• UGD 24/7
  • Jl. Cempaka Putih Tengah I/1
  • +6221 4280 1567 & +6221 4250451
  • Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
You are here:RSIJCP/Pusat Informasi/Artikel/Peduli Penderita Kusta

Peduli Penderita Kusta

Jumat, 16 Januari 2015 23:44 WIB
6433

Kusta. Penyakit ini dipenuhi oleh stigma cap buruk, tidak jarang mereka diasingkan, dibuat satu perkampungan tersendiri, dan mereka menjadi komunitas yang marginal. Ketakutan terbesar ketika ada penderita kusta di dekat Anda pastilah karena Anda takut tertular. Anda takut bahwa kelak tangan Anda pun bengkok dan badan penuh bercak. Padahal tidak perlu terlalu khawatir karena penularan kusta melalui media udara dan menular ke saluran pernapasan memerlukan kontak lama dan erat dengan penderita.

Sangat berbeda dengan influenza yang menular begitu cepat. Andaikan, kuman itu masuk ke tubuh Anda, maka tubuh akan membentuk sistem pertahanan yang disebut imun untuk menghadang kuman kusta. 95 dari 100 orang yang dimasuki kuman akan sembuh. Hanya pada 5 orang kuman akan bertahan yang kita sebut infeksi. 70% dari 5 orang ini akan sembuh. 2 orang lagi akan kemungkinan menderita kusta. Namun perlu diperhatikan lagi bahwa sistem imun kita adalah pasukan yang tangguh. Kuman kusta tidak begitu mudah masuk ke dalam tubuh kita. Kemungkinan menjadi penyakit sangat kecil. Jadi Anda tak perlu takut.

Kusta biasanya ditandai dengan tiga gejala, yaitu bercak-bercak mati rasa pada kulit, dan adanya gangguan saraf pada tubuh penderitanya (biasanya saraf pada leher, tangan, dan kaki). Tentunya tidak semua bercak adalah kusta, mungkin saja penyakit panu, vitiligo, atau penyakit kulit yang tidak berbahaya, pityriasis alba. Tanda saraf yang biasa terjadi adalah pembesaran saraf tepi dan gangguan gerakan pada otot yang dipersarafi oleh saraf tersebut. Untuk mendiagnosa penyakit kusta seseorang harus menjalani pemeriksaan yang tepat seperti pemeriksaan kuman pada kulit dan pemeriksaan saraf. Jadi bukanlah hal yang singkat untuk mengetok palu bahwa seseorang menderita kusta.

Kusta bisa disembuhkan. Jika seorang penderita kusta diketahui dalam waktu-waktu awal, maka ia dapat sembuh dengan sempurna tanpa cacat. Yang akan menjadi cacat adalah bila progres penyakit kusta telah dalam stadium yang lanjut. Cacat itu terjadi karena kerusakan pada saraf, selain itu juga dapat mempengaruhi testis, gangguan hormonal, bila terjadi proses radang yang menyeluruh. Gangguan pada mata pun sering dikeluhkan. Satu hal yang tak kalah penting adalah harga dirinya. Penderita disingkirkan dari keluarganya, ia dikucilkan. Tidak ada orang yang mau mendekatinya, padahal mereka sangat memerlukan dukungan dari kerabatnya.

Telah Kita ketahui apa dan bagaimana kusta itu sebenarnya, sehingga sangat bijaksana bila Kita tidak menjauhkan mereka dan mengucilkan keberadaan mereka ditengah-tengah Kita. Dengan menerima mereka, sangat berarti untuk meningkatkan motivasi di tengah usaha Mereka mencapai kesembuhan tanpa cacat yang berarti.

Terakreditasi Nomor: LARSI/SERTIFIKAT/096/02/2023

Lulus Tingkat Paripurna      

Bekerja Sebagai Ibadah Ihsan Dalam Pelayanan

Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih

  • Jl. Cempaka Putih Tengah I/1, Jakarta Pusat, Indonesia 10510
  • +6221 4280 1567
  • +6221 425 0451
  • rsijpusat@rsi.co.id

Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Khusus BPJS

Pendaftaran Rawat Jalan Pasien Umum, Jaminan Perusahaan & Asuransi

© 2018-2024. Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih