Penyakit Diabetes bila dibiarkan bisa menjadi pemicu komplikasi berkaitan dengan organ tubuh, yang paling sering adalah neuropati perifer yaitu gejala hilangnya sensasi, gejala awal yang dapat muncul berupa ulkus/tukak di kaki, untuk itu perlu edukasi untuk perawatan kaki guna mencegah terjadinya ulkus/tukak dikaki, Perawatan yang harus dilakukan yaitu :
oleh : HM Jamaludin Ahmad / Direktur SDI & Bindatra
Pendahuluan
Pada hari Kamis tanggal 31 Juni 2012 bertempat di lantai lima Aula AR.Fakhruddin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, saya menghadiri pertemuan persiapan Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah sebagai Wahana Internsip Dokter Indonesia.Salah satu materi menarik disampaikan oleh dr.Joko Mardiyanto,Sp.An (Wakil Ketua Majeles Dikti PP Muhammadiyah, Direktur Pelayanan Medik RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta sekaligus sebagai penanggungjawab pelaksanaan Internsip Dokter Indonesia di RS Muhammadiyah/ Aisyiyah).Salah satu pernyataan penting beliau adalah perlunya dibangun kesadaran pentingnya Fakultas Kedokteran dan Kesehatan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah benar benar serius untuk melahirkan alumni yang memiliki karakter dan kompetensi dokter khas Muhammadiyah atau dokter yang memiliki nilai lebih dan nilai pembeda dibandingkan dokter lulusan perguruan tinggi lainnya. Disisi lain beliau juga menekankan pentingnya dibangun Budaya Organisasi yang kuat di seluruh Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah. Mengapa? karena saat ini dunia telah memasuki era Consciousness Age,yaitu era kesadaran akan nilai.Berarti beberapa era sebelumnya telah dilalui yaitu: agricultural age, industrial age,dan information age. Era sebelum consciousness age cenderung didominasi orientasi materialisme, kapitaslisme, hedonisme dan pasar bebas. Di satu sisi manusia berubah menjadi mesin yang siap menggilas siapapun yang lemah disisi lain tumbuh kecemasan yang luar biasa pada siapapun yang lemah dan terlemahkan.
Bila kita telusuri berbagai literitur, maka akan ditemukan adanya perbedaan yang cukup signifikan pada masing-masing era tersebut. Pada Era Industri yang diutamakan adalah kualitas, produktifitas, efisiensi, dan marketing masal sedangkan manajemen yang popular pada masa itu adalah Six Sigma. Pada Era Informasi yang menjadi fokus adalah pengetahuan (knowledge), pembelajaran (learning), pemberdayaan (empowerment), pertumbuhan individu (personal growth), dan kepuasan pelanggan. Sedangkan pada Consciousness Age yang diutamakan adalah nilai (value), etika (ethics), kolaborasi (collaboration) dan Corporate Social Responsibility (CSR).
Di Era ‘Consciousness’ ini, Budaya Organisasimenjadi penentu kesuksesan sebuah bisnis. Era ini dipicu oleh terjadinya peningkatan dalam berbagai hal seperti tekanan kompetisi, risiko dan ketidakpastian; juga pertumbuhan teknologi yang makin cepat. Untuk dapat bertahan, maka setiap perusahaan atau organisasi harus melakukan transformasi. Diperlukan cara berpikir, sudut pandang, dan aturan baru untuk menjawab tantangan perubahan yang ada. Selain transformasi bisnis yang di antaranya meliputi struktur dan strategi, korporasi juga harus melakukan transformasi budaya yang meliputi visi, misi dan nilai korporasi.Mengapa transformasi budaya perusahaan penting? Telah banyak riset yang menunjukkan pentingnya budaya korporasi.
Salah satu di antaranya adalah Kotter dan Heskett dalam “Corporate Culture and Performance” mengatakan bahwa korporasi dengan budaya yang kuat mampu menghasilkan revenue 4 kali lebih tinggi, memiliki kualitas tenaga kerja 7 kali lebih baik, meraih nilai saham 12 kali lebih tinggi serta keuntungan bersih lebih dari 700% jika dibandingkan korporasi dengan budaya yang lemah. Sebaliknya, budaya perusahaan yang lemah menimbulkan kerugian.Jim Ware dalam “Investment Leadership” mengatakan bahwa korporasi dengan budaya lemah dalam jangka waktu tiga tahun saja mengalami penurunan nilai aset sebesar 80% dan turn over karyawan hingga 50%.
Atas dasar gelombang pertumbuhan era tersebut, maka dalam dunia kerja era sekarang, setiap individu akan menghadapi dan mengalami arus budaya yang berkembang di tempat kerja. Indvidu yang bekerja dan perusahaan yg membangun usahanya hanya berbasis kompetensi murni maka dengan mudah akan runtuh . Kompetensi dalam makna yg murni memang akan melahirkan professionalisme. Padahal profesionalisme akan melahirkan manusia yang unggul namun kinerjanya sangat dipengaruhi oleh imbalan materi yang akan diperoleh. Oleh karena itu budaya kerja yang dikembangkan di RSIJ tidak hanya berbasis kompetensi namun sekaligus berbasis nilai. Dengan demikian, meskipun arus tekanan budaya negative terjadi di lingkungan kerja kita maka budaya organisasi islami apabila berhasil dibangun maka setiap pegawai akan dengan sadar dapat mengendalikan pengaruh budaya tersebut. Sejauh budaya organisasi berkembang dengan sehat, tentu saja setiap pegawai dapat ikut tumbuh menjadi pribadi yang sehat. Namun, bila budaya organisasi berkembang secara tidak sehat, maka kita perlu menghindari arus budaya yang tidak sehat tersebut, bahkan sebisa mungkin memiliki andil untuk membangun dan mengembangkan budaya yang lebih sehat.
Rumah Sakit Islam Jakarta sebagai Amal Usaha Kesehatan yang dimiliki langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah harus mampu untuk terus tumbuh dan berkembang sebagai pusat dakwah Muhammadiyah dibidang kesehatan. Oleh karena itu segala upaya strategis harus dilakukan agar RSIJ benar-benar mampu bersaing ditengah tengah tuntutan masyarakat yang semakin kritis dan tuntutan budaya global yang mengepung RSIJ dari berbagai penjuru. Kalau RSIJ hanya terfokus bada pembangunan dan pengembangan fasilitas fisik seperti gedung dan alat alat teknologi kesehatan namun melupakan pembangunan Budaya Organisasi berbasis nilai maka RSIJ akan dengan mudah ditinggalkan oleh pesaing-pesaingnya bahkan oleh para pegawainya sendiri.Oleh karena itu RSIJ sudah seharusnya semakin memperkuat dan mematangkan budaya organisasi yang selama ini sudah dimiliki oleh masing masing rumah sakit menjadi Budaya Organisasi Aliansi RSIJ.Sangatlah tepat bila BPH RSIJ membentuk berbagai team atau kelompok kerja (termasuk kelompok kerja Budaya Organisasi)untuk membuat strategi yang lebih matang dalam menghadapi berbagai tantangan nilai dan budaya di era sekarang.
Pengertian
1.Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.(Wikipedia.bahasa Indonesia)
2.Menurut Cushway dan Lodge (GE : 2000), budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan berperilaku. Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan budaya organisasi adalah sistem nilai organisasi yang dianut oleh anggota organisasi, yang kemudian mempengaruhi cara bekerja dan berperilaku dari para anggota organisasi.
Fungsi dari Budaya Organisasi
Pertama, budaya mempunyai suatu peran pembeda. Hal itu berarti bahwa budaya organisasi menjadi pembeda yang jelas antara satu organisasi dengan yang lain.
Kedua, budaya organisasi membawa suatu identitas bagi anggota-anggota organisasi.Apabila budaya organisasi RSIJ berhasil dibangun maka managemen dan seluruh pegawai akan memiliki rujukan yang jelas dalam membentuk karakter pribadi dan karakter layanan sesuai dengan nilai nilai yang disepakati sekaligus akan tumbuh kebanggaan terhadap RSIJ dan akan melawan/menghindari setiap nilai yang merugikan RSIJ.
Ketiga budaya organisasi mempermudah timbul pertumbuhan komitmen pada sesuatu yang lebih luas (kepentingan organisasi) daripada kepentingan individual.
Keempat, budaya organisasi meningkatkan kohesivitas sosial. Para pegawai akan memiliki nilai nilai nyang menyatukan mereka sehingga sesame mereka akan memiliki hubungan yang hangat dan saling menguatkan.
Kelima, budaya organisasi sebagai sistem makna bersama.Budaya organisasi mewakili sebuah persepsi yang sama dari para anggota organisasi atau dengan kata lain, budaya adalah sebuah sistem makna bersama. Karena itu, harapan yang dibangun dari sini adalah bahwa individu-individu yang memiliki latar belakang yang berbeda atau berada di tingkatan yang tidak sama dalam organisasi akan memahami budaya organisasi dengan pengertian yang serupa.
Keenam,budaya organisasi dapat mempunyai dampak signifikan pada prestasi kerja lembaga atau perusahaan dalam jangka panjang.
Ketujuh,budaya organisasi bahkan merupakan factor yang lebih penting dalam menentukan sukses atau kegagalan perusahaan dalam dekade mendatang.artinya keberlangsungan sebuah rumah sakit untuk terus tumbuh dan berkembang atau runtuhnya bukan ditentukan oleh fasilitas gedung rumah sakit yang megah, alat alat kesehatan yang canggih dan sumber daya insani yang professional akan tetapi lebih ditentukan oleh sejauh mana para pegawai dan pimpinan rumah sakit memiliki nilai nilai positif yang diperjuangkan bersama. Mereka bekerja bukan sekedar untuk memperoleh imbalan semata akan tetapi mereka bekerja sebagai bentuk pengabdian kepada Allah dengan memberikan pelayanan yang terbaik (ihsan) kepada sesama. Para pegawai RSIJ bukan sekedar pekerja tapi mereka adalah para pejuang Islam dan pelayan ummat sesuai dengan profesinya masing masing. Mereka akan menjadi hamba hamba Allah yang mulia yang dirindukan oleh surga jannatun na’im.
Sumber NilaiBudaya Organisasi
1.Al Quran dan As Sunnah
Sebagai Amal Usaha Muhammadiyah maka Rumah Sakit Islam Jakarta akan menempatkan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai sumber tertinggi dalam membangun dan menciptakan budaya organisasi.Sebagian dari nilai essensial yang bersumber dari Al Quran dan As-Sunnah yang harus menjadi rujukan dalam membangun budaya organisasi adalah: Maqosidus Syariah, seperti:
a) Hifdud diin (memelihara agama)
b) Hifdun nafs (memelihara jiwa/diri/nyawa)
c) Hifdul aql (memelihara akal)
d) Hifdun nasl (memelihara keturunan)
e) Hifdul maal(memelihara harta)
f) Hifdul biah (memelihara lingkungan)
2. Paham agama, ideologi ,visi dan misi serta Keputusan Persyarikatan Muhammadiyan.
Persyarikatan Muhammadiyah telah menyatakan identitas dirinya sebagai gerakan Islam, dakwah, amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid. Mewujudkan Islam yang berkemurnian dan kemajuan akan selalu menjadi wajah persyarikatan bagai dua sisi dari mata uang.oleh karena itu dalam membangun budaya organisasi di Rumah Sakit Islam Jakarta seluruh nilai yang dikembangkan tidak boleh bertentangan prinsip prinsip ibadah dan akidah yang murni dan disatu sisi budaya organisasi yang dikembangkan harus mampu menampilkan Islam yang maju dan mampu menjawab setiap problematika zaman.
3.Ideologi dan nilai dari para pendiri dan pemilik
Secara tradisional, pendiri organisasi memiliki pengaruh besar terhadap budaya awal organisasi tersebut. Pendiri organisasi tidak memiliki kendala karena kebiasaan atau ideologi sebelumnya. Ukuran kecil yang biasanya mencirikan organisasi baru lebih jauh memudahkan pendiri memaksakan visi mereka pada seluruh anggota organisasi. Proses penyiptaan budaya terjadi dalam tiga cara. Pertama, pendiri hanya merekrut dan mempertahankan karyawan yang sepikiran dan seperasaan dengan mereka. Kedua, pendiri melakukan indoktrinasi dan menyosialisasikan cara pikir dan berperilakunya kepada karyawan. Terakhir, perilaku pendiri sendiri bertindak sebagai model peran yang mendorong karyawan untuk mengidentifikasi diri, menginternalisasi keyakinan, nilai, dan asumsi pendiri tersebut. Apabila organisasi mencapai kesuksesan, visi pendiri lalu dipandang sebagai faktor penentu utama keberhasilan itu. Di titik ini, seluruh kepribadian para pendiri jadi melekat dalam budaya organisasi. Dalam kasus RSIJ maka visi dan misi para pendiri, dan perintis (assabiqun al awalun) serta BPH RSIJ bisa dijadikan salah satu rujukan penting dalam merumuskan budaya organisasi RSIJ.
4.Kebiasaan atau tradisi positif yang sudah lama diterima dan menjadi penggerak organisasi.
Kebiasaan, tradisi, dan cara umum dalam melakukan segala sesuatu yang ada di sebuah organisasi saat ini merupakan hasil atau akibat dari yang telah dilakukan sebelumnya dan seberapa besar kesuksesan yang telah diraihnya di masa lalu.nilai nilai kebiasaan dan tradisi yang poisitif ini secara formal tidak berasal dari nilai nilai para pendiri juga bukan dari nilai nilai normative perusahaan namun sebagai hasil dari interaksi dan komunikasi seluruh pihak yang terlibat dalam seluruh kegiyatan organisasi dan layanan kesehatan yg diberikan kepada pelanggan. Dari proses interaksi antar pegawai dan seluruh pihak yg terkait kemudian muncul nilai nilai positif yg berfungsi seperti code of conduc secara tidak tertulis.
5. Pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat. Karena anggota organisasi itu terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda, maka nilai nilai budaya organisasi sedikit atau banyak akan ikut dipengaruhi oleh berbagai pemikiran yang berkembang dimasyarakat.
Cara Membangun Budaya Organisasi
1.Review nilai nilai yang selama ini sudah dimiliki dan ada di RSIJ (nilai yg ada di BPH RSIJ dan keempat rumah sakit yg tergabung dalam aliansi.)
Nilai-nilai yang ada di BPH RSIJ antara lain:
Visi :
Rumah Sakit Islam Jakarta menjadi pusat pelayanan kesehatan terkemuka yang berorientasi kepada implementasi dakwah dengan layanan bermutu.
Misi :
- Kerahmatan
Mewujudkan Rumah Sakit Muhammadiyah menjadi pembawa rahmat bagi lingkungan (pasien, keluarga, masyarakat), maupun bagi para pendukungnya (dokter, perawat dan tenaga pendukung lainnya)
- Kekhalifahan
Berusaha agar pengelolaan Rumah Sakit dilakukan secara amanah, dalam rangka prefesional, berkualitas dan akuntabilitas.
- Kerisalahan
Berusaha agar keberadaan dan kegiatan Rumah Sakit Muhammadiyah sebagai perwujudan dakwah persyarikatan dalam arti yang luas.
Misi BPH RSIJ
Tujuan BPH
Budaya Nilai BPH RSIJ
Menggali dan meningkatkan budaya organisasi yang meliputi, budaya Ihsan, budaya ta’awun, budaya tafdhil/tafawuq, budaya istikmal bidawan dan sistem nilai Islami lainnya ke dalam seluruh aktifitas keluarga besar BPH RSIJ sehingga dapat menjadi uswatun hasanah atau suri tauladan yang baik dalam mewujudkan kehidupan yang islami di lingkungan umat islam di tanah air tercinta.
Moto :
Bekerja sebagai ibadah, ihsan dalam pelayanan
Nilai nilai budaya organisasi yang selama ini sudah ada di RSIJ antara lain:
2. Mengkaji secara mendalam nilai nilai tersebut dan mencari nilai-nilai intinya (core value) sehingga ditemukan nilai nilai yang sama dan yg berbeda serta mencari nilai nilai baru yang diyakini akan mampu membangun komitmen pegawai lebih baik dan sekaligus akan menjadi energy penggerak bagi kemajuan rumah sakit.
3. Rekonstruksi nilai
Setelah ditemukan nilai lama dan nilai baru maka kemudian dilakukan rekonstruksi nilai tersebut untuk menjadi nilai baru yg dalam prosesnya perlu didiskusikan dengan seluruh pihak yang nantinya akan terlibat dalam sosialisasi dan implementasi nilai tersebut.
4.Penetapan nilai Budaya Organisasi RSIJ:
Mempertimbangkan pada nilai nilai Budaya Organisasi yang sudah dimiliki oleh masing masing rumah sakit di lingkungan BPH RSIJ, mengacu pada pesan-pesan Al Quran dan As_Sunnah serta Paham agama,ideology, visi&misi serta Keputusan Persyarikatan Muhammadiyah dan dengan memperhatikan Visi terbaru RSIJ “Menjadi Rumah Sakit Kepercayaan Masyarakat” maka dengan memahami nilai inti dari visi tersebut adalah nilai “TRUST atau KEPERCAYAAN” maka Team Pokja Budaya Organisasi mengusulkan Core Value RSIJ yg akan menjadi acuan dalam membangun Budaya Organisasi RSIJ adalah nilai AMANAH. Mengapa AMANAH (sesuai visi RSIJ yang baru) dijadikan Core Value di RSIJ? Karena:
a). “Amanah” adalah salah satu nilai kunci dari sukses dakwah Rasulullah Muhammad SAW,
b).Suatu organisasi terlebih lagi organisasi yang bergerak pada jasa layanan kesehatan hanya akan sukses bila mampu memperolah kepercaayan dari ummat. Bila kepercayaan dari ummat gagal diperoleh maka organisasi tersebut akan hancur.
c).Kata “AMANAH” mudah dimengerti oleh pegawai RSIJ maka akan lebih mudah pula dalam sosialisasi, internalisasi dan implementasi.
Setelah melalui beberapa diskusi didalam pokja Budaya Organisasi BPH RSIJ maka nilai AMANAH dipilih untuk diusulkan menjadi core value. Adapun penjelasan dari nilai AMANAH adalah sebagai berikut:
A:Adil - Proporsional, Obyektif, Transparan, Akuntabel, Responsibility.
M: Mulia - Memuliakan, respect, bermartabat/beradab, empati, antusias, peduli.
A: Arif - Profesional, Faktual, Kreatif & Inovatif, Solusi, Istikmal
N: Nurani - Shidiq/jujur/integritas, ramah, sabar, melayanani dengan hati
A : Aman - Ihsan, Akurat/Terukur/Cepat, Disiplin, Halal
H: Hikmah - Komunikatif/Tabligh, Relationship, Bermakna
Karakteristik Budaya Organisasiyang Kuat
Ruang Lingkup Budaya Organisasi RSIJ
1. Budaya nilai, merupakan sekumpulan nilai yang akan ditetapkan dan dipilih oleh RSIJ sebagai rujukan dalam membangun budaya organisasi.Apabila sudah ditetapkan maka seluruh unsur yang ada di RSIJ harus memiliki komitment untuk menyukseskannya baik dalam tahap sosialisasi, internalisasi, emplementasi dan evaluasinya. budaya nilai harus mudah dipahami oleh seluruh pegawai sehingga akan mempermudah pada tahap implementasinya.
2. Budaya kerja, merupakan cara seseorang menyikapi dan mengekspresikan suatu pekerjaan atau aktivitas yang berkaitan dengan penciptaan nilai tambah, yang didasarkan pada nilai-nilai atau keyakinan-keyakinan yang dipedomani oleh seseorang, dalam hubungannya dengan orang lain, kelompok atau organisasi.
3. Budaya atribut, merupakan sekumpulan tata nilai yang disepakati oleh pemilik organisasi yang akan diekpresikan dalam segala bentuk identitas yang berbentuk fisik sehingga organisasi tersebut memiliki identitas fisik yang berbeda dan organisasi lain. bentuknya bisa berupa: lambang atau logo perusahaan, baju seragam, arsitektur bangunan, warna khas organisasi (corporate colour) dll.budaya atribut sangat diperlukan karena diyakini akan berdampak positif bagi citra organisasi, kebanggaan karyawan dan tumbuhnya suasana kerja dan lingkungan yang kondusif bagi organisasi.
Srategi Implementasi
Penerapan Budaya Organisasi di RSIJ senantiasa dilakukan melalui serangkaian upaya dan strategi antara lain:
Suatu Budaya Organisasi dalam proses implentasinya tidak harus menunggu kesepakatan dan kesediyaan para pegawai untuk dapat diimplentasikan namun lebih sering dilakukan dalam bentuk paksaan atau indoktrinasi. Memang harus ada upaya yg sungguh sungguh agar para pegawai memahami maksud baik dari budaya organisasi yang akan dibangun dan dikembangnkan di RSIJ.
Empat langkah dalam menanamkan dan membangun budaya organisasi:
1.membuat regulasi yang mengharuskan semua pihak untuk patuh.
Regulasi yang dibuat sebaiknya mengatur hal-hal yang cukup detail sehingga membuat setiap pegawai yang ada mudah melakukan sesuai prosedur. Misalnya jika ada di dalam pembuatan barang maka ada aturan tertulis yang menjelaskan cara-caranya. Jika mau menanamkan disiplin kerja maka buatlah aturan beserta sanksinya yang jelas. Misalnya jika staf terlambat maka dikenakan sanksi berupa sekian point. Jika sejumlah point tertentu maka akan dipotong gaji. Memaksa memang bukanlah hal yang menyenangkan. Biasanya akan terjadi gejolak diantara staf. Kita harus berani menghadapi gejolak tersebut. Kita juga bisa memetakan apakah budaya yang baru memang cocok atau tidak dengan staf yang ada. Jika tidak maka budayanya yang harus diubah atau stafnya yang harus berubah. Jika tidak berubah maka harus diganti.
2.Membuat pegawai patuh.
Patuh artinya mau tidak mau mereka harus melakukannya. Cara paling efektif membuat Patuh adalah dengan membuat tim kepemimpinan di dalam organisasi tersebut melakukan budaya yang baru. Jika pemimpin semuanya kompak maka staf di bawahnya mau tidak mau mereka melakukan budaya yang baru. Semua komponen harus mementingkan seluruh budaya baru yang harus diwujudkan. Misalnya budaya bersih, ramah, tepat waktu dll. Jika tim kepemimpinan melakukannya maka staf akan merasa bahwa hal itu penting dan mereka akan memaksa diri mereka untuk melakukan budaya yang baru. Jika para pemimpin memberikan contoh maka staf akan merasa terpaksa untuk melakukannya.
3.Membangun kebiasaan.
Bila mereka sudah terbiasa melakukan hal tersebut. Budaya baru bukan lagi baru karena mereka sudah memiliki ritme kerja seperti budaya tersebut. Perlu waktu tiga sampai empat tahun untuk membuat staf terbiasa. Hati-hati karena beberapa staf akan coba-coba kembali ke budaya lama. Jika itu dibiarkan maka akan membuat orang-orang lainnya kembali ke budaya sebelumnya. Jika budaya baru belum menjadi budaya di staf, sangat mungkin mereka akan berubah. Jika ada yang coba-coba, lakukanlah peringatan untuk kasus tersebut. Orang lain pasti akan tahu jika orang yang coba-coba tersebut mendapatkan peringatan. Tidak perlu dimasukan ke buletin atau pengumuman yang memalukan staf tersebut karena hanya membuat orang akan empati kepadanya. Tidak perlu membuat peraturan baru yang diberlakukan ke seluruh staf hanya karena ada satu staf yang salah. Hal ini hanya akan memberatkan mereka yang melakukannya dengan benar. Akhirnya mereka malas untuk melakukan dengan benar.
4.Berikan penghargaan dan hukuman.
Setelah terbiasa berikanlah penghargaan kepada mereka yang sudah menunjukan budaya baru tersebut. Penghargaan itu penting karena kita memang menghargai mereka yang sudah berupaya mengubah cara kerja mereka. Penghargaan juga memperlihatkan bahwa kita menganggap penting budaya tersebut. Pesan-pesan pentingnya sebuah budaya harus kita sampaikan terus menerus. Pesan dengan menyampaikan di dalam pertemuan atau setiap pagi sebelum memulai kegiatan memang efektif tetapi lebih efektif jika kita memberikan pesan secara tidak langsung. Penghargaan juga akan memicu orang-orang untuk melakukan yang terbaik. Sebaiknya penghargaan bukan untuk mereka yang paling senior di dalam bidangnya melainkan berikan penghargaan buat mereka yang mampu melampui target yang diberikan.Hukuman diberikan pada mereka tidak berkomitment terhadap implementasi nilai nilai organisasi dan tidak pernah peduli terhadap target/ kinerja organisasi RSIJ.Penghargaan dan hukuman harus diberikan dengan criteria yang jelas dan diterapkan secara adil. Apabila hal ini gagal dilakukan maka akan merobohkan budaya organisasi dan akan menimbulkan demotivasi bagi pegawai yang kinerjanya baik.
Penutup
Sesungguhnya tidak ada paksaan untuk memberbaiki diri, dan tidak ada satu manusiapun bisa mengubah orang lain. Perubahan yang sesungguhnya hanya terjadi bila orang tersebut mau merubah dirinya sendiri. Budaya organisasi akan sukses dan mencapai puncaknya bila setiap diri pimpinan dan pegawai telah dengan sungguh-sungguh dan tulus ikhlas melakukan yang terbaik (ihsan) untuk dirinya, organisasi dan orang lain. Sayangnya kesungguhan dibanyak tempat telah menjadi mutiara yang hilang.Kesungguhan hanya bisa dijalankan bila kita punya komitment. Alhamdulillah selama penulis lima tahun mengabdi di RSIJ, saya temukan banyak keikhlasan, kesetiyaan, pengorbanan,perjuangan dan keindahan pada hampir setiap pegawai RSIJ. Mereka adalah asset dan energy yang dahsyat untuk membangun budaya organisasi di RSIJ, bagi kemajuan Islam dan juga untuk mewujudkan Islam yang rahmatan li al”alamin. Selamat milad RSIJ ke 41, semoga semakin mampu memulyakan Allah dengan memulyakan para pasien dan keluarganya. Aamiin.
Pemandangan yang menunjukkan banyaknya orang disekitar kita yang merokok, mungkin merupakan sesuatu yang biasa. Yang mengkhawatirkan saat ini adalah makin bertambahnya perokok yang berusia masih berusia muda, hal ini berdampak pada kesehatan mereka karena telah terpapar racun yang terdapat dalam rokok sejak dini. Dampak lain yang mungkin timbul selain masalah kesehatan adalah masalah ekonomi dan kehidupan sosial di masa depan.
Perilaku merokok ini tidak serta merta dilakukan oleh anak-anak di usia dini, berbagai faktor ikut bertanggung jawab terjadinya keadaan ini, salah satunya yaitu begitu banyaknya perokok dewasa yang merokok di depan mata mereka, sehingga menimbulkan keinginan yang sama walaupun mungkin tidak dilakukan di saat itu. Sesuai dengan hakikatnya, anak-anak akan meniru perilaku orang-orang yang ada disekitarnya.
Sebagai seorang yang peduli pada kesehatan sudah sepatutnya kita tidak hanya diam melihat keadaan ini, membiarkan semua ini terjadi hanya akan semakin memperburuk keadaan generasi kita nantinya. Beberapa hal yang bisa kita lakukan adalah:
Tidak merokok di sembarang tempat
Perhatikan lingkungan sekitar kalau memang harus merokok, hindari merokok di tempat-tempat yang mungkin saja di lihat oleh anak-anak terutama di rumah dan tempat-tempat umum lain seperti taman bermain atau di lingkungan pendidikan. Ini dapat mencegah anak-anak melihat perilaku yang kemungkinan besar akan ditirunya saat dewasa bahkan di usia muda
Tidak menyuruh anak untuk membeli rokok
Memang terdengar tidak penting, tetapi dengan menyuruh anak membeli rokok, sedikit banyak akan membuat anak ‘mengenal’ rokok sehingga suatu saat akan mencoba menghisapnya sendiri
Hati-hati menyimpan rokok
Bagi perokok yang mempunyai anak di rumah, usahakan untuk selalu menyembunyikan rokok dari pandangan mata anak-anak. Dengan melihat adanya rokok di tempat-tempat tertentu di rumah dapat juga menanamkan memori di kepala mereka tentang rokok dan kemungkinan akan mencobanya di waktu nanti
Tidak merokok
Yang terbaik adalah tidak merokok atau hentikan merokok bila Anda perokok. Cari selalu jalan untuk menghentikan kecanduan terhadap rokok. Menjadi contoh yang baik dengan tidak merokok sama sekali akan lebih baik daripada harus menjadi perokok secara sembunyi-sembunyi.
Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah untuk kemudian dipakai oleh orang lain yang membutuhkan dengan cara transfusi darah.
Donor darah tidak hanya berarti memberikan darah saja tetapi juga mendapatkan berbagai manfaat untuk diri sendiri, antara lain:
Syarat Donor Darah
Setelah persyaratan di atas telah dipenuhi, seseorang belum tentu bisa langsung menjadi pendonor, penderita penyakit-penyakit tertentu tidak dianjurkan untuk mendonorkan darahnya, antara lain:
Juga dengan kondisi-kondisi medis di bawah ini :
Hal-hal yang dilakukan saat melakukan donor :
Hal-hal yang dilakukan setelah melakukan donor :
Pada awal-awal kehidupan manusia, saat mulai belajar membalikkan tubuh, merangkak, berjalan, dan berlari, salah satu hal yang paling sering terjadi adalah terjatuh terutama jika sudah mulai bisa berjalan dan berlari. Namun tahukah Anda, bagi penderita hemofilia, jatuh merupakan suatu pantangan, apalagi sampai luka terbuka akan berakibat fatal bagi mereka, hal ini disebabkan karena darah yang keluar akan sulit berhenti. Jangankan luka, benturan pun bisa menimbulkan memar yang berlebihan. Demikian pula jika lidah tergigit dan berdarah, bisa bertahan hingga berjam-jam bahkan berhari-hari.
Hemofilia adalah gangguan pembekuan darah akibat kekurangan faktor pembeku darah yang disebabkan oleh kerusakan kromosom X. Darah pada penderita hemofilia tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal. Proses pembekuan darah berjalan amat lambat, tak seperti orang yang normal.
Tanda khas pada anak hemofilia adalah hemartrosis, yaitu perdarahan pada sendi-sendi besar (lutut, siku tangan, pergelangan kaki) yang terasa nyeri dan bengkak sehingga menyebabkan sendi tidak dapat digerakkan. Bisa muncul karena benturan ringan atau timbul sendiri. Selain itu sering timbul perdarahan di bawah kulit dan otot.
Hemofilia ringan gejalanya hanya berupa darah lama membeku setelah cabut gigi, operasi atau saat terluka. Hemofilia berat, 90% sudah dapat didiagnosis pada usia di bawah 1 tahun.
Laki-laki lebih banyak menderita hemofilia karena laki-laki memiliki kromosom XY, hemofilia terjadi akibat mutasi atau cacat genetik pada kromosom X (linked resesif), yang berarti diturunkan lewat gen X (ibu) yang mengenai anak laki-lakinya. Sedangkan perempuan hanya pembawa sifat (carrier). Namun bukan tak mungkin perempuan menderita hemofilia. Bisa saja, jika ayahnya seorang hemofilia dan ibunya carrier. Tetapi kasus ini jarang terjadi.
Diagnosa hemofilia ditegakkan berdasarkan riwayat biru pada kulit, perdarahan kulit dan sendi. Seringkali ditemukan saat anak khitan, dan perdarahan tak kunjung berhenti (minimal usia 5 tahun), saat anak imunisasi atau anak periksa darah. Baru sesudah itu dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengukur kadar faktor VIII dan IX. Dilanjutkan dengan pemeriksaan PT dan APPT. Anak yang kekurangan faktor pembekuan VIII disebut hemofilia A, sedangkan kekurangan faktor 9 dikelompokkan dalam hemofilia B. Hemofilia A merupakan jenis hemofilia terbanyak di dunia saat ini.
Tidak ada kesembuhan bagi hemofilia. Tanpa terapi sebagian anak hemofilia berat meninggal, tetapi dengan terapi tepat dapat menjamin anak tumbuh normal dan produktif di masa dewasa.
Selain menghindari trauma, beberapa obat tidak boleh dikonsumsi anak hemofila, terutama obat yang mempengaruhi kerja trombosit yang berfungsi membentuk sumbatan pada pembuluh darah, seperti asam salisilat, obat antiradang jenis nonsteroid, ataupun pengencer darah seperti heparin.
Sebaiknya penderita hemofilia mengenakan tanda khusus seperti gelang atau kalung yang menandakan bahwa ia menderita hemofilia. Hal ini penting dilakukan agar ketika terjadi kecelakaan atau kondisi darurat lainnya, personel medis dapat menentukan pertolongan khusus.
Hemofilia adalah penyakit yang tidak populer dan tidak mudah didiagnosis. Karena itulah para penderita hemofilia diharapkan mengenakan gelang atau kalung penanda hemofilia dan selalu membawa keterangan medis dirinya. Hal ini terkait dengan penanganan medis, jika penderita hemofilia terpaksa harus menjalani perawatan di rumah sakit atau mengalami kecelakaan. Yang paling penting, penderita hemofilia tidak boleh mendapat suntikan kedalam otot karena bisa menimbulkan luka atau pendarahan.
Penderita hemofilia juga harus rajin melakukan perawatan dan pemeriksaan kesehatan gigi dan gusi secara rutin. Untuk pemeriksaan gigi dan khusus, minimal setengah tahun sekali, karena kalau giginya bermasalah semisalnya harus dicabut, tentunya dapat menimbulkan perdarahan.
Mengonsumsi makanan atau minuman yang sehat dan menjaga berat tubuh agar tidak berlebihan. Karena berat badan berlebih dapat mengakibatkan perdarahan pada sendi-sendi di bagian kaki terutama pada kasus hemofilia berat.
Penderita hemofilia harus menghindari penggunaan aspirin karena dapat meningkatkan perdarahan dan tidak boleh sembarang mengonsumsi obat-obatan, semua obat-obatan harus sesuai dengan rekomendasi dari dokter.
Olahraga secara teratur untuk menjaga otot dan sendi tetap kuat dan untuk kesehatan tubuh. Kondisi fisik yang baik dapat mengurangi jumlah masa perdarahan. Jadi penderita hemofilia tidak dapat beraktifitas dan menjalani hidup layaknya orang normal.
Istilah autis tentu sudah sering kita dengar tetapi banyak yang tidak mengetahui tentang apa dan bagaimana mengenai penyakit. Autis adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak, yang gejalanya sudah timbul sebelum anak itu mencapai usia tiga tahun. Penyebab autisme adalah gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif.
Autisme merupakan cara berpikir yang dikendalikan oleh kebutuhan personal atau oleh diri sendiri, menanggapi dunia berdasarkan penglihatan dan harapan sendiri, dan menolak realitas, keasyikan ekstrem dengan pikiran dan fantasi sendiri.
Semua masalah perilaku anak autis menunjukkan 3 serangkai gangguan yaitu: kerusakan di bidang sosialisasi, imajinasi, dan komunikasi. Sifat khas pada anak autistik adalah:
Gejala yang sangat menonjol adalah sikap anak yang cenderung tidak mempedulikan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, seolah menolak berkomunikasi dan berinteraksi, serta seakan hidup dalam dunianya sendiri. Anak autistik juga mengalami kesulitan dalam memahami bahasa dan berkomunikasi secara verbal. Disamping itu seringkali anak autis seperti berputar-putar, mengepak-ngepakan tangan seperti sayap, berjalan berjinjit dan lain sebagainya.
Gejala autisme sangat bervariasi. Sebagian anak berperilaku hiperaktif dan agresif atau menyakiti diri, tapi ada pula yang pasif. Mereka cenderung sangat sulit mengendalikan emosinya dan sering tempertantrum /menangis dan mengamuk. Kadang-kadang mereka menangis, tertawa atau marah-marah tanpa sebab yang jelas.
Selain berbeda dalam jenis gejalanya, intensitas gejala autisme juga berbeda-beda, dari sangat ringan sampai sangat berat. Oleh karena banyaknya perbedaan-perbedaan tersebut di antara masing-masing individu, maka saat ini gangguan perkembangan ini lebih sering dikenal sebagai Autistic Spectrum Disorder (ASD) atau Gangguan Spektrum Autistik (GSA).
Autisme sejauh ini memang belum bisa disembuhkan, tetapi masih dapat diterapi. Menyembuhkan berarti “memulihkan kesehatan, kondisi semula, normalitas”. Dari segi medis, tidak ada obat untuk menyembuhkan gangguan fungsi otak yang menyebabkan autisme. Dengan intervensi yang tepat, perilaku-perilaku yang tak diharapkan dari pengidap autisme dapat dirubah. Namun, sebagian besar individu autistik dalam hidupnya akan tetap menampakkan gejala-gejala autisme pada tingkat tertentu.
Sebenarnya pada penanganan yang tepat, dini, intensif dan optimal, penyandang autisme bisa normal. Mereka masuk ke dalam mainstream yang berarti bisa sekolah di sekolah biasa, dapat berkembang dan mandiri di masyarakat, serta tidak tampak gejala sisa. Kemungkinan normal bagi pengidap autisme tergantung dari berat tidaknya gangguan yang ada.
Mengenali gejala autis sejak dini dapat membantu kemungkinan kembali normalnya penderita autis.
Dengan semakin meningkatnya perkembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang kesehatan, dimana berbagai penyebab kematian terutama kematian yang diakibatkan oleh penyakit infeksi telah ditemukan solusi pencegahannya, hal ini berdampak pada makin tingginya usia harapan hidup, artinya penduduk yang berusia lanjut semakin banyak. Di Indonesia, populasi lansia pada tahun 2000 (17,2 juta) meningkat 3 kali lebih besar dari pada tahun 1970 (5,3 juta). Pada tahun 2020 nanti, jumlah dan proporsi kelompok lansia di Indonesia diprediksi akan mencapai 28 juta jiwa dan 9,5%. Menurut WHO, dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk berdasarkan kelompok usia lainnya, peningkatan proporsi jumlah lansia penduduk berusia lebih dari 60 tahun meningkat cukup cepat di berbagai negara sebagai hasil dari semakin panjangnya tingkat harapan hidup dan menurunnya angka kematian tadi.
Bertambahnya usia tidak akan menjadi masalah seandainya tidak diiringi dengan munculnya berbagai problema, baik berupa problem kesehatan maupun problem yang datang karena ketidakmampuan lansia untuk menolong diri sendiri dari segi ekonomi, sehingga banyak dari mereka yang memerlukan dukungan dari keluarga atau teman pada usia lanjut.
Melalui Peringatan Hari Kesehatan Dunia tanggal 7 April 2012 ini, dengan tema yang diambil: ’Menuju Tua: Sehat, Mandiri Dan Produktif’, WHO secara jelas hendak menarik perhatian penduduk dunia tentang pentingnya memperhatikan kesehatan kalangan lanjut usia. Perhatian yang tentu saja tidak hanya terkait dengan keluarnya perangkat aturan legal yang mengatur hak-hak dan kepentingan lansia, melainkan juga turunan-turunan aksi yang dibutuhkan untuk menjadikan lansia tetap bisa produktif dan menikmati hidup dengan pelayanan yang maksimal.
Menjadi tua itu pasti, tetapi menjadi tua dan tetap sehat itu adalah pilihan. Dengan melakukan berbagai gaya hidup sehat sejak dini, merupakan hal yang dapat dipilih agar dapat selalu sehat saat usia tua nanti. Menghindari makanan ‘sampah’ atau cepat saji dan memilih makanan yang sehat dan bergizi seimbang, tidak merokok dan mengkonsumsi alhohol, berolahraga secara teratur, tidur atau istirahat yang cukup, kelola stress dengan baik, membina hubungan baik dengan keluarga dan sahabat, serta memeriksakan kesehatan secara teratur. Penting juga untuk membiasakan diri menabung dan segera memilih hobby yang bisa dilanjutkan saat sudah memiliki banyak waktu luang di usia lanjut nanti, bila perlu, pilih hobby yang bisa memberikan penghasilan tambahan sehingga tidak perlu menggantungkan diri kepada orang lain untuk masalah ekonomi. Hal-hal tersebut merupakan perilaku positif yang bisa dilakukan agar tetap sehat, mandiri, dan produktif di usia tua nanti.
Jika seseorang didiagnosa mempunyai penyakit TB, hal pertama yang harus dilakukan adalah mencegah agar kuman yang ada pada cairan mulutnya/ludah atau yang dikenal dengan dengan istilah droplet tidak menyebar ke orang lain. Penderita TB aktif dinyatakan dapat menularkan penyakitnya bila tidak mendapat pengobatan dengan obat anti TB, namun bila penderita sudah meminum obat selama 2 minggu dengan pengobatan yang benar dan tepat, maka kuman TB akan mati, meski demikian penderita harus tetap meminum obatnya selama 6 sampai 9 bulan.
Berikut beberapa tips untuk mencegah penularan penyakit TB kepada orang lain:
TB dapat disembuhkan, meski demikian lebih penting lagi bila kita mencegah penularannya dibandingkan harus mengobatinya.
Sering kita mendengar bahwa wanita hamil dan menyusui adalah wanita yang istimewa, karena memang tidak semua wanita bisa mengalaminya. Karena istimewa lah maka ada berbagai perlakuan berbeda pada wanita hamil dan menyusui.
Berikut beberapa hal yang sebaiknya dilakukan oleh wanita hamil dan menyusui agar bayi yang lahir dan dibesarkannya bisa menjadi anak yang memiliki kesehatan yang prima.
Jika Anda termasuk seseorang yang mempunyai kebiasaan malas minum air putih, baik karena takut harus buang air kecil atau memang tidak terbiasa, maka kebiasaan tersebut harus segera dirubah. Seseorang yang sedikit mengkonsumsi air putih sangat mungkin terserang dehidrasi berat yang akan berefek pada kondisi kesehatannya. Karena adanya penurunan volume dan aliran urine, kurangnya frekuensi berkemih, juga adanya gangguan fungsi ginjal, efek yang paling sering muncul adalah konstipasi, batu pada saluran kemih, infeksi saluran kemih.
Air merupakan zat gizi esensial untuk hidup sehat dan aktif. Dalam sehari, tubuh seorang yang sehat membutuhkan air minimal 2 liter untuk mengatur proses kehidupan. Air berfungsi sebagai zat pembangun, sebagai pelarut, sebagai pengangkut zat gizi, dan zat buangan, pengatur suhu tubuh, sebagai pelumas, dan penahan guncangan. Dengan alasan tersebut, dapat dipastikan akan adanya berbagai gangguan kesehatan yang terjadi bila tubuh kekurangan cairan. Dehidrasi atau kekurangan cairan akan mengganggu metabolisme tubuh.
Dalam setiap aktivitas yang kita lakukan akan menyebabkan keluarnya cairan dari dalam tubuh. Cairan tubuh keluar melalui urine, keringat, uap pernafasan, ludah, dan tinja, hingga hidrasi terus-menerus sangat diperlukan untuk mencegah kekurangan cairan. Sebuah penelitian membuktikan bahwa kekurangan air tubuh sekitar 1 % berat badan atau sekitar 2 gelas bagi remaja dan orang dewasa akan menimbulkan gangguan mood, bibir kering, sakit kepala, dan suhu tubuh meningkat. Untuk kondisi yang lebih lanjut, dehidrasi dapat menurunkan konsentrasi berfikir, menurunkan stamina, serta gangguan kesehatan lain.
Selain jumlah cairan yang dikonsumsi dalam sehari perlu juga diperhatikan kualitas dan jenis cairannya. Sampai saat ini, air putih sudah terbukti lebih baik dikonsumsi dibanding air berwarna apalagi bersoda. Air bersoda bahkan akan membuat tubuh mengeluarkan cairan lebih banyak melalui berkemih sehingga tubuh akan lebih banyak lagi kehilangan cairan. Perhatikan juga untuk memilih air yang sudah matang yang dimasak dari sumber air yang sudah diyakini kebersihannya.
Walaupun tidak terlalu terdengar, ternyata penyakit kusta masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, bahkan pada tahun 2010 Indonesia berada di urutan nomor 3 di dunia sebagai penyandang penyakit kusta terbanyak setelah India dan Brazil, dengan jumlah kasus baru sebanyak 17.012, prevalensi 19.785, dan jumlah kecacatan tingkat 2 di antara penderita baru sebanyak 1822 orang (10.71%).
Penyakit kusta atau lepra (leprosy) atau disebut juga Morbus Hansen, adalah sebuah penyakit infeksi menular kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae, yang menyerang kulit, saraf tepi, dan jaringan tubuh lainnya. Pada penderita kusta, kecacatan terjadi sebelum pengobatan, saat pengobatan, dan setelah pengobatan, risiko cacat tersebut menurun secara bertahap setelah tiga tahun berikutnya. Selain itu, kecacatan dapat terjadi akibat reaksi atau sebagai dampak lanjutan dari kecacatan permanen yang tidak di rawat dengan baik.
Penemuan kasus kusta baru menemui hambatan karena adanya penolakan yang dilakukan tidak saja oleh masyarakat tetapi juga oleh petugas kesehatan. Penolakan ini juga menghambat pengobatan serta penanganan medis yang dibutuhkan oleh penderita maupun orang yang pernah mengalami kusta. Karena itulah, dibutuhkan komitmen kuat dari tenaga medis dalam menangani penyakit kusta secara medik maupun dalam memberikan informasi dan edukasi penyakit kusta kepada masyarakat
Meskipun cara penularannya yang pasti belum diketahui dengan jelas, penularan di dalam rumah tangga dan kontak/hubungan dekat dalam waktu yang lama tampaknya sangat berperan dalam penularan kusta.
Cara-cara penularan penyakit kusta sampai saat ini masih merupakan tanda tanya. Yang diketahui hanya pintu keluar kuman kusta dari tubuh penderita, yakni selaput lendir hidung. Tetapi pada umumnya penularan penyakit kusta sebagai berikut:
Tanda-tanda seseorang menderita penyakit kusta antara lain, kulit mengalami bercak putih, merah, ada bagian tubuh tidak berkeringat, rasa kesemutan pada anggota badan atau bagian raut muka, dan mati rasa karena kerusakan saraf tepi. Gejalanya memang tidak selalu tampak. Justru sebaiknya waspada jika ada anggota keluarga yang menderita luka tak kunjung sembuh dalam jangka waktu lama. Juga bila luka ditekan dengan jari tidak terasa sakit.
Kelompok yang berisiko tinggi terkena kusta adalah yang tinggal di daerah endemik dengan kondisi yang buruk seperti tempat tidur yang tidak memadai, air yang tidak bersih, asupan gizi yang buruk, dan adanya penyertaan penyakit lain seperti HIV yang dapat menekan sistem imun. Pria memiliki tingkat terkena kusta dua kali lebih tinggi dari wanita.
Ada 2 tipe penyakit kusta, tipe Pausi Bacillary atau disebut juga kusta kering yaitu jika ada bercak keputihan seperti panu dan mati rasa atau kurang merasa, permukaan bercak kering dan kasar serta tidak berkeringat, tidak tumbuh rambut/bulu, bercak pada kulit antara 1-5 tempat. Ada kerusakan saraf tepi pada satu tempat, hasil pemeriksaan bakteriologis negatif (-), tipe kusta ini tidak menular.
Yang kedua, kusta tipe Multi Bacillary atau disebut juga kusta basah yaitu jika bercak putih kemerahan yang tersebar satu-satu atau merata diseluruh kulit badan, terjadi penebalan, dan pembengkakan pada bercak, bercak pada kulit lebih dari 5 tempat, kerusakan banyak saraf tepi dan hasil pemeriksaan bakteriologi positif (+). Tipe seperti ini sangat mudah menular.
Tanda-tanda penyakit kusta bermacam-macam, tergantung dari tingkat atau tipe dari penyakit tersebut. Secara umum, tanda-tanda penyakit kusta adalah :
Hingga saat ini belum ada vaksinasi untuk mencegah penyakit kusta. Faktor pengobatan merupakan faktor penting agar kusta dapat disembuhkan dan untuk pencegahan agar tidak terjadi penularan.
Pengobatan kepada penderita kusta merupakan salah satu cara pemutusan mata rantai penularan. Kuman kusta diluar tubuh manusia dapat hidup 24-48 jam sampai 7 hari, ini tergantung dari suhu dan cuaca diluar tubuh manusia tersebut. Makin panas cuaca makin cepat kuman kusta mati. Dalam hal ini sangat penting untuk mengusahakan agar sinar matahari masuk ke dalam rumah dan menghindari adanya tempat-tempat yang lembab.
Beberapa hal penting tentang penyakit kusta ini adalah:
Penanggulangan penyakit kusta telah banyak dilakukan dimana-mana dengan maksud mengembalikan penderita kusta menjadi manusia yang berguna, mandiri, produktif dan percaya diri. Metode penanggulangan ini terdiri dari metode rehabilitasi yang terdiri dari rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, rehabilitasi karya dan metode pemasyarakatan yang merupakan tujuan akhir dari rehabilitasi, dimana penderita dan masyarakat membaur sehingga tidak ada kelompok tersendiri. Ketiga metode tersebut merupakan suatu sistem yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.
Di Indonesia, upaya yang dilakukan untuk pemberantasan penyakit kusta melalui :
Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan metabolisme janin dan kesehatan janin selanjutnya adalah faktor nutrisi ibu sejak konsepsi, karena itu Ibu hamil diminta untuk selalu mengkonsumsi nutrisi yang seimbang pada masa kehamilannya, termasuk juga memenuhi kebutuhan zat besi, asam folat, kalsium dan zink.
Sebagai contoh, kebutuhan kalori wanita dengan berat badan 58 kg maka membutuhkan asupan nutrisi sebanyak ± 2300 kcal per hari; dalam masa kehamilan kebutuhan ini bertambah 300 kcal perhari, kemudian saat menyusui ditambah 500 kcal perhari. Penambahan jumlah kalori ini harus tetap mempertimbangkan hal-hal sesuai gambar berikut:
Seorang ibu hamildisarankan mengalami peningkatan berat badan sekitar 11.5 – 16 kg pada kehamilan tunggal. Wanita hamil yang kenaikan berat badannya selama kehamilan sangat besar, memiliki resiko melahirkan janin makrosomik ; wanita hamil yang berat badannya kurang atau kenaikan berat badannya selama kehamilan sangat kurang, memiliki resiko untuk melahirkan janin SGA (small-for-gestational age) atau berat badan bayi lahir rendah .
Komponen berat badan ibu :
Janin = 3500 gram
Plasenta-cairan amnion dan uterus = 650 – 900 gram
Cairan interstisiil dan darah = masing-masing sebesar 1200 – 1800 gram
Payudara = 400 gram
Lemak ibu = 1640 gram
A. Protein
Kebutuhan protein pada paruh kedua kehamilan 1 gram/Kg + 20 gram perhari ( total kebutuhan perhari ± 80 gram )
Protein terutama diperlukan untuk pertumbuhan janin
B. Kalsium
Asupan kalsium pada bulan-bulan terakhir kehamilan dan masa laktasi ditambah sebesar 1.5 gram perhari. Kekurangan kalsium akan menyebabkan demineralisasi tulang ibu yang selanjutnya akan berpengaruh juga pada pertumbuhan tulang dan gigi bayi
C. Zat besi
Pada wanita hamil dan laktasi disarankan penambahan asupan zat besi sebesar 30 – 60 mg perhari. Selama kehamilan, diperkirakan 300 – 500 mg zat besi yang diberikan pada janin.
D. Vitamin & Mineral
Preparat vitamin dan mineral yang dikonsumsi selama hamil bukan sebagai pengganti asupan makanan yang normal. Jadi tetap utamakan untuk mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan segar
Pada pasien vegetarian dan penderita anemia megaloblastik diperlukan suplemen Vitamin B12.
Diet rendah garam
Makanan yang mengandung sedikit natrium tidak membahayakan kehamilan. Diet rendah garam merupakan hal yang harus dihindari oleh karena dapat membahayakan ibu hamil.
Tidak ada bukti bahwa kenaikan berat badan yang terlalu cepat pada preeklampsia dapat dikendalikan dengan diet rendah garam.
© 2018-2024. Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih
Admin
Keluhan, Kritik dan Saran
Keluhan, Kritik dan Saran (Senin-Jum'at: 08.00-16.00 WIB) Diluar jam mohon maaf bila lambat merespon..
07:00Informasi
Medical Check Up
Info dan Pendaftaran Medical Check Up.
07:00Pendaftaran Rawat Jalan
Khusus Pasien BPJS
Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Khusus Pasien BPJS (booking maksimal H-1. Baca syarat dan ketentuan.
07:00Pendaftaran Rawat Jalan
Pribadi, Asuransi, dan Perusahaan
Pasien Rawat Jalan dengan Jaminan Pribadi, Asuransi, dan Perusahaan.
07:00