You are here:Beranda/Artikel/Cegah Demensia Sedini Mungkin

Cegah Demensia Sedini Mungkin

Rabu, 22 Jun 2011 Written by Yulvitrawasih 3031 times Print

Pikun merupakan kumpulan gejala gangguan intelektual. Seseorang yang mengalami kepikunan tidak dapat memelihara dirinya sendiri – tidak mandiri, tidak mengenali lingkungannya, bahkan sanak keluarga pun tidak dikenali, sering juga pasangannya dianggap sebagai orang asing.

Dari berbagai penyebab demensia atau pikun, demensia Alzheimer merupakan penyebab terbanyak. Penyakit otak ini berjalan secara kronis dan semakin lama semakin memberat gejalanya dan dapat berlangsung lama, dapat mencapai 20 tahun. Seseorang dapat dikenali memiliki gejala penyakit ini saat dia masih mengalami lupa yang ringan dan saat itu dianggap normal sampai mengalami kondisi yang lebih parah yang disebut pre-demensia (pra pikun) sampai dia benar-benar mengalami demensia atau pikun.

Mengenali kondisi pre-demensia atau pra pikun sangat penting diketahui sedini mungkin untuk memperlambat proses penyakitnya. Berikut 10 Gejala Umum Kepikunan Penyakit Alzheimer :

  1. Gangguan daya ingat : lupa janji, nama orang, mengingat kejadian atau pembicaraan
  2. Kesulitan dalam melakukan aktivitas sederhana / pekerjaan sehari-hari
  3. Masalah berbicara atau berbahasa : gangguan pengertian, penemuan kata yang tepat
  4. Disorientasi waktu, tempat, orang.
  5. Penampilan memburuk : tidak memperhatikan kebersihan dan penampilan diri
  6. Kesulitan dalam melakukan penghitungan sederhana
  7. Salah atau lupa meletakkan benda atau barang, curiga seseorang telah mencurinya
  8. Perubahan perasaan atau perilaku : keluar rumah malam hari, agresif
  9. Perubahan kepribadian : perubahan emosi secara drastis
  10. Hilangnya minat dan inisiatif : berkurangnya aktivitas hobi yang biasa diminati

Walau demensia menghantui, tetapi penyakit ini bisa dicegah sedini mungkin dengan cara menghindari faktor-faktor penyebabnya. Berikut ini merupakan beberapa tindakan pencegahan yang dapat mencegah kepikunan:

  1. Diet dengan membatasi kalori serta lemak. Makanan yang kaya akan asam lemak Omega 3 (DHA) seperti yang terkandung dalam ikan tuna dan kacang kedelai dapat mengurangi penurunan kemampuan mengingat pada orang tua.
  2. Nutrisi tertentu dapat menjaga kesehatan otak. Vitamin B komplek (terutama B12 dan Asam Folat) sangat dibutuhkan untuk memelihara kesehatan sel saraf. Vitamin A, C, dan E berfungsi sebagai anti oksidan untuk mencegah kerusakan sel-sel otak akibat radikal bebas. Lechitin sangat dibutuhkan sebagai komponen pembentukan sel saraf. Fe (besi) untuk mencegah anemia/kurang darah.
  3. Latihan otak seperti berdiskusi, mengisi teka-teki, main catur, mendengarkan musik, mendengar berita radio/televisi akan memberikan stimulasi pada aspek kognitif. Karena itu penting bagi orang-orang tua untuk tetap bersosialisasi dan melakukan aktivitas-aktivitas yang mengasah kemampuan berpikir.
  4. Meditasi telah berhasil menurunkan tingkat luka saraf dan kematian sel, menurunkan Lipid Peroksida dan meningkatkan hormon Dehidroepiandrosteron yang sangat dibutuhkan untuk optimalisasi fungsi otak. Berdzikir merupakan contoh kegiatan yang memberikan efek menyerupai meditasi.
  5. Olahraga dapat memperbaiki fungsi kognitif dan menahan laju demensia/pikun karena dapat memperbaiki aliran darah ke otak yang memasok nutrisi dan oksigen untuk kesehatan dan regenerasi sel saraf otak.

Share

Alamat

Rumah Sakit Islam Jakarta CP

Jl. Cempaka Putih Tengah I / 1

Jakarta Pusat - Indonesia 10510

Telephone

  • +62-21 428-01567
  • Fax +62-21 420-6681
  • Pendaftaran Rawat Jalan
    1. Khusus BPJS 0812 8896 9622 (Hanya WA)

    2. Pasien Umum, Jaminan Perusahaan dan Asuransi 0812 1349 1516 (Hanya WA) 

    3. Ext. 6507

    Khusus pasien yang telah memiliki no Rekam Medik (No. RM)

Email

  • rsijpusat@rsi.co.id

Statistik Web

Today773
This week10290
This month61836
Total3609634

Who Is Online

24
Online

Copyright © 2018. Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih

Powered by inisial dotcom

X

Right Click

No right click