You are here:Beranda/Artikel/Identifikasi dan Respon Menghadapi anak bermasalah

Identifikasi dan Respon Menghadapi anak bermasalah

Jumat, 01 Jun 2012 Written by Nurgianti 4000 times Print

Hari Anak sedunia merupakan hari yang istimewa karena Anak adalah investasi orang tua dan masa depan bangsa. Perayaan ini bertujuan untuk menghormati hak-hak anak di seluruh dunia Masalah dan problem yang dihadapi anak-anak harus menjadi perhatian kita semua .

Kita harus mempersiapkan anak dan remaja kita dalam menghadapi dan mengatasi masalah-masalah yang mungkin terjadi.

Sebagai orang tua kita harus Mengajarkan bagaimana bertanggung jawab, mengatasi dilema dalam pertumbuhan fisik dan psikis mereka atau mengelola hambatan dalam bersosialisasi.

Banyak orang tua juga sering menggunakan kunci pintu keberhasilan mereka untuk membuka pintu-pintu kesempatan bagi anak-anak mereka, mereka berfikir bahwa pengalaman dan pengetahuan mereka akan mampu menyelamatkan anak-anak dari masalah.

Untuk mengetahui apakah anak bermasalah atau tidak, para pendidik (orang tua, guru, orang dewasa disekitar anak) perlu memahami tahapan perkembangan anak dalam segala aspek. Pemahaman tersebut dapat membantu menganalisis dan mengelompokkan anak pada kategori bermasalah atau tidak.

Untuk tahu apakah anak tersebut bermasalah maka pendidik harus memperhatikan kekhasan perilaku anak. Berikut ini pertanyaan yang dapat mengidentifikasi apakah anak tersebut bermasalah atau tidak.

  1. Apakah frekuensi tingkah laku yang menyimpang tersebut terlihat setiap waktu?
  2. Apakah perilaku tersebut mengganggu aktivitas anak baik dalam belajar maupun bermain?
  3. Jika tingkah laku tersebut tidak diatasi dengan segera apakah akan menimbulkan masalah dalam perkembangan anak secara menyeluruh?

Jika semua pertanyaan tersebut dijawab ”ya”

Maka besar kemungkinan anak tersebut bermasalah. Respon pendidik dalam menghadapi anak yang bermasalah :

  1. Menghadapi emosi-emosi negatif anak, dan saat emosi negatif anak muncul sebaiknya guru menciptakan hubungan yang akrab
  2. Sabar menghadapi anak yang sedih, marah, atau ketakutan, dan tidak menjadi marah jika menghadapi emosi anak.
  3. Sadar dan menghargai emosi-emosinya sendiri.
  4. Melihat emosi negatif sebagai arena yang penting dalam mengasuh anak.
  5. Peka terhadap keadaan emosi anak, walaupun ungkapan emosinya tidak terlalu kelihatan.
  6. Tidak bingung atau cemas menghadapi ungkapan-ungkapan emosional anak.
  7. Tidak menanggapi lucu atau meremehkan perasaan negatif anak.
  8. Tidak memerintahkan apa yang harus dirasakan oleh anak.
  9. Tidak merasa bahwa guru harus membereskan semua masalah bagi anak

Menggunakan saat-saat emosional sebagai saat untuk mendengarkan anak, berempati dengan kata-kata yang menyejukkan, menolong anak memberi nama emosi yang sedang dirasakan, menentukan batas-batas dan mengajarkan ungkapan emosi yang dapat diterima, dan mengajarkan anak untuk terampil dalam menyelesaikan masalah.

Share

Tagged under

Alamat

Rumah Sakit Islam Jakarta CP

Jl. Cempaka Putih Tengah I / 1

Jakarta Pusat - Indonesia 10510

Telephone

  • +62-21 425-0451
  • +62-21 428-01567
  • Fax +62-21 420-6681
  • Pendaftaran Rawat Jalan 0812 8896 9622
    (Hanya WA) khusus pasien yang telah memiliki no Rekam Medik (No. RM)

Email

  • rsijpusat@rsi.co.id

Find and Follow

Statistik Web

Today928
This week7929
This month19393
Total3148557

Who Is Online

6
Online

Copyright © 2018. Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih

Powered by inisial dotcom

X

Right Click

No right click