sebelum ia selanjutnya dapat memahami makna kata.
Ini adalah fase transisi penting dari bunyi menjadi kata yang mana kata tersebut ia gunakan sebagai alat komunikasi.
Kemampuan bicara dan Bahasa yang berkembang:
Pemahaman Bahasa anak berkembang lebih cepat dibandingkan kemampuan ia bicara namun, ini masih tergolong hal yang normal.
Fase ini sering disebut sebagai vocabulary burst atau lonjakan kosakata.
Kemampuan bicara dan Bahasa yang berkembang:
Setelah anak mampu merespon suara yang ia terima dari sekitarnya dengan baik, maka di usia ini seharusnya anak memiliki kemampuan menggabungkan dua kata sederhana. Hal ini merupakan tonggak penting perkembangan Bahasa anak yang jika kemampuan ini belum muncul, maka orang tua perlu melakukan pemantaun lebih lanjut.
Bahasa menjadi alat utama anak untuk berinteraksi, dimana mereka mulai menggunakan Bahasa untuk menyampaikan keinginan dan emosinya.
Kemampuan bicara dan Bahasa yang berkembang:
Di tahap ini, struktur bahasa dan fungsi komunikasi mulai terbentuk dengan lebih jelas. Anak mulai belajar struktur kalimat, meski cara pengucapannya masih berkembang.
Di fase ini, kemampuan bicara anak sudah semakin kompleks dan terstruktur.
Kemampuan bicara dan Bahasa yang berkembang:
Gangguan Bahasa di tahap ini bisa memengaruhi prestasi akademik anak karena Bahasa berperan dalam kemampuan sosial, emosional, dan kesiapan belajar di sekolah.
Keterlambatan pada satu tahap tidak selalu berarti gangguan, tetapi tetap perlu dilakukan pemantauan. Deteksi dan stimulasi dini yang dilakukan orang tua terhadap anaknya tentu saja akan memberikan hasil yang jauh lebih baik. Maka selain memahami milestone perkembangan bicara anak, orang tua juga perlu mengetahui tanda-tanda red flags yang perlu mereka waspadai.
Meskipun setiap anak berkembang dengan kecepatannya masing-masing, ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan oleh orang tua. Red flags ini membantu orang tua mengenali kapan perkembangan bicara anak perlu dievaluasi lebih lanjut.
Setelah memahami milestone perkembangan bicara anak dan juga tanda-tanda bahayanya, maka orang tua seharusnya dapat mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mereka mengambil langkah konsultasi ke speech therapist. Tentu saja akan jauh lebih baik jika orang tua tidak menunggu terlalu lama untuk mencari bantuan profesional. Terlebih, jika orang tua telah menemukan satu atau lebih dari tanda diatas.
Konsultasi dengan speech therapist membantu orang tua memahami kondisi perkembangan bahasa anak secara menyeluruh, serta menentukan apakah anak cukup distimulasi di rumah atau membutuhkan terapi khusus. Deteksi dan intervensi dini memberi peluang terbaik bagi anak untuk mengoptimalkan kemampuan bicaranya, terutama di usia emas.
Konsultasi ke speech therapist dianjurkan jika:
Deteksi dan intervensi sejak dini sangat penting karena perkembangan otak anak paling optimal terjadi pada usia dini. Selain berkonsultasi dengan speech therapist, peran orang tua dalam stimulasi bicara sehari-hari juga sangat penting. Hasil asesmen dari terapis wicara biasanya akan disertai dengan panduan stimulasi yang dapat dilakukan di rumah, agar perkembangan bahasa anak terus terdukung secara konsisten.
Stimulasi bicara tidak harus selalu melalui terapi formal. Orang tua dapat memulainya dari aktivitas sederhana sehari-hari. Dengan stimulasi yang tepat dan dilakukan secara rutin, orang tua dapat membantu mengoptimalkan kemampuan bicara anak sekaligus memperkuat hasil terapi atau bahkan mencegah keterlambatan berkembang lebih jauh.
Stimulasi bicara di rumah tetap menjadi kunci utama perkembangan bahasa anak, termasuk pada anak yang tumbuh dalam lingkungan bilingual atau dua bahasa. Tidak sedikit orang tua yang kemudian bertanya, “apakah anak yang belajar dua bahasa akan lebih lambat bicara?”. Pertanyaan ini wajar, mengingat anak bilingual sering terlihat mencampur bahasa atau memiliki kosakata yang terbagi di dua Bahasa saat berkomunikasi.
Banyak orang tua khawatir anak yang tumbuh dengan dua bahasa akan lebih lambat bicara. Faktanya, anak bilingual tidak mengalami keterlambatan bicara, tetapi bisa tampak sedikit lebih lambat di awal karena mempelajari dua sistem bahasa sekaligus. Maka penting bagi orang tua mengenali bagaimana perkembangan Bahasa bekerja pada anak bilingual dan apa yang masih termasuk dalam batas perkembangan normal.
Orang tua tidak perlu khawatir selama anak:
Sebaliknya, jika anak tidak menunjukkan kemajuan, sulit memahami bahasa, atau muncul red flags perkembangan bicara, konsultasi dengan speech therapist tetap dianjurkan. Dengan pemantauan dan stimulasi yang tepat, anak bilingual dapat berkembang optimal di kedua bahasanya.
Memahami milestone bicara anak usia 0-5 tahun adalah salah satu bentuk kasih sayang orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dengan mengetahui tahapan perkembangan, orang tua dapat memberikan stimulasi yang tepat sekaligus lebih peka terhadap tanda-tanda keterlambatan.
Ingat, keterlambatan bicara bukan untuk disalahkan, tetapi untuk dikenali dan ditangani sedini mungkin. Jika orang tua memiliki kekhawatiran terkait kemampuan bicara dan komunikasi anak, konsultasi dan asesmen dengan speech therapist di Layanan Rehabilitasi Medik RS Islam Jakarta Cempaka Putih dapat menjadi langkah awal yang tepat. Melalui asesmen yang komprehensif, tim Rehabilitasi Medik RSIJCP akan membantu menilai perkembangan anak serta memberikan rekomendasi stimulasi dan terapi yang sesuai dengan kebutuhan.
Jadwalkan konsultasi di Rehabilitasi Medik RS Islam Jakarta Cempaka Putih untuk mendukung tumbuh kembang dan kemampuan komunikasi anak secara optimal sejak dini.
Info dan pendaftaran dapat hubungi:
? BPJS: +62 878-8767-8429
? Pendaftaran Asuransi & Tunai: 0812-1349-1516
===============================
Sebagian besar anak sudah pada usia 18 bulan umumnyca sudah mulai mengucapkan beberapa kata bermakna. Namun jika saat ini baru bisa sekitar 3 kata, kondisi ini masih bisa termasuk variasi perkembangan, terutama bila anak dapat memberi respon yang sesuai seperti memahami perkataan orang lain, bisa menunjuk, dan aktif berkomunikasi dengan gestur atau suara. Orang tua tetap disarankan untuk memantau perkembangan anak secara berkala dan melakukan konsultasi bila tidak ada kemajuan dalam beberapa bulan ke depan.
Kondisi ini umumnya masih normal, karena anak bilingual memiliki kosakata yang terbagi dua Bahasa. Terlebih jika anak bilingual terlihat lebih lambat bicara karena penilaian dilakukan hanya dari satu Bahasa saja. Jika digabungkan, total kemampuan bahasanya biasanya setara dengan anak seusianya. Ada faktor lain yang perlu diperhatikan agar orang tua tidak perlu khawatir berlebihan yaitu selama anak tetap berkomunikasi, kemampuan dalam memahami instruksi, dan senantiasa menunjukkan progress baik.
Stimulasi bicara bisa dilakukan dengan mudah melalui aktivitas sederhana, seperti:
Kunci utamanya adalah konsistensi dan interaksi dua arah.
Menjadi orang tua di zaman sekarang bukanlah hal yang mudah. Orang tua dituntut untuk selalu sigap, aktif, dan peka terhadap setiap tahapan tumbuh kembang anak. Di media sosial, ada banyak informasi yang mudah diakses, termasuk melihat anak seusia buah hati yang sudah lancar bicara, hafal warna, bahkan bernyanyi dengan percaya diri. Tanpa disadari, perbandingan itu sering menimbulkan rasa cemas, bersalah, hingga takut “terlambat mengambil langkah”.
Kekhawatiran ini wajar, apalagi usia 0–3 tahun dikenal sebagai masa emas tumbuh kembang (golden period). Pada periode ini, perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat. Bahkan, sebagian besar kemampuan bahasa anak mulai terbentuk sebelum usia 3 tahun. Artinya, stimulasi dan deteksi dini pada masa ini memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan komunikasi anak di masa depan.
Faktanya, keterlambatan bicara merupakan salah satu keluhan tumbuh kembang yang paling sering ditemui pada anak usia balita. Banyak anak usia 2 tahun yang belum bisa bicara ternyata membutuhkan stimulasi tambahan atau pendampingan khusus agar perkembangannya optimal. Kabar baiknya, semakin dini keterlambatan bicara dikenali dan ditangani, semakin besar peluang anak untuk mengejar ketertinggalannya.
Perasaan khawatir bukan tanda orang tua panik berlebihan, justru sebaliknya. Kepedulian orang tua terhadap perkembangan bicara anak adalah langkah awal yang sangat penting. Dengan pemahaman yang tepat, orang tua dapat membedakan mana variasi perkembangan yang masih wajar dan mana tanda keterlambatan yang perlu mendapatkan bantuan profesional. Sehingga penting dan sudah seharusnya bagi Ayah dan Bunda memiliki panduan lengkap, jelas, dan mudah dipahami untuk mendampingi anak melewati masa emas tumbuh kembangnya dengan lebih tenang dan penuh keyakinan.
Milestone Bicara Normal Anak Usia 0–3 Tahun
Perlu diingat bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda, tetapi ada tahapan umum (milestone) yang menjadi acuan perkembangan bicara dan bahasa berdasarkan standar Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan American Academy of Pediatrics (AAP). Umumnya dapat digambarkan sebagai berikut:
Milestone bicara membantu orang tua melihat gambaran umum perkembangan komunikasi anak sesuai usianya. Namun, ketika anak belum mencapai tahapan tersebut, keterlambatan yang terjadi tidak selalu sama pada setiap anak. Ada anak yang sebenarnya sudah memahami ucapan orang lain tetapi kesulitan berbicara, ada pula yang mengalami kesulitan dalam memahami dan menggunakan bahasa. Untuk itulah penting bagi orang tua memahami perbedaan antara speech delay dan language delay agar penanganannya lebih tepat.
Perbedaan Speech Delay dan Language Delay Pada Anak
Kedua istilah ini sering terdengar mirip, tapi sebenarnya berbeda:
Sedangkan untuk ciri-ciri speech delay antara lain:
Sedangkan untuk ciri-ciri language delay antara lain:
Namun sayangnya, tidak sedikit anak yang mengalami kombinasi dari kedua kondisi tersebut, speech delay dan language delay. Oleh karena itu, penting bagi orang tua memahami perbedaan kedua kondisi tersebut dan melakukan evaluasi sebelum akhirnya mengambil tindakan pemeriksaan ke tenaga profesional.
10 Tanda Anak Mengalami Keterlambatan Bicara yang Perlu Diwaspadai
Setelah memahami perbedaan antara speech delay dan language delay, langkah selanjutnya yang tak kalah penting bagi orang tua adalah mengenali tanda-tanda awal keterlambatan bicara pada anak. Tanda ini sering kali muncul secara bertahap dan bisa terlihat dalam aktivitas sehari-hari. Dengan mengenalinya sejak dini, orang tua dapat mengambil langkah yang tepat sebelum keterlambatan menjadi semakin nyata.
Orang tua perlu lebih waspada jika anak menunjukkan beberapa tanda berikut:
Munculnya satu atau beberapa tanda keterlambatan bicara pada anak tentu membuat orang tua bertanya-tanya, “Apa penyebabnya?” Penting untuk dipahami bahwa keterlambatan bicara tidak disebabkan oleh satu faktor saja.
Faktor Penyebab Keterlambatan Bicara Pada Anak
Ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi perkembangan bicara anak, baik dari sisi biologis, lingkungan, maupun stimulasi sehari-hari. Pada banyak kasus, faktor-faktor ini saling berkaitan dan tidak berdiri sendiri, diantaranya:
Anak yang tidak mendengar suara dengan jelas akan lebih sulit meniru dan memproduksi kata.
Pada kondisi ini, anak membutuhkan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui kebutuhan intervensinya.
Anak butuh belajar bicara dari interaksi langsung yang terjadi dilingkungan dan sekitarnya, bukan dari layar.
Padahal, stimulasi sederhana yang dilakukan secara konsisten sangat membantu dalam tahap perkembangan bicara anak.
Mengetahui berbagai faktor penyebab keterlambatan bicara membantu orang tua memahami bahwa kondisi ini bisa dipengaruhi banyak hal. Namun pertanyaan selanjutnya adalah: “kapan orang tua perlu mulai khawatir dan membawa anak ke tenaga profesional?”.
Kapan Anak Harus Dibawa ke Dokter atau Terapis Wicara?
Sebaiknya orang tua tidak perlu menunggu sampai anak benar-benar tertinggal jauh. Pemeriksaan sejak dini justru membantu anak mendapatkan penanganan yang lebih optimal.
Segera lakukan konsultasi jika muncul tanda red flags yang perlu diwaspadai berikut:
Tidak ada salahnya bagi orang tua untuk melakukan konsultasi lebih awal, karena semakin cepat ditangani, semakin besar peluang anak berkembang optimal. Langkah tersebut bukan berarti anak pasti mengalami gangguan, melainkan langkah bijak untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan sesuai jalurnya.
Apa yang Dilakukan Saat Asesmen Bicara Pertama?
Meskipun banyak orang tua yang merasa cemas membayangkan proses pemeriksaan yang akan dijalani anak, asesmen bicara sebenarnya dirancang agar aman, ramah anak, dan tidak menyakitkan. Tujuannya bukan untuk memberi label, melainkan untuk memehami kebutuhan anak secara menyeluruh.
Pada sesi asesmen awal, terapis wicara akan:
Asesmen dilakukan sebagai langkah awal untuk menentukan pendekatan terbaik sesuai kebutuhan anak, bukan sekedar mengejar target bicara. Pada setiap tahapannya, dilakukan dengan pendekatan yang ramah anak dan tidak menyakitkan.
Stimulasi Bicara yang Bisa Dilakukan Orang Tua di Rumah
Setelah orang tua memahami kondisi anak melalui asesmen yang dilakukan, langkah penting berikutnya adalah peran orang tua dalam keseharian anak. Terapi dengan tenaga profesional yang sedang berjalan akan jauh lebih efektif bila didukung stimulasi yang konsisten dirumah. Hal ini penting karena anak belajar bicara paling banyak dari interaksi sehari-hari dengan orang terdekatnya.
Tidak perlu alat khusus, melainkan peran orang tua sebagai “terapis utama” bagi anak. Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan:
Stimulasi yang dilakukan secara konsisten dan penuh kesabaran akan membantu perkembangan bicara anak secara signifikan.
Booking Asesmen dan Terapi Wicara Anak di RSIJ Cempaka Putih
Untuk mendeteksi dini perkembangan bicara anak dan mengetahui apakah anak memerlukan terapi wicara atau cukup dengan stimulasi di rumah, Ayah dan Bunda dapat melakukan booking asesmen bicara. Asesmen ini dapat dilakukan di RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) melalui layanan Rehabilitasi Medik, dengan pendekatan profesional dan ramah anak.
Layanan tersedia untuk pasien BPJS, asuransi, maupun umum, dan pendaftaran dapat dilakukan dengan mudah melalui WhatsApp. Deteksi dini adalah langkah penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak sejak masa emasnya.
Jangan tunggu sampai “nanti juga bisa sendiri”, lakukan asesmen bicara anak di RSIJCP untuk mendukung tumbuh kembang optimal buah hati sejak dini.
Info dan pendaftaran dapat hubungi:
? BPJS: +62 878-8767-8429
? Pendaftaran Asuransi & Tunai: 0812-1349-1516
FAQ Seputar Keterlambatan Bicara Anak
Di era digital, layanan kesehatan kini semakin mudah diakses. Salah satunya melalui aplikasi Mobile JKN, aplikasi resmi dari BPJS Kesehatan yang memudahkan peserta dalam mengelola layanan kesehatan, termasuk pendaftaran berobat secara online di rumah sakit.
Melalui Mobile JKN, pasien BPJS dapat mendaftar pelayanan rawat jalan di RS Islam Jakarta Cempaka Putih dengan lebih cepat, praktis, dan tertib tanpa harus menunggu lama di loket pendaftaran.
Aplikasi resmi BPJS Kesehatan untuk peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menyediakan layanan digital mandiri, memungkinkan peserta mengakses berbagai layanan kesehatan seperti pendaftaran pelayanan, cek status kepesertaan, informasi iuran, hingga konsultasi dokter tanpa harus datang ke kantor BPJS atau fasilitas kesehatan, cukup lewat smartphone. Aplikasi ini mempermudah pengelolaan administrasi dan pelayanan kesehatan, menghemat waktu, serta memberikan informasi secara real-time.
pasien dapat mendaftar di loket pendaftaran atau melalui WA.
Seseorang dikatakan pasien baru jika ia belum pernah berobat sama sekali di RSIJ Cempaka Putih. Pasien baru tidak dapat melakukan pendaftaran berobat melalui Mobile JKN pada kunjungan pertamanya karena datanya belum ada di RSIJCP.
Cara mendaftar untuk pasien baru di loket pendaftaran:
Cara mendaftar untuk pasien baru melalui WA:
Pasien tidak dapat melakukan pendaftaran melalui mobile JKN tetapi mendaftar di administrasi pendaftaran UGD. Pasien dapat berobat ke UGD jika mengalami kondisi berikut:
Penilaian kondisi tersebut dilakukan oleh dokter IGD, dan jika tidak memenuhi kriteria, pasien mungkin harus membayar sebagai pasien umum.
Dengan memahami alur ini, pasien diharapkan dapat menjalani proses pendaftaran dengan lebih mudah dan nyaman di RSIJ Cempaka Putih. Jika ada pertanyaan lainnya terkait alur pendaftaran berobat di RS Islam Jakarta Cempaka Putih dapat menghubungi:
Pendaftaran BPJS Kesehatan: 0858-5005-0010
Beberapa waktu terakhir, melalui bencana yang terjadi di Sumatera, publik diingatkan kembali akan ketangguhan seorang ibu melalui berbagai kisah yang viral. Ada ibu yang dengan sekuat tenaga memastikan sang anak aman dan selamat dalam terjangan banjir, meskipun itu berarti harus mengorbankan nyawanya sendiri. Kisah-kisah yang viral ditengah bencana alam tersebut menyentuh banyak orang karena menggambarkan satu hal yang sama, yaitu pengorbanan dan daya juang ibu dalam menjaga kehidupan.
Di balik viralnya cerita tersebut, tersimpan realita yang sering luput dari perhatian, ibu merupakan kelompok yang rentan secara kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Dalam kondisi normal maupun krisis, ibu kerap menomorsatukan keselamatan dan kesehatan anak, bahkan ketika dirinya sendiri membutuhkan pertolongan. Ini menandakan betapa pentingnya menempatkan kesehatan ibu sebagai prioritas utama dalam siklus kesehatan keluarga.
Peran Ibu dalam Menjaga Kesehatan Anak Sejak Awal Kehidupan
Peran ibu dalam layanan kesehatan keluarga dimulai sejak masa kehamilan. Melalui pemeriksaan kehamilan rutin, pemenuhan gizi, serta edukasi kesehatan, ibu telah memberikan perlindungan awal bagi tumbuh kembang janin. Pemantauan yang baik selama kehamilan berperan penting dalam mencegah komplikasi dan memastikan proses persalinan yang aman.
Pada masa persalinan dan nifas, ibu menjalani fase krusial yang membutuhkan pendampingan medis optimal. Setelahnya, peran ibu berlanjut dalam memastikan bayi mendapatkan ASI, imunisasi dasar lengkap, serta pemantauan tumbuh kembang secara berkala.
Memasuki masa anak sekolah hingga dewasa, peran ibu berkembang menjadi pendamping dan edukator kesehatan dalam membentuk kebiasaan hidup sehat, menjaga kesehatan mental anak, serta menanamkan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.
Layanan Kesehatan yang Dibutuhkan Ibu di Setiap Tahap Kehidupan Anak
Di balik peran besar tersebut, ibu juga membutuhkan layanan kesehatan yang berkesinambungan. Beberapa layanan penting yang dibutuhkan ibu antara lain:
Layanan kesehatan yang terintegrasi membantu ibu menjaga kualitas hidupnya, sehingga mampu menjalankan peran keluarga secara optimal.
Masalah Kesehatan yang Umum Dialami Ibu
Berbagai kajian kesehatan menunjukkan bahwa ibu berisiko mengalami anemia, hipertensi kehamilan, gangguan kesehatan mental pascapersalinan, hingga kelelahan kronis akibat beban pengasuhan jangka panjang. Dalam kondisi tertentu, seperti pascabencana alam, risiko ini dapat meningkat akibat stres berkepanjangan dan keterbatasan akses layanan kesehatan.
Kondisi ini menegaskan bahwa kesehatan ibu tidak boleh diabaikan, baik dalam situasi darurat maupun kehidupan sehari-hari.
Menjaga Kesehatan Diri sebagai Bagian dari Peran Ibu
Menjaga kesehatan diri bukanlah bentuk mengurangi peran sebagai ibu, melainkan bagian penting dari tanggung jawab terhadap keluarga. Beberapa langkah yang dapat dilakukan ibu antara lain:
Ibu yang sehat akan memiliki daya tahan lebih baik dalam menghadapi tantangan kehidupan, termasuk kondisi krisis yang tidak terduga.
Peran Anak dalam Menjaga Kesehatan Ibu
Seiring bertambahnya usia anak, peran dalam siklus kesehatan keluarga pun berbalik. Anak dapat berkontribusi dengan mengajak ibu melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, membantu memastikan akses layanan kesehatan yang tepat, serta memberikan dukungan emosional yang berkelanjutan.
Peringatan Hari Ibu
Momentum Hari Ibu menjadi pengingat bahwa di balik ketangguhan dan pengorbanan seorang ibu, terdapat kebutuhan untuk menjaga kesehatannya sepanjang hayat. Menghargai ibu bukan hanya melalui ungkapan kasih sayang, tetapi juga dengan memastikan ia mendapatkan layanan kesehatan yang optimal.
Sebagai institusi layanan kesehatan, RS Islam Jakarta Cempaka Putih berkomitmen mendampingi ibu dan keluarga dalam menjaga kesehatan.
? Info & pendaftaran:
Umum & Asuransi: 0812-1349-1516
BPJS Kesehatan: 0858-5005-0010
Selamat Hari Ibu.
Terima kasih atas ketangguhan dan cinta yang tak pernah berhenti menjaga kehidupan.
Trigger finger atau stenosing tenosynovitis adalah kondisi ketika tendon fleksor pada jari mengalami hambatan saat bergerak melewati selubungnya (pulley), sehingga jari terasa mengunci, tersangkut, atau mengeluarkan bunyi “klik” saat digerakkan. Kondisi ini semakin umum ditemukan pada usia dewasa dan sering berhubungan dengan aktivitas repetitif atau gangguan metabolik.
Pemahaman tentang tanda, penyebab, dan kapan perlu memeriksakan diri ke dokter sangat penting untuk mencegah kondisi menjadi kronis.
Gejala trigger finger muncul akibat kombinasi inflamasi, penebalan pulley A1, dan perubahan struktur tendon. Kondisi ini dapat berkembang secara perlahan ataupun tiba-tiba.
Berikut tanda-tanda yang paling umum:
Berikut beberapa mekanisme utama yang berkontribusi terhadap terjadinya trigger finger:
Studi histopatologi menunjukkan adanya:
Gerakan berulang seperti menggenggam erat, menjahit, menggunting, mengetik, atau menggunakan alat tangan memicu stres mekanis berlebih sehingga memicu mikrotrauma dan inflamasi pada tendon.
Penderita diabetes memiliki risiko 4–10 kali lebih tinggi mengalami trigger finger. Kadar gula yang tidak stabil menyebabkan perubahan struktural tendon yang membuatnya lebih kaku dan mudah teriritasi.
Termasuk:
Kondisi ini meningkatkan inflamasi dan pembengkakan pada jaringan tendon.
Wanita usia 40–60 tahun tercatat memiliki prevalensi lebih tinggi, kemungkinan terkait perubahan hormon dan elastisitas jaringan.
Trauma, benturan, atau penggunaan berlebihan dapat memicu inflamasi lokal yang berujung pada stenosis selubung tendon.
Trigger finger sering dianggap sepele pada awalnya, namun kondisi ini bisa menjadi kronis jika dibiarkan. Anda perlu segera memeriksakan diri jika mengalami:
Meskipun artikel ini berfokus pada tanda dan penyebab, penting untuk mengetahui gambaran umum penanganannya:
Penanganan Non-Operatif:
Penanganan Operatif:
Trigger finger merupakan kondisi yang dapat mengganggu fungsi tangan, tetapi sangat dapat ditangani bila dikenali sejak dini. Memahami tanda-tandanya, mengetahui faktor risiko, dan mengetahui kapan harus periksa ke dokter membantu mencegah kondisi memburuk. Jika gejala memengaruhi aktivitas atau tidak membaik dengan istirahat, pemeriksaan medis sangat dianjurkan, terutama bagi penderita diabetes.
RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) sukses mendukung penyelenggaraan The Founder5 II: Unfinished Business sebagai Official Medical Partner. Acara pertunjukan komedi berskala besar ini telah berlangsung dengan aman, lancar, dan tertib pada Minggu, 14 Desember 2025 pukul 13.00 WIB di Istora Senayan, Jakarta, serta dihadiri oleh ribuan penonton.
Sepanjang proses persiapan hingga pelaksanaan acara, RSIJ Cempaka Putih mendampingi The Founder5 II sebagai mitra kesehatan. Kolaborasi ini menyatukan energi kreatif di atas panggung dengan kesiapsiagaan medis di balik layar, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan optimal tanpa kendala berarti.
Persiapan Kesehatan Sebelum Acara
Sebagai bagian dari upaya preventif, RSIJ Cempaka Putih telah memberikan imun booster kepada para kru dan pihak yang terlibat langsung dalam persiapan acara sebelum hari pelaksanaan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh kru yang terlibat dalam aktivitas intens, mulai dari persiapan teknis, instalasi panggung, hingga gladi bersih.
Pemberian imun booster menjadi bagian dari komitmen RSIJ Cempaka Putih dalam mendukung kesehatan secara menyeluruh, tidak hanya saat acara berlangsung, tetapi juga sejak fase pra-acara. Dengan kondisi fisik yang prima, para kru dapat bekerja dengan lebih aman dan optimal selama proses persiapan.
Peran RSIJ Cempaka Putih dalam Mendukung Keamanan Acara
Sebagai rumah sakit yang berkomitmen pada pelayanan kesehatan berkualitas, RSIJ Cempaka Putih hadir untuk memberikan rasa aman bagi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari para founder, panitia, kru produksi, hingga penonton. Kehadiran tim medis profesional di lokasi acara menjadi bagian penting dalam memastikan respons cepat terhadap potensi risiko kesehatan maupun keselamatan.
Lebih dari sekadar layanan medis, RSIJ Cempaka Putih membawa nilai kepedulian, profesionalitas, dan pendekatan menyeluruh dalam setiap dukungan yang diberikan. Kolaborasi ini sekaligus memperkuat pesan bahwa kesehatan merupakan elemen penting dalam mendukung keberhasilan setiap aktivitas kreatif dan profesional.
Deretan Pengisi Acara the Founder5 II
The Founder5 II: Unfinished Business menghadirkan lima komika ternama Indonesia yang juga dijuluki sebagai founder, yaitu Pandji Pragiwaksono, Raditya Dika, Ernest Prakasa, Ryan Adriandhy, dan Isman H.S. Pertunjukan ini juga dimeriahkan oleh performer pendukung seperti Ali Akbar, Dany Beler, Ummi Quary, dan Mister Aloy, yang turut memperkaya dinamika panggung dan pengalaman menonton.
Kehadiran para pengisi acara dengan intensitas tampil yang tinggi menuntut kondisi fisik dan mental yang prima, sehingga kesiapsiagaan medis menjadi aspek penting dalam menjaga kelancaran pertunjukan.
Ragam Format Pertunjukan dalam Satu Panggung
Acara ini menggabungkan berbagai format pertunjukan, mulai dari stand-up comedy, sketch comedy, hingga improv comedy. Stand-up comedy menjadi fondasi utama dengan monolog reflektif dan personal yang disampaikan secara intens di hadapan penonton.
Sketch comedy melibatkan penggunaan properti, pergerakan panggung, serta koordinasi teknis yang memerlukan persiapan matang. Sementara itu, improv comedy menghadirkan dinamika spontan tanpa naskah tetap, menuntut konsentrasi tinggi dan kesiapan fisik para founder. Kombinasi format tersebut menjadikan The Founder5 II sebagai pertunjukan yang dinamis sekaligus kompleks dari sisi teknis.
Pentingnya Kesiapsiagaan Medis dalam Acara Berskala Besar
Dalam penyelenggaraan acara berskala besar seperti The Founder5 II, risiko kesehatan dan keselamatan tidak hanya muncul saat pertunjukan berlangsung, tetapi juga selama proses persiapan. Aktivitas seperti instalasi panggung, pemasangan properti, dan pekerjaan teknis kru memiliki potensi risiko kecelakaan kerja maupun kelelahan fisik.
Dengan dukungan tenaga medis profesional dan sistem penanganan yang sigap, RSIJ Cempaka Putih memastikan setiap potensi kondisi darurat dapat ditangani secara cepat dan tepat. Hasilnya, seluruh rangkaian The Founder5 II berlangsung dengan sukses, aman, dan terkendali.
Melalui kolaborasi ini, RS Islam Jakarta Cempaka Putih berhasil mendampingi The Founder5 II: Unfinished Business sebagai mitra kesehatan, sekaligus menegaskan komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang responsif, profesional, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat di berbagai kegiatan publik.
Di era digital saat ini, kemudahan akses layanan menjadi prioritas utama dalam berbagai sektor, termasuk kesehatan. Sistem terintegrasi memungkinkan masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan efisien tanpa harus mengantri atau datang langsung ke lokasi. RSIJ Cempaka Putih turut hadir dalam transformasi digital ini dengan menghadirkan aplikasi "RS Islam Cempaka Putih” oleh PT. Terakorp Indonesia, sebuah solusi praktis untuk memudahkan pasien dalam mengakses layanan kesehatan.
Dengan aplikasi ini, pendaftaran berobat dapat dilakukan langsung dari rumah menggunakan ponsel. Tidak perlu lagi datang pagi-pagi atau mengantri lama hanya untuk mendaftar.
Langkah pertama adalah mengunduh aplikasi Teramobile melalui Google Play Store. Cari dengan kata kunci "RS Islam Cempaka Putih" lalu tekan tombol Install. Perlu diketahui bahwa saat ini aplikasi ini hanya tersedia untuk pengguna Android.
Setelah aplikasi terpasang, buka dan lakukan registrasi akun dengan mengisi data diri lengkap seperti:
Terakhir buat password yang mudah diingat namun sulit untuk ditebak orang lain demi keamanan akun, kemudian simpan data tersebut.
Setelah berhasil login, pilih menu Pendaftaran Online di halaman utama aplikasi. Pasien akan diminta memilih jenis pasien terlebih dahulu. Selanjutnya, pilih poliklinik yang dituju seperti Poli Umum, Poli Gigi, Poli Anak, atau poliklinik lainnya sesuai kebutuhan.
Sistem akan menampilkan daftar dokter yang tersedia beserta jadwal praktiknya. Pilih dokter yang diinginkan, lalu tentukan tanggal dan jam kunjungan yang sesuai. Setelah semua data terisi, periksa kembali informasi yang sudah diinput untuk memastikan tidak ada kesalahan, kemudian tekan tombol konfirmasi.
Setelah konfirmasi berhasil, pasien akan mendapatkan nomor antrian dan kode booking yang akan muncul di layar aplikasi. Simpan atau screenshot bukti pendaftaran tersebut. Notifikasi konfirmasi juga akan diterima di aplikasi, dan dalam beberapa kasus dikirimkan melalui SMS.
Pada hari kunjungan, datang ke RSIJ Cempaka Putih sesuai jadwal yang telah dipilih. Tunjukkan bukti pendaftaran dari aplikasi di loket pendaftaran, dan pasien bisa langsung menunggu panggilan sesuai nomor antrian tanpa perlu mengantri panjang. Selain itu, pasien juga bisa langsung datang menuju mesin check in untuk melakukan self-check in dengan melakukan scan barcode bukti pendaftaran, klik cetak, lalu pasien bisa langsung menuju poli.
Untuk pengalaman terbaik, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:
Dengan menggunakan Teramobile, pasien akan menghemat banyak waktu karena tidak perlu datang pagi-pagi atau mengantri lama di loket pendaftaran. Aplikasi ini sangat praktis karena bisa diakses kapan saja dan di mana saja sesuai kebutuhan. Pasien memiliki kebebasan untuk memilih dokter dan waktu kunjungan sendiri, mendapatkan pengingat otomatis untuk jadwal kontrol, dan semua riwayat kunjungan tersimpan rapi dalam satu aplikasi.
Jika mengalami kesulitan dalam menggunakan aplikasi Teramobile, hubungi Customer Service RSIJ Cempaka Putih atau datang langsung ke bagian pendaftaran untuk mendapatkan bantuan registrasi aplikasi. Tim RSIJ Cempaka Putih siap membantu pasien agar bisa memanfaatkan layanan digital ini dengan maksimal.
Mulai sekarang, berobat jadi lebih mudah dengan Teramobile. Download aplikasi RS Islam Cempaka Putih sekarang dan rasakan kemudahan layanan kesehatan dalam genggaman!
Artroskopi merupakan salah satu teknik medis modern yang digunakan untuk memeriksa dan merawat berbagai gangguan pada sendi melalui prosedur yang minim sayatan. Dengan menggunakan kamera kecil bernama arthroscope, dokter dapat melihat bagian dalam sendi secara jelas dan langsung melakukan perbaikan jika ditemukan kerusakan. Teknik ini menawarkan pemulihan lebih cepat, risiko infeksi lebih rendah, dan nyeri pasca tindakan yang lebih ringan dibandingkan operasi terbuka, sehingga menjadi pilihan utama untuk menangani banyak cedera sendi.
Artroskopi adalah prosedur bedah minimal invasif yang melibatkan pembuatan sayatan kecil untuk memasukkan kamera berukuran sekitar 0,5–1 cm ke dalam sendi. Kamera tersebut menampilkan kondisi sendi secara real-time ke monitor, memungkinkan dokter melakukan diagnosis sekaligus tindakan perbaikan melalui alat bedah mini yang dimasukkan melalui sayatan lain.
Teknik ini dapat dilakukan pada beberapa sendi tubuh seperti lutut, bahu, pergelangan tangan, pergelangan kaki, panggul, dan siku.
Artroskopi biasanya direkomendasikan untuk menangani masalah-masalah seperti:
Jika terapi konservatif seperti obat atau fisioterapi tidak memberikan perbaikan yang signifikan, artroskopi menjadi solusi efektif.
Pasien menjalani pemeriksaan fisik, rontgen, MRI, tes darah, dan evaluasi kondisi kesehatan menyeluruh. Dokter menentukan jenis anestesi yang tepat (lokal, regional, atau umum). Pasien biasanya diminta berpuasa beberapa jam sebelum tindakan.
Pasien diberikan anestesi untuk memastikan prosedur berlangsung tanpa rasa sakit.
Dokter membuat 1–3 sayatan kecil sebagai jalur masuk kamera dan instrumen operasi.
Cairan steril dipompa ke dalam sendi agar ruang menjadi jelas. Artroskop menampilkan gambaran kondisi dalam sendi secara detail di monitor.
Jika ditemukan kerusakan, dokter dapat langsung memperbaikinya, seperti:
Sayatan kecil ditutup dengan jahitan halus atau plester khusus, kemudian dibalut untuk mencegah infeksi.
Umumnya pasien dapat pulang di hari yang sama. Pemulihan meliputi:
Meskipun prinsipnya sama, artroskopi pada tiap sendi memiliki teknik dan tujuan yang berbeda, sesuai struktur dan jenis cederanya.
Lutut adalah sendi terbesar dan paling sering ditangani dengan artroskopi. Tindakan umum meliputi:
Bahu memiliki struktur kompleks dengan banyak jaringan penstabil. Tindakan yang umum dilakukan:
Sendi kecil ini membutuhkan instrumen mini dan teknik yang sangat presisi. Tindakan meliputi:
Sering dilakukan pada atlet atau pasien dengan cedera berulang. Tindakan yang umum dilakukan:
Sendi yang dalam dan kompleks, membutuhkan pengalaman operator yang tinggi. Tindakan meliputi:
Membantu mengatasi kekakuan dan nyeri pada siku. Tindakan meliputi:
Artroskopi merupakan prosedur yang aman, efektif, dan modern untuk menangani berbagai kelainan sendi. Setiap sendi memiliki teknik dan fokus tindakan yang berbeda sesuai struktur anatomi dan jenis cederanya. Dengan pemahaman yang tepat dan konsultasi dengan dokter ortopaedi, pasien dapat memilih penanganan terbaik untuk memulihkan fungsi sendi dan kembali beraktivitas normal.
Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, padat, dan instan, banyak ibu hamil yang tanpa sadar mengurangi perhatian terhadap kontrol kehamilan karena merasa tubuhnya baik-baik saja atau terlalu sibuk dengan aktivitas harian. Padahal, kehamilan adalah fase penting yang membutuhkan pemantauan berkala untuk memastikan kesehatan ibu dan perkembangan janin berjalan optimal.
Selain itu, perubahan gaya hidup masa kini, mulai dari pola makan yang kurang teratur, tingkat stres tinggi, paparan polusi, hingga aktivitas fisik yang tidak seimbang semakin memperkuat alasan bahwa pemeriksaan kehamilan secara rutin bukan lagi sekadar anjuran, tetapi kebutuhan dasar untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi.
Sebelum memahami pentingnya kontrol kehamilan, ada satu hal mendasar yang perlu diingat “banyak masalah kehamilan tidak menunjukkan gejala pada awalnya”. Itulah mengapa pemeriksaan rutin menjadi kunci utama dalam mendeteksi kondisi yang tidak tampak namun berpotensi membahayakan.
Mengapa Kontrol Kehamilan Itu Penting?
Setelah memahami konteks kehidupan modern, peran pemeriksaan kehamilan makin terasa relevan. Menurut Bidan Eka Lestari, Bidan kesayangan di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, ada dua alasan paling dasar dan tidak boleh diabaikan:
Pemeriksaan rutin membantu mengevaluasi:
Selain itu, perkembangan janin dapat dipantau sesuai usia kehamilan untuk memastikan pertumbuhannya tetap optimal. Dengan pemeriksaan yang konsisten, dokter atau bidan dapat memastikan bahwa bayi tumbuh sehat di dalam kandungan dan mendeteksi ketidaksesuaian sedini mungkin.
Komplikasi seperti preeklamsia, diabetes gestasional, anemia, hingga gangguan pertumbuhan janin sering terjadi tanpa gejala yang jelas di awal. Deteksi dini melalui kontrol kehamilan sangat penting karena semakin cepat masalah ditemukan, semakin mudah dan aman penanganannya.
Alasan Lain Mengapa Kontrol Kehamilan di Masa Kini Semakin Penting
Selain dua alasan utama tadi, ada beberapa kondisi masa kini yang semakin menegaskan pentingnya kontrol kehamilan:
Pola makan tinggi gula dan kurang nutrisi, stres kerja, kurang tidur, atau aktivitas yang terlalu padat dapat memengaruhi kesehatan ibu dan perkembangan janin.
Rutinitas yang padat sering membuat ibu merasa baik-baik saja, padahal beberapa komplikasi tidak menunjukkan tanda fisik. Kontrol kehamilan membantu memberikan “pengingat medis” akan kondisi tubuh ibu yang sebenarnya.
Polusi udara, makanan cepat saji, hingga paparan zat kimia tertentu dalam kehidupan sehari-hari dapat meningkatkan risiko komplikasi yang hanya dapat dipantau melalui pemeriksaan medis.
Dengan teknologi pemeriksaan yang semakin lengkap dan akurat, kontrol rutin memberikan kesempatan untuk mendapatkan gambaran terbaik tentang kondisi janin. Gambaran yang bisa didapatkan sang Ibu mulai dari detak jantung, posisi, hingga potensi kelainan bawaan yang dapat dipersiapkan sejak dini.
Meski Ibu pernah hamil sebelumnya, kondisi tiap kehamilan dapat sangat bervariasi. Kontrol rutin penting untuk memastikan penanganan sesuai kondisi spesifik pada kehamilan saat ini.
Berapa Sering Ibu Hamil Perlu Melakukan Pemeriksaan?
Dalam dunia medis, terdapat panduan umum mengenai jadwal kontrol kehamilan yang dianjurkan. Frekuensi ini disusun berdasarkan perkembangan janin dan perubahan fisiologis tubuh Ibu pada setiap trimester, sehingga pemeriksaan dapat dilakukan secara tepat waktu dan menyeluruh.
Berikut rekomendasi frekuensi kontrol kehamilan:
Ibu dianjurkan melakukan pemeriksaan setiap 4 minggu sekali. Pada fase ini, pemeriksaan bertujuan memastikan kondisi awal kehamilan sehat, menilai risiko, memantau pertumbuhan embrio, dan memastikan ibu berada dalam kondisi stabil.
Frekuensi meningkat menjadi setiap 2 minggu sekali. Ini penting karena janin berkembang pesat, kebutuhan nutrisi meningkat, dan risiko komplikasi seperti anemia atau tekanan darah tinggi dapat muncul.
Ibu perlu pemeriksaan setiap 1 minggu sekali. Di fase akhir ini, dokter atau bidan akan memantau posisi janin, kesiapan jalan lahir, tekanan darah, detak jantung janin, serta tanda-tanda persalinan lainnya untuk memastikan proses kelahiran aman bagi ibu dan bayi.
Kontrol kehamilan rutin merupakan langkah sederhana namun berdampak besar bagi kesehatan ibu dan bayi. Di tengah kesibukan kehidupan modern, pemeriksaan kehamilan justru menjadi kebutuhan dasar untuk memastikan kelahiran berjalan aman, sehat, dan terencana. Dengan dukungan teknologi medis serta pemantauan oleh tenaga kesehatan seperti Bidan dan Dokter, Ibu dapat menjalani kehamilan dengan lebih percaya diri dan terhindar dari risiko yang tidak terlihat, serta proses persalinan dapat berlangsung dengan aman.
Sebagai Calon Ibu dan Ibu yang bijak, jangan tunggu ada keluhan terlebih dahulu. Sayangi diri, sayangi dede bayi dari sekarang.
Yuk cek kehamilan rutin di RSIJ Cempaka Putih.
? Pendaftaran Umum & Asuransi: 0812-1349-1516
? Pendaftaran BPJS Kesehatan: 0858-5005-0010
Gaya hidup aktif kini menjadi tren di berbagai kalangan. Aktivitas seperti lari, futsal, sepak bola, basket, badminton, tenis, padel, hingga kelas workout seperti HIIT dan cross fit semakin populer. Meski menyehatkan, peningkatan intensitas dan frekuensi olahraga ini juga menyebabkan meningkatnya angka cedera.
Berbagai studi epidemiologi menunjukkan bahwa pola cedera berulang pada olahraga populer cenderung konsisten di seluruh dunia dan sebagian besar cedera terjadi pada ekstremitas bawah, terutama lutut, pergelangan kaki (ankle), dan otot paha.
Karena itu, penting untuk memahami apa saja jenis cedera yang mungkin terjadi, bagaimana pola cedera pada tiap olahraga, serta bagaimana melakukan pertolongan pertama yang benar.
Cedera pada ligament, yaitu jaringan yang menjaga stabilitas sendi. Cedera ini terjadi akibat gerakan memutar tiba-tiba, jatuh, atau salah tumpuan. Umum pada pergelangan kaki, lutut, dan pergelangan tangan.
Cedera pada otot atau tendon (jaringan penghubung otot ke tulang). Polanya bisa seperti tarikan berlebih, peregangan melewati batas, atau tenaga mendadak, misalnya betis “ketarik”.
Nyeri di bagian depan lutut akibat tekanan berulang pada sendi tempurung lutut.
Cedera ini sering dialami pelari, orang yang sering naik-turun tangga, atau memiliki ketidakseimbangan otot.
Peradangan tendon di sisi luar siku akibat gerakan menggenggam atau memutar berulang. Tidak hanya terjadi pada pemain tenis, cedera ini umumnya terjadi pada aktivitas repetitif seperti mengetik atau mengangkat barang.
Nyeri sepanjang tulang kering (tibia). Pola cedera biasanya terjadi pada pelari pemula, intensitas lari naik terlalu cepat, atau penggunaan alas kaki yang tidak tepat.
Cedera akibat penggunaan otot, tendon, atau sendi secara repetitif tanpa waktu pemulihan yang cukup. Contoh: tendinitis, bursitis, stress fracture, tennis elbow, shin splint.
Cedera bisa terjadi akibat latihan terlalu sering, beban naik terlalu cepat, atau pola gerakan sama tanpa variasi.
dr. Zecky Eko Triwahyudi, Sp.OT., Subsp.CO(K), MARS., MM., AIFO-K sebagai Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi - Subspesialis Cedera olahraga di RS Islam Jakarta Cempaka Putih berbagi tips melalui protokol RICE. Protokol ini adalah langkah aman dan efektif untuk pertolongan pertama cedera olahraga. Berikut penjelasannya:
Segera hentikan aktivitas agar tidak memperburuk cedera. Tujuannya memberi waktu jaringan untuk memulai proses pemulihan.
Kompres es 15–20 menit setiap 3–4 jam dalam 48 jam pertama. Manfaatnya dapat mengurangi nyeri, pembengkakan, dan inflamasi.
Gunakan perban elastis untuk memberi tekanan ringan. Fungsinya untuk membantu mengontrol pembengkakan dan memberi stabilitas. Namun hindari pemakaian yang terlalu ketat hingga menyebabkan kesemutan.
Posisikan bagian cedera lebih tinggi dari jantung. Tujuannya untuk membantu aliran balik darah dan mengurangi pembengkakan.
Dokter Ortopaedi diperlukan ketika cedera berpotensi menjadi berat atau memerlukan pemeriksaan struktural, seperti X-ray atau MRI.
Segera konsultasi ke Dokter Ortopaedi (termasuk subspesialis olahraga) jika:
Dokter ortopaedi akan menentukan diagnosis, memastikan tidak ada kerusakan serius, dan menentukan apakah perlu terapi konservatif, fisioterapi lanjut, atau tindakan medis lainnya.
Banyak orang masih menganggap bahwa cedera engkel atau otot bisa langsung diurut. Padahal, pada fase awal cedera, tindakan urut atau pijat justru bisa memperburuk kondisi.
Dokter ortopaedi secara tegas melarang urut pada fase akut cedera, terutama pada kasus sprain, strain, atau dugaan fraktur kecil (stress fracture).
Isu disabilitas masih sering disalahpahami. Banyak orang menganggap disabilitas hanya sebatas kondisi fisik yang terlihat, padahal spektrumnya sangat luas.
Menurut konsep kesehatan modern, disabilitas bukan sekadar “keterbatasan tubuh”, tetapi kondisi ketika seseorang mengalami hambatan dalam melakukan aktivitas tertentu akibat faktor fisik, sensorik, intelektual, mental, atau lingkungan.
Beberapa poin penting:
Cerita berbeda jika lingkungan mendukung, banyak penyandang disabilitas bisa berfungsi optimal dan mandiri.
Miskonsepsi atau mispersepsi sering terjadi karena kurangnya edukasi dan pemahaman yang tepat. Beberapa hal yang umum ditemui:
Ada banyak kondisi yang termasuk disabilitas, tetapi tidak disadari oleh masyarakat karena tidak tampak jelas.
Kesamaan dari semua kondisi tersebut adalah tidak selalu terlihat secara fisik, tetapi tetap menyebabkan hambatan dalam aktivitas.
Inilah salah satu hal yang paling sering disalahpahami. Disabilitas tidak selalu berarti seumur hidup. Beberapa dapat disembuhkan, dipulihkan, atau ditingkatkan fungsinya dengan pengobatan dan terapi.
Contoh disabilitas yang dapat membaik atau sembuh:
Contoh disabilitas yang tidak dapat sepenuhnya disembuhkan tetapi bisa meningkat fungsinya:
Kuncinya bukan “sembuh total atau tidak”, melainkan penanganan yang tepat sesuai jenis disabilitasnya.
Di Hari Disabilitas maupun hari-hari biasa, penting untuk:
Disabilitas bukan akhir dari kemampuan seseorang, bukan pula tanda kelemahan. Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat dapat menjadi lebih inklusif dan empatik. Dukungan, akses, dan kesadaran akan membuat penyandang disabilitas mampu hidup lebih mandiri, produktif, dan bermartabat.
HIV dan AIDS merupakan isu kesehatan global yang masih sering disalahpahami. Banyak masyarakat yang menganggapnya tabu, terkait moralitas, atau bahkan “aib”. Padahal, pemahaman yang tepat dapat membantu mencegah penularan, mengurangi stigma, dan memberi ruang bagi penderita untuk hidup sehat serta produktif.
AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) adalah tahap paling lanjut dari infeksi HIV. Pada fase ini, sistem kekebalan tubuh telah rusak berat karena virus menyerang dan menghancurkan sel-sel imun, terutama sel CD4. Akibatnya, tubuh menjadi sangat rentan terhadap infeksi dan penyakit yang seharusnya tidak berbahaya bagi orang sehat.
AIDS bukanlah virus, melainkan kumpulan gejala dan kondisi yang terjadi ketika HIV tidak diobati dalam jangka panjang.
Banyak orang masih mengira HIV dan AIDS adalah hal yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan jelas:
Dengan pengobatan yang tepat, seseorang dengan HIV tidak akan berkembang menjadi AIDS dan bisa hidup normal.
HIV/AIDS penting untuk dibahas karena beberapa alasan:
Maka, pendidikan dan pemahaman menjadi kunci penting untuk mencegah penularan dan melindungi masyarakat.
HIV disebabkan oleh infeksi virus Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyebar melalui cairan tubuh tertentu.
Secara umum, siapa saja bisa tertular HIV, tetapi risiko lebih tinggi terjadi pada:
Meskipun ada kelompok dengan risiko lebih tinggi, HIV dapat mengenai siapa pun tanpa memandang usia, orientasi seksual, atau latar belakang.
HIV hanya menular melalui cairan tubuh tertentu dari orang yang terinfeksi, yaitu darah, air mani, cairan vagina, dan ASI.
HIV Menular Melalui:
HIV Tidak Menular Melalui:
Informasi ini penting untuk menghilangkan ketakutan yang tidak berdasar yang sering muncul di tengah-tengah masyarakat.
Walau belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan, HIV dapat dikontrol dengan efektif melalui terapi antiretroviral (ARV).
Pengobatan HIV
Pengobatan AIDS
Dengan pengobatan yang tepat, HIV kini dianggap sebagai penyakit kronis yang bisa dikelola, bukan lagi vonis mati.
HIV/AIDS bukan hanya masalah medis, tetapi juga sosial. Edukasi, empati, dan penghapusan stigma sangat penting agar penderita mendapat dukungan dan tidak takut mencari pertolongan. Memahami HIV dan AIDS secara benar bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan lebih manusiawi.
© 2018-2024. Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Admin
Keluhan, Kritik dan Saran
Sorry, I'm offline at the moment. I'll be back online in the next 10 hours 3 minutes
20:00Informasi
Medical Check Up
Sorry, I'm offline at the moment. I'll be back online in the next 10 hours 3 minutes
20:00Pendaftaran Rawat Jalan
Khusus Pasien BPJS
Sorry, I'm offline at the moment. I'll be back online in the next 10 hours 3 minutes
20:00Pendaftaran Rawat Jalan
Pribadi, Asuransi, dan Perusahaan
Sorry, I'm offline at the moment. I'll be back online in the next 10 hours 3 minutes
20:00