Menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Salah satu cara sederhana namun sangat penting untuk melindungi diri dan keluarga adalah dengan melakukan vaksinasi. Melalui suntikan vaksin, tubuh dibantu untuk membangun sistem kekebalan terhadap berbagai penyakit menular yang bisa mengancam kesehatan.
Bagi anak-anak, vaksin merupakan perlindungan awal yang berharga. Imunisasi dasar lengkap seperti BCG, Polio, DPT, Campak, hingga Hepatitis B penting diberikan sesuai jadwal agar tubuh si kecil memiliki pertahanan yang kuat terhadap infeksi. Dengan imunisasi yang lengkap dan tepat waktu, tumbuh kembang anak akan lebih optimal dan terlindungi dari risiko penyakit berat.
Tidak hanya anak-anak, vaksinasi juga penting untuk orang dewasa. Beberapa vaksin yang direkomendasikan antara lain vaksin Influenza, Tetanus, Hepatitis, hingga Pneumonia. Vaksin ini berperan penting menjaga daya tahan tubuh, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas tinggi, sering bepergian, atau memiliki kondisi medis tertentu.
Melalui vaksinasi, kita tidak hanya melindungi diri sendiri tetapi juga turut berperan dalam menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) untuk melindungi orang-orang di sekitar kita.
RSIJ Cempaka Putih menyediakan berbagai macam pilihan vaksin untuk anak dan dewasa.
Layanan Vaksin Anak:
Layanan Vaksin Dewasa:
Semua dilakukan oleh tenaga medis profesional, ruang tindakan nyaman, dan prosedur sesuai standar RS Islam Jakarta Cempaka Putih.
[CLICK ME untuk cek daftar harga vaksin]
Jadwal layanan: Senin – Jumat (08.00–14.00 WIB)
Sabtu by Appointment
Daftar & Info: 0851-8665-6902
Bersama, kita wujudkan keluarga yang sehat, kuat, dan terlindungi dari berbagai penyakit.
Stroke dapat meninggalkan dampak jangka panjang, mulai dari kelemahan tubuh, gangguan bicara, hingga sulit bergerak. Namun kabar baiknya, pemulihan masih sangat mungkin dilakukan bila terapi dijalankan dengan tepat, salah satunya melalui akupuntur medik pasca stroke.
Akupuntur medik adalah terapi yang dilakukan oleh dokter dengan dasar ilmu kedokteran modern. Melalui penusukan jarum halus di titik-titik tertentu tubuh, terapi ini membantu merangsang sistem saraf, memperlancar sirkulasi darah, dan mempercepat proses regenerasi jaringan otak yang terdampak stroke.
Manfaat Akupuntur Pasca Stroke
Hasil terapi akan lebih optimal bila dikombinasikan dengan rehabilitasi medik seperti fisioterapi dan terapi okupasi.
Layanan ini akan ditangani langsung oleh dokter berkompeten dan berpengalaman, pasien akan mendapatkan terapi yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kondisi medisnya.
Kini di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, ada paket akupuntur lebih hemat untuk pasien tunai dan asuransi:
Info Selengkapnya
Poli Akupuntur – Gedung Raudhah Lt. 3
0812-1349-1516 (Ged. Raudhah)
0812-9581-227 (Eka)
Mari dukung pemulihan bersama tenaga profesional ✨
Setiap tanggal 24 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Dokter Nasional, yang bertepatan dengan hari berdirinya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada 24 Oktober 1950 di Yogyakarta. Momen ini menjadi wujud penghormatan kepada para dokter atas pengabdian dan perjuangannya dalam menjaga kesehatan masyarakat Indonesia.
Sebelum terbentuknya IDI, semangat persatuan para dokter pribumi telah tumbuh sejak masa kolonial melalui organisasi Vereeniging van Indische Artsen (VIA) yang berdiri pada tahun 1911. Organisasi ini didirikan oleh lulusan School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) di Batavia dan menjadi cikal bakal gerakan kedokteran nasional.
Pasca kemerdekaan, muncul keinginan untuk membentuk organisasi profesi tunggal yang menaungi seluruh dokter di Indonesia. Maka pada 24 Oktober 1950, sejumlah dokter dari berbagai daerah berkumpul di Yogyakarta dan secara resmi mendirikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Sejak saat itu, tanggal 24 Oktober diperingati sebagai Hari Dokter Nasional, sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi dokter dalam membangun bangsa melalui pelayanan kesehatan.
Para dokter memiliki peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dari berbagai bentuk layanan terbaik yang diberikan. Melalui IDI, profesi dokter terus berupaya menjaga standar etika, meningkatkan kompetensi, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pembangunan kesehatan nasional.
Dunia kedokteran memiliki cakupan yang sangat luas, meliputi berbagai bidang dan peran yang saling melengkapi untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Secara umum, bidang kedokteran dibagi menjadi:
Selain bidang utama tersebut, dunia kedokteran juga terus berkembang dengan berbagai spesialisasi dan subspesialisasi seperti kardiologi, onkologi, ortopedi, hingga kedokteran olahraga, yang memperkaya keilmuan dan layanan medis di Indonesia.
Kemajuan teknologi dan penelitian ilmiah membawa dunia kedokteran ke era baru yang lebih dinamis, efisien, dan berorientasi pada pasien. Beberapa perkembangan penting yang menjadi sorotan antara lain:
Perkembangan ini membuktikan bahwa dunia kedokteran terus beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa menghilangkan nilai kemanusiaan dalam praktik medis.
Dunia kedokteran Indonesia di masa depan diharapkan dapat semakin maju, inklusif, dan berkelanjutan. Beberapa harapan yang menjadi fokus ke depan antara lain:
Di balik setiap senyum pasien yang sembuh, ada kerja keras dan pengabdian dokter yang luar biasa. Hari Dokter Nasional menjadi momen untuk mengucapkan terima kasih kepada para dokter yang telah menjadi garda terdepan, terutama di masa-masa sulit seperti pandemi dan berbagai situasi darurat kesehatan.
Tak ketinggalan, Direktur Utama RS Islam Jakarta Cempaka Putih turut memberikan ucapan dan harapan di Hari Dokter Nasional ini. "Semoga semua dokter di seluruh pelosok Indonesia semakin bersemangat dalam melayani masyarakat,” ujar dr. Pradono Handojo, Direktur Utama RSIJCP.
Selamat Hari Dokter Nasional 24 Oktober 2025
Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi para dokter Indonesia dalam menjaga kesehatan bangsa.
Mengabdi dengan Ilmu, Melayani dengan Hati.
Dalam beberapa tahun terakhir, gangguan lambung seperti GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dan dispepsia menjadi keluhan yang semakin sering ditemui di layanan kesehatan. Perubahan gaya hidup modern seperti stres tinggi, pola makan tidak teratur, konsumsi kafein berlebih, dan kurangnya waktu istirahat menjadi faktor utama meningkatnya kasus ini.
Tak sedikit masyarakat yang mengonsumsi obat penurun asam lambung secara bebas tanpa pemeriksaan dokter. Padahal, penggunaan obat tanpa diagnosis yang tepat dapat menyebabkan gejala kambuh berulang, komplikasi seperti esofagitis erosif, bahkan gangguan penyerapan nutrisi penting.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya peran tenaga medis dan rumah sakit dalam memberikan edukasi, diagnosis akurat, dan terapi berbasis bukti ilmiah.
Tenaga medis, khususnya dokter, perlu memiliki pemahaman komprehensif mengenai mekanisme sekresi asam lambung dan motilitas gastrointestinal, termasuk perkembangan terapi baru seperti tegoprazan, obat golongan Potassium-Competitive Acid Blocker (P-CAB).
Dengan pemahaman ini, dokter dapat:
Melalui penguasaan materi ini, dokter tidak hanya memperluas kompetensi ilmiah, tetapi juga meningkatkan profesionalisme dalam praktik klinis. Pemahaman yang mendalam akan memperkuat kemampuan klinis dalam mengambil keputusan berbasis bukti, sehingga layanan yang diberikan kepada pasien menjadi lebih akurat, cepat, dan berorientasi pada hasil klinis terbaik.
Peningkatan kapasitas dokter akan membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan kompetensi yang lebih baik, pasien mendapatkan:
Dengan masyarakat yang lebih paham mengenai penyakit pencernaan dan pentingnya perawatan dini, beban kasus gangguan lambung dapat ditekan untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.
Peningkatan kompetensi dokter juga berpengaruh langsung terhadap kualitas layanan rumah sakit. Dampaknya antara lain:
Dengan peningkatan kualitas profesional dan layanan, rumah sakit mampu mempertahankan keunggulan kompetitifnya sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu kesehatan nasional.
Sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu layanan medis, RS Islam Jakarta Cempaka Putih mengundang para dokter dan tenaga kesehatan untuk mengikuti seminar ilmiah bertajuk “Gastric Acid Secretion & Motility: The Role of Tegoprazan” yang akan diselenggarakan pada 25 Oktober 2025.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama:
Dengan moderator:
Melalui seminar ini, peserta akan memperoleh wawasan klinis mendalam mengenai mekanisme sekresi asam lambung, motilitas saluran cerna, serta peran terapi modern Tegoprazan dalam tatalaksana gangguan lambung.
Peserta juga berkesempatan mendapatkan SKP resmi dari Kementerian Kesehatan, sebagai bentuk pengakuan terhadap pengembangan kompetensi profesional berkelanjutan.
Pemahaman mendalam tentang gastric acid secretion dan motility, serta penerapan terapi modern seperti tegoprazan, menjadi langkah penting untuk meningkatkan profesionalisme dokter dan kualitas layanan rumah sakit. Melalui kegiatan ilmiah dan pembaruan ilmu secara berkelanjutan, rumah sakit dapat terus memberikan pelayanan yang aman, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Tingkatkan profesionalisme, perluas wawasan, dan berkontribusi dalam peningkatan mutu layanan kesehatan nasional.
Untuk informasi selengkapnya dapat menghubungi:
Ratna: 0819-3418-9185 | Aisyah: 0812-9624-3238
Pendaftaran seminar melalui link berikut:
Jakarta, 22 Oktober 2025 — RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) bersama seluruh jaringan RSI Jakarta Group mengikuti kegiatan Pelantikan Karyawan Tetap yang diselenggarakan di Auditorium RS Islam Jakarta Sukapura pada pukul 08.00–11.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen RSIJCP dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, Islami, dan tangguh, sesuai visi rumah sakit untuk menjadi “Rumah Sakit Kepercayaan Masyarakat yang Unggul, Islami, dan Tangguh.”
Sebanyak 128 karyawan dari RSIJ Cempaka Putih resmi dilantik menjadi karyawan tetap, bersama 53 pegawai dari RSIJ Pondok Kopi dan 40 karyawan dari RSIJ Sukapura. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Badan Pengelola Harian (BPH), jajaran direksi dan pimpinan RSIJ Group, serta RS Islam Jakarta Sukapura, antara lain dr. T. Mahaputeri Nusantari Maghfirah, MARS., MPM, Bpk. Teguh Pantjatmono, SE., MM.CBA., CIA, dr. Aldila Satyanugraha Al Arfah, MMR, Ns. Lilik Murdiningsih, S.Kep., MM, dan seluruh manajer dari RSIJ Group.
Acara dimulai dengan pembukaan, laporan panitia, pembacaan SK pegawai tetap, pembacaan ikrar komitmen karyawan, tausiah, serta doa penutup. Setiap rangkaian berjalan dengan penuh makna dan kekhidmatan, menggambarkan nilai spiritual dan profesionalisme yang menjadi dasar dalam pelayanan RSIJ Group.
Pelantikan ini bukan sekadar penetapan status kepegawaian, melainkan juga bentuk apresiasi dan penguatan komitmen terhadap nilai-nilai kerja Islami di lingkungan RSIJ. Melalui kegiatan ini, diharapkan para karyawan:
Pelantikan ini diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat dedikasi karyawan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang Amanah dan lebih baik lagi.
Salah satu karyawan yang dilantik, Apt. M. Rezky Pratama, S.Si., menyampaikan rasa syukurnya setelah resmi menjadi karyawan tetap RSIJCP.
“Saya merasa senang dan sangat bersyukur. Semoga amanah yang telah diberikan olegh RS Islam Jakarta Cempaka Putih ini bisa saya pegang dengan baik dan semoga rsij bisa lebih maju lagi”, ungkapnya.
Pegawai lainnya, Muhammad Salman Al Farisi, juga menuturkan bahwa pelantikan ini menjadi momentum untuk memperbarui semangat dalam bekerja.
“Saya senang, bahagia, dan semoga juga ada harapan bisa memberikan manfaat bagi RSIJ Group terutama dibidang saya, di legal.”, ujarnya.
Dengan berlandaskan falsafah bahwa “Rumah Sakit Islam Jakarta adalah perwujudan dari iman sebagai amal shaleh kepada Allah SWT dan menjadikannya sebagai sarana ibadah”, RSIJ Cempaka Putih terus berkomitmen membangun SDM yang unggul, amanah, dan berakhlakul karimah, guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang memberikan rahmat bagi seluruh umat.
Setiap 20 Oktober, dunia memperingati Hari Osteoporosis Sedunia dengan tema global tahun ini adalah “It’s Unacceptable!”. Kampanye ini membawa pesan kuat bahwa mengabaikan pencegahan dan penanganan osteoporosis bukan lagi hal yang bisa diterima. Penyakit ini sering datang tanpa gejala, namun dampaknya dapat membatasi aktivitas bahkan menurunkan kualitas hidup seseorang secara signifikan.
Setiap langkah, gerak, dan aktivitas sehari-hari bergantung pada kekuatan tulang. Namun seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang bisa berkurang membuatnya rapuh dan mudah patah. Kondisi inilah yang dikenal sebagai osteoporosis, atau sering disebut penyakit tulang rapuh.
Osteoporosis berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga terjadi patah tulang, terutama pada bagian pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan.
Osteoporosis dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari proses alami penuaan hingga gaya hidup yang kurang sehat. Beberapa penyebab umumnya meliputi:
Berdasarkan Jenisnya:
Secara global, lebih dari 200 juta orang hidup dengan osteoporosis. WHO mencatat bahwa 1 dari 3 wanita dan 1 dari 5 pria di atas usia 50 tahun berisiko mengalami patah tulang akibat kondisi ini.
Di Indonesia, data The Indonesian Journal of Rheumatology (2023) menunjukkan 41% wanita dan 27% pria usia di atas 50 tahun mengalami penurunan kepadatan tulang. Angka ini memperlihatkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan tulang masih rendah, padahal risiko meningkat seiring usia dan pola hidup tidak aktif.
Selaras dengan tema kampanye global “It’s Unacceptable!”, langkah pencegahan harus dimulai sedini mungkin. Berikut panduannya:
Sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye Hari Osteoporosis Sedunia 2025, RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) menghadirkan layanan terpadu untuk pemeriksaan, pencegahan, dan rehabilitasi kesehatan tulang:
Jaga kekuatan tulang mulai hari ini, demi Langkah yang kuat di masa depan! Segera lakukan pemeriksaan dan konsultasi di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, karena mencegah lebih baik daripada mengobati.
Informasi Lebih Lanjut:
BPJS: 0858-5005-0010
Umum, Asuransi, dan Perusahaan: 0812-1349-1516
Setiap tanggal 15 Oktober, dunia memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (Global Handwashing Day). Ini merupakan momen penting untuk meningkatkan kesadaran akan perilaku hidup bersih dan sehat.
Tahun 2025 ini, berdasarkan tema resmi dari Global Handwashing Partnership (GHP), peringatan Hari Cuci Tangan mengusung tema “Be a Handwashing Hero!” Tema ini mengajak setiap individu menjadi pahlawan kebersihan dengan melakukan tindakan sederhana namun berdampak besar, yaitu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Melalui tema ini, Global Handwashing Partnership menekankan bahwa siapa pun dapat menjadi bagian dari perubahan positif. Dengan membiasakan cuci tangan di waktu-waktu penting, kita turut melindungi diri, keluarga, dan masyarakat dari penyakit menular seperti diare, ISPA, influenza, dan infeksi kulit.
Mari jadikan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia sebagai momentum untuk memperkuat kebiasaan bersih, karena menjadi pahlawan kesehatan bisa dimulai dari tindakan kecil, mulai dari tangan.
Tangan merupakan salah satu media utama penyebaran kuman dan virus. Dalam aktivitas sehari-hari mulai dari memegang benda di tempat umum, mempersiapkan makanan, hingga menyentuh wajah, kuman dapat dengan mudah berpindah.
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir terbukti mampu menghilangkan hingga 90% kuman penyebab penyakit, termasuk virus penyebab diare, flu, dan ISPA. Sabun bekerja dengan mengangkat kotoran, lemak, dan mikroorganisme dari kulit, sehingga tangan benar-benar bersih dan aman dari risiko infeksi.
Kurangnya kebiasaan mencuci tangan pakai sabun dapat memicu berbagai penyakit menular, antara lain:
Cuci tangan pakai sabun adalah kebiasaan yang harus diterapkan di semua kelompok usia, karena setiap tahap kehidupan memiliki risiko paparan kuman yang berbeda:
Dengan kata lain, cuci tangan adalah kebiasaan seumur hidup yang harus dijaga oleh setiap individu, tanpa terkecuali.
Biasakan cuci tangan pakai sabun pada waktu-waktu penting berikut:
6 langkah cuci tangan yang tepat sesuai anjuran dari WHO (World Health Organization):
Setelah itu:
Sebagai rumah sakit yang berkomitmen terhadap pencegahan infeksi dan promosi gaya hidup sehat, RSIJ Cempaka Putih mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan cuci tangan pakai sabun sebagai kebiasaan harian. Langkah sederhana ini bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar. Tangan bersih, hidup lebih sehat. Semua bermula dari kita, sekarang juga.
Menjaga kesehatan tulang dan sendi bukan hanya penting bagi lansia, tapi juga bagi siapa pun yang aktif beraktivitas setiap hari. Tanpa disadari, ada banyak kegiatan dari yang biasa hingga rutin dilakukan namun sering dianggap sepele dapat mempercepat kerusakan sendi dan menurunkan kekuatan tulang.
Melalui layanan Rehabilitasi Medik RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP), masyarakat diajak untuk memahami bahwa pencegahan adalah langkah terbaik. Selain terapi, menjaga tulang dan sendi bisa dimulai dari hal sederhana dengan melakukan tips menjaga kesehatan tulang dan sendi. berikut ini secara rutin:
Menjaga kesehatan tulang dan sendi tidak harus menunggu nyeri datang. Melalui layanan Rehabilitasi Medik RSIJCP, pasien dapat memperoleh pemeriksaan menyeluruh dan terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Didukung oleh dokter spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi (Sp.KFR), fisioterapis, serta okupasi terapis berpengalaman, RSIJCP siap membantu pelanggan kembali aktif tanpa rasa nyeri.
Dengan menerapkan tips menjaga kesehatan tulang dan sendi setiap hari, dan berkonsultasi secara rutin dengan tenaga profesional, Anda bisa menikmati hidup yang lebih sehat, kuat, dan bebas nyeri hingga usia lanjut.
Info lebih lanjut terkait layanan Rehabilitasi Medik:
Jakarta, 13 Oktober 2025 - Sebagai bagian dari komitmen nasional dalam memperluas akses pendidikan dokter spesialis di Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bersama Kolegium Orthopaedi & Traumatologi Indonesia (KOTI) melaksanakan visitasi ke RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) pada Rabu, 25 September 2025. Kegiatan ini merupakan tahap penting dalam proses penetapan RSIJCP sebagai calon penyelenggara Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Hospital Based bidang Orthopedic & Traumatology.
Program Penyelenggaraan Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS Hospital Based) adalah model pendidikan dokter spesialis yang diselenggarakan oleh rumah sakit pendidikan utama dengan supervisi langsung dari Kemenkes dan Kolegium. Program ini dirancang untuk mempercepat pencetakan dokter spesialis melalui pembelajaran klinis intensif di rumah sakit, serta mendukung pemerataan tenaga medis di berbagai wilayah Indonesia.
Program PPDS Hospital Based merupakan inisiatif Kemenkes untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah dengan keterbatasan tenaga medis.
Berbeda dengan sistem PPDS konvensional yang diselenggarakan oleh universitas, program ini berbasis di Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU), dengan fokus utama pada pelatihan klinik langsung dan kesiapan praktik lapangan.
RSIJCP menjadi salah satu rumah sakit yang dinilai memiliki kapasitas dan fasilitas memadai untuk menjadi penyelenggara program tersebut, khususnya dalam bidang Orthopaedi & Traumatologi.
Dalam kegiatan visitasi yang berlangsung di lingkungan RSIJCP, tim dari Kementerian Kesehatan RI dan Kolegium Orthopaedi & Traumatologi Indonesia melakukan peninjauan menyeluruh terhadap:
Visitasi ini turut dihadiri oleh dokter-dokter spesialis Orthopaedi & Traumatologi RSIJCP yang sekaligus turut berperan sebagai Tim Kurikulum & Kolegium, diantaranya:
Perwakilan manajemen rumah sakit yang dibagi kedalam 2 tim pendukung, diantaranya:
Serta tim dari Kemenkes RI dan Kolegium IOA, diantaranya:
Seluruh tim berperan aktif dalam diskusi dan pemaparan kesiapan rumah sakit dalam menyelenggarakan program pendidikan dokter spesialis secara hospital based.
Kegiatan visitasi ini menjadi tonggak penting bagi RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) dalam memperluas perannya tidak hanya sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga sebagai lembaga pendidikan yang berkontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia kedokteran di Indonesia.
RSIJCP telah lama dikenal memiliki layanan unggulan di bidang Orthopaedi & Traumatologi, dengan dukungan dokter-dokter spesialis berpengalaman, fasilitas bedah modern, serta sistem pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien. Melalui kegiatan visitasi ini, RSIJCP menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan pendidikan klinis yang profesional, terstruktur, dan sesuai standar nasional.
“Kegiatan visitasi ini menjadi momentum penting bagi RS Islam Jakarta Cempaka Putih untuk berkontribusi langsung dalam mencetak dokter spesialis Orthopaedi & Traumatologi yang kompeten dan berdaya saing,” ujar dr. Pradono Handojo, Direktur Utama RSIJCP.
“Dengan pengalaman panjang RSIJCP dalam pelayanan ortopedi, kami berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pendidikan klinis, meningkatkan mutu layanan, serta menyediakan fasilitas yang mendukung proses pembelajaran profesional bagi calon dokter spesialis di masa depan,” tambahnya.
Komitmen tersebut sejalan dengan visi RSIJCP untuk menjadi rumah sakit islami yang unggul dalam pelayanan, pendidikan, dan penelitian. Melalui sinergi dengan Kementerian Kesehatan dan Kolegium Orthopaedi & Traumatologi Indonesia, RSIJCP siap berperan aktif dalam mencetak tenaga dokter spesialis yang tidak hanya terampil secara klinis, tetapi juga berintegritas dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.
Setelah kegiatan visitasi, tim Kemenkes dan Kolegium akan melakukan evaluasi terhadap hasil penilaian lapangan. Apabila seluruh kriteria telah terpenuhi, RSIJCP akan resmi ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) untuk Program PPDS Hospital Based Orthopedic & Traumatology.
Penetapan ini akan menjadi langkah strategis bagi RSIJCP dalam mendukung visi Kemenkes untuk mempercepat pemerataan dokter spesialis, meningkatkan mutu layanan ortopedi nasional, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan kedokteran di Indonesia.
Setiap tanggal 10 Oktober, dunia memperingati World Mental Health Day atau Hari Kesehatan Mental Sedunia, sebuah momen untuk menegaskan bahwa tidak ada pemulihan yang utuh tanpa kesehatan mental. Tahun 2025, tema global yang diangkat adalah:
“Access to Services – Mental Health in Catastrophes and Emergencies”
(Akses terhadap layanan – Kesehatan mental dalam bencana dan keadaan darurat)
Bencana alam, konflik bersenjata, pandemi, dan krisis kemanusiaan terus mengguncang kehidupan manusia di seluruh dunia. Dampaknya tidak hanya menghancurkan bangunan dan infrastruktur, tetapi juga mengganggu ketenangan batin jutaan orang berupa rasa kehilangan, ketakutan, ketidakpastian, dan trauma yang tak selalu terlihat.
Namun yang sering terlupakan, krisis besar juga meninggalkan jejak emosional pada mereka yang tidak berada di pusat bencana. Melalui layar ponsel, masyarakat di seluruh dunia menyaksikan berita tentang perang, wabah, atau bencana kemanusiaan dan tanpa sadar ikut menanggung beban psikologisnya. Semua orang, dalam cara yang berbeda, hidup di era darurat mental global.
Kesehatan Mental: Kebutuhan yang Sering Terpinggirkan
Dalam situasi bencana atau keadaan darurat, perhatian sering terpusat pada kebutuhan fisik, seperti makanan, obat, tempat tinggal, dan logistik. Namun dukungan psikologis sering kali datang paling akhir, padahal luka batin bisa bertahan jauh lebih lama dibanding luka di tubuh.
Karena itu, “access to services” bukan hanya tentang membuka layanan bagi korban langsung, tapi juga membangun sistem dukungan yang melindungi semua lapisan masyarakat dari dampak psikologis krisis.
Krisis Global, Dampak Kolektif
Manusia hidup di dunia yang saling terhubung. Ketika perang terjadi di satu negara, harga pangan bisa naik di negara lain. Ketika pandemi melanda, seluruh dunia ikut berhenti, dan ketika bencana besar diberitakan, seluruh lini masa media sosial penuh dengan kesedihan.
Artinya, krisis kemanusiaan kini bersifat kolektif. Seseorang mungkin tidak kehilangan rumah, tapi kehilangan rasa aman. Seseorang mungkin tidak menjadi korban perang, tapi merasa cemas menatap masa depan. Seseorang mungkin tidak berada di garis depan, tapi ikut lelah secara emosional melihat penderitaan berulang.
Oleh karena itu, World Mental Health Day 2025 mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperluas pemahaman tentang “penyintas”: Dalam dunia yang saling terhubung, setiap orang bisa menjadi penyintas dari krisis yang ia saksikan.
Akses terhadap Layanan: Lebih dari Sekadar Fasilitas
Tema tahun ini menekankan akses terhadap layanan, dan maknanya jauh lebih luas dari ruang konsultasi. “Layanan” bisa berarti:
Ketika akses ini terbuka luas, masyarakat tidak hanya selamat secara fisik, tetapi juga pulih secara emosional dan spiritual.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Untuk Diri Sendiri:
Untuk Orang Lain:
Untuk Masyarakat dan Pemerintah:
Dari Krisis Menuju Kepedulian
Tema World Mental Health Day 2025 bukan hanya tentang mengobati luka psikologis akibat bencana, tetapi juga tentang menumbuhkan kepedulian kolektif di tengah dunia yang penuh ketidakpastian. Karena di balik setiap krisis, ada kesempatan untuk menjadi manusia yang lebih berempati. Karena setiap jiwa yang pulih, membuat dunia ini sedikit lebih damai.
Mari jadikan momen ini bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi gerakan untuk membuka akses dan hati agar kesehatan mental benar-benar menjadi hak bagi semua orang, di mana pun mereka berada.
Setiap langkah kecil menuju kesembuhan adalah proses berharga. RS Islam Jakarta Cempaka Putih kini menghadirkan layanan Rehabilitasi Medik dengan fasilitas yang modern, lengkap, dan profesional, berlokasi di Gedung IGD Baru lantai 4 - 6.
Layanan ini dirancang untuk membantu pasien memulihkan kemampuan fisik, fungsi tubuh, dan kualitas hidup melalui terapi yang menyeluruh dan terintegrasi. Setiap rencana terapi dirancang personal, memastikan pasien mendapatkan penanganan yang paling sesuai dengan kondisinya.
Pelayanan Profesional oleh Dokter Spesialis dan Tim Ahli
Unit Rehabilitasi Medik RS Islam Jakarta Cempaka Putih ditangani langsung oleh Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR) bersama tim tenaga kesehatan profesional yang terdiri dari:
Tim ini bekerja sama dalam memberikan terapi yang disesuaikan dengan kondisi pasien, baik anak-anak maupun dewasa untuk membantu mempercepat proses pemulihan.
Fasilitas Rehabilitasi Lengkap dan Nyaman
Untuk memberikan pelayanan yang optimal, fasilitas Rehabilitasi Medik dilengkapi dengan berbagai ruang terapi khusus, di antaranya:
Teknologi Terapi Modern dan Canggih
Selain ruang-ruang terapi di atas, unit Rehabilitasi Medik RS Islam Jakarta Cempaka Putih juga dilengkapi peralatan terapi modern dan canggih, di antaranya:
Dengan dukungan teknologi tersebut, pasien mendapatkan penanganan yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan kondisi masing-masing.
Jadwal Layanan dan Informasi Pendaftaran
Unit Rehabilitasi Medik RS Islam Jakarta Cempaka Putih buka setiap Senin – Sabtu pukul 08.00 – 16.00 WIB
Layanan ini melayani pasien BPJS Kesehatan, Asuransi, Jaminan Perusahaan, maupun Umum.
Pendaftaran BPJS: 0858-5005-0010
Pendaftaran Umum, Asuransi, & Perusahaan: 0812-1349-1516
Lokasi: Poli Rehabilitasi Medik, Gedung IGD RS Islam Jakarta Cempaka Putih, Lantai 4–6
© 2018-2024. Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Admin
Keluhan, Kritik dan Saran
Sorry, I'm offline at the moment. I'll be back online in the next 5 hours 7 minutes
20:00Informasi
Medical Check Up
Sorry, I'm offline at the moment. I'll be back online in the next 5 hours 7 minutes
20:00Pendaftaran Rawat Jalan
Khusus Pasien BPJS
Sorry, I'm offline at the moment. I'll be back online in the next 5 hours 7 minutes
20:00Pendaftaran Rawat Jalan
Pribadi, Asuransi, dan Perusahaan
Sorry, I'm offline at the moment. I'll be back online in the next 5 hours 7 minutes
20:00