You are here:RSIJCP/Web/Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih - Web
0

Audiometri adalah pemeriksaan untuk menentukan jenis dan derajat ketulian (gangguan dengar).

Dengan pemeriksaan ini dapat ditentukan jenis ketulian apakah :

  • Tuli Konduktif
  • Tuli Saraf (Sensorineural)
  • Serta derajat ketulian.

Audiometer adalah peralatan elektronik untuk menguji pendengaran. Audiometer diperlukan untuk mengukur ketajaman pendengaran:

  • digunakan untuk mengukur ambang pendengaran
  • mengindikasikan kehilangan pendengaran
  • pembacaan dapat dilakukan secara manual atau otomatis
  • mencatat kemampuan pendengaran setiap telinga pada deret frekuensi yang berbeda
  • menghasilkan audiogram (grafik ambang pendengaran untuk masing-masing telinga pada suatu rentang frekuensi)
  • pengujian perlu dilakukan di dalam ruangan kedap bunyi namun di ruang yang heningpun hasilnya memuaskan
  • berbiaya sedang namun dibutuhkan hanya jika kebisingan merupakan masalah/kejadian yang terus-menerus, atau selain itu dapat menggunakan fasilitas di rumah sakit.
0

Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah kondisi medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis atau dalam jangka waktu lama.

Penderita yang mempunyai sekurang-kurangnya tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan mempunyai keadaan darah tinggi.

Tekanan darah yang selalu tinggi adalah salah satu faktor risiko untuk stroke,serangan jantung dan gagal jantung.

Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa.

Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat.

Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda; paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.

Obesitas, gaya hidup yang tidak aktif seperti malas berolah raga, stres, merokok, dan alkohol atau garam dalam makanan berlebihan semua bisa memainkan peranan terjadinya tekanan darah tinggi pada orang yang memiliki keturunan hipertensi.

Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala; meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi  padahal sesungguhnya tidak.

Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan; yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.

Langkah awal biasanya adalah merubah pola hidup penderita:

Perubahan gaya hidup bisa membantu mengendalikan tekanan darah tinggi.

  1. Olah raga & mempertahankan berat badan normal
  2. Makanan sehat rendah lemak kaya akan sumber vitamin & mineral alami
  3. Berhenti  merokok.
  4. Minum Obat-obat anti hipertensi sesuai anjuran dokter
  5. Hindari minuman alcohol
16/10/2012
19729 kali
0

Waktu istirahat siang telah tiba!, walaupun pekerjaan masih menumpuk, sudah seharusnya kita tinggalkan mereka sejenak dan melakukan kegiatan yang pastinya tidak kalah manfaatnya dibanding bekerja. Bagi umat muslim, sudah pasti sebagian waktu istirahat akan di pakai untuk shalat. Pada umumnya, saat istirahat, pegawai akan berbondong-bondong mencari tempat untuk makan siang yang sesuai dengan selera. Tanpa disadari, makan siang di luar kantor serta terbatasnya waktu istirahat membuat kita terkadang sembarang menikmati makanan, sehingga makanan yang masuk hanya untuk membuat perut kita kenyang tanpa memperhatikan sisi kesehatannya. Keadaan tersebut dapat dihindari dengan menyiapkan makanan sehat yang dapat dimakan di kantor.

Makanan yang dibuat di rumah tentu akan lebih sehat karena kita sendiri yang akan menyiapkan bahan-bahan segar untuk di masak serta peralatan dapur yang dipakai  sudah pasti terjamin kebersihannya. Apa saja yang harus dilakukan untuk membuat makan siang di kantor lebih sehat?

  1. Bawa bekal makan siang dari rumah. Dengan menggunakan lunch bag khusus yang dilengkapi dengan bahan penahan panas, makanan dan snack yang kita tetap segar dan hangat sampai waktunya makan siang tiba.
  2. Bawa beberapa camilan sehat seperti apel, jeruk mandarin, dan buah-buahan serta yogurt dalam kemasan. Masukkan dalam lunch box dan masukkan dalam lemari es sehingga besok siap dibawa.
  3. Bergabung dengan teman-teman kantor yang suka membawa bekal sendiri di rumah. Ajaklah untuk mencoba membuat makanan yang lebih sehat dengan banyak buah dan sayuran. Sharing makanan selain dapat melengkapi nutrisi juga bisa mengatasi rasa bosan. Acara makan bersama seperti ini dijamin bisa membuat kita lebih semangat untuk menikmati bekal yang di bawa. Disisi lain, makan bersama bisa menambah keakraban dengan teman kerja. Bagi pegawai wanita, kegiatan ini juga bisa memberi ide-ide untuk mengeksplorasi menu makanan baru bagi kelurga.
  4. Jika terpaksa makan di luar, pikirkan terlebih dulu menu sehat favorit apa saja yang akan di pesan. Sebab seringkali saat seseorang memesan makanan tanpa memperhatikan kandungan lemak atau kalori berlebihan yang terdapat dalam makanan yang dipesan sehingga dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan.
15/10/2012
13841 kali
0

Tentunya kita sudah pernah mendengar istilah kolesterol sebelumnya, kolesterol merupakan komponen lemak yang terdapat pada pembuluh darah semua binatang dan juga manusia, dengan fungsi sebagai sumber energi, membentuk dinding sel-sel dalam tubuh, dan sebagai bahan dasar pembentukan hormon-hormon steroid.

Dikenal dua macam kolesterol, yaitu LDL dan HDL. Apabila LDL terlalu tinggi dan tidak seimbang dengan HDL maka dapat menyebabkan penempelan di dinding pembuluh darah. Kolesterol yang melekat di pembuluh darah apabila sudah terlalu banyak dapat menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan terjadinya serangan jantung dan stroke.

Jumlah kolesterol yang berlebihan di dalam darah atau yang dikenal dengan istilah hiperkolesterolemia,  biasanya disebabkan oleh obesitas, alkoholisme, gangguan ginjal, gangguan hati, diabetes, diuretik, penggunaan kortikosteroid, dan penyakit tiroid. Selain itu, kolesterol yang tinggi juga menyebabkan dislipidemia, yaitu gangguan kesehatan akibat kelainan lemak dalam darah.

Pada dasarnya, banyak hal yang menjadi penyebab  timbulnya kolesterol tinggi dalam darah. Namun  2 hal besar yang menjadi penyebabnya, yaitu keturunan dan usia. Apabila ada keluarga yang berkolesterol tinggi, maka besar kemungkinan keluarga lain juga berbakat untuk mempunyai kolesterol yang tinggi. Faktor usia, setelah umur 20 tahun kolesterol dalam darah cenderung meningkat. Pada pria, kolesterol akan mudah naik setelah umur 40 tahun, sedangkan pada wanita, kolesterol akan dengan mudah naik setelah terjadinya menopause. Namun tidak jarang terjadi peningkatan kadar kolesterol di usia yang lebih muda dari itu.

Penderita kolesterol tinggi tidak merasakan gejala sama sekali. Mereka baru mengetahuinya setelah dinyatakan menderita penyakit jantung koroner atau stroke. Adapula yang merasakan sakit kepala dan pegal-pegal sebagai gejala awal. Ini muncul sebagai akibat dari kurangnya oksigen dalam darah yang disebabkan oleh  tingginya kadar kolesterol sehingga menyebabkan aliran darah menjadi kental sehingga oksigen menjadi berkurang.

Karena banyaknya masalah yang ditimbulkan oleh kolesterol yang tinggi, maka penting rasanya untuk selalu menjaga kadar kolesterol yang normal dalam darah, berikut beberapa tipsnya:

  1. Mempertahankan pola makan yang sehat dan seimbang dengan diet rendah lemak dan rendah kolesterol, seperti mengganti menu susu cair biasa menjadi skim atau susu tanpa lemak, mengganti lemak padat dengan minyak nabati, dan mengganti mentega dengan margarine. Mengurangi konsumsi daging, telur dan susu. Menghindari makanan kering, kue kering dan gorengan. Memperbanyak konsumsi serat yang larut air seperti gandum, kacang-kacangan dan buah-buahan. Memperbanyak mengkonsumsi ikan
  2. Membatasi atau menghentikan konsumsi alkohol
  3. Olah raga yang teratur, dengan melakukan aktivitas fisik selama 30 menit 5 kali dalam seminggu
  4. Pertahankan berat badan normal
  5. Hindari rokok
12/10/2012
17326 kali
0

Gigi yang sehat tidak mungkin di peroleh begitu saja, perlu perawatan sejak dini agar gigi selalu bersih, kuat, dan sehat sampai kita tua nanti.  Menjaga kesehatan mulut  dapat dilakukan saat bayi berumur 0 bulan, salah satunya dengan membiasakan membersihkan lidah dan gusi bayi setelah minum air susu ibu dan sebelum tidur malam, untuk mengurangi penumpukkan kotoran di dalam rongga mulut bayi.

Berikut langkah-langkah dilakukan untuk membersihkan sesuai masa periode kehidupan si kecil

Sebelum memiliki gigi:

  • Sediakan potongan kain kasa atau kain steril yang lembut.
  • Celupkan/basahi kain tersebut dengan air matang.
  • Balutkan kain pada jari telunjuk ibu/ayah.
  • Bersihkan mulut dan gusi si kecil secara perlahan.
  • Posisikan bayi berbaring agak tegak atau duduk di pangkuan kalau sudah bisa.

Gigi Bayi

  • Bila gigi susu bayi sudah muncul, gunakan sikat gigi mungil. Jika hendak menggunakan pasta gigi, sediakan lap basah karena si kecil belum bisa berkumur. Posisikan ia duduk di pangkuan.
  • Arah membersihkannya bisa vertikal maupun horisontal. Yang penting seluruh permukaan gigi, baik bagian luar maupun dalam (yang menghadap ke lidah), dan sela-selanya ikut dibersihkan.
    Bila sudah selesai, bersihkan mulut dan bibir dari pasta gigi dengan lap basah sampai bersih.

Gigi Anak

  • Gosok gigi searah, dari atas ke bawah untuk gigi atas; dan sebaliknya dari bawah ke atas untuk gigi bawah. Inilah prinsip menyikat dari merah ke putih atau dari gusi ke ujung gigi agar kotoran yang tersapu tidak balik lagi. Gerakan searah juga menjaga kesehatan gusi.
  • Buatlah gerakan mengeluarkan kotoran dari sela-sela gigi.
  • Gosoklah perlahan semua permukaan gigi mulai dari bagian dalam, tengah, dan luar.
  • Bersihkan juga langit-langit, dinding mulut, dan permukaan lidah.
  • Usahakan air yang digunakan untuk menggosok gigi bersih dan jernih. Untuk anak yang baru belajar berkumur sediakan air matang.
  • Sebaiknya tidak  berkumur terlalu banyak supaya masih tersisa fluoride untuk menjaga kekuatan gigi.

Nah…. Mari kita lakukan perawatan pada gigi sejak dini agar kita selalu memiliki gigi sehat dan kuat.

11/10/2012
12471 kali
0

Assaalamu’alaikum Wr.Wb.

Puji syukur kita sampaikan ke khadirat Allah SWT, RS Islam Jakarta Cempaka Putih telah mendapatkan penghargaan dari Markplusinsight untuk yang kedua kalinya yakni tahun 2011 dan 2012. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Markpus, bahwa RS Islam Jakarta Cempaka Putih adalah RS yang menempati urutan nomor 1 (satu) sebagai RS yang paling direkomendasikan penduduk Jakarta. Alhamdulillah…

Kami segenap Direksi dan pegawai RS Islam Jakarta Cempaka Putih mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat atas kepercayaan anda menggunakan fasilitas layanan kami. Kami mohon doa dan masukannya agar kami dapat terus meningkatkan kualitas layanan mendekati harapan anda, apalagi dapat memenuhi sesuai dengan harapan Anda. Amiin

Untuk melihat hasil survey silahkan klik link ini Maklumat / Pengumuman.

22/08/2012
9348 kali
0

Setiap tanggal 23 Juli di Indonesia diperingati Hari Anak Nasional (HAN). Hari  Anak Nasional merupakan sebuah acara yang teramat istimewa. Peringatan Hari Anak Nasional menjadi momen penting untuk meningkatkan konsentrasi dan perhatian kita pada pola pendidikan dan pembinaan generasi muda Indonesia di usia emas.

Hari Anak Nasional memiliki arti strategis dan momentum untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh bangsa Indonesia dalam menghormati dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi memberikan yang terbaik bagi anak serta menjamin semaksimal mungkin kelangsungan hidup dan perkembangan anak. Harapan kemajuan bangsa ini di masa yang akan datang berada di tangan anak-anak sekarang, oleh karena itu sudah saatnya kita memulai menciptakan perubahan untuk memenuhi hak-hak anak negeri ini.

Kita sebagai orangtua dan kakak-kakak bagi mereka yang akan mengubah nasib mereka, jangan tunggu Pemerintah yang akan mengubah nasib mereka. Sejak hari ini dan selanjutnya peran orang tua dan lembaga sosial amat diperlukan bagi pendidikan anak-anak Indonesia, baik formal ataupun informal, atau anak yang mampu dan tidak mampu guna membangun cita-cita Anak Indonesia dalam mewujudkan Negara Indonesia yang adil dan makmur. Pastikan mereka mempunyai modal hati dan pikiran yang kuat.

Semua itu kelak akan menjadi bekal mereka dalam hidup berdampingan di Indonesia yang lebih baik nantinya. Selamat Hari Anak Nasional… Anak-anak yang akan dan sedang membawa bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik.

23/07/2012
9996 kali
0

Benda yang berbahan plastik sepertinya sudah tidak dapat dilepas lagi penggunaannya dari kehidupan kita sehari-hari karena plastik sangat praktis dan kuat. Tapi banyak diantara kita yang tidak mengetahui berbagai bahaya yang mengintai terkait dengan penggunaan plastik.

Plastik bisa membahayakan kesehatan karena di dalamnya terkandung monomer dan plasticizer. Kontak antara plastik dengan makanan yang dikemas khususnya makanan cair atau semi basah dapat mengakibatkan perpindahan bahan-bahan kimia tadi ke dalam makanan, yang disebut migrasi. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh menumpuknya zat-zat hasil migrasi di tubuh adalah kanker.

Faktor yang menyebabkan monomer bermigrasi ke dalam produk, antara lain:

  1. suhu tinggi, makin tinggi suhu suatu makanan makin cepat terjadinya migrasi dan makin banyak zat yang bermigrasi
  2. Kontak  yang lama dengan makanan/minuman akan membuat zat yang bermigrasi semakin banyak
  3. Minyak. Minyak termasuk bahan yang cepat melarutkan komponen-komponen plastik.
  4. Lemak tinggi dan bersifat asam yang biasa terdapat pada buah, dimana buah mengandung asam organik yang dapat memicu berpindahnya monomer plastik kedalam makanan.

Untuk  menghindari risiko – risiko terjadinya bahaya kesehatan akibat penggunaan plastik, perlu ketelitian sebelum menggunakannya. Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan lambang segitiga yang terdapat pada kemasan plastik, yang terdapat pada bagian bawah suatu kemasan plastik.

Berikut beberapa lambang - lambang segitiga yang terdapat pada kemasan plastic:

1. PETE / PET (PolyethylenE TerephthalatE)

Lambang PETE / PET ini biasanya kita jumpai pada botol mineral, botol jus, kemasan shampoo dan botol - botol minuman lainnya. Penggunaan untuk lambang ini hanyalah boleh dipakai SATU kali, dan hindarkan penggunaan untuk menyimpan sesuatu yang panas. Karena plastik ini dapat meleleh dan mengeluarkan zat yang sangat berbahaya bagi tubuh kita.

2.HDPE (High Density PolyethylenE)

Lambang HDPE ini biasanya kita jumpai pada botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. HDPE memiliki sifat yang lebih baik dari pada jenis PETE tadi, karena untuk kemasan HDPE memiliki intensitas terhadap panas yang lebih tinggi. Tetapi HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.

3. PVC (PolyVinyl Chloride)

Lambang PVC ini sering kita temukan pada pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Jenis plastik ini merupakan jenis plastik yang paling sulit untuk didaur ulang, dan sangat berbahaya bagi ginjal, hati dan berat badan. Jenis plastik PVC ini tidak di rekomendasikan untuk kemasan bahan makanan / minuman.

4. LDPE (Low Density PolyethylenE)

Lambang LDPE ini sering kita jumpai pada tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. Sifat - sifat LDPE diantaranya kuat, tembus cahaya, fleksibel, permukaan agak berlemak, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik,dll, menjadikan jenis LDPE ini aman untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

5. PP (PolyPropylene)

Plastik jenis PP ini merupakan jenis plastik terbaik untuk digunakan sebagai tempat makanan / minuman, karena lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. Untuk itu usahakan gunakanlah jenis plastik nomor 5. 

6. PS (Polystyrene)

Lambang plastik jenis PS ini merupakan jenis plastik yang sering kita kenali dengan nama Sterofoam. Jangan salah paham dulu, jenis PS bukan hanya sterofoam saja, tetapi jenis plastik ini digunakan juga untuk tempat minum sekali pakai, dan kemasan - kemasan minuman yang tidak bermerk. Styrene sangat berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Kesimpulannya bahwa jenis plastik ini SANGAT BERBAHAYA.

7. Other

Jenis ini terdiri dari 4 macam diantaranya :

1. SAN – styrene acrylonitrile,
2. ABS - acrylonitrile butadiene styrene, (tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.)
3. PC - polycarbonate, (dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.)
4. Nylon

Untuk jenis plastik nomor 7 jenis SAN dan ABS baik untuk kemasan makanan dan minuman, sedangkan PC tidak baik untuk digunakan untuk kemasan makanan dan minuman. Karena untuk jenis PC jika terkena panas maka akan mengeluarkan bahan utamanya Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas.

Kesimpulannya kita harus bijak memilih jenis plastik yang aman untuk digunakan dan hindarkan penggunaan bahan plastik untuk makanan / minuman yang panas, karena dapat menyebabkan plastik tersebut bereaksi yang mengeluarkan zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan kita.

19/07/2012
9897 kali
0

Penyakit Diabetes bila dibiarkan bisa menjadi pemicu komplikasi berkaitan dengan organ tubuh, yang paling sering adalah neuropati perifer yaitu gejala hilangnya sensasi, gejala awal yang dapat muncul berupa ulkus/tukak di kaki, untuk itu perlu edukasi untuk perawatan kaki guna mencegah terjadinya ulkus/tukak dikaki, Perawatan yang harus dilakukan yaitu :

  1. Cuci kaki setiap hari dengan sabun
  2. Keringkan kaki dan jari-jari kaki
  3. Gunting kuku dengan cara merata melintang
  4. Beri lotion supaya kulit tetap lembut
  5. Gantilah kaos kaki setiap hari
  6. Usahakan kaki senantiasa dalam keadaan hangat dan kering
  7. Jangan berjalan tanpa alas kaki
  8. Selalu gunakan sepatu yang pas dan nyaman dipakai
  9. Periksa sepatu anda setiap hari, apakah ada benda yang melukai kulit
  10. Berjalan kaki setiap hari, memperlancar sirkulasi darah dan membuat anda lebih sehat
11/07/2012
11645 kali
0

oleh : HM Jamaludin Ahmad / Direktur SDI & Bindatra

Pendahuluan

Pada hari Kamis tanggal 31 Juni 2012 bertempat di lantai lima Aula AR.Fakhruddin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, saya menghadiri pertemuan persiapan Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah sebagai Wahana Internsip Dokter Indonesia.Salah satu materi menarik disampaikan oleh dr.Joko Mardiyanto,Sp.An (Wakil Ketua Majeles Dikti PP Muhammadiyah, Direktur Pelayanan Medik RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta sekaligus sebagai penanggungjawab  pelaksanaan Internsip Dokter Indonesia di RS Muhammadiyah/ Aisyiyah).Salah satu pernyataan penting beliau adalah perlunya dibangun kesadaran pentingnya Fakultas Kedokteran dan Kesehatan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah benar benar serius untuk melahirkan alumni yang memiliki karakter dan kompetensi dokter khas Muhammadiyah atau dokter yang memiliki nilai lebih dan nilai pembeda dibandingkan dokter lulusan perguruan tinggi lainnya. Disisi lain beliau juga menekankan pentingnya dibangun  Budaya Organisasi yang kuat di seluruh Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah. Mengapa? karena saat ini dunia telah  memasuki era Consciousness Age,yaitu era kesadaran akan nilai.Berarti beberapa era sebelumnya telah  dilalui yaitu: agricultural age, industrial age,dan information age. Era sebelum consciousness age cenderung didominasi orientasi materialisme, kapitaslisme, hedonisme  dan pasar bebas. Di satu sisi manusia  berubah menjadi mesin yang siap menggilas siapapun yang lemah disisi lain tumbuh kecemasan yang luar biasa pada siapapun yang lemah  dan terlemahkan.

Bila kita telusuri berbagai literitur, maka akan ditemukan adanya perbedaan yang cukup signifikan pada masing-masing era tersebut. Pada Era Industri yang diutamakan adalah kualitas, produktifitas, efisiensi, dan marketing masal sedangkan manajemen yang popular pada masa itu adalah Six Sigma. Pada Era Informasi yang menjadi fokus adalah pengetahuan (knowledge), pembelajaran (learning), pemberdayaan (empowerment), pertumbuhan individu (personal growth), dan kepuasan pelanggan. Sedangkan pada Consciousness Age yang diutamakan adalah nilai (value), etika (ethics), kolaborasi (collaboration) dan Corporate Social Responsibility (CSR).

Di Era ‘Consciousness’ ini, Budaya Organisasimenjadi penentu kesuksesan sebuah bisnis. Era ini dipicu oleh terjadinya peningkatan dalam berbagai hal seperti tekanan kompetisi, risiko dan ketidakpastian; juga pertumbuhan teknologi yang makin cepat. Untuk dapat bertahan, maka setiap perusahaan atau organisasi harus melakukan transformasi. Diperlukan cara berpikir, sudut pandang, dan aturan baru untuk menjawab tantangan perubahan yang ada. Selain transformasi bisnis yang di antaranya meliputi struktur dan strategi, korporasi juga harus melakukan transformasi budaya yang meliputi visi, misi dan nilai korporasi.Mengapa transformasi budaya perusahaan penting? Telah banyak riset yang menunjukkan pentingnya budaya korporasi.

Salah satu di antaranya adalah Kotter dan Heskett dalam “Corporate Culture and Performance” mengatakan bahwa korporasi dengan budaya yang kuat mampu menghasilkan revenue 4 kali lebih tinggi, memiliki kualitas tenaga kerja 7 kali lebih baik, meraih nilai saham 12 kali lebih tinggi serta keuntungan bersih lebih dari 700% jika dibandingkan korporasi dengan budaya yang lemah. Sebaliknya, budaya perusahaan yang lemah menimbulkan kerugian.Jim Ware dalam “Investment Leadership” mengatakan bahwa korporasi dengan budaya lemah  dalam jangka waktu tiga tahun saja mengalami penurunan nilai aset sebesar 80% dan turn over karyawan hingga 50%.

Atas dasar gelombang pertumbuhan era tersebut, maka dalam dunia kerja era sekarang, setiap individu akan menghadapi dan  mengalami arus budaya yang berkembang di tempat kerja. Indvidu yang bekerja dan perusahaan yg membangun usahanya hanya berbasis  kompetensi murni maka dengan mudah akan runtuh . Kompetensi dalam makna yg murni memang akan melahirkan professionalisme. Padahal profesionalisme akan melahirkan manusia yang unggul namun kinerjanya sangat dipengaruhi oleh imbalan materi yang akan diperoleh. Oleh karena itu budaya kerja yang dikembangkan di RSIJ tidak hanya berbasis  kompetensi  namun sekaligus berbasis nilai. Dengan  demikian, meskipun arus tekanan budaya negative terjadi di lingkungan kerja kita maka budaya organisasi islami apabila berhasil dibangun maka setiap pegawai  akan dengan sadar dapat mengendalikan pengaruh budaya tersebut. Sejauh budaya organisasi  berkembang dengan sehat, tentu saja setiap pegawai dapat ikut tumbuh menjadi pribadi yang sehat. Namun, bila budaya organisasi berkembang secara tidak sehat, maka kita perlu menghindari arus budaya yang tidak sehat tersebut, bahkan sebisa mungkin memiliki andil untuk membangun dan mengembangkan budaya yang lebih sehat.

Rumah Sakit Islam Jakarta sebagai Amal Usaha Kesehatan yang dimiliki langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah harus mampu untuk terus tumbuh dan berkembang sebagai pusat dakwah Muhammadiyah dibidang kesehatan. Oleh karena itu segala upaya strategis harus dilakukan agar RSIJ benar-benar mampu bersaing ditengah tengah tuntutan masyarakat yang semakin kritis dan tuntutan budaya global yang  mengepung RSIJ dari berbagai penjuru. Kalau RSIJ hanya terfokus  bada pembangunan dan pengembangan fasilitas fisik seperti gedung dan alat alat teknologi kesehatan namun melupakan pembangunan Budaya Organisasi berbasis nilai  maka RSIJ akan dengan mudah ditinggalkan oleh pesaing-pesaingnya bahkan oleh para pegawainya sendiri.Oleh karena itu RSIJ sudah seharusnya semakin memperkuat dan mematangkan budaya organisasi yang selama ini sudah dimiliki oleh masing masing rumah sakit  menjadi Budaya Organisasi Aliansi RSIJ.Sangatlah tepat bila BPH RSIJ membentuk berbagai team atau kelompok kerja (termasuk kelompok kerja Budaya Organisasi)untuk membuat strategi yang lebih matang dalam menghadapi berbagai tantangan nilai dan budaya di era sekarang.

Pengertian

1.Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.(Wikipedia.bahasa Indonesia)

2.Menurut Cushway dan Lodge (GE : 2000), budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan berperilaku. Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan budaya organisasi adalah sistem nilai organisasi yang dianut oleh anggota organisasi, yang kemudian mempengaruhi cara bekerja dan berperilaku dari para anggota organisasi.

Fungsi dari Budaya Organisasi

Pertama, budaya mempunyai suatu peran pembeda. Hal itu berarti bahwa budaya organisasi menjadi pembeda yang jelas antara satu organisasi dengan yang lain.

Kedua, budaya organisasi membawa suatu identitas bagi anggota-anggota organisasi.Apabila budaya organisasi RSIJ berhasil dibangun maka managemen dan seluruh pegawai akan memiliki rujukan yang jelas dalam membentuk karakter pribadi dan karakter layanan sesuai dengan nilai nilai yang disepakati sekaligus akan tumbuh kebanggaan terhadap RSIJ dan akan melawan/menghindari setiap nilai yang merugikan RSIJ.

Ketiga budaya organisasi mempermudah timbul pertumbuhan komitmen pada sesuatu yang lebih luas (kepentingan organisasi) daripada kepentingan individual.

Keempat, budaya organisasi meningkatkan kohesivitas sosial. Para pegawai akan memiliki nilai nilai nyang menyatukan mereka sehingga sesame mereka akan memiliki hubungan yang hangat dan saling menguatkan.

Kelima, budaya organisasi sebagai sistem makna bersama.Budaya organisasi mewakili sebuah persepsi yang sama dari para anggota organisasi atau dengan kata lain, budaya adalah sebuah sistem makna bersama. Karena itu, harapan yang dibangun dari sini adalah bahwa individu-individu yang memiliki latar belakang yang berbeda atau berada di tingkatan yang tidak sama dalam organisasi akan memahami budaya organisasi dengan pengertian yang serupa.

Keenam,budaya organisasi dapat mempunyai dampak signifikan pada prestasi kerja lembaga atau perusahaan dalam jangka panjang.

Ketujuh,budaya organisasi bahkan merupakan factor yang lebih penting dalam menentukan sukses atau kegagalan perusahaan dalam dekade mendatang.artinya keberlangsungan sebuah rumah sakit untuk terus tumbuh dan berkembang atau runtuhnya  bukan ditentukan oleh fasilitas gedung rumah sakit yang megah, alat alat kesehatan yang canggih dan sumber daya insani yang professional akan tetapi lebih ditentukan oleh sejauh mana para pegawai dan pimpinan rumah sakit memiliki nilai nilai positif yang diperjuangkan bersama. Mereka bekerja bukan sekedar untuk memperoleh imbalan semata akan tetapi mereka bekerja sebagai bentuk pengabdian  kepada Allah dengan memberikan pelayanan yang terbaik (ihsan) kepada sesama. Para pegawai RSIJ bukan sekedar pekerja tapi mereka adalah para pejuang Islam dan pelayan ummat sesuai dengan profesinya masing masing. Mereka akan menjadi hamba hamba Allah yang mulia yang dirindukan oleh surga jannatun na’im.                                                                                                                                                 

Sumber NilaiBudaya Organisasi

1.Al Quran dan As Sunnah

Sebagai Amal Usaha Muhammadiyah maka Rumah Sakit Islam Jakarta akan menempatkan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai sumber tertinggi dalam membangun dan menciptakan budaya organisasi.Sebagian dari nilai essensial yang bersumber dari Al Quran dan As-Sunnah yang harus menjadi rujukan dalam membangun budaya organisasi adalah: Maqosidus Syariah, seperti:

a) Hifdud diin (memelihara agama)

b) Hifdun nafs (memelihara jiwa/diri/nyawa)

c) Hifdul aql (memelihara akal)

d) Hifdun nasl (memelihara keturunan)

e) Hifdul maal(memelihara harta)

f) Hifdul biah (memelihara lingkungan)

2. Paham agama, ideologi ,visi dan misi serta Keputusan Persyarikatan Muhammadiyan.

Persyarikatan Muhammadiyah telah menyatakan identitas dirinya sebagai gerakan Islam, dakwah, amar ma’ruf nahi munkar  dan tajdid. Mewujudkan Islam yang berkemurnian dan kemajuan akan selalu menjadi wajah persyarikatan bagai dua sisi dari mata uang.oleh karena itu dalam membangun budaya organisasi di Rumah Sakit Islam Jakarta seluruh nilai yang dikembangkan tidak boleh bertentangan prinsip prinsip ibadah dan akidah yang murni dan disatu sisi budaya organisasi yang dikembangkan harus mampu menampilkan Islam yang maju dan mampu menjawab setiap problematika zaman.

3.Ideologi dan nilai dari para pendiri dan pemilik

Secara tradisional, pendiri organisasi memiliki pengaruh besar terhadap budaya awal organisasi tersebut. Pendiri organisasi tidak memiliki kendala karena kebiasaan atau ideologi sebelumnya. Ukuran kecil yang biasanya mencirikan organisasi baru lebih jauh memudahkan pendiri memaksakan visi mereka pada seluruh anggota organisasi. Proses penyiptaan budaya terjadi dalam tiga cara. Pertama, pendiri hanya merekrut dan mempertahankan karyawan yang sepikiran dan seperasaan dengan mereka. Kedua, pendiri melakukan indoktrinasi dan menyosialisasikan cara pikir dan berperilakunya kepada karyawan. Terakhir, perilaku pendiri sendiri bertindak sebagai model peran yang mendorong karyawan untuk mengidentifikasi diri, menginternalisasi keyakinan, nilai, dan asumsi pendiri tersebut. Apabila organisasi mencapai kesuksesan, visi pendiri lalu dipandang sebagai faktor penentu utama keberhasilan itu. Di titik ini, seluruh kepribadian para pendiri jadi melekat dalam budaya organisasi. Dalam kasus RSIJ maka visi dan misi para pendiri, dan perintis (assabiqun al awalun) serta BPH RSIJ bisa dijadikan salah satu rujukan penting dalam merumuskan budaya organisasi RSIJ.

4.Kebiasaan atau tradisi positif yang sudah lama diterima dan menjadi penggerak organisasi.

Kebiasaan, tradisi, dan cara umum dalam melakukan segala sesuatu yang ada di sebuah organisasi saat ini merupakan hasil atau akibat dari yang telah dilakukan sebelumnya dan seberapa besar kesuksesan yang telah diraihnya di masa lalu.nilai nilai kebiasaan dan tradisi yang poisitif ini secara formal tidak berasal dari nilai nilai para pendiri juga bukan dari nilai nilai normative perusahaan namun sebagai hasil dari interaksi dan komunikasi seluruh pihak yang terlibat dalam seluruh kegiyatan organisasi dan layanan kesehatan yg diberikan kepada pelanggan. Dari proses interaksi antar pegawai dan seluruh pihak yg terkait kemudian muncul nilai nilai positif yg berfungsi seperti code of conduc  secara tidak tertulis.

5. Pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat. Karena anggota organisasi itu terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda, maka nilai nilai budaya organisasi sedikit atau banyak akan ikut dipengaruhi oleh berbagai pemikiran yang berkembang dimasyarakat.

Cara Membangun Budaya Organisasi

1.Review nilai nilai yang selama ini sudah dimiliki dan ada di RSIJ (nilai yg ada di BPH RSIJ dan keempat rumah sakit yg tergabung dalam aliansi.)

Nilai-nilai yang ada di BPH RSIJ antara lain:

Visi :

Rumah Sakit Islam Jakarta menjadi pusat pelayanan kesehatan terkemuka yang berorientasi kepada implementasi dakwah dengan layanan bermutu.

Misi :

- Kerahmatan

Mewujudkan Rumah Sakit Muhammadiyah menjadi pembawa rahmat bagi lingkungan (pasien, keluarga, masyarakat), maupun bagi para pendukungnya (dokter, perawat dan tenaga pendukung lainnya)

- Kekhalifahan

Berusaha agar pengelolaan Rumah Sakit dilakukan secara amanah, dalam rangka prefesional, berkualitas dan akuntabilitas.

- Kerisalahan

Berusaha agar keberadaan dan kegiatan Rumah Sakit Muhammadiyah sebagai perwujudan dakwah persyarikatan dalam arti yang luas.

Misi BPH RSIJ

  • Mendorong dilakukannya pelayanan kesehatan kepada masyarakat luas tanpa membeda-bedakan latar belakang apapun dengan tingkat layanan yang berkualitas dan profesional sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan serta tuntutan pelayanan masyarakat/pasien.
  • Mendorong dilakukanya peningkatan pelayanan dan pengembangan sumber daya manusia rumah sakit sejalan dengan kemajuan ilmu dan teknologi kesehatan guna memenuhi tuntutan zaman dan persaingan.
  • Mengkondisikan suasana dan seluruh kegiatan rumah sakit sebagai perwujudan da’wah dalam arti seluas – luasnya.
  • Memfasilitasi dilakukannya kiprah rumah sakit sebagai pembawa rahmat bagi pasien, lingkungan masyarakat maupun para pelayanan kesehatan rumah sakit sendiri.
  • Keberadaan Badan Pelaksana Harian RSIJ dan amal usahanya dapat dirasakan sebagai Rahmatan lil’alamiin.

Tujuan BPH

  • Badan Pelaksana Harian RSIJ dan amal usahanya menjadi sarana da’wah persyarikatan dalam meningkatkan mutu kesehatan umat pada khususnya membangun dan menyelenggarakan rumah – rumah sakit dan sarana – sarana penunjangnya, serta meningkatkan pendidikan tenaga – tenaga kesehatan, satu dan lain dengan ajaran Islam.
  • Tercapainya kepuasan bagi stakeholder (owners, customer, management, employer, supplier, government, investor) dan memaksimumkan kesejahteraannya.

Budaya Nilai BPH RSIJ

Menggali dan meningkatkan budaya organisasi yang meliputi, budaya Ihsan, budaya ta’awun, budaya tafdhil/tafawuq, budaya  istikmal bidawan dan sistem nilai Islami lainnya ke dalam seluruh aktifitas keluarga besar BPH  RSIJ sehingga dapat menjadi uswatun hasanah atau suri tauladan yang baik dalam mewujudkan kehidupan yang islami di lingkungan umat islam di tanah  air tercinta.

Moto :

Bekerja sebagai ibadah, ihsan dalam pelayanan

Nilai nilai budaya organisasi yang selama ini sudah ada di RSIJ antara lain:

  1. Nilai essensi: BEKERJA SEBAGAI IBADAH DAN IHSAN DALAM PELAYANAN (diseluruh rumah sakit aliansi RSIJ)
  2. Nilai prinsip:   IHSAN di RSIJ Pdk kopi, RSIJ PRIMA di RSIJ Cempaka Putih, Melayani dengan Hati di RSIJ Sukapura
  3. Nilai operasasional: penjelasan akronim dari RSIJ PRIMA (di Cempaka Putih), IHSAN (di pondok Kopi), API 1,2 dan 3 ( CARING,DOKTER ISLAMI, TAMU KITA di RSIJ Cempaka Putih) dan juga melayani dengan hati di RSIJ Suka Pura.

2. Mengkaji secara mendalam nilai nilai tersebut dan mencari nilai-nilai intinya (core value) sehingga ditemukan nilai nilai yang sama  dan yg berbeda serta mencari nilai nilai baru yang diyakini akan mampu membangun komitmen pegawai lebih baik  dan sekaligus akan menjadi energy penggerak bagi kemajuan rumah sakit.

3. Rekonstruksi nilai

Setelah ditemukan nilai lama dan nilai baru maka kemudian dilakukan rekonstruksi nilai tersebut untuk menjadi nilai baru yg  dalam prosesnya perlu didiskusikan dengan seluruh pihak yang nantinya akan terlibat dalam sosialisasi dan implementasi nilai tersebut.

4.Penetapan nilai Budaya Organisasi RSIJ:

Mempertimbangkan pada nilai nilai Budaya Organisasi yang sudah dimiliki oleh masing masing rumah sakit di lingkungan BPH RSIJ, mengacu pada pesan-pesan Al Quran dan As_Sunnah serta Paham agama,ideology, visi&misi serta Keputusan Persyarikatan Muhammadiyah dan  dengan memperhatikan Visi  terbaru RSIJ  “Menjadi Rumah Sakit Kepercayaan Masyarakat” maka dengan memahami nilai inti dari visi tersebut adalah nilai “TRUST atau KEPERCAYAAN” maka Team Pokja Budaya Organisasi mengusulkan Core Value RSIJ yg akan menjadi acuan dalam membangun Budaya Organisasi RSIJ adalah nilai AMANAH. Mengapa AMANAH (sesuai visi RSIJ yang baru) dijadikan Core Value di RSIJ? Karena:

a). “Amanah” adalah salah satu nilai kunci dari sukses dakwah Rasulullah Muhammad SAW,

b).Suatu organisasi terlebih lagi organisasi yang bergerak pada jasa layanan  kesehatan hanya akan sukses bila mampu memperolah kepercaayan dari ummat. Bila kepercayaan dari ummat gagal diperoleh maka organisasi tersebut akan hancur.

c).Kata “AMANAH” mudah dimengerti oleh pegawai RSIJ maka akan lebih mudah pula dalam sosialisasi, internalisasi dan implementasi.

Setelah melalui beberapa diskusi didalam pokja Budaya Organisasi BPH RSIJ maka nilai AMANAH dipilih untuk diusulkan menjadi core value. Adapun penjelasan dari nilai AMANAH adalah sebagai berikut:

A:Adil - Proporsional, Obyektif, Transparan, Akuntabel, Responsibility.

M: Mulia - Memuliakan, respect, bermartabat/beradab, empati, antusias, peduli.

A: Arif - Profesional, Faktual, Kreatif & Inovatif, Solusi, Istikmal

N: Nurani - Shidiq/jujur/integritas, ramah, sabar, melayanani dengan hati

A : Aman - Ihsan, Akurat/Terukur/Cepat, Disiplin, Halal

H: Hikmah - Komunikatif/Tabligh, Relationship, Bermakna

Karakteristik Budaya Organisasiyang Kuat

  1. Anggota loyal pada organisasi. Loyal pada organisasi RSIJ adalah sesuatu energy yang dahsyat karena loyalitas yang dibangun berdasarkan pada loyalitas pada nilai nilai yang lebih tinggi yaitu nilai nilai Al-Islam (Al-Quran dan As-Sunnah) dan Kemuhammadiyahan (Islam yang murni dan berkemajuan serta rahmatan lil al’alamin). Seluruh Sumber Daya Insani di RSIJ harus memahami bahwa maksud dan tujuan Muhammadiyah membangun rumah sakit adalah dalam rangka dakwah. Karena dalam rangka dakwah maka harus dalam bingkai ibadah dan termanifestasikan dalam seluruh layanan yang diberikan harus bernilai ihsan(terbaik dan terindah).Dengan demikian seluruh energy dan sumber daya dapat difocuskan untuk mencapai tujuan besar Muhammadiyah (menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam hingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya) melalui dakwah di bidang kesehatan dan tidak  terkuras habis untuk berdepat persoalan persoalan sepele yang menguras energi seperti masalah panjang atau pendek jenggot, celana, membabibuta mencintai partai tertentu,bingung pelaksanaan sholat hari raya dan persoalan lainnya. Oleh kerena itu setiap pribadi pimpinan dan pegawai Amal Usaha Muhammadiyah termasuk RSIJ sudah selayaknya memahami dan mematuhi (tsiqoh) pada keputusan Persyarikatan Muhammadiyah(PP Muhammadiyah)
  2. Adanya kejelasan Pedoman dalam bertingkah laku.Pedoman bertingkah laku bagi orang-orang di dalam organisasi harus  digariskan dengan jelas, dimengerti, dipatuhi dan dilaksanakan.
  3. Patuh pada Nilai.Nilai yang dianut tidak hanya slogan tapi dihayati dan di laksanakan secara konsisten
  4. Ditegakkanya reward dan punishment.Organisasi menghargai karya yang berprestasi dan berpotensi serta secara adil memberi sangsi/hukuman pada mereka yang melakukan kesalahan dan tidak memiliki komitment.

Ruang Lingkup Budaya Organisasi RSIJ

1. Budaya nilai, merupakan sekumpulan nilai yang akan ditetapkan dan dipilih oleh RSIJ sebagai rujukan dalam membangun budaya organisasi.Apabila sudah ditetapkan maka seluruh unsur  yang ada di RSIJ harus memiliki komitment untuk menyukseskannya baik dalam tahap sosialisasi, internalisasi, emplementasi dan evaluasinya.  budaya nilai harus mudah dipahami oleh seluruh pegawai sehingga akan mempermudah pada tahap implementasinya.

2. Budaya kerja, merupakan cara seseorang menyikapi dan mengekspresikan suatu pekerjaan atau aktivitas yang berkaitan dengan penciptaan nilai tambah, yang didasarkan pada nilai-nilai atau keyakinan-keyakinan yang dipedomani oleh seseorang, dalam hubungannya dengan orang lain, kelompok atau organisasi.

3. Budaya atribut, merupakan sekumpulan tata nilai yang disepakati oleh pemilik organisasi yang akan diekpresikan dalam segala bentuk identitas yang berbentuk fisik sehingga organisasi tersebut memiliki identitas fisik yang berbeda dan organisasi lain. bentuknya bisa berupa: lambang atau logo perusahaan, baju seragam, arsitektur bangunan, warna khas organisasi (corporate colour) dll.budaya atribut sangat diperlukan karena  diyakini akan berdampak positif bagi citra organisasi, kebanggaan karyawan dan tumbuhnya suasana kerja dan lingkungan yang kondusif bagi  organisasi.

Srategi Implementasi

Penerapan Budaya Organisasi di RSIJ senantiasa dilakukan melalui serangkaian upaya dan strategi antara lain:

  1. Ditetapkannya nilai Budaya Organisasi RSIJ yang baru  yang mudah dipahami dan implementasikan.
  2. Sosialisasi melalui komunikasi terstruktur  maupun informal mengenai Budaya Organisasi RSIJ dengan melibatkan semua pihak termasuk keterlibatan dari top manajemen sebagai bagian dari role model
  3. Program induksi  dan indoktrinasi untuk karyawan baru.
  4. Implementasi dari sistem pemberian reward dan punishment kepada karyawan maupun unit-unit organisasi guna mempertahankan budaya kerja RSIJ

Suatu Budaya Organisasi dalam proses implentasinya tidak harus menunggu kesepakatan dan kesediyaan para pegawai untuk dapat diimplentasikan namun lebih sering dilakukan dalam bentuk paksaan atau indoktrinasi. Memang harus ada upaya yg sungguh sungguh agar para pegawai memahami maksud baik dari budaya organisasi yang akan dibangun dan dikembangnkan di RSIJ.

Empat langkah dalam menanamkan dan membangun  budaya organisasi:

1.membuat regulasi yang mengharuskan semua pihak untuk patuh.

Regulasi yang dibuat sebaiknya mengatur hal-hal yang cukup detail sehingga membuat setiap pegawai yang ada mudah melakukan sesuai prosedur. Misalnya jika ada di dalam pembuatan barang maka ada aturan tertulis yang menjelaskan cara-caranya. Jika mau menanamkan disiplin kerja maka buatlah aturan beserta sanksinya yang jelas. Misalnya jika staf terlambat maka dikenakan sanksi berupa sekian point. Jika sejumlah point tertentu maka akan dipotong gaji. Memaksa memang bukanlah hal yang menyenangkan. Biasanya akan terjadi gejolak diantara staf. Kita harus berani menghadapi gejolak tersebut. Kita juga bisa memetakan apakah budaya yang baru memang cocok atau tidak dengan staf yang ada. Jika tidak maka budayanya yang harus diubah atau stafnya yang harus berubah. Jika tidak berubah maka harus diganti.

2.Membuat pegawai patuh.

Patuh artinya mau tidak mau mereka harus melakukannya. Cara paling efektif membuat Patuh adalah dengan membuat tim kepemimpinan di dalam organisasi tersebut melakukan budaya yang baru. Jika pemimpin semuanya kompak maka staf di bawahnya mau tidak mau mereka melakukan budaya yang baru. Semua komponen harus mementingkan seluruh budaya baru yang harus diwujudkan. Misalnya  budaya bersih, ramah, tepat waktu dll. Jika tim kepemimpinan melakukannya maka staf akan merasa bahwa hal itu penting dan mereka akan memaksa diri mereka untuk melakukan budaya yang baru. Jika para pemimpin memberikan contoh maka staf akan merasa terpaksa untuk melakukannya.

3.Membangun kebiasaan.

Bila mereka sudah terbiasa melakukan hal tersebut. Budaya baru bukan lagi baru karena mereka sudah memiliki ritme kerja seperti budaya tersebut. Perlu waktu tiga sampai empat tahun untuk membuat staf terbiasa. Hati-hati karena beberapa staf akan coba-coba kembali ke budaya lama. Jika itu dibiarkan maka akan membuat orang-orang lainnya kembali ke budaya sebelumnya. Jika budaya baru belum menjadi budaya di staf, sangat mungkin mereka akan berubah. Jika ada yang coba-coba, lakukanlah peringatan untuk kasus tersebut. Orang lain pasti akan tahu jika orang yang coba-coba tersebut mendapatkan peringatan. Tidak perlu dimasukan ke buletin atau pengumuman yang memalukan staf tersebut karena hanya membuat orang akan empati kepadanya. Tidak perlu membuat peraturan baru yang diberlakukan ke seluruh staf hanya karena ada satu staf yang salah. Hal ini hanya akan memberatkan mereka yang melakukannya dengan benar. Akhirnya mereka malas untuk melakukan dengan benar.

4.Berikan penghargaan dan hukuman.

Setelah terbiasa berikanlah penghargaan kepada mereka yang sudah menunjukan budaya baru tersebut. Penghargaan itu penting karena kita memang menghargai mereka yang sudah berupaya mengubah cara kerja mereka. Penghargaan juga memperlihatkan bahwa kita menganggap penting budaya tersebut. Pesan-pesan pentingnya sebuah budaya harus kita sampaikan terus menerus. Pesan dengan menyampaikan di dalam pertemuan atau setiap pagi sebelum memulai kegiatan memang efektif tetapi lebih efektif jika kita memberikan pesan secara tidak langsung. Penghargaan juga akan memicu orang-orang untuk melakukan yang terbaik. Sebaiknya penghargaan bukan untuk mereka yang paling senior di dalam bidangnya melainkan berikan penghargaan buat mereka yang mampu melampui target yang diberikan.Hukuman diberikan pada mereka tidak berkomitment terhadap implementasi nilai nilai organisasi dan tidak pernah peduli terhadap target/ kinerja organisasi RSIJ.Penghargaan dan hukuman harus diberikan dengan criteria yang jelas dan diterapkan secara adil. Apabila hal ini gagal dilakukan maka akan merobohkan budaya organisasi dan akan menimbulkan demotivasi bagi pegawai yang kinerjanya baik.

Penutup

Sesungguhnya tidak ada paksaan untuk memberbaiki diri, dan tidak ada satu manusiapun bisa mengubah orang lain. Perubahan yang sesungguhnya hanya terjadi bila orang tersebut mau merubah dirinya sendiri.  Budaya organisasi akan sukses dan mencapai puncaknya bila setiap diri pimpinan dan pegawai telah dengan sungguh-sungguh dan tulus ikhlas melakukan yang terbaik (ihsan) untuk dirinya, organisasi dan orang lain. Sayangnya kesungguhan dibanyak tempat telah menjadi mutiara yang hilang.Kesungguhan hanya bisa dijalankan bila kita punya komitment. Alhamdulillah selama penulis lima tahun mengabdi di RSIJ, saya temukan banyak keikhlasan, kesetiyaan, pengorbanan,perjuangan dan keindahan pada hampir setiap pegawai  RSIJ. Mereka adalah asset dan energy yang dahsyat untuk  membangun budaya organisasi di RSIJ, bagi kemajuan Islam dan juga untuk mewujudkan Islam yang rahmatan li al”alamin. Selamat milad RSIJ ke 41, semoga semakin mampu memulyakan Allah dengan memulyakan para pasien dan keluarganya. Aamiin.

26/06/2012
25224 kali
0

Pemandangan yang menunjukkan banyaknya orang disekitar kita yang merokok, mungkin merupakan sesuatu yang biasa. Yang mengkhawatirkan saat ini adalah makin bertambahnya perokok yang berusia masih berusia muda, hal ini berdampak pada kesehatan mereka karena telah terpapar racun yang terdapat dalam rokok sejak dini. Dampak lain yang mungkin timbul selain masalah kesehatan adalah masalah ekonomi dan kehidupan sosial di masa depan.

Perilaku merokok ini tidak serta merta dilakukan oleh anak-anak di usia dini, berbagai faktor ikut bertanggung jawab terjadinya keadaan ini, salah satunya yaitu begitu banyaknya perokok dewasa yang merokok di depan mata mereka, sehingga menimbulkan keinginan yang sama walaupun mungkin tidak dilakukan di saat itu. Sesuai dengan hakikatnya, anak-anak akan meniru perilaku orang-orang yang ada disekitarnya.

Sebagai seorang yang peduli pada kesehatan sudah sepatutnya kita tidak hanya diam melihat keadaan ini, membiarkan semua ini terjadi hanya akan semakin memperburuk keadaan generasi kita nantinya. Beberapa hal yang bisa kita lakukan adalah:

Tidak merokok di sembarang tempat

Perhatikan lingkungan sekitar kalau memang harus merokok, hindari merokok di tempat-tempat yang mungkin saja di lihat oleh anak-anak terutama di rumah dan tempat-tempat umum lain seperti taman bermain atau di lingkungan pendidikan. Ini dapat mencegah anak-anak melihat perilaku yang kemungkinan besar akan ditirunya saat dewasa bahkan di usia muda

Tidak menyuruh anak untuk membeli rokok

Memang terdengar tidak penting, tetapi dengan menyuruh anak membeli rokok, sedikit banyak akan membuat anak ‘mengenal’ rokok sehingga suatu saat akan mencoba menghisapnya sendiri

Hati-hati menyimpan rokok

Bagi perokok yang mempunyai anak di rumah, usahakan untuk selalu menyembunyikan rokok dari pandangan mata anak-anak. Dengan melihat adanya rokok di tempat-tempat tertentu di rumah dapat juga menanamkan memori di kepala mereka tentang rokok dan kemungkinan akan mencobanya di waktu nanti

Tidak merokok

Yang terbaik adalah tidak merokok atau hentikan merokok bila Anda perokok. Cari selalu jalan untuk menghentikan kecanduan terhadap rokok. Menjadi contoh yang baik dengan tidak merokok sama sekali akan lebih baik daripada harus menjadi perokok secara sembunyi-sembunyi.

18/05/2012
9384 kali
0

Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah untuk kemudian dipakai oleh orang lain yang membutuhkan dengan cara transfusi darah.

Donor darah tidak hanya berarti memberikan darah saja tetapi juga mendapatkan berbagai manfaat untuk diri sendiri, antara lain:

  1. Ketika seseorang menyumbangkan darah, sumsum tulangnya dirangsang untuk menghasilkan sel darah merah baru. Ini akan membuat organ pembentuk darah kita untuk berfungsi lebih efektif dan sel-sel aktif.
  2. Seorang dokter akan memeriksa calon donor yang mengajukan diri pada prosedur secara gratis. Dia akan juga tahu golongan darahnya dan tahu apakah dia menderita anemia atau tidak. Donor akan diberi tahu mengenai penyakit dilihat dalam darah sebagai hasil dari tes skrining.
  3. Menjaga kesehatan jantung, saat kita rutin mendonorkan darah, maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan risiko penyakit jantung.
  4. Membantu penurunan berat tubuh, menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira – kira 650. Ini bisa membuat pinggang kita ramping
  5. Mendapatkan kesehatan psikologis, menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada sahabat kita yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis.
  6. Mendeteksi penyakit serius, tiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa terlebih dahulu sehingga kita bisa mengetahui apakah kita memiliki penyakit serius atau tidak seperti HIV, hepatitis, siphilis, malaria. Bagi yang menerima darah, ini adalah informasi penting agar tidak tertular penyakit serius tersebut. Sedangkan untuk si pendonor, ini adalah RAMBU PERINGATAN agar kita lebih mencintai tubuh kita sendiri

Syarat Donor Darah

  1. Usia 18-60 tahun
  2. Berat minimal 45 kg
  3. Suhu oral tidak boleh melebihi 37,5 0C
  4. Nadi antara 48 - 100 per menit
  5. Tekanan darah – di bawah kebijaksanaan petugas medis
  6. Hemoglobin tidak boleh kurang dari 12,5 gr%
  7. Tidur malam sebelum donor darah harus cukup minimal 5 jam
  8. Sudah sarapan / makan
  9. Persyaratan Medis

Setelah persyaratan di atas telah dipenuhi, seseorang belum tentu bisa langsung menjadi pendonor, penderita penyakit-penyakit tertentu tidak dianjurkan untuk mendonorkan darahnya, antara lain:

  • Penyakit paru aktif
  • Serangan demam rematik
  • Penyakit kardiovaskular
  • Penyakit ginjal
  • Reaksi alergi yang sedang kambuh
  • Kanker
  • Filiariasis (penyakit kaki gajah)
  • HIV/AIDS
  • Diabetes bawah oral hipoglikemik insulin dan obat-obatan
  • Asma dalam waktu dua bulan terakhir serangan
  • Sawan, epilepsi atau penyakit mental lainnya
  • Eksim, dermatitis kronis atau rutin dan kambuh
  • Ulkus/tukak lambung akut dalam dua tahun terakhir
  • Penyakit kulit kronis
  • Sifilis & penyakit menular seksual lainnya
  • Hepatitis B, Ikterus (sakit kuning)
  • Malaria – untuk seseorang yang telah menderita malaria tiga tahun lalu, tetapi tanpa kekambuhan bisa mendonorkan darah

Juga dengan kondisi-kondisi medis di bawah ini :

  1. Penerima transfusi darah atau plasma yang telah menerima transfusi darah dalam enam bulan terakhir tidak dapat memberikan darah
  2. Orang yang memiliki penyakit serius dalam tiga bulan terakhir
  3. Pekerjaan yang berbahaya – orang yang mengoperasikan alat berat seperti mesin berat, derek, bus, kereta api atau terlibat dalam pekerjaan yang sama, berbahaya bagi diri mereka sendiri dapat memberikan darah, tetapi seharusnya tidak melanjutkan pekerjaan mereka selama paling sedikit lima jam setelah donasi
  4. Obat-obatan & Alkohol – di bawah kebijaksanaan petugas medis
  5. Jarak penyumbangan darah : 2,5 - 3 bulan ( maksimal 5 kali /tahun )
  6. Dapat donor : 12 bulan setelah mendapat vaksinasi Rabies dan Hepatitis B, 4 minggu setelah imunisasi Rubella, 2 minggu setelah Immmunisasi polio, Varisella, MUMPS, Yellow fever.
  7. Dapat donor : 3 hari setelah minum obat mengandung aspirin, 12 bulan setelah pengobatan siphylis, GO
  8. Dapat donor 3 hari setelah pencabutan gigi, 6 bulan setelah operasi kecil, 12 bulan setelah operasi besar.
  9. Dapat donor 12 bulan setelah di tatto, ditindik, di tusuk jarum.
  10. Kulit lengan donor didaerah tempat penyadapan harus sehat tanpa kelainan

Hal-hal yang dilakukan saat melakukan donor :

  1. Kenakan pakaian dengan lengan yang dapat dinaikkan ke atas siku.
  2. Biarkan petugas donor darah lengan mana yang disukai untuk diambil darahnya dan tunjukkan setiap pembuluh darah yang telah digunakan untuk mengambil darah dengan baik.
  3. Tenang, dengarkan musik, berbicara dengan donor lain atau membaca selama proses donor
  4. Luangkan waktu untuk menikmati makanan ringan dan minuman di area minuman segera setelah donor selesai

Hal-hal yang dilakukan setelah melakukan donor :

  1. Minum banyak cairan selama 24-48 jam berikutnya untuk mengisi setiap cairan yang terambil.
  2. Hindari aktivitas fisik berat atau angkat berat selama sekitar lima jam setelah donasi.
  3. Jika kepala terasa ringan, berbaringlah dengan kaki ditinggikan sampai perasaan itu hilang.
  4. Jika pendarahan terjadi setelah perban dilepas, tekan titik bekas jarum dan angkatlah tangan selama 3-5 menit. Jika perdarahan atau memar terjadi di bawah kulit, lakukan kompres dingin ke daerah tersebut secara berkala selama 24 jam pertama.
  5. Nikmati perasaan baik yang muncul karena mengetahui bahwa Anda mungkin telah menyelamatkan tiga nyawa.
18/04/2012
10433 kali
Halaman 35 dari 50

Pendaftaran Rawat Jalan

Promo Layanan. *baca syarat dan ketentuan berlaku
Rekanan RS Islam Jakarta Cempaka Putih #Asuransi #BUMN #BUMD #Perusahaan

Terakreditasi Nomor. LARSI/SERTIFIKAT/096/02/2023

Lulus Tingkat Paripurna      

Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih

  • Jl. Cemp. Putih Tengah I No.1, RT.11/RW.5, Cempaka Putih Timur, Kecamatan Cempaka Putih, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 10510
  • +6221 4280 1567
  • +6221 425 0451
  • rsijpusat@rsi.co.id

Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Khusus BPJS

Pendaftaran Rawat Jalan Pasien Umum, Jaminan Perusahaan & Asuransi

  • +6221 425 0451 ext. 6508

Visitors

© 2018-2024. Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih