Keamanan Pangan

Keamanan pangan (food safety) menjadi tema Hari Kesehatan Sedunia yang  diperingati pada tanggal 7 April lalu. Tema ini diambil karena banyaknya masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh makanan yang dikonsumsi. Makanan yang tidak aman dapat mengandung bakteri berbahaya, virus, parasit atau bahan kimia, dan menyebabkan lebih dari 200 macam penyakit, mulai dari diare hingga kanker. Contoh makanan yang tidak aman termasuk makanan matang yang berasal dari hewan, buah-buahan dan sayuran yang terkontaminasi.

Bahaya-bahaya baru yang mengancam keamanan pangan akan selalu bermunculan. Perubahan adalah salah satu faktornya, mulai dari perubahan lingkungan, penghasilan/produksi, pengantaran/distribusi, hingga penyiapan dan konsumsi, perubahan juga membuka peluang baru sehingga makanan terkontaminasi dengan bakteri berbahaya, virus, parasit maupun bahan kimia. Kuman patogenik yang baru bermunculan, atau kuman patogenik lama yang mulai kebal terhadap obat antikuman. Semua ini membawa tantangan tersendiri bagi keamanan pangan.

Berikut beberapa hasil penting yang terkait dengan infeksi enterik yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan protozoa yang masuk kedalam tubuh melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi:

  • Diperkirakan ada 582.000.000 kasus dari 22 penyakit enterik akibat bawaan makanan yang berbeda dan 351.000 diantaranya terkait dengan kematian
  • Agen penyakit enterik penyebab kematian adalah Salmonella Typhi (52.000 kematian), enteropathogenic E.Coli (37.000) dan Norovirus (35.000)
  • Wilayah Afrika tercatat sebagai negara dengan kasus tertinggi penyakit enterik akibat bawaan makanan, diikuti oleh Asia Tenggara
  • Lebih dari 40% orang yang menderita penyakit enterik yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi adalah anak-anak berusia dibawah 5 tahun.

Untuk mengurangi masalah-masalah kesehatan seperti yang telah dipaparkan diatas, maka hal penting yang harus dilakukan adalah menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi sejak dari pertanian/peternakan ke piring. Keamanan harus terjamin sejak bahan makanan mulai ditanam dan atau saat pembibitan, dibesarkan, dalam proses produksi, proses pemasakan, dan proses penyajian. Proses tersebut tidak bisa berdiri sendiri, semua harus dipastikan tidak mengandung bahan yang akan merugikan kesehatan konsumennya.

Agar kesehatan pangan terjamin, maka 5 kunci aman pangan tersebut dibawah ini mutlak harus dilakukan oleh setiap individu:

1. Jaga kebersihan

Jaga kebersihan makanan, dengan membersihkan bahan makanan dengan baik sebelum mulai diolah.

2. Pisahkan makanan mentah dan matang

Letakkan bahan mentah dan matang pada wadah yang terpisah. Jangan menyimpan bahan matang pada wadah yang biasa digunakan untuk menyimpan bahan mentah, karena ditakutkan bakteri dari bahan mentah masih tertinggal pada wadah tersebut.

3. Masak makanan secara sempurna

Masak semua olahan dengan sempurna. Jika ingin menyajikan menu olahan mentah, pelajari dengan baik bagaimana mempersiapkannya agar bakteri yang ada pada bahan makanan tidak mengganggu kesehatan.

4. Tempatkan makanan pada temperatur yang sesuai/ aman

Tempatkan makanan pada temperatur yang sesuai. Ketahui apakah bahan makanan harus dibekukan terlebih dahulu atau cukup disimpan dalam suhu ruang.

5. Gunakan air dan bahan mentah yang aman

Perhatikan air yang digunakan untuk membasuh atau membilas bahan makanan atau alat masak. Apakah di dalamnya terkandung zat kimia berbahaya atau tidak.

 

Kontak Informasi

Rumah Sakit Islam Jakarta CP

Jl. Cempaka Putih Tengah I / 1

Jakarta Pusat - Indonesia 10510

 

Telepon

  • +62-21 425-0451
  • +62-21 428-01567
  • +62-21 424-4208

Fax : +62-21 420-6681

 

Email : rsijpusat@rsi.co.id

Statistik

Hari ini377
Minggu ini4271
Bulan ini14456
Pengunjung2370571
Who Is Online
7
Online

Copyright © 2015. Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih. By inisial dotcom