You are here:RSIJCP/Web/Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih - Web
0

Menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Salah satu cara sederhana namun sangat penting untuk melindungi diri dan keluarga adalah dengan melakukan vaksinasi. Melalui suntikan vaksin, tubuh dibantu untuk membangun sistem kekebalan terhadap berbagai penyakit menular yang bisa mengancam kesehatan.

Vaksinasi Anak

Bagi anak-anak, vaksin merupakan perlindungan awal yang berharga. Imunisasi dasar lengkap seperti BCG, Polio, DPT, Campak, hingga Hepatitis B penting diberikan sesuai jadwal agar tubuh si kecil memiliki pertahanan yang kuat terhadap infeksi. Dengan imunisasi yang lengkap dan tepat waktu, tumbuh kembang anak akan lebih optimal dan terlindungi dari risiko penyakit berat.

Vaksinasi Dewasa

Tidak hanya anak-anak, vaksinasi juga penting untuk orang dewasa. Beberapa vaksin yang direkomendasikan antara lain vaksin Influenza, Tetanus, Hepatitis, hingga Pneumonia. Vaksin ini berperan penting menjaga daya tahan tubuh, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas tinggi, sering bepergian, atau memiliki kondisi medis tertentu.

Melalui vaksinasi, kita tidak hanya melindungi diri sendiri tetapi juga turut berperan dalam menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) untuk melindungi orang-orang di sekitar kita.

Layanan Vaksin Anak dan Dewasa di RSIJ Cempaka Putih

RSIJ Cempaka Putih menyediakan berbagai macam pilihan vaksin untuk anak dan dewasa.

Layanan Vaksin Anak:

  • Polio: mencegah kelumpuhan akibat virus polio.
  • BCG: melindungi dari tuberkulosis (TBC).
  • Hepatitis: melindungi hati dari infeksi virus hepatitis B.
  • DPT: mencegah difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus.
  • Cacar Air: mencegah infeksi varisela yang mudah menular.
  • PCV: melindungi dari infeksi paru, otitis, dan meningitis akibat bakteri pneumokokus.
  • Influenza: menjaga anak dari flu dan komplikasinya.

Layanan Vaksin Dewasa:

  • Meningitis: untuk perlindungan sebelum bepergian ke daerah endemis atau ibadah haji/umrah.
  • Polio (IPV): mencegah risiko infeksi virus polio yang masih bisa muncul pada orang dewasa.
  • Influenza: melindungi dari flu musiman dan komplikasinya.
  • HPV: mencegah kanker serviks dan penyakit akibat infeksi human papillomavirus.
  • Hepatitis: melindungi hati dari infeksi virus hepatitis A dan B.
  • Pneumonia: mencegah infeksi paru-paru berat yang rentan menyerang usia dewasa dan lansia.

Semua dilakukan oleh tenaga medis profesional, ruang tindakan nyaman, dan prosedur sesuai standar RS Islam Jakarta Cempaka Putih.

[CLICK ME untuk cek daftar harga vaksin]

Jadwal layanan: Senin – Jumat (08.00–14.00 WIB)
Sabtu by Appointment
Daftar & Info: 0851-8665-6902

Bersama, kita wujudkan keluarga yang sehat, kuat, dan terlindungi dari berbagai penyakit.

28/10/2025
598 kali
0

Stroke dapat meninggalkan dampak jangka panjang, mulai dari kelemahan tubuh, gangguan bicara, hingga sulit bergerak. Namun kabar baiknya, pemulihan masih sangat mungkin dilakukan bila terapi dijalankan dengan tepat, salah satunya melalui akupuntur medik pasca stroke.

Apa Itu Akupuntur Medik Pasca Stroke?

Akupuntur medik adalah terapi yang dilakukan oleh dokter dengan dasar ilmu kedokteran modern. Melalui penusukan jarum halus di titik-titik tertentu tubuh, terapi ini membantu merangsang sistem saraf, memperlancar sirkulasi darah, dan mempercepat proses regenerasi jaringan otak yang terdampak stroke.

Manfaat Akupuntur Pasca Stroke

  • Membantu mengembalikan kekuatan otot dan koordinasi gerak.
  • Mengurangi spastisitas, baal, dan nyeri pada bagian tubuh yang lumpuh.
  • Meningkatkan fungsi bicara dan keseimbangan tubuh.
  • Mendukung perbaikan emosi dan kualitas hidup pasien.

Hasil terapi akan lebih optimal bila dikombinasikan dengan rehabilitasi medik seperti fisioterapi dan terapi okupasi.

Layanan Akupuntur Medik Pasca Stroke tersedia di RSIJ Cempaka Putih

Layanan ini akan ditangani langsung oleh dokter berkompeten dan berpengalaman, pasien akan mendapatkan terapi yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kondisi medisnya.

Kini di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, ada paket akupuntur lebih hemat untuk pasien tunai dan asuransi:

  • Paket 6x hanya Rp2.750.000
  • Paket 12x hanya Rp4.920.000

Info Selengkapnya

Poli Akupuntur – Gedung Raudhah Lt. 3
0812-1349-1516 (Ged. Raudhah)
0812-9581-227 (Eka)

Mari dukung pemulihan bersama tenaga profesional ✨

27/10/2025
497 kali
0

Setiap tanggal 24 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Dokter Nasional, yang bertepatan dengan hari berdirinya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada 24 Oktober 1950 di Yogyakarta. Momen ini menjadi wujud penghormatan kepada para dokter atas pengabdian dan perjuangannya dalam menjaga kesehatan masyarakat Indonesia.

Sejarah Hari Dokter Nasional

Sebelum terbentuknya IDI, semangat persatuan para dokter pribumi telah tumbuh sejak masa kolonial melalui organisasi Vereeniging van Indische Artsen (VIA) yang berdiri pada tahun 1911. Organisasi ini didirikan oleh lulusan School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) di Batavia dan menjadi cikal bakal gerakan kedokteran nasional.

Pasca kemerdekaan, muncul keinginan untuk membentuk organisasi profesi tunggal yang menaungi seluruh dokter di Indonesia. Maka pada 24 Oktober 1950, sejumlah dokter dari berbagai daerah berkumpul di Yogyakarta dan secara resmi mendirikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Sejak saat itu, tanggal 24 Oktober diperingati sebagai Hari Dokter Nasional, sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi dokter dalam membangun bangsa melalui pelayanan kesehatan.

Bidang dan Lingkup Dunia Kedokteran

Para dokter memiliki peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dari berbagai bentuk layanan terbaik yang diberikan. Melalui IDI, profesi dokter terus berupaya menjaga standar etika, meningkatkan kompetensi, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pembangunan kesehatan nasional.

Dunia kedokteran memiliki cakupan yang sangat luas, meliputi berbagai bidang dan peran yang saling melengkapi untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Secara umum, bidang kedokteran dibagi menjadi:

  • Kedokteran Preventif
    Berfokus pada pencegahan penyakit melalui imunisasi, edukasi kesehatan, dan pemeriksaan dini.
  • Kedokteran Kuratif
    Berperan dalam pengobatan pasien dengan pendekatan berbasis bukti ilmiah (evidence-based medicine).
  • Kedokteran Rehabilitatif
    Membantu proses pemulihan pasien pasca penyakit atau cedera agar dapat kembali berfungsi secara optimal.
  • Kedokteran Paliatif
    Memberikan perawatan bagi pasien dengan penyakit kronis atau terminal untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup.
  • Kedokteran Komunitas
    Menekankan pentingnya promosi kesehatan dan upaya preventif di tingkat masyarakat luas.

Selain bidang utama tersebut, dunia kedokteran juga terus berkembang dengan berbagai spesialisasi dan subspesialisasi seperti kardiologi, onkologi, ortopedi, hingga kedokteran olahraga, yang memperkaya keilmuan dan layanan medis di Indonesia.

Perkembangan Dunia Kedokteran di Era Modern

Kemajuan teknologi dan penelitian ilmiah membawa dunia kedokteran ke era baru yang lebih dinamis, efisien, dan berorientasi pada pasien. Beberapa perkembangan penting yang menjadi sorotan antara lain:

  • Telemedisin dan Digitalisasi Layanan Kesehatan
    Konsultasi medis kini dapat dilakukan secara daring, memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan kapan pun dan di mana pun. Layanan ini juga sudah tersedia di RS Islam Jakarta Cempaka Putih.
  • Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI)
    Teknologi AI digunakan untuk membantu dokter dalam menganalisis hasil radiologi, patologi, dan rekam medis, mempercepat diagnosis serta meningkatkan akurasi pengobatan.
  • Terapi Presisi dan Genetika
    Pendekatan precision medicine memungkinkan pengobatan disesuaikan dengan kondisi genetik pasien, menjadikan terapi lebih efektif dengan efek samping minimal.
  • Bedah Robotik dan Minim Invasif
    Teknologi robotik mendukung tindakan operasi yang lebih presisi, minim luka, dan mempercepat masa pemulihan pasien.
  • Integrasi Rekam Medis Elektronik (RME)
    Sistem RME meningkatkan efisiensi pencatatan data medis dan koordinasi antar tenaga kesehatan.

Perkembangan ini membuktikan bahwa dunia kedokteran terus beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa menghilangkan nilai kemanusiaan dalam praktik medis.

Harapan ke Depan bagi Dunia Kedokteran Indonesia

Dunia kedokteran Indonesia di masa depan diharapkan dapat semakin maju, inklusif, dan berkelanjutan. Beberapa harapan yang menjadi fokus ke depan antara lain:

  • Pemerataan Akses Kesehatan
    Diharapkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), dapat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas.
  • Peningkatan Kompetensi Tenaga Medis
    Pendidikan dan pelatihan berkelanjutan penting untuk memastikan dokter Indonesia selalu siap menghadapi tantangan baru di bidang medis.
  • Kolaborasi dan Inovasi
    Kolaborasi lintas profesi serta pemanfaatan teknologi diharapkan dapat memperkuat sistem kesehatan nasional.
  • Pelayanan yang Humanis dan Beretika
    Di tengah kemajuan teknologi, nilai empati, kejujuran, dan dedikasi tetap menjadi inti profesi dokter.

Di balik setiap senyum pasien yang sembuh, ada kerja keras dan pengabdian dokter yang luar biasa. Hari Dokter Nasional menjadi momen untuk mengucapkan terima kasih kepada para dokter yang telah menjadi garda terdepan, terutama di masa-masa sulit seperti pandemi dan berbagai situasi darurat kesehatan.

Tak ketinggalan, Direktur Utama RS Islam Jakarta Cempaka Putih turut memberikan ucapan dan harapan di Hari Dokter Nasional ini. "Semoga semua dokter di seluruh pelosok Indonesia semakin bersemangat dalam melayani masyarakat,” ujar dr. Pradono Handojo, Direktur Utama RSIJCP.

Selamat Hari Dokter Nasional 24 Oktober 2025

Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi para dokter Indonesia dalam menjaga kesehatan bangsa.
Mengabdi dengan Ilmu, Melayani dengan Hati.

24/10/2025
974 kali
0

Dalam beberapa tahun terakhir, gangguan lambung seperti GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dan dispepsia menjadi keluhan yang semakin sering ditemui di layanan kesehatan. Perubahan gaya hidup modern seperti stres tinggi, pola makan tidak teratur, konsumsi kafein berlebih, dan kurangnya waktu istirahat menjadi faktor utama meningkatnya kasus ini.

Tak sedikit masyarakat yang mengonsumsi obat penurun asam lambung secara bebas tanpa pemeriksaan dokter. Padahal, penggunaan obat tanpa diagnosis yang tepat dapat menyebabkan gejala kambuh berulang, komplikasi seperti esofagitis erosif, bahkan gangguan penyerapan nutrisi penting.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya peran tenaga medis dan rumah sakit dalam memberikan edukasi, diagnosis akurat, dan terapi berbasis bukti ilmiah.

Pentingnya Pemahaman Mendalam bagi Tenaga Medis

Tenaga medis, khususnya dokter, perlu memiliki pemahaman komprehensif mengenai mekanisme sekresi asam lambung dan motilitas gastrointestinal, termasuk perkembangan terapi baru seperti tegoprazan, obat golongan Potassium-Competitive Acid Blocker (P-CAB).

Dengan pemahaman ini, dokter dapat:

  • Menegakkan diagnosis yang tepat berdasarkan mekanisme fisiologis pasien.
  • Menentukan terapi yang efektif, cepat, dan aman sesuai kebutuhan klinis.
  • Mencegah penggunaan obat berlebihan atau tidak sesuai indikasi.

Melalui penguasaan materi ini, dokter tidak hanya memperluas kompetensi ilmiah, tetapi juga meningkatkan profesionalisme dalam praktik klinis. Pemahaman yang mendalam akan memperkuat kemampuan klinis dalam mengambil keputusan berbasis bukti, sehingga layanan yang diberikan kepada pasien menjadi lebih akurat, cepat, dan berorientasi pada hasil klinis terbaik.

Manfaat bagi Masyarakat: Penanganan Tepat, Edukasi Efektif

Peningkatan kapasitas dokter akan membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan kompetensi yang lebih baik, pasien mendapatkan:

  • Diagnosis yang lebih akurat terhadap gangguan pencernaan seperti GERD atau dispepsia.
  • Terapi yang lebih tepat sasaran, termasuk pemilihan obat modern seperti Tegoprazan yang bekerja cepat dan efektif.
  • Pencegahan kekambuhan berkat penanganan yang sesuai dengan penyebab dan karakteristik penyakit.
  • Edukasi kesehatan yang lebih baik, terutama terkait gaya hidup sehat, pola makan teratur, dan pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan.
  • Kualitas hidup yang meningkat karena gejala lambung yang lebih terkendali dan risiko komplikasi yang lebih rendah.

Dengan masyarakat yang lebih paham mengenai penyakit pencernaan dan pentingnya perawatan dini, beban kasus gangguan lambung dapat ditekan untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.

Manfaat bagi Rumah Sakit dan Profesionalisme Dokter

Peningkatan kompetensi dokter juga berpengaruh langsung terhadap kualitas layanan rumah sakit. Dampaknya antara lain:

  • Meningkatkan mutu pelayanan medis berbasis bukti ilmiah (evidence-based service).
  • Meningkatkan profesionalisme dokter dalam praktik klinis dan komunikasi dengan pasien.
  • Meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pasien, karena terapi yang diberikan lebih efektif dan personal.
  • Memperkuat reputasi rumah sakit sebagai institusi yang adaptif terhadap inovasi terapi medis.
  • Mendorong budaya pembelajaran berkelanjutan, baik di kalangan dokter umum maupun spesialis.

Dengan peningkatan kualitas profesional dan layanan, rumah sakit mampu mempertahankan keunggulan kompetitifnya sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu kesehatan nasional.

Seminar Ilmiah: Gastric Acid Secretion & Motility – The Role of Tegoprazan

Sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu layanan medis, RS Islam Jakarta Cempaka Putih mengundang para dokter dan tenaga kesehatan untuk mengikuti seminar ilmiah bertajuk “Gastric Acid Secretion & Motility: The Role of Tegoprazan yang akan diselenggarakan pada 25 Oktober 2025.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama:

  • Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, FACG
    Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Gastroenterologi & Hepatologi

Dengan moderator:

  • Auditya Widyasari, MARS
    Dokter Umum RS Islam Jakarta Cempaka Putih

Melalui seminar ini, peserta akan memperoleh wawasan klinis mendalam mengenai mekanisme sekresi asam lambung, motilitas saluran cerna, serta peran terapi modern Tegoprazan dalam tatalaksana gangguan lambung.

Peserta juga berkesempatan mendapatkan SKP resmi dari Kementerian Kesehatan, sebagai bentuk pengakuan terhadap pengembangan kompetensi profesional berkelanjutan.

Pemahaman mendalam tentang gastric acid secretion dan motility, serta penerapan terapi modern seperti tegoprazan, menjadi langkah penting untuk meningkatkan profesionalisme dokter dan kualitas layanan rumah sakit. Melalui kegiatan ilmiah dan pembaruan ilmu secara berkelanjutan, rumah sakit dapat terus memberikan pelayanan yang aman, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Tingkatkan profesionalisme, perluas wawasan, dan berkontribusi dalam peningkatan mutu layanan kesehatan nasional.

Untuk informasi selengkapnya dapat menghubungi:

Ratna: 0819-3418-9185 | Aisyah: 0812-9624-3238

Pendaftaran seminar melalui link berikut:

https://bit.ly/Daftar_SemNas_GERD25

23/10/2025
646 kali
0

Jakarta, 22 Oktober 2025 — RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) bersama seluruh jaringan RSI Jakarta Group mengikuti kegiatan Pelantikan Karyawan Tetap yang diselenggarakan di Auditorium RS Islam Jakarta Sukapura pada pukul 08.00–11.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen RSIJCP dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, Islami, dan tangguh, sesuai visi rumah sakit untuk menjadi “Rumah Sakit Kepercayaan Masyarakat yang Unggul, Islami, dan Tangguh.”

Sebanyak 128 karyawan dari RSIJ Cempaka Putih resmi dilantik menjadi karyawan tetap, bersama 53 pegawai dari RSIJ Pondok Kopi dan 40 karyawan dari RSIJ Sukapura. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Badan Pengelola Harian (BPH), jajaran direksi dan pimpinan RSIJ Group, serta RS Islam Jakarta Sukapura, antara lain dr. T. Mahaputeri Nusantari Maghfirah, MARS., MPM, Bpk. Teguh Pantjatmono, SE., MM.CBA., CIA, dr. Aldila Satyanugraha Al Arfah, MMR, Ns. Lilik Murdiningsih, S.Kep., MM, dan seluruh manajer dari RSIJ Group.

Rangkaian Kegiatan

Acara dimulai dengan pembukaan, laporan panitia, pembacaan SK pegawai tetap, pembacaan ikrar komitmen karyawan, tausiah, serta doa penutup. Setiap rangkaian berjalan dengan penuh makna dan kekhidmatan, menggambarkan nilai spiritual dan profesionalisme yang menjadi dasar dalam pelayanan RSIJ Group.

Makna dan Manfaat Pelantikan

Pelantikan ini bukan sekadar penetapan status kepegawaian, melainkan juga bentuk apresiasi dan penguatan komitmen terhadap nilai-nilai kerja Islami di lingkungan RSIJ. Melalui kegiatan ini, diharapkan para karyawan:

  • Menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepemilikan terhadap rumah sakit.
  • Meningkatkan loyalitas, motivasi, dan semangat pelayanan sebagai ibadah.
  • Mendorong peningkatan mutu layanan dengan mengutamakan profesionalisme dan empati kepada pasien.
  • Mendukung pengembangan karier dan keberlanjutan SDM yang berkualitas.
  • Mengimplementasikan misi RSIJCP dalam memberikan pelayanan kesehatan islami, profesional, dan bermutu, serta mampu menjadi teladan bagi pengembangan rumah sakit Islam lainnya.

Pelantikan ini diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat dedikasi karyawan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang Amanah dan lebih baik lagi.

Salah satu karyawan yang dilantik, Apt. M. Rezky Pratama, S.Si., menyampaikan rasa syukurnya setelah resmi menjadi karyawan tetap RSIJCP.

“Saya merasa senang dan sangat bersyukur. Semoga amanah yang telah diberikan olegh RS Islam Jakarta Cempaka Putih ini bisa saya pegang dengan baik dan semoga rsij bisa lebih maju lagi”, ungkapnya.

Pegawai lainnya, Muhammad Salman Al Farisi, juga menuturkan bahwa pelantikan ini menjadi momentum untuk memperbarui semangat dalam bekerja.

“Saya senang, bahagia, dan semoga juga ada harapan bisa memberikan manfaat bagi RSIJ Group terutama dibidang saya, di legal.”, ujarnya.

Dengan berlandaskan falsafah bahwa “Rumah Sakit Islam Jakarta adalah perwujudan dari iman sebagai amal shaleh kepada Allah SWT dan menjadikannya sebagai sarana ibadah”, RSIJ Cempaka Putih terus berkomitmen membangun SDM yang unggul, amanah, dan berakhlakul karimah, guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang memberikan rahmat bagi seluruh umat.

22/10/2025
297 kali
0

Hari Osteoporosis Sedunia 2025

Setiap 20 Oktober, dunia memperingati Hari Osteoporosis Sedunia dengan tema global tahun ini adalah “It’s Unacceptable!”. Kampanye ini membawa pesan kuat bahwa mengabaikan pencegahan dan penanganan osteoporosis bukan lagi hal yang bisa diterima. Penyakit ini sering datang tanpa gejala, namun dampaknya dapat membatasi aktivitas bahkan menurunkan kualitas hidup seseorang secara signifikan.

Mengapa Kesehatan Tulang Itu Penting?

Setiap langkah, gerak, dan aktivitas sehari-hari bergantung pada kekuatan tulang. Namun seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang bisa berkurang membuatnya rapuh dan mudah patah. Kondisi inilah yang dikenal sebagai osteoporosis, atau sering disebut penyakit tulang rapuh.

Osteoporosis berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga terjadi patah tulang, terutama pada bagian pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan.

Jenis-Jenis Osteoporosis:

  1. Osteoporosis Primer
    Terjadi akibat proses alami penuaan dan perubahan hormonal, terutama pada wanita pascamenopause. Osteoporosis jenis ini dibagi menjadi dua sub-tipe, yaitu Tipe I (Postmenopausal) dan Tipe II (Senilis).
  1. Osteoporosis Sekunder
    Terjadi akibat penyakit tertentu atau efek samping obat. Faktor penyebabnya bisa berasal dari gangguan metabolisme, hormon, atau gaya hidup tidak sehat yang mempercepat pengeroposan tulang.
  1. Osteoporosis Juvenil Idiopatik
    Jarang terjadi, namun bisa dialami anak-anak dan remaja tanpa penyebab medis jelas. Umumnya terkait kelainan genetik atau gangguan metabolik tulang.

Penyebab dan Faktor Risiko Osteoporosis

Osteoporosis dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari proses alami penuaan hingga gaya hidup yang kurang sehat. Beberapa penyebab umumnya meliputi:

  • Penurunan hormon (terutama estrogen pada wanita pascamenopause)
  • Kurangnya asupan kalsium dan vitamin D
  • Aktivitas fisik yang rendah
  • Kebiasaan merokok atau konsumsi alkohol berlebihan
  • Penggunaan obat jangka panjang, seperti kortikosteroid
  • Riwayat keluarga dengan osteoporosis

Berdasarkan Jenisnya:

  1. Osteoporosis Primer
    Tipe I (Postmenopausal): akibat penurunan hormon estrogen setelah menopause.
    Tipe II (Senilis): disebabkan oleh proses penuaan alami yang mengurangi pembentukan tulang.
  1. Osteoporosis Sekunder
    Disebabkan oleh penyakit lain seperti hipertiroidisme, diabetes, atau gagal ginjal, serta penggunaan obat tertentu. Osteoporosis jenis ini dapat menyerang pria maupun wanita, bahkan pada usia muda.
  1. Osteoporosis Juvenil Idiopatik|
    Kelainan genetik pada pembentukan tulang. Kekurangan kalsium atau vitamin D dalam masa pertumbuhan. Gangguan hormon pertumbuhan atau penyakit kronis sejak kecil. Kelompok berisiko tinggi: Anak-anak atau remaja dengan penyakit metabolik atau imobilitas jangka panjang.

Gambaran Kasus Osteoporosis: Dunia dan Indonesia

Secara global, lebih dari 200 juta orang hidup dengan osteoporosis. WHO mencatat bahwa 1 dari 3 wanita dan 1 dari 5 pria di atas usia 50 tahun berisiko mengalami patah tulang akibat kondisi ini.

Di Indonesia, data The Indonesian Journal of Rheumatology (2023) menunjukkan 41% wanita dan 27% pria usia di atas 50 tahun mengalami penurunan kepadatan tulang. Angka ini memperlihatkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan tulang masih rendah, padahal risiko meningkat seiring usia dan pola hidup tidak aktif.

Langkah Nyata Mencegah dan Mendeteksi Osteoporosis

Selaras dengan tema kampanye global “It’s Unacceptable!”, langkah pencegahan harus dimulai sedini mungkin. Berikut panduannya:

  1. Lakukan Pemeriksaan Kepadatan Tulang (BMD Test / DEXA Scan)
    Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan kondisi wanita usia ≥50 tahun dan pria usia ≥60 tahun. Pemeriksaan dilakukan lebih awal bila memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga, konsumsi obat tertentu, atau kebiasaan merokok. Manfaat pemeriksaan ini untuk mendeteksi penurunan kepadatan tulang sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum patah tulang terjadi.
  1. Konsultasi dengan Dokter Spesialis
    Jika hasil pemeriksaan menunjukkan risiko osteoporosis, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Konsultan Reumatologi/Metabolik Tulang) untuk penanganan medis. Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik untuk latihan penguatan otot dan pencegahan patah tulang. Ahli Gizi untuk pengaturan pola makan kaya kalsium, vitamin D, dan protein.
  1. Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Tulang Kuat
    Salah satu langkah nyata yang memiliki dampak besar pada kesehatan yaitu dengan meenerapkan pola hidup sehat. Langkah ini dapat berupa memulai kebiasaan konsumsi makanan tinggi kalsium dan vitamin D. Berolahraga dengan teratur seperti jalan cepat, yoga, atau latihan beban ringan. Hindari merokok dan minuman beralkohol. Jaga berat badan ideal dan perbanyak aktivitas fisik harian.

Layanan Terkait Osteoporosis di RSIJ Cempaka Putih

Sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye Hari Osteoporosis Sedunia 2025, RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) menghadirkan layanan terpadu untuk pemeriksaan, pencegahan, dan rehabilitasi kesehatan tulang:

  1. Rehabilitasi Medik:
    Program terapi latihan khusus untuk meningkatkan kekuatan otot dan menjaga stabilitas tulang, membantu pemulihan pasca patah tulang, serta mencegah kekambuhan.
  1. Orthopaedic & Traumatology:
    Pelayanan spesialis untuk diagnosis dan penanganan kelainan atau cedera tulang, sendi, serta muskuloskeletal dengan pendekatan komprehensif.
  1. Gizi Klinik:
    Konsultasi gizi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi seimbang, terutama asupan kalsium, vitamin D, dan protein yang berperan penting dalam kesehatan tulang.

Jaga kekuatan tulang mulai hari ini, demi Langkah yang kuat di masa depan! Segera lakukan pemeriksaan dan konsultasi di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Informasi Lebih Lanjut:

BPJS: 0858-5005-0010

Umum, Asuransi, dan Perusahaan: 0812-1349-1516

20/10/2025
411 kali
0

Setiap tanggal 15 Oktober, dunia memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (Global Handwashing Day). Ini merupakan momen penting untuk meningkatkan kesadaran akan perilaku hidup bersih dan sehat.

Tahun 2025 ini, berdasarkan tema resmi dari Global Handwashing Partnership (GHP), peringatan Hari Cuci Tangan mengusung tema “Be a Handwashing Hero!” Tema ini mengajak setiap individu menjadi pahlawan kebersihan dengan melakukan tindakan sederhana namun berdampak besar, yaitu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Melalui tema ini, Global Handwashing Partnership menekankan bahwa siapa pun dapat menjadi bagian dari perubahan positif. Dengan membiasakan cuci tangan di waktu-waktu penting, kita turut melindungi diri, keluarga, dan masyarakat dari penyakit menular seperti diare, ISPA, influenza, dan infeksi kulit.

Mari jadikan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia sebagai momentum untuk memperkuat kebiasaan bersih, karena menjadi pahlawan kesehatan bisa dimulai dari tindakan kecil, mulai dari tangan.

Mengapa Cuci Tangan dengan Sabun Itu Penting?

Tangan merupakan salah satu media utama penyebaran kuman dan virus. Dalam aktivitas sehari-hari mulai dari memegang benda di tempat umum, mempersiapkan makanan, hingga menyentuh wajah, kuman dapat dengan mudah berpindah.

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir terbukti mampu menghilangkan hingga 90% kuman penyebab penyakit, termasuk virus penyebab diare, flu, dan ISPA. Sabun bekerja dengan mengangkat kotoran, lemak, dan mikroorganisme dari kulit, sehingga tangan benar-benar bersih dan aman dari risiko infeksi.

Penyakit yang Bisa Timbul Akibat Tidak Mencuci Tangan

Kurangnya kebiasaan mencuci tangan pakai sabun dapat memicu berbagai penyakit menular, antara lain:

  • Diare dan disentri disebabkan oleh bakteri seperti coli dan Shigella yang menempel di tangan setelah dari toilet.
  • Infeksi saluran pernapasan (ISPA) termasuk flu dan pneumonia yang bisa menyebar melalui sentuhan tangan ke hidung, mulut, atau mata.
  • Konjungtivitis (infeksi mata) akibat tangan kotor yang menyentuh area mata.
  • Keracunan makanan karena perpindahan bakteri Salmonella dan Campylobacter saat menyiapkan makanan tanpa mencuci tangan.
  • Cacingan pada anak disebabkan oleh telur cacing yang masuk ke tubuh melalui tangan yang tidak bersih.

Pentingnya Cuci Tangan untuk Setiap Usia

Cuci tangan pakai sabun adalah kebiasaan yang harus diterapkan di semua kelompok usia, karena setiap tahap kehidupan memiliki risiko paparan kuman yang berbeda:

  • Anak-anak
    Anak kecil sering bermain dan menyentuh banyak benda tanpa sadar membawa kuman ke mulut. Cuci tangan secara rutin membantu mencegah diare dan cacingan yang sering menyerang anak.
  • Remaja dan Dewasa
    Aktivitas padat di sekolah, kampus, atau tempat kerja meningkatkan risiko paparan bakteri dari fasilitas umum. Cuci tangan membantu menjaga daya tahan tubuh dan mencegah penyebaran penyakit menular.
  • Lansia
    Pada usia lanjut, sistem kekebalan tubuh menurun sehingga lebih rentan terhadap infeksi. Cuci tangan secara rutin penting untuk melindungi diri dari pneumonia dan penyakit pernapasan lainnya.

Dengan kata lain, cuci tangan adalah kebiasaan seumur hidup yang harus dijaga oleh setiap individu, tanpa terkecuali.

Kapan Harus Mencuci Tangan?

Biasakan cuci tangan pakai sabun pada waktu-waktu penting berikut:

  1. Sebelum makan dan menyiapkan makanan
  2. Setelah dari toilet
  3. Setelah batuk, bersin, atau membuang ingus
  4. Sebelum menyusui atau menyentuh bayi
  5. Setelah menyentuh hewan atau sampah

Langkah Tepat Mencuci Tangan Pakai Sabun

6 langkah cuci tangan yang tepat sesuai anjuran dari WHO (World Health Organization):

  1. Gosok telapak tangan
  2. Gosok punggung tangan dan sela-sela jari
  3. Gosok telapak tangan dan sela jari bagian dalam
  4. Gosok punggung jari ke telapak tangan
  5. Bersihkan ibu jari secara memutar
  6. Gosok ujung jari di telapak tangan

Setelah itu:

  1. Bilas tangan dengan air mengalir
  2. Keringkan menggunakan tisu atau handuk bersih
  3. Minimal 20 detik durasi ideal mencuci tangan agar kuman benar-benar hilang

Sebagai rumah sakit yang berkomitmen terhadap pencegahan infeksi dan promosi gaya hidup sehat, RSIJ Cempaka Putih mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan cuci tangan pakai sabun sebagai kebiasaan harian. Langkah sederhana ini bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar. Tangan bersih, hidup lebih sehat. Semua bermula dari kita, sekarang juga.

15/10/2025
985 kali
0

Menjaga kesehatan tulang dan sendi bukan hanya penting bagi lansia, tapi juga bagi siapa pun yang aktif beraktivitas setiap hari. Tanpa disadari, ada banyak kegiatan dari yang biasa hingga rutin dilakukan namun sering dianggap sepele dapat mempercepat kerusakan sendi dan menurunkan kekuatan tulang.

Melalui layanan Rehabilitasi Medik RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP), masyarakat diajak untuk memahami bahwa pencegahan adalah langkah terbaik. Selain terapi, menjaga tulang dan sendi bisa dimulai dari hal sederhana dengan melakukan tips menjaga kesehatan tulang dan sendi. berikut ini secara rutin:

  1. Minum Air Putih Cukup Setiap Hari
    Minum air putih adalah tips paling mudah namun sering diabaikan. Air membantu melumasi sendi melalui cairan sinovial dan menjaga elastisitas jaringan otot. Biasakan minum 6–8 gelas air putih setiap hari, bahkan saat tidak merasa haus. Efeknya, sendi jadi tetap lentur, risiko nyeri berkurang, dan metabolisme tubuh lebih seimbang.
  1. Berjemur di Pagi Hari untuk Vitamin D Alami
    Sinar matahari pagi adalah sumber vitamin D alami yang membantu penyerapan kalsium pada tulang. Membiasakan diri berjemur 10–15 menit antara pukul 07.00–09.00 sebanyak 3–4 kali seminggu memberikan dampak baik berupa tulang menjadi lebih kuat, kepadatan tulang meningkat, dan risiko osteoporosis berkurang.
  1. Menghindari Duduk Terlalu Lama
    Duduk lama tanpa bergerak membuat sendi kaku dan aliran darah terhambat. Ini dapat memicu nyeri pada punggung, pinggul, dan lutut. Berdiri atau akukan peregangan ringan setiap 30 – 60 menit dapat membantu agar sendi tetap fleksibel, tubuh terasa lebih segar, dan risiko nyeri punggung berkurang.
  1. Memilih Alas Kaki yang Tepat
    Alas kaki yang sesuai membantu menjaga keseimbangan dan mencegah tekanan berlebih pada sendi lutut dan tulang belakang. Biasakan diri untuk selalu menggunakan sepatu dengan bantalan empuk dan ganti bila sol sudah tipis atau aus. Kebiasaan ini memberikan dampak berupa postur berjalan jadi lebih baik, mengurangi risiko nyeri lutut, serta menjaga keseimbangan tubuh.
  1. Tidur Nyaman untuk Kesehatan Tulang dan Sendi
    Tidur cukup membantu regenerasi jaringan tulang dan sendi. Posisi tidur yang salah justru bisa menyebabkan nyeri leher dan punggung. Penting untuk menjaga kualitas tidur malam selama 7 – 8 jam per-malam, menggunakan bantal dengan tinggi sedang, dan hindari posisi tengkurap lama. Dampak baik kebiasaan ini dapat memperbaiki postur tulang belakang, mengurangi kekakuan sendi, dan meningkatkan kualitas istirahat.
  1. Membawa Tas dengan Postur Punggung yang Baik
    Banyak orang tidak sadar bahwa membawa tas di satu sisi bahu terus-menerus bisa menyebabkan ketegangan otot dan perubahan postur tubuh. Disarankan untuk menggunakan ransel dua tali bahu agar berat terbagi rata dan hindari membawa beban berlebih. Kebiasaan baik ini dapat membantu mencegah nyeri punggung dan bahu serta menjaga keseimbangan tulang belakang.
  1. Melakukan Peregangan Setiap Hari
    Peregangan adalah salah satu tips menjaga kesehatan sendi yang paling mudah dilakukan. Gerakan sederhana membantu melancarkan sirkulasi darah dan menjaga fleksibilitas otot. Mulai biasakan diri melakukan stretching ringan selama 5–10 menit setiap pagi dan malam hari. Efeknya, tubuh jadi lebih lentur, otot tidak mudah kaku, dan tubuh terasa lebih rileks.
  1. Mengurangi Rokok dan Alkohol
    Kandungan nikotin dan alkohol dapat mengganggu penyerapan kalsium dan mempercepat pengeroposan tulang. Biasakan diri untuk mulai mengurangi konsumsi rokok dan alcohol secara bertahap, dan gantikan dengan kebiasaan sehat seperti jalan santai atau minum air putih. Dengan begitu tulang bisa jadi lebih kuat, sirkulasi darah lebih baik, dan daya tahan sendi meningkat.
  1. Menjaga Postur Saat Bekerja di Depan Komputer
    Postur kerja yang salah dapat memberi tekanan pada tulang belakang dan menyebabkan nyeri kronis. Pastikan layar sejajar dengan mata, gunakan kursi ergonomis, dan jaga bahu tetap rileks. Kebiasaan ini dapat mengurangi risiko nyeri leher, punggung, dan memperbaiki postur tubuh jangka panjang.
  1. Mengenali dan Menangani Nyeri Sendi Sejak Dini
    Jangan abaikan nyeri ringan pada sendi, terutama jika berlangsung lebih dari tiga hari. Segera konsultasikan kondisi tersebut ke dokter spesialis Rehabilitasi Medik untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dengan melakukan pemeriksaan lebih awal maka gangguan sendi dapat ditangani lebih cepat, mencegah perburukan, dan mempercepat pemulihan.

Rehabilitasi Medik RSIJCP: Langkah Tepat untuk Menjaga Tulang dan Sendi

Menjaga kesehatan tulang dan sendi tidak harus menunggu nyeri datang. Melalui layanan Rehabilitasi Medik RSIJCP, pasien dapat memperoleh pemeriksaan menyeluruh dan terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Didukung oleh dokter spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi (Sp.KFR), fisioterapis, serta okupasi terapis berpengalaman, RSIJCP siap membantu pelanggan kembali aktif tanpa rasa nyeri.

Dengan menerapkan tips menjaga kesehatan tulang dan sendi setiap hari, dan berkonsultasi secara rutin dengan tenaga profesional, Anda bisa menikmati hidup yang lebih sehat, kuat, dan bebas nyeri hingga usia lanjut.

Info lebih lanjut terkait layanan Rehabilitasi Medik:

  • Pendaftaran BPJS: 0858-5005-0010
  • Umum, Asuransi, dan Perusahaan: 0812-1349-1516
14/10/2025
783 kali
0

Jakarta, 13 Oktober 2025 - Sebagai bagian dari komitmen nasional dalam memperluas akses pendidikan dokter spesialis di Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bersama Kolegium Orthopaedi & Traumatologi Indonesia (KOTI) melaksanakan visitasi ke RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) pada Rabu, 25 September 2025. Kegiatan ini merupakan tahap penting dalam proses penetapan RSIJCP sebagai calon penyelenggara Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Hospital Based bidang Orthopedic & Traumatology.

Tentang Program PPDS Hospital-Based

Program Penyelenggaraan Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS Hospital Based) adalah model pendidikan dokter spesialis yang diselenggarakan oleh rumah sakit pendidikan utama dengan supervisi langsung dari Kemenkes dan Kolegium. Program ini dirancang untuk mempercepat pencetakan dokter spesialis melalui pembelajaran klinis intensif di rumah sakit, serta mendukung pemerataan tenaga medis di berbagai wilayah Indonesia.

Mendukung Pemerataan Dokter Spesialis

Program PPDS Hospital Based merupakan inisiatif Kemenkes untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah dengan keterbatasan tenaga medis.
Berbeda dengan sistem PPDS konvensional yang diselenggarakan oleh universitas, program ini berbasis di Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU), dengan fokus utama pada pelatihan klinik langsung dan kesiapan praktik lapangan.

RSIJCP menjadi salah satu rumah sakit yang dinilai memiliki kapasitas dan fasilitas memadai untuk menjadi penyelenggara program tersebut, khususnya dalam bidang Orthopaedi & Traumatologi.

Kegiatan Visitasi di RSIJCP

Dalam kegiatan visitasi yang berlangsung di lingkungan RSIJCP, tim dari Kementerian Kesehatan RI dan Kolegium Orthopaedi & Traumatologi Indonesia melakukan peninjauan menyeluruh terhadap:

  • Fasilitas pendidikan dan pelayanan Ortopaedi,
  • Kelengkapan sarana penunjang (ruang operasi, poliklinik, rawat inap, radiologi, dan rehabilitasi medik),
  • Kesiapan tenaga pengajar klinis (dokter spesialis Orthopaedi & Traumatologi RSIJCP),
  • Sistem pembelajaran dan evaluasi peserta PPDS,
  • Serta mekanisme koordinasi pendidikan melalui Komite Koordinasi Pendidikan (Komkordik)

Visitasi ini turut dihadiri oleh dokter-dokter spesialis Orthopaedi & Traumatologi RSIJCP yang sekaligus turut berperan sebagai Tim Kurikulum & Kolegium, diantaranya:

  • Zecky Eko Triwahyudi, Sp.OT, Subsp.CO (K), MARS., MM., AIFO-K
  • Muhammad Nurul Qomarruzaman, Sp. OT (K), Spine
  • Muhammad Reza Saputra, Sp.OT
  • Ihsanil Husna, Sp.PD
  • Prima Enky Merthana, Sp.OT
  • Haifa Mayang Lestari
  • Eva Triyono, NS. S.KEP

Perwakilan manajemen rumah sakit yang dibagi kedalam 2 tim pendukung, diantaranya:

  1. Tim Legal:
  • Rianca Amalia, SH., MH
  • Siti Rahayu, NS. S.KEP., M.KEP
  • Ratna Puspita Sari, S.KEP
  1. Tim Tata Kelola:
  • Aldila Satyanugraha Al Arfah, MMR
  • Eko Yulianto, S.PSI. MKM.
  • Sudirman, Sp.N
  • Endah Wahyuni, NS.SKEP
  • Iis Muryani, SKEP.,NS., M.KEP.
  • Dewi, S.Kep., M.Kep
  • Effyanti Rahayu, SKM
  • Diana Widyaningsih
  • Siti Aisyah, SSI. M. FARM
  • Sabri Hasan, S.Kom
  • Samsul Mujakar, A.Md.TEM
  • Beny Sugandi, SE

Serta tim dari Kemenkes RI dan Kolegium IOA, diantaranya:

  1. Kolegium: Dr. dr. Rizki Rahmadian Sp.OT (K)
  2. Asesor Kemenkes:
  • Else Mutiara Sihotang, Sp.PK - Ketua Tim Kerja Tata Kelola RS Pendidikan
  • Kara Citra Kalandra - Tim Kerja Tata Kelola RS Pendidikan
  • Nuniek Savitri, SH, MARS - Tim Kerja Hukum Sesditjen Keslan

Seluruh tim berperan aktif dalam diskusi dan pemaparan kesiapan rumah sakit dalam menyelenggarakan program pendidikan dokter spesialis secara hospital based.

Komitmen RSIJCP terhadap Pendidikan dan Layanan

Kegiatan visitasi ini menjadi tonggak penting bagi RS Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) dalam memperluas perannya tidak hanya sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga sebagai lembaga pendidikan yang berkontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia kedokteran di Indonesia.

RSIJCP telah lama dikenal memiliki layanan unggulan di bidang Orthopaedi & Traumatologi, dengan dukungan dokter-dokter spesialis berpengalaman, fasilitas bedah modern, serta sistem pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien. Melalui kegiatan visitasi ini, RSIJCP menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan pendidikan klinis yang profesional, terstruktur, dan sesuai standar nasional.

“Kegiatan visitasi ini menjadi momentum penting bagi RS Islam Jakarta Cempaka Putih untuk berkontribusi langsung dalam mencetak dokter spesialis Orthopaedi & Traumatologi yang kompeten dan berdaya saing,” ujar dr. Pradono Handojo, Direktur Utama RSIJCP.

“Dengan pengalaman panjang RSIJCP dalam pelayanan ortopedi, kami berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pendidikan klinis, meningkatkan mutu layanan, serta menyediakan fasilitas yang mendukung proses pembelajaran profesional bagi calon dokter spesialis di masa depan,” tambahnya.

Komitmen tersebut sejalan dengan visi RSIJCP untuk menjadi rumah sakit islami yang unggul dalam pelayanan, pendidikan, dan penelitian. Melalui sinergi dengan Kementerian Kesehatan dan Kolegium Orthopaedi & Traumatologi Indonesia, RSIJCP siap berperan aktif dalam mencetak tenaga dokter spesialis yang tidak hanya terampil secara klinis, tetapi juga berintegritas dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.

Langkah Selanjutnya

Setelah kegiatan visitasi, tim Kemenkes dan Kolegium akan melakukan evaluasi terhadap hasil penilaian lapangan. Apabila seluruh kriteria telah terpenuhi, RSIJCP akan resmi ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) untuk Program PPDS Hospital Based Orthopedic & Traumatology.

Penetapan ini akan menjadi langkah strategis bagi RSIJCP dalam mendukung visi Kemenkes untuk mempercepat pemerataan dokter spesialis, meningkatkan mutu layanan ortopedi nasional, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan kedokteran di Indonesia.

13/10/2025
34 kali
0

Setiap tanggal 10 Oktober, dunia memperingati World Mental Health Day atau Hari Kesehatan Mental Sedunia, sebuah momen untuk menegaskan bahwa tidak ada pemulihan yang utuh tanpa kesehatan mental. Tahun 2025, tema global yang diangkat adalah:

Access to Services – Mental Health in Catastrophes and Emergencies
(Akses terhadap layanan – Kesehatan mental dalam bencana dan keadaan darurat)

Bencana alam, konflik bersenjata, pandemi, dan krisis kemanusiaan terus mengguncang kehidupan manusia di seluruh dunia. Dampaknya tidak hanya menghancurkan bangunan dan infrastruktur, tetapi juga mengganggu ketenangan batin jutaan orang berupa rasa kehilangan, ketakutan, ketidakpastian, dan trauma yang tak selalu terlihat.

Namun yang sering terlupakan, krisis besar juga meninggalkan jejak emosional pada mereka yang tidak berada di pusat bencana. Melalui layar ponsel, masyarakat di seluruh dunia menyaksikan berita tentang perang, wabah, atau bencana kemanusiaan dan tanpa sadar ikut menanggung beban psikologisnya. Semua orang, dalam cara yang berbeda, hidup di era darurat mental global.

Kesehatan Mental: Kebutuhan yang Sering Terpinggirkan

Dalam situasi bencana atau keadaan darurat, perhatian sering terpusat pada kebutuhan fisik, seperti makanan, obat, tempat tinggal, dan logistik. Namun dukungan psikologis sering kali datang paling akhir, padahal luka batin bisa bertahan jauh lebih lama dibanding luka di tubuh.

  • Anak yang kehilangan rumah dan sekolah karena bencana bisa mengalami gangguan kecemasan jangka panjang.
  • Tenaga kemanusiaan dan relawan bisa mengalami burnout dan kelelahan emosional.
  • Krisis politik dan ekonomi yang menimbulkan ketidakpastian sosial, PHK massal, atau ketakutan akan masa depan.
  • Paparan berlebihan terhadap berita negatif di media sosial: perang, kekerasan, bencana, perpecahan, dan ujaran kebencian yang semuanya bisa memicu kecemasan kolektif (collective anxiety).
  • Pandemi memicu trauma kolektif, bahkan bagi mereka yang tidak tertular, karena kehilangan pekerjaan, isolasi sosial, atau ketakutan akan masa depan.
  • Krisis kemanusiaan di negara lain dapat memicu stres psikologis yang muncul karena terus-menerus menyaksikan penderitaan orang lain (vicarious trauma).

Karena itu, “access to services” bukan hanya tentang membuka layanan bagi korban langsung, tapi juga membangun sistem dukungan yang melindungi semua lapisan masyarakat dari dampak psikologis krisis.

Krisis Global, Dampak Kolektif

Manusia hidup di dunia yang saling terhubung. Ketika perang terjadi di satu negara, harga pangan bisa naik di negara lain. Ketika pandemi melanda, seluruh dunia ikut berhenti, dan ketika bencana besar diberitakan, seluruh lini masa media sosial penuh dengan kesedihan.

Artinya, krisis kemanusiaan kini bersifat kolektif. Seseorang mungkin tidak kehilangan rumah, tapi kehilangan rasa aman. Seseorang mungkin tidak menjadi korban perang, tapi merasa cemas menatap masa depan. Seseorang mungkin tidak berada di garis depan, tapi ikut lelah secara emosional melihat penderitaan berulang.

Oleh karena itu, World Mental Health Day 2025 mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperluas pemahaman tentang “penyintas”: Dalam dunia yang saling terhubung, setiap orang bisa menjadi penyintas dari krisis yang ia saksikan.

Akses terhadap Layanan: Lebih dari Sekadar Fasilitas

Tema tahun ini menekankan akses terhadap layanan, dan maknanya jauh lebih luas dari ruang konsultasi. “Layanan” bisa berarti:

  1. Dukungan psikologis profesional bagi korban bencana dan relawan di lapangan.
  2. Pendidikan publik dan literasi emosional bagi masyarakat luas agar mampu mengelola stres dan kecemasan akibat krisis sosial dan media.
  3. Ruang aman dan komunitas empatik yang menyediakan tempat untuk berbagi cerita, bukan sekadar menyebarkan berita.
  4. Kebijakan pemerintah yang memprioritaskan kesehatan mental dalam setiap respons bencana atau krisis nasional.

Ketika akses ini terbuka luas, masyarakat tidak hanya selamat secara fisik, tetapi juga pulih secara emosional dan spiritual.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Untuk Diri Sendiri:

  • Sadari batas kemampuan diri dalam mengonsumsi berita krisis.
  • Lakukan digital detox ketika merasa lelah secara emosional.
  • Lakukan rutinitas yang menenangkan: tidur cukup, bergerak, dan tetap terhubung dengan orang-orang yang memberi energi positif.
  • Cari bantuan profesional jika stres mulai mengganggu keseharian.

Untuk Orang Lain:

  • Dengarkan tanpa menghakimi mereka yang sedang kesulitan.
  • Jangan menyepelekan stres orang lain hanya karena merasa “lebih beruntung.”
  • Dukung kampanye dan kegiatan edukasi kesehatan mental di komunitas atau tempat kerja.

Untuk Masyarakat dan Pemerintah:

  • Pastikan layanan psikososial menjadi bagian dari penanganan bencana sejak awal, bukan tambahan di akhir.
  • Bangun ekosistem digital yang sehat dengan media yang berimbang dan empatik melalui kampanye di lingkungan terdekat.
  • Dorong kolaborasi lintas sektor (kesehatan, pendidikan, sosial, dan komunikasi publik) untuk lebih peka terhadap kesehatan psikologis di lingkungan sekitar.

Dari Krisis Menuju Kepedulian

Tema World Mental Health Day 2025 bukan hanya tentang mengobati luka psikologis akibat bencana, tetapi juga tentang menumbuhkan kepedulian kolektif di tengah dunia yang penuh ketidakpastian. Karena di balik setiap krisis, ada kesempatan untuk menjadi manusia yang lebih berempati. Karena setiap jiwa yang pulih, membuat dunia ini sedikit lebih damai.

Mari jadikan momen ini bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi gerakan untuk membuka akses dan hati agar kesehatan mental benar-benar menjadi hak bagi semua orang, di mana pun mereka berada.

10/10/2025
1099 kali
0

Setiap langkah kecil menuju kesembuhan adalah proses berharga. RS Islam Jakarta Cempaka Putih kini menghadirkan layanan Rehabilitasi Medik dengan fasilitas yang modern, lengkap, dan profesional, berlokasi di Gedung IGD Baru lantai 4 - 6.

Layanan ini dirancang untuk membantu pasien memulihkan kemampuan fisik, fungsi tubuh, dan kualitas hidup melalui terapi yang menyeluruh dan terintegrasi. Setiap rencana terapi dirancang personal, memastikan pasien mendapatkan penanganan yang paling sesuai dengan kondisinya.  

Pelayanan Profesional oleh Dokter Spesialis dan Tim Ahli

Unit Rehabilitasi Medik RS Islam Jakarta Cempaka Putih ditangani langsung oleh Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR) bersama tim tenaga kesehatan profesional yang terdiri dari:

  • Fisioterapi
  • Okupasi Terapi
  • Terapi Wicara
  • Ortotik dan Prostetik

Tim ini bekerja sama dalam memberikan terapi yang disesuaikan dengan kondisi pasien, baik anak-anak maupun dewasa untuk membantu mempercepat proses pemulihan.

Fasilitas Rehabilitasi Lengkap dan Nyaman

Untuk memberikan pelayanan yang optimal, fasilitas Rehabilitasi Medik dilengkapi dengan berbagai ruang terapi khusus, di antaranya:

  1. Ruang Latihan Anak dan Dewasa.
    Ruang ini dirancang untuk membantu pasien melakukan latihan fisik sesuai usia dan kebutuhan terapi.
    Untuk dewasa, fokus latihan meliputi peningkatan kekuatan otot, keseimbangan, mobilitas sendi, hingga latihan berjalan bagi pasien pasca stroke, cedera, atau operasi.
    Untuk anak-anak, latihan difokuskan pada stimulasi motorik kasar dan halus, postur tubuh, serta perkembangan koordinasi gerak.
  2. Ruang Sensori Integrasi
    Ruang ini dikhususkan untuk anak-anak dengan gangguan pemrosesan sensori, seperti autisme, ADHD, atau keterlambatan perkembangan. Di sini, terapis akan membantu anak menyesuaikan respon tubuh terhadap rangsangan dari lingkungan melalui permainan terstruktur. Tujuannya agar anak mampu mengontrol gerakan, emosi, dan perhatian dengan lebih baik.Peralatan di ruang ini umumnya berupa ayunan terapi, bola terapi, trampolin kecil, hingga alat keseimbangan untuk menstimulasi sistem vestibular dan proprioseptif anak.
  3. Ruang Terapi Wicara Anak dan Dewasa
    Terapi wicara membantu pasien yang mengalami gangguan komunikasi, bicara, bahasa, atau menelan.
    Untuk anak-anak, terapi berfokus pada pelatihan kemampuan berbicara, menyebut kata, hingga memahami bahasa.
    Untuk dewasa, terapi diberikan pada pasien pasca stroke, cedera otak, atau gangguan saraf yang memengaruhi kemampuan berbicara.
    Tujuan akhirnya adalah membantu pasien kembali berkomunikasi secara efektif dalam aktivitas sehari-hari.
  4. Ruang Auditori Verbal Terapi (AVT)
    AVT atau Auditory Verbal Therapy ditujukan bagi anak dengan gangguan pendengaran, terutama pengguna alat bantu dengar atau implan koklea. Melalui terapi ini, anak dilatih untuk memaksimalkan kemampuan mendengar dan berbicara tanpa mengandalkan bahasa isyarat. Terapis bekerja sama dengan orang tua untuk memastikan stimulasi pendengaran dilakukan juga di rumah agar hasil lebih optimal.
  5. Ruang Aktivitas Sehari-hari (ADL)
    Ruang ni digunakan untuk melatih pasien dalam melakukan kegiatan sehari-hari seperti makan, mandi, berpakaian, menulis, atau menggunakan peralatan rumah tangga. Terapi ADL penting untuk pasien yang sedang menjalani pemulihan setelah cedera, stroke, atau operasi besar. Tujuannya agar pasien dapat kembali mandiri dan percaya diri dalam menjalani aktivitas harian.
    Setiap ruang dirancang agar pasien merasa aman dan nyaman selama menjalani terapi, sekaligus mendukung proses pemulihan fisik dan mental secara maksimal.

Teknologi Terapi Modern dan Canggih

Selain ruang-ruang terapi di atas, unit Rehabilitasi Medik RS Islam Jakarta Cempaka Putih juga dilengkapi peralatan terapi modern dan canggih, di antaranya:

  • US (Ultrasound Therapy): membantu mengurangi nyeri dan peradangan jaringan otot.
  • Laser Therapy: mempercepat penyembuhan jaringan dan mengurangi pembengkakan.
  • TENS & ES (Electrical Stimulation): menstimulasi saraf dan otot untuk mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi otot.
  • Magnetic Therapy, ACT, Modern Traksi: digunakan untuk pemulihan tulang belakang, nyeri sendi, dan cedera otot.
  • Tilting Table & Vocastim: mendukung latihan berdiri bertahap dan stimulasi bicara bagi pasien neurologis.
  • Cryotherapy, MWD, SWD: terapi panas dan dingin untuk mengurangi nyeri, bengkak, dan mempercepat pemulihan jaringan.

Dengan dukungan teknologi tersebut, pasien mendapatkan penanganan yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan kondisi masing-masing.

Jadwal Layanan dan Informasi Pendaftaran

Unit Rehabilitasi Medik RS Islam Jakarta Cempaka Putih buka setiap Senin – Sabtu pukul 08.00 – 16.00 WIB
Layanan ini melayani pasien BPJS Kesehatan, Asuransi, Jaminan Perusahaan, maupun Umum.

Pendaftaran BPJS: 0858-5005-0010
Pendaftaran Umum, Asuransi, & Perusahaan: 0812-1349-1516
Lokasi: Poli Rehabilitasi Medik, Gedung IGD RS Islam Jakarta Cempaka Putih, Lantai 4–6

 

06/10/2025
869 kali
Halaman 3 dari 62

Pendaftaran Rawat Jalan

Promo Layanan. *baca syarat dan ketentuan berlaku
  • Penyelenggaraan Pelayanan kesehatan di RS Islam Jakarta Cempaka Putih bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan rujukan menuju RS Islam Jakarta Cempaka…
    RS Islam Jakarta Cempaka Putih
Rekanan RS Islam Jakarta Cempaka Putih #Asuransi #BUMN #BUMD #Perusahaan

Terakreditasi Nomor. LARSI/SERTIFIKAT/096/02/2023

Lulus Tingkat Paripurna      

Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih

  • Jl. Cemp. Putih Tengah I No.1, RT.11/RW.5, Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 10510
  • +6221 4280 1567
  • +6221 425 0451
  • rsijpusat@rsi.co.id

Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Khusus BPJS

Pendaftaran Rawat Jalan Pasien Umum, Jaminan Perusahaan & Asuransi

  • +6221 425 0451 ext. 6508

Visitors

© 2018-2024. Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih