Penyakit Hipertensi atau yang lebih kita kenal dengan istilah penyakit darah tinggi adalah suatu kondisi di mana penderita memiliki tekanan darah yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan keadaan normal. Hal tersebut dapat terjadi karena jantung bekerja lebih keras memompa darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi tubuh. Jika dibiarkan, penyakit ini dapat mengganggu fungsi organ-organ vital seperti jantung dan ginjal. Bila terus berlanjut, dapat meningkatkan risiko stroke, gagal ginjal, dan gagal jantung.
Hipertensi/tekanan darah tinggi merupakan silent killer karena penyakit ini sering kali datang tanpa gejala apapun.Risiko komplikasi akan meningkat dengan adanya faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah lainnya seperti kadar kolesterol dan kadar gula darah yang tinggi (diabetes).
Untuk itu, penderita tekanan darah tinggi harus terus mengkonsumsi obat-obatan sepanjang hidupnya, walaupun tekanan darahnya sudah normal. Penderita juga harus rutin memeriksakan tekanan darahnya ke dokter.
Perlunya mencegah hipertensi sejak dini membuat Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (InaSH) meluncurkan buku bertajuk 'Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi 2014'. Di buku itu, dituliskan strategi pencegahan primer untuk individu yang belum terkena hipertensi tapi berpotensi terkena hipertensi.
Berikut lima langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah hipertensi sejak dini menurut buku Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi 2014:
1. Olahraga
Saat berolahraga jalan cepat, bersepeda, joging, berenang, atau mengikuti aktivitas aerobik lainnya, tekanan darah akan naik cukup banyak. Misalnya selama melakukan latihan-latihan aerobik yang keras, tekanan darah sistolik dapat naik menjadi 150 - 200 mmHg dari tekanan sistolik ketika istirahat sebesar 110 - 120 mmHg. Sebaliknya, segera setelah latihan aerobik selesai, tekanan darah akan turun sampai di bawah normal dan berlangsung selama 30 - 120 menit. Penurunan ini terjadi karena pembuluh darah mengalami pelebaran dan relaksasi.
Pada penderita hipertensi, penurunan itu akan nyata sekali. Kalau olahraga aerobik dilakukan berulang-ulang, lama kelamaan penurunan tekanan darah tadi berlangsung lebih lama. Itulah sebabnya latihan olahraga secara teratur akan dapat menurunkan tekanan darah. Dari hasil penelitian, penderita hipertensi tingkat ringan, bila mau melakukan latihan olahraga earobik secara teratur dan cukup takarannya, tekanan darah sistoliknya dapat turun 8 - 10 mmHg dan diastoliknya turun 6 - 10 mmHg.
2. Mengkonsumsi buah-buahan, sayuran, serta produk mengandung susu rendah lemak dengan kandungan lemak tersaturasi dan lemak total rendah
3. Mengurangi asupan garam sehari-hari menjadi tidak lebih dari 6 gram Natrium Klorida atau setara satu sendok teh garam dapur.
Garam dalam jumlah yang normal memang diperlukan tubuh untuk menahan cairan agar ketika dalam cuaca panas atau selepas berolahraga, tubuh dapat mengeluarkan keringat, tapi jika garam yang dikonsumsi berlebihan, ginjal yang bertugas untuk mengolah garam akan menahan cairan lebih banyak daripada yang seharusnya di dalam tubuh. Banyaknya cairan yang tertahan menyebabkan peningkatan pada volume darah seseorang atau dengan kata lain pembuluh darah membawa lebih banyak cairan. Beban ekstra yang dibawa oleh pembuluh darah inilah yang menyebabkan pembuluh darah bekerja ekstra yakni adanya peningkatan tekanan darah di dalam dinding pembuluh darah.
4. Meningkatkan aktivitas fisik aerobik secara teratur seperti jalan cepat secara kontinyu selama minimal 30 menit, dengan frekuensi 4-6 kali per-minggu.
5. Tidak merokok.
rokok mengandung nikotin yang menyebabkan ketagihan sehingga akan merangsang jantung, saraf, otak dan bagian tubuh lainnya bekerja tidak normal, nikotin juga merangsang pelepasan adrenalin sehingga meningkatkan tekanan darah, denyut nadi dan tekanan kontraksi jantung. Merokok juga diketahui memberi efek perubahan metabolik berupa pelepasan hormon pertumbuhan, serta meningkatkan asam lemak bebas, gliserol dan laktat, menyebabkan penurunan HDL (High Density Lipid) kolesterol, meningkatkan LDL (Low Density Lipid) kolesterol dan trigliserida, juga berperan sebagai penyebab peningkatan resistensi insulin yang dapat menyebabkan hiperinsulinemia sehingga berdampak buruk pada jantung dan pembuluh darah seperti hipertensi serta peningkatan resiko penyakit jantung koroner ataupun kematian otot jantung .
Asap rokok diketahui mengandung tidak kurang dari 4.000 jenis bahan kimia yang merugikan kesehatan baik bagi perokok aktif maupun pasif, dimana jika seseorang yang menghisap rokok, denyut jantungnya akan meningkat sampai 30% setelah 10 menit, tekanan sistolik naik 10% dan diastoliknya naik 7%.
Penderita Lupus atau yang dikenal dengan dengan sebutan Odapus sering mengalami penurunan kualitas hidup sehubungan dengan penyakit yang dideritanya. Hal ini terkait dengan gangguan sistem kekebalan tubuh yang dialami oleh penderitanya, yang tidak jarang tubuh menganggap jaringan tubuh sebagai benda asing dan menyerangnya.
Dengan gejala utama kelelahan yang berlebihan bahkan setelah beristirahat, ruam pada kulit, serta nyeri otot, tentunya akan berdampak pada kualitas odapus. Untuk itu, beberapa tips hidup sehat untuk odapus dapat dijadikan acuan agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya, sebagai berikut:
Hindari paparan sinar matahari. Terlalu banyak terpapar sinar matahari bisa memicu gejala lupus semakin parah terutama yang menyerang kulit. Jika keluar rumah pakai tabir surya dengan SPF minimal 30. Hindari terkena matahari pada pukul 10 pagi hingga 16 sore. Gunakan baju lengan panjang, celana panjang, dan topi lebar saat harus beraktivitas di luar rumah.
Olahraga secara teratur. Olahraga akan menyehatkan fisik dan mental, dapat melindungi jantung, mencegah osteoporosis, meningkatkan kekuatan otot, hingga menghilangkan stres. Berbagai manfaat olahraga diperlukan oleh pasien lupus. Namun, sebaiknya lakukan olahraga yang sesuai dengan kondisi fisik.
Tidak merokok. Asap rokok dapat memperburuk gejala lupus. Hindari menjadi perokok aktif maupun pasif saat Anda terdiagnosis memiliki lupus.
Cukup tidur. Selalu usahakan dapat tidur tujuh jam setiap malam. Istirahat akan mengurangi kelelahan. Namun kalau kebanyakan tidur juga bisa menyebabkan lebih lelah. Hindari mengonsumsi makanan dekat dengan waktu tidur.
Perhatikan makanan yang dikonsumsi. Pilih makanan dari jenis buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kaya protein, hingga ikan. Konsumsi asam lemak omega 3 membantu mengurangi peradangan. Salah satu makanan yang mesti dihindari adalah kandungan alfafa, yaitu asam amino dalam kecambah dan biji yang dapat memicu peradangan.
Tutup lampu neon dengan pelindung. Lampu neon mengeluarkan sinar ultraviolet. Suatu hal yang harus dihindari Odapus. Lebih bijak jika menghindari penggunaan lampu neon di rumah.
Jauhi depresi dan bentuk mood buruk lainnya. Odapus biasa mendapatkan mood buruk, namun agar kesehatan mental membaik bisa melakukan meditasi, olah napas, rekreasi, dan sebagainya.
Hindari infeksi. Obat-obatan tertentu untuk lupus bisa membuat Odapus lebih rentan terkena infeksi. Cuci tangan dengan sabun dan air hangat agar bakteri atau virus menyingkir. Hindari menyentuh tangan, mulut, atau hidung dengan tangan yang kotor.
Istilah lebih baik mencegah daripada mengobati, sepertinya tepat untuk menggambarkan fungsi imunisasi, yang bertujuan untuk mencegah penyakit-penyakit menular yang sangat berbahaya bagi bayi dan anak. Hal inilah yang seharusnya membuat para orangtua dapat lebih disiplin dengan jadwal imunisasi bayi dan anaknya agar terhindar dari pengobatan yang tentunya akan menimbulkan biaya yang tidak sedikit.
Imunisasi adalah suatu tindakan untuk memberikan perlindungan atau kekebalan di dalam tubuh bayi dan Anak. Beberapa penyakit yang dapat dicegah melalui Imunisasi adalah Penyakit TBC (Tuberkulosis), Difteri, Pertusis (batuk 100 hari), Tetanus, Poliomielitis, Campak, Hepatitis, Mump, Rubella, Tifus dan lain sebagainya. Penyakit-penyakit tersebut berpotensi menyebabkan turunnya kualitas hidup anak-anak karena kecacatan bahkan menyebabkan kematian bagi penderitanya.
Sesuai dengan program organisasi kesehatan dunia WHO (Badan Kesehatan Dunia), pemerintah mewajibkan lima jenis imunisasi bagi anak-anak, yang disebut Program Pengembangan Imunisasi (PPI). Wajib disini berarti semua anak yang tinggal di Indonesia wajib diberikan lima jenis imunisasi untuk mencegah tujuh jenis penyakit. Khusus untuk imunisasi wajib ini, pemerintah memberikannya secara cuma-cuma di Puskesmas dan Posyandu di seluruh Indonesia.
Berikut Imunisasi Wajib di Indonesia
BCG
Vaksin BCG diberikan pada bayi sejak lahir, untuk mencegah penyakit TBC. Jika bayi sudah berumur lebih dari tiga bulan, harus dilakukan uji tuberkulin terlebih dulu, untuk mengetahui apakah bayi sudah terinfeksi bakteri TB atau belum. BCG dapat diberikan apabila hasil uji tuberkulin negatif.
Hepatitis B
Hepatitis B diberikan tiga kali. Yang pertama dalam waktu 12 jam setelah lahir. Imunisasi ini dilanjutkan saat bayi berumur 1 bulan, kemudian diberikan lagi saat 3-6 bulan.
Polio
Imunisasi Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama setelah lahir. Selanjutnya vaksin ini diberikan 3 kali, saat bayi berumur 2, 4, dan 6 bulan. Pemberian vaksin ini diulang pada usia 18 bulan dan 5 tahun.
DPT
DTP diberikan untuk mencegah tiga macam penyakit sekaligus, yaitu Difteri, Tetanus, dan Pertusis. Vaksin ini diberikan pertama kali saat bayi berumur lebih dari enam minggu. Lalu saat bayi berumur 4 dan 6 bulan. Ulangan DPT diberikan umur 18 bulan dan 5 tahun. Pada anak umur 12 tahun, imunisasi ini diberikan lagi dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) SD kelas VI.
Campak
Campak pertama kali diberikan saat anak umur 9 bulan. Campak-2 diberikan pada program BIAS SD kelas 1, umur 6 tahun.
bayi dan anak-anak yang telah mendapatkan imunisasi secara lengkap, diharapkan dapat meningkat kualitas hidupnya karena terhindar dari kemungkinan menderita penyakit-penyakit yang sering menyebabkan hilangnya keceriaan pada anak-anak.
Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada pelanggan setianya, RS Islam Jakarta Cempaka Putih membuka Paviliun Muzdhalifah Eksekutif pada hari Rabu, 15 Maret 2015.
Peresmian dihadiri oleh Direksi RSIJ CP, Direktur Pelayanan Klinik- dr. Umi Sjarqiah, Sp.KFR, Direktur Keuangan-Drs. Agus Sulistyo Dunda,MM, dan Direktur SDI & Bindatra Sriyono, SH. MM., serta beberapa undangan lainnya.
Paviliun ini memiliki kapasitas 9 kamar dengan 18 tempat tidur. Paviliun Muzdalifah Eksekutif ini setara kelas I, merupakan renovasi dari paviliun sebelumnya Paviliun Muzdalifah Atas dengan fasilitas yang lebih nyaman yang dilengkapi dengan AC, TV, lemari pakaian, kamar mandi yang lebih luas, serta fasilitas penunjang medis lainnya. Disamping itu memiliki desain kamar yang minimalis.
Paviliun ini dibuka dengan harapan pasien yang memiliki dua asuransi dengan prinsip COB /Coordination Of Benefit dapat merasakan kenyamanan dan kepuasan selama dirawat. Demikian keterangan dari dr. Umi Sjarqiah, Sp. KFR, saat ditanyakan oleh wartawan RSIJTV
PASIEN YANG AKAN DIRAWAT :
SELAMA DIRAWAT :
JAM BERKUNJUNG :
PENYELESAIAN BIAYA PERAWATAN :
Loket Adminitrasi Pasien (AP) buka :
Keterangan
Pemesanan kamar hubungi :
PENDAFTARAN RAWAT INAP (Admiting Office) Telp. +62-21 509-19019 ext. 314
Demi menjaga keamanan, kami sarankan agar tidak membawa/menyimpan perhiasan atau barang lainnya serta uang dalam jumlah besar.
Kami tidak bertanggung jawab atas kehilangan yang disebabkan kelalaian pasien atau pengunjung.
Keamanan pangan (food safety) menjadi tema Hari Kesehatan Sedunia yang diperingati pada tanggal 7 April lalu. Tema ini diambil karena banyaknya masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh makanan yang dikonsumsi. Makanan yang tidak aman dapat mengandung bakteri berbahaya, virus, parasit atau bahan kimia, dan menyebabkan lebih dari 200 macam penyakit, mulai dari diare hingga kanker. Contoh makanan yang tidak aman termasuk makanan matang yang berasal dari hewan, buah-buahan dan sayuran yang terkontaminasi.
Bahaya-bahaya baru yang mengancam keamanan pangan akan selalu bermunculan. Perubahan adalah salah satu faktornya, mulai dari perubahan lingkungan, penghasilan/produksi, pengantaran/distribusi, hingga penyiapan dan konsumsi, perubahan juga membuka peluang baru sehingga makanan terkontaminasi dengan bakteri berbahaya, virus, parasit maupun bahan kimia. Kuman patogenik yang baru bermunculan, atau kuman patogenik lama yang mulai kebal terhadap obat antikuman. Semua ini membawa tantangan tersendiri bagi keamanan pangan.
Berikut beberapa hasil penting yang terkait dengan infeksi enterik yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan protozoa yang masuk kedalam tubuh melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi:
Untuk mengurangi masalah-masalah kesehatan seperti yang telah dipaparkan diatas, maka hal penting yang harus dilakukan adalah menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi sejak dari pertanian/peternakan ke piring. Keamanan harus terjamin sejak bahan makanan mulai ditanam dan atau saat pembibitan, dibesarkan, dalam proses produksi, proses pemasakan, dan proses penyajian. Proses tersebut tidak bisa berdiri sendiri, semua harus dipastikan tidak mengandung bahan yang akan merugikan kesehatan konsumennya.
Agar kesehatan pangan terjamin, maka 5 kunci aman pangan tersebut dibawah ini mutlak harus dilakukan oleh setiap individu:
1. Jaga kebersihan
Jaga kebersihan makanan, dengan membersihkan bahan makanan dengan baik sebelum mulai diolah.
2. Pisahkan makanan mentah dan matang
Letakkan bahan mentah dan matang pada wadah yang terpisah. Jangan menyimpan bahan matang pada wadah yang biasa digunakan untuk menyimpan bahan mentah, karena ditakutkan bakteri dari bahan mentah masih tertinggal pada wadah tersebut.
3. Masak makanan secara sempurna
Masak semua olahan dengan sempurna. Jika ingin menyajikan menu olahan mentah, pelajari dengan baik bagaimana mempersiapkannya agar bakteri yang ada pada bahan makanan tidak mengganggu kesehatan.
4. Tempatkan makanan pada temperatur yang sesuai/ aman
Tempatkan makanan pada temperatur yang sesuai. Ketahui apakah bahan makanan harus dibekukan terlebih dahulu atau cukup disimpan dalam suhu ruang.
5. Gunakan air dan bahan mentah yang aman
Perhatikan air yang digunakan untuk membasuh atau membilas bahan makanan atau alat masak. Apakah di dalamnya terkandung zat kimia berbahaya atau tidak.
MSCT Scan 128 Slice adalah generasi terbaru dari CT Scan yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan informasi dan memberikan gambaran diagnostik yang lebih baik, terutama untuk pemeriksaan organ bergerak termasuk jantung, dengan kecepatan pemeriksaan yang cukup singkat dan menghasilkan gambar dengan resolusi yang baik dan lebih akurat. Bahkan untuk pemeriksaan Jantung, MSCT Scan 128 Slice ini memiliki kemampuan dengan kecepatan pemeriksaan yang cukup cepat/ singkat untuk dapat menghasilkan gambar yang lebih akurat dan dengan resolusi yang lebih optimal.
MSCT yang dimiliki RS Islam Jakarta Cempaka Putih saat ini, dilengkapi berbagai perangkat lunak berteknologi mutakhir, antara lain adanya fitur rekonstruksi cerdas yang memaksimalkan kualitas gambar, dengan mengoptimalkan dosis radiasi yang minimal (ASIR), Juga dilengkapi dengan fitur emergensi yang memungkinkan pemeriksaan pasien dari IGD (Instalasi Gawat Darurat ) dapat segera dilakukan secara cepat.
Indikasi Pemeriksaan MSCT:
Berbagai kelainan / gangguan dari beberapa jaringan maupun organ tubuh dapat dideteksi dengan pemeriksaan MSCT, dan sebagai penunjang diagnostik yang canggih, MSCT lebih sensitif pada indikasi kelainan-kelainan pada :
Kontra indikasi MSCT:
Secara umum tidak terdapat kontra indikasi pada pemeriksaan MSCT, kecuali pemeriksaan yang memerlukan kontras media yaitu bila pasien yang alergi kontras media, atau fungsi ginjal yang buruk,
Bila pasien mempunyai kondisi / penyakit tertentu dibawah ini, harap menginformasikan kepada petugas kami :
Prsedur Pelayanan Radiologi Pasien Rawat Jalan
Telepon :
Elektroensefalogram (EEG) adalah Alat untuk merekam aktifitas dari otak dengan menggunakan pena yang menulis di atas gulungan kertas.Tes ini mampu menunjukkan tanda penyakit alzheimer dan epilepsy. Sumber lain menjelaskan bahwa EEG adalah sebuah pemeriksaan penunjang yang berbentuk rekaman gelombang elektrik sel saraf yang berada di otak yang memiliki tujuan untuk mengetahui adanya gangguan fisiologi fungsi otak.
Cara Kerja EEG
Aktivitas listrik dari otak penderita direkam oleh elektroda perak yang dipasang oleh teknisi yang terlatih pada kulit kepala. Elektroda ini dihubungkan secara berpasangan diatas bagian otak yang berdekatan sehingga arus terdeteksi oleh satu elektroda, akan berbeda yang terdeteksi oleh elektroda pasangannya, perbedaan voltase ini akan menggerakkan pena. Jika pada bagian otak bermuatan negative dan satunya lagi pada bagian otak bermuatan positif, pena akan bergerak ke bawah. Jika situasinya terbalik, pena akan bergerak ke atas.Jika tidak ada arus dari kedua bagian otak di bawah elektroda mempunyai arus yang sama, pena akan menggambar garis datar. Biasanya ada 8 pena berurutan dan rangkaian akhir dari garis ini mengukur baik kekuatan fluktuasi perbedaan voltase maupun frekuensi. Pemeriksaan ini berlangsung selama 45-47 menit dan menghasilkan gambar gelombang otak selama 5 menit. Jika seseorang tegang, EEG akan menunjukkan pola pengaktifan yang tidak sinkron dan bervoltase rendah. Meski demikian, pola ini mirip dengan pola pada orang yang tenang, yang melakukan tugas mental seperti menghitung. Dengan demikian bila seseorang tegang ketika melakukan tes EEG, EEG hanya menunjukkan otak terangsang tetapi tidak menunjukkan apa yang merangsangnya.
Kegunaan EEG
EEG digunakan terutama untuk meneliti epilepsy dan penyakit Alzheimer, juga mengidentifikasi individu yang harus dirujuk untuk melayani pemeriksaan lebih lanjut jika penyakit otak adalah penyebab dari epilepsinya. EEG biasa digunakan dalam menentukan diagnosis penyakit epilepsi dengan mengidentifikasi setiap keabnormalan pada otak seperti lesi yang memicu serangan epilepsi. Dokter dapat menentukan diagnosis dengan mengamati pola kejang pada EEG. Meskipun EEG digunakan untuk meneliti penyakit epilepsy dan Alzheimer, EEG tidak dapat mendiagnosis penyakit mental Schizofrenia, alasannya EEG dari orang yang terganggu mentalnya biasanya normal. Tes EEG juga tidak mungkin dapat membedakan EEG dari orang jenius dengan orang yang tidak pintar karena EEG tes yang relative sederhana tentang distribusi dan kuantitas aktivitas listrik dari otak.
Ginjal merupakan salah satu organ yang vital pada manusia. Sepasang anggota dalam tubuh yang berbentuk seperti kacang yang terletak di kiri kanan pinggang ini berfungsi sebagai alat pembuangan sisa-sisa ‘limbah’ yang dihasilkan oleh tubuh seperti urea, asam urat, amoniak, creatinin, garam anorganik, bakteri, dan juga obat-obatan, yang dibuang melalui urin saat Kita berkemih. Jika zat tersebut tidak dikeluarkan maka akan menjadi racun yang dapat membahayakan kesehatan di dalam tubuh. Fungsi ginjal lainnya adalah sebagai pengontrol jumlah cairan darah yang dipertahankan agar tetap seimbang didalam tubuh. Tanpa adanya kontrol dari ginjal maka tubuh akan menjadi kering karena kekurangan cairan darah atau sebaliknya, tubuh tenggelam karena kebanjiran cairan didalam tubuh yang menumpuk tidak terbuang.
Lalu, apa yang harus dilakukan untuk menjaga agar ginjal tetap sehat? Cara paling mudah adalah dengan rutin minum air putih sebanyak 2 hingga 3 liter setiap hari. Jika asupan air tinggi maka kekentalan darah seseorang akan menurun. Ini membantu kerja ginjal untuk menyaring racun dan zat sisa dalam darah, serta volume urin akan meningkat sehingga menurunkan risiko terkena penyakit batu saluran kemih.
Selain itu, jika kita memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit diabetes atau hipertensi, akan sangat bijaksana bila melakukan check up kadar gula darah dan tekanan darah secara rutin. Lalu, setiap satu tahun sekali, lakukan tes carik celup atau creatinine clearance test (CCT) untuk memeriksa apakah ginjal Kita dan keluarga dalam kondisi baik-baik saja.
Gaya hidup sehat juga wajib Kita dan keluarga lakukan untuk menjaga ginjal tetap sehat, seperti rutin beraktivitas dan berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, menjaga berat badan yang normal, dan yang paling penting adalah tidak merokok dan minum minuman beralkohol.
Jadi, jangan pernah ragu-ragu lagi untuk selalu mengonsumsi air putih untuk kesehatan ginjal Kita dan keluarga.
© 2018-2024. Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Admin
Keluhan, Kritik dan Saran
Keluhan, Kritik dan Saran (Senin-Jum'at: 08.00-16.00 WIB) Diluar jam mohon maaf bila lambat merespon..
07:00Informasi
Medical Check Up
Info dan Pendaftaran Medical Check Up.
07:00Pendaftaran Rawat Jalan
Khusus Pasien BPJS
Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Khusus Pasien BPJS (booking maksimal H-1. Baca syarat dan ketentuan.
07:00Pendaftaran Rawat Jalan
Pribadi, Asuransi, dan Perusahaan
Pasien Rawat Jalan dengan Jaminan Pribadi, Asuransi, dan Perusahaan.
07:00